Jumat, 27 November 2020

Breaking News

  • PAN Tolak Rencana Gubernur Riau Ngutang untuk Infrastruktur   ●   
  • Walikota Minta Dinas PUPR Gesa Pengerjaan Komplek Perkantoran Tenayan Raya   ●   
  • KUA-PPAS APBD Provinsi Riau 2021 Disepakati Rp9,032 Triliun   ●   
  • KUA-PPAS APBD Provinsi Riau 2021 Disepakati Rp9,032 Triliun   ●   
  • Terdampak Covid-19, Realisasi Retribusi KIR di Pekanbaru Menurun   ●   
  • BEM UIR Siap Kawal Kedatangan Habib Rizieq ke Riau   ●   
  • Pemko Pekanbaru Ingatkan Pelaku Usaha Tetap Patuhi Protokol Kesehatan   ●   
  • Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo Wafat   ●   
  • Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru akan Dimulai Awal 2021   ●   
  • DPR Sebut 5 Juta Hektare Hutan Indonesia Rusak Akibat Karhutla
Yamaha 25 November 2020

CAKAP RAKYAT
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut Jaga Jarak

“Indonesia di bawah ancaman resesi”. Begitulah narasi pemberitaan media massa belakangan. Bermula dari kondisi perekonomian Singapura yang terpukul karena pandemi, pejabat hingga sejumlah pengamat dalam negeri menyatakan ancaman tersebut bisa merembet ke Indonesia. Namun sedikit berlebihan rasanya memakai istilah resesi yang lebih berasosiasi dengan negara-negara yang perekonomiannya ditopang oleh ekspor dan industri. Sementara Indonesia neraca perdagangan justru tekor akibat dominasi impor, plus sejak 2015 pertumbuhan ekonomi “konsisten” di 5 persen dan tidak pernah capai target. Tapi tak apalah jika istilah resesi secara latah dipakai untuk menggambarkan kesulitan ekonomi saat ini. Toh bukan substansi.

Memang mulai pusat hingga daerah dihadapkan pada tantangan keuangan yang teramat luar biasa. Sampai-sampai Pemerintah pusat berkali-kali menurunkan target pendapatan, yang dituangkan melalui Perpres Nomor 72 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN 2020. Dalam beleid yang diteken Juni 2020, target pendapatan negara diturunkan. Semula Rp2.233,2 triliun turun 21,1 persen menjadi Rp1.760,88 triliun, kemudian kembali diturunkan sekitar Rp60,94 triliun menjadi Rp1.699,94 triliun. Ironisnya, proyeksi belanja negara justru diperkirakan naik 4,79 persen dari perubahan asumsi sebelumnya. Peningkatan belanja negara dari membengkaknya belanja pemerintah pusat. Sementara Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) justru dipotong sebanyak 10,43 persen.

Pemerintah Daerah jelas paling apes. Termasuk Provinsi Riau yang menurut saudara Sekda Yan Prana Jaya untuk Rancangan Perubahan APBD TA 2020 dilakukan penyesuaian akibat pandemi. Berdasarkan SK dua menteri (Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri), APBD Riau mengalami rasionalisasi sekitar Rp 1,7 Triliun atau 35 persen. Jalan terjal bagi program dan kegiatan pembangunan di Riau. Tak cukup sampai di situ, Riau juga dihadapkan pada seretnya harga minyak dunia yang pertengahan tahun 2020 berada di kisaran 35-45 dolar per barel. Turun hampir separuh jika dibandingkan harga minyak dunia tahun 2019 yang mencapai di atas 60 dolar perbarel. Belum lagi ditambah hitung-hitungan PAD dari sektor swasta atau retribusi lainnya, yang jelas tak akan seoptimal tahun anggaran sebelumnya.

Musibah Bawa Hikmah

Dalam pikiran sempit ini musibah. Namun tidak bagi yang bisa mengambil hikmah. Blessing in disguise, begitu kata bijak dari barat. Banyak hal sebelumnya luput dari perhatian namun saat pandemi mengalami pembenahan, semisal sektor kesehatan, ekonomi, sosial, dan regulasi. Bahwa ini disebut musibah, iya. Tapi apakah kita menyerah? Tidak. Justru saat kepepet ini kita mestinya terpacu mengeluarkan ide dan kemampuan terbaik. Bagi Pemda, sekarang saatnya jadi role model dan all out agar masyarakat termotivasi untuk bangkit. Bukan malah kendor. Yakinlah kepemimpinan daerah dan Pemprov Riau tidak berdiri dan berjuang sendiri. Ada lembaga legislatif sebagai mitra dan elemen masyarakat sebagai modal menghadapi tantangan. Sekarang tinggal bagaimana bisa berpadu. Kembali menyoal kondisi APBD Provinsi Riau 2020 dan situasi ke depan, menurunnya target dan realisasi pendapatan bisa disiasati bila berani merubah mindset. Tanpa kerja keras dan kerja cerdas, mustahil bisa menutupi kebutuhan belanja daerah untuk TA 2020. Bahkan versi lebih parah, derita bisa berlanjut ke APBD TA 2021.

Apalagi seretnya sektor pendapatan bukan kali ini saja. Selalu berulang dan terus menjadi catatan tiap tahunnya. Riau bukannya miskin dari segi sumber pendapatan selain Migas. Hanya saja tak mampu dioptimalkan. Bahkan ada celotehan, Riau seumpama orang kaya punya aset dimana-mana tapi selalu mengeluh kekurangan uang. Sementara tetangga punya sumber daya terbatas tapi bisa berduit. Untuk pajak dan retribusi misalnya, jangankan bicara ekstensifikasi, untuk instensifikasi saja masih jauh dari maksimal. Sebut saja pajak kendaraan bermotor, persentase yang bayar pajak pernah hanya berkisar 44,83 persen. Berikut juga terjadi pada jenis pajak dan retribusi lainnya. Belum lagi “kebocoran” akibat lemahnya sistem yang dibangun.

Itu baru menyoal pajak dan retribusi yang notabene “zona nyaman” guna menambah pundi-pundi. Banyak peluang lain sebenarnya. Namun yang menarik diangkat kesempatan kali ini adalah soal kapitalisasi aset. Banyak aset daerah atau Barang Milik Daerah (BMD) yang tak jelas pengelolaan, pola kerjasama, pemanfaatan dan setorannya ke kas daerah. Terkait pengelolaan yang amburadul bisa ambil contoh aset tetap tanah yang menurut laporan BPK RI Perwakilan Riau belum sepenuhnya bersertifikasi. Dari 1003 register tanah seluas 78.872.228m2 baru 73.848.756m2 telah disertifikat, sisanya 166 register seluas 5.023.472m2 belum disertifikat. Ada juga bukti fisik sertifikat 61 bidang tanah senilai Rp. 182.756.925.910 yang tidak diketahui keberadaannya. Itu baru bicara tata kelola, belum hitung potensi kehilangan pendapatan yang bisa diperoleh seandainya aset tersebut dimanfaatkan. Selama status aset dan BMD tak terkelola dengan baik, maka selama itu pula kehilangan nilai ekonomisnya.

Berbenah

Maka dalam keadaan serba sulit ini jawaban sebenarnya dari persoalan keuangan daerah ada di cermin (baca: intropeksi dan berbenah diri). Musibah memang buat merana, tapi tak cukup sebagai dalih pembela. Agar bisa survive, tak bisa lagi pakai pendekatan lama. Pola pikir dan bertindak perangkat Pemprov Riau harus berani keluar dari zona nyaman. Apalagi masyarakat dan sektor swasta yang terdampak pandemi juga butuh relaksasi. Menyinggung relaksasi, langkah Pemprov Riau mengguyur insentif semisal pemutihan pajak kendaraan termasuk bagi perusahaan yang menunjukan kepedulian terhadap pandemi dinilai sangat tepat. Asal insentif tersebut punya efek terukur, maka patut diapresiasi. Sekarang tinggal putar otak menyiasati sumber lain sebagai pendapatan.

Optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi hanya akan berbuah manis jika ada pembenahan total. Kasus seperti kerjasama Bangun Guna Serah (BGS) Tanah Bandar Serai, yang kontrak dengan rekanan sudah terhenti namun masih ada retribusi yang belum disetorkan ke Pemprov sebesar Rp. 8,3 M lebih plus denda keterlambatan minimal Rp. 10 M lebih, harus jadi pembelajaran dan diantisipasi agar kasus serupa tidak terulang dan daerah tidak dirugikan. Disamping pembenahan agar pajak dan retribusi lebih optimal, mau tak mau perlu menkreasi peluang lain. Kapitalisasi aset dan BMD disinggung sebelumnya jangan lagi dianggap sepele. Banyaknya aset milik Pemprov Riau yang “tidur” jelas sebuah kerugian.

Kerja-kerja di atas jelas butuh komitmen dan ikhtiar. Kami berkeyakinan kepemimpinan Riau dibawah duet Gubernur Syamsuar dan Wakil Gubernur Edy Natar Nasution punya persepsi yang sama. Sekarang pertanyaannya apakah perangkat pembantunya dapat sejalan dan responsif? Harapan kami agar ada evaluasi, memilih orang-orang yang tepat dalam keadaan genting ini (the right man on the right time). Karena apabila terjadi kegagalan imbasnya reputasi dan citra Kepala Daerah. Apalagi ada persoalan rutin yang melanda APBD Provinsi Riau, baik sektor pendapatan hingga realisasi sektor belanja yang sangat dinantikan sebagai stimulus roda ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Semua sulit dibenahi selagi SDM perangkatnya tidak punya gain management dan kemauan merubah cara berpikir dan bertindak dari cara hidup lama (old normal) ke cara hidup baru (new normal).***

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab LC MM, Anggota Komisi III DPRD Riau
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Selasa, 24 November 2020 12:02 WIB
UMKM Dan Koperasi Kunci Pemulihan Ekonomi
Selasa, 10 November 2020 08:01 WIB
Melestarikan Warisan Pahlawan
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Senin, 26 Oktober 2020 22:31 WIB
Komoditi Kelapa Sawit Sebagai Sumber PAD Riau
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Sabtu, 17 Oktober 2020 08:54 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
Sabtu, 11 April 2020 08:24 WIB
Kampanye #JanganMudik
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 06 Agustus 2020 17:01 WIB
New Normal, New Life Style
Sabtu, 30 Mei 2020 19:04 WIB
New Normal Jangan Ngasal
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Minggu, 30 Agustus 2020 19:02 WIB
Malaysia dan Hari Kemerdekaan
Kamis, 20 Februari 2020 19:04 WIB
3 And 1
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 27 November 2020
Soal Kapolda Jatim, Sayed Junaidi: Profesionalitas Nico Afinta tak Perlu Diragukan
Kamis, 26 November 2020
Keluarga Bantah Fanotona, Karyawan PT Musim Mas Meninggal Tak Wajar
Kamis, 26 November 2020
Cegah Covid-19, Polsek Kuala Kampar Rutin Operasi Yustisi
Kamis, 26 November 2020
Patroli C3, Polsek Pangkalan Kerinci Imbau Warga Waspada Terhadap Kriminal

Serantau lainnya ...
Senin, 09 November 2020
KD Tea & Coffee House, Tempat Ngeteh Asik di Pekanbaru
Rabu, 23 September 2020
Strategi Mengelola Pinjaman Online Saat Pandemi Corona
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu
Sabtu, 15 Agustus 2020
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG

Advertorial lainnya ...
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 25 November 2020
Yudisium XI, Direktur Pascasarjana Unilak Beri Penghargaan ke Pemuncak
Kamis, 05 November 2020
UIR Wisuda 1.495 Mahasiswa Secara Daring, Lusi Eka Raih IPK Pemuncak 3,92
Senin, 26 Oktober 2020
Rektor Unilak Lantik Pejabatnya Secara Virtual, Ini Nama-nama yang Dilantik
Jumat, 23 Oktober 2020
Didukung Kemenristek/Brin, Dosen UIR Lakukan PKM Sistem Informasi Berbasis Pengaduan Masyarakat

Kampus lainnya ...

Protokol Kesehatan 11 November 2020
Terpopuler

01

Selasa, 24 November 2020 17:23 WIB
Ketua FPI Pekanbaru Dijemput Polisi Subuh Tadi
Duka cita Haidir Anwar Tanjung
Foto
Dapo Kanisya September 2020
RAPP - APRIL HUT Pelalawan Siak Kuansing 12 Oktober 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Hari Jadi Rohul dari Polres Rohul 12 Oktober 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
HUT Siak - BSP 12 Oktober 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
HUT Kabupaten Pelalawan - BSP 12 Oktober 2020
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT

Religi lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Indeks Berita
FunBike New Normal 12 Oktober 2020NasDem 30 September 2020BSP Hut Riau ke-63APRIL RAPP HUT RI 75BOB PT BSP HUT RI 75APRIL RAPP HUT Riau ke-36Unilak Juli 2020Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 OkPolres Rohul 27 Juni 2020APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020APRIL HUT KAMPARHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPPRAPP Idul Fitri 1441 / 2020
www www