Sabtu, 08 Mei 2021

Breaking News

  • Truck Terguling di Jalan Sudirman Pekanbaru   ●   
  • Jalan Arifin Achmad menuju Jalan Soekarno Hatta terjadi kemacetan parah, Jumat (26/3/2021) malam, pukul 20.00 wib, akibat banjir paska hujan deras.   ●   
  • Penembakan Kembali Terjadi di Pekanbaru, DPRD Minta Polisi Rutin Tes Psikologi   ●   
  • Kepala BPKAD Kuansing Tidak Penuhi Panggilan Jaksa   ●   
  • Kabar Baik, Tunjangan ASN Pemprov Riau segera Cair   ●   
  • Dukung Vaksinasi Covid-19, Pemprov Riau Refocussing Anggaran DAU 8 Persen   ●   
  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker   ●   
  • Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana Alam
Yamaha 7 Mei 2021
Polling
Kasus penyebaran Covid-19 di provinsi Riau terus meroket. Kini sudah menyentuh angka 46.047 Orang. Bahkan, angka kematian mencapai 1.133 jiwa. Menurut Anda, bagaimana upaya Pemprov Riau menekan penyebaran Covid-19?


8 Pesan Simbolis Politik Turki Erdogan dari Hagia Sophia
Rabu, 29 Juli 2020 06:24 WIB
8 Pesan Simbolis Politik Turki Erdogan dari Hagia Sophia
Seorang wanita menaruh bunga mawar di depan Masjid Hagia Sophia.

(CAKAPLAH) - Keputusan mengkonversi Hagia Sophia dari museum ke masjid itu setidaknya diklaim sebagai kemenangan moral dan politik mayoritas penduduk Turki.

Dilansir di Arabic Post, Selasa (28/7), Mahkamah Agung Administratif Turki membatalkan keputusan lama yang dikeluarkan kabinet era Kemal Attaturk pada 1934 soal status museum Hagia Sophia. Selama periode menjelang keputusan itu hingga tanggal pelaksanaan sholat perdana di masjid Hagia Sophia, belum lama ini, tampak gelagat serta sikap politik dari konversi itu.

Misalnya, untuk pertama kalinya sejak 86 tahun, politisi Turki sengaja mengirim banyak pesan politik, moral, dan simbolis untuk menghasilkan acara itu dengan sekuat mungkin. Setidaknya, terdapat delapan pesan simbolis bernuansa politik penting yang ingin disampaikan Ankara lewat konversi Hagia Sophia menjadi masjid.

Pertama, soal pidato Erdogan tentang kembalinya Hagia Sophia sebagai masjid. Pada 10 Juli 2020, Mahkamah Agung Administratif Turki mengumumkan keputusannya untuk mengubah status Hagia Sophia.

Meskipun keputusan Mahkamah Agung Administrasi datang pada siang hari, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memilih untuk menunda pidatonya di televisi hingga pukul 20:53 waktu setempat.

Khususnya, hal itu merupakan tanda simbolis yang menandakan tahun 2053 sebagai peringatan 600 tahun penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmet.

Kedua, memilih pembukaan kembali Hagia Sophia sebagai masjid. Walaupun putusan Mahkamah Agung Adinistratif dikeluarkan pada 10 Juli 2020, Erdogan menetapkan 24 Juli sebagai tanggal resmi perubahan status Hagia Sophia. Hal itu karena tidak ada hari lain untuk mengadakan sholat perdana di masjid bersejarah.

Lalu mengapa harus 24 Juli? Sebab, pada tanggal tersebut di tahun yang berbeda yakni 1923, pendiri Republik Turki modern-sekuler, Mustafa Kemal Ataturk, menandatangani Perjanjian Lausanne dengan Perancis, Inggris, Italia, Jepang, Yunani, Rumania, dan bekas Yugoslavia.

Orang-orang Turki menganggap, Perjanjian Lausanne sebagai kemenangan besar bagi negara mereka. Sebab di bawahnya, Perjanjian Sevres yang ditandatangani Kekaisaran Ottoman pada hari-hari terburuknya dibatalkan.

Turki kemudian menarik perbatasannya sekarang setelah mengusir orang-orang Yunani, Inggris, Perancis, dan Armenia dari sebagian besar Anatolia dalam perang pembebasan yang dipimpin Kemal Ataturk dan memulihkan Thrace Timur (bagian Eropa dari Turki).

Di bawah perjanjian yang sama, Turki menganeksasi tanah luas di perbatasan selatannya dan memulihkan wilayah Gaziantep, Kahraman, Marash, Urfa, Mersin, Adana, Diyarbakir, Mardin, dan daerah lainnya yang ditempatkan Perancis di dalam wilayah Suriah. Yaitu ketika mereka berbagi warisan Kekaisaran Ottoman dengan sekutu Inggris mereka.

Ketiga, warna karpet yang digunakan Masjid Hagia Sophia. Tugas membuat karpet yang digunakan di Masjid Hagia Sophia dipercayakan ke laboratorium bersejarah di pinggiran Demerji, negara bagian Manisa di Turki Barat.

Ketua Dewan Manajemen Masjid, Reza Ozkol mengatakan, ketika mengusulkan pilihan warna karpet yang sesuai, terdapat tiga warna yang disarankan. Yaitu bordeaux, cherry, dan turquoise. “Namun kami membuat warna pirus atas permintaan Presiden Erdogan,” kata Ozkol.

Mengapa Erdogan memilih warna pirus secara khusus? Sebab, pirus merupakan warna yang melambangkan simbolisme historis bagi orang Turki. Menurut Orientalis asal Prancis, pirus disebut warna pirus karena orang Turki berasal dari permata pirus dari Persia ke Eropa.

Kata ‘turk’ berarti orang Turki, sedangkan kata ‘waz’ berarti warna. Oleh karena itu terjemahan katanya menjadi pirus yang berarti warna Turki. Dinasti Ottoman menggunakan warna ini di banyak masjid dan bangunan tua mereka, sehingga warna pirus menjadi terkait dengan mereka.

Keempat, tanggal lahir akun Twitter Hagia Sophia. Tanggal lahir akun Twitter Masjid Hagia Sophia 29 Mei. Tanggal ini bertepatan dengan hari Sultan Mehmet II dengan pasukannya ketika memasuki Konstantinopel dan melakukan penaklukan. Meraih gereja Hagia Sophia dan mengubahnya menjadi masjid.

Pada Selasa, 29 Mei 1453, umat Islam menutupi simbol-simbol Kristen di gereja itu setelah mengubahnya menjadi masjid. Dan mereka melakukan shalat di dalamnya bersama kesultanan Ottoman untuk pertama kalinya.

Kelima, bahasa Arab Ottoman bertengger di atas lukisan Masjid Hagia Sophia. Meskipun Turki telah meninggalkan penggunaan huruf Arab sejak 1932, namun Pemerintah Turki saat ini memilih menulis nama Hagia Sophia Kabir Syarif dalam huruf Arab yang digunakan Ottoman sebelum pembentukan Republik Turki.

Sebagaimana diketahui, penggunaan bahasa Ottoman yang ditulis dalam huruf Arab adalah hal yang normal dalam lukisan lama masjid bersejarah di Turki. Namun demikian penerapannya dalam lukisan masjid baru dan penyajiannya pada bahasa Turki saat ini memiliki signifikansi politik menurut beberapa pengamat.

Penggunaan huruf-hururf Arab dianggap sebagai langkah simbolis untuk menekankan rekonsiliasi dengan sejarah Turki Utsmani. Yaitu dalam penyelesaian proyek rekonsiliasi yang diprakarsasi Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa sejak 2002.

Keenam, Erdogan menerbitkan sebuah lagu dalam sembilan bahasa yang digunakan berbagai umat Islam. Beberapa jam sebelum sholat perdana dilakukan di Hagia Sophia, Erdogan melalui akun Twitter resminya menerbitkan nyanyian-nyanyian rekonstruksi sejarah dari museum ke masjid.

Lagu itu dibawakan oleh 12 penyanyi dalam sembilan bahasa yang diucapkan oleh orang-orang Islam. Antara lain bahasa Arab, Turki, Kirgistan, Bosnia, Albania, Azerbaijan, Kurdi, Bengali, dan Swahili.

Produksi lagu dalam sembilan bahasa yang berbeda dianggap sebagai indikasi bahwa Hagia Sophia merupakan masjid simbolis yang menjadi perhatian umat Islam, bukan Turki semata. Ini sekaligus pesan politik kepada negara-negara Muslim.

Ketujuh, khatib Jumat naik ke mimbar dengan pedang Sang Penakluk, Sultan Mehmet II. Pada saat naik ke podium Hagia Sophia untuk berpidato di hadapan para jamaah, Kepala Urusan Agama Turki Ali Arbash membawa pedang milik Sultan Mehmet II yang ia pegang sepanjang khutbah.

Dalam kebiasaan Ottoman, perebutan pedang oleh imam dengan tangan kanan dimaksudkan untuk mengintimidasi musuh. Tentu saja, penggunaan pedang milik Sultan Mehmet oleh Arbash pada kesempatan itu juga membawa pesan-pesan politik yang menggarisbawahi kekuatan Turki.

Kedelapan, sebuah lagu '15 Juli' dimulai di depan masjid. Untuk merayakan ulang tahun keempat kegagalan percobaan kudeta terhadap Presiden Erdogan, Kepala Departemen Komunikasi Kepresidenan Turki Fakhruddin Al-Tun menerbitkan sebuah lagu tentang piala-piala yang ditulis orang Turki pada 15 Juli 2016.

Lagu tersebut juga pernah dinyanyikan oleh orkestra militer Ottoman yang dikenal sebagai ‘Muhtar’. Lagu itu menunjukkan secara khusus untuk Hagia Sophia tentang betapa pentingnya bangunan tersebut yang merupakan simbol nasional bangsa.

Editor : Ali
Sumber : Republika.co.id
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Kasus penyebaran Covid-19 di provinsi Riau terus meroket. Kini sudah menyentuh angka 46.047 Orang. Bahkan, angka kematian mencapai 1.133 jiwa. Menurut Anda, bagaimana upaya Pemprov Riau menekan penyebaran Covid-19?

Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Kamis, 06 Mei 2021
MPR Harapkan Pandangan dari Kalangan Perguruan Tinggi Untuk Hidupkan Kembali GBHN
Rabu, 05 Mei 2021
Bamsoet: Perkuat Kemitraan antara Perusahaan, Pemerintah, dan Masyarakat Melalui CSR
Rabu, 05 Mei 2021
Pemerintah Diminta Lakukan Upaya Meminimalisir Alih Fungsi Lahan Pertanian yang Terjadi Setiap Tahun
Selasa, 04 Mei 2021
Gus Jazil: Walau Rindu Masyarakat Diminta Disiplin Untuk Tidak Mudik Karena Covid-19 Musuh Bersama

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 08 Mei 2021
Berikan Sembako di 3 Panti Asuhan Pekanbaru, Kapolresta: Semoga Bisa Meringankan Beban
Sabtu, 08 Mei 2021
Warung Remang-remang Disegel Paksa, Dua Peralatan Disita Satpol PP dan Camat Bukit Kapur
Jumat, 07 Mei 2021
Karang Taruna Rumbai dan Pekanbaru Berbagi Takjil dan Masker
Jumat, 07 Mei 2021
PT SPR Berikan Santunan Anak Yatim dan Duafa

Serantau lainnya ...
Rabu, 05 Mei 2021
7 Cara Gampang Agar Lebih Mudah Bangun untuk Sahur
Selasa, 04 Mei 2021
Go Nasional, Fajar Cosmetic Akan Buka Cabang di Jakarta
Kamis, 29 April 2021
Punya Legalitas, Pekerja Musik di Bawah Naungan SPMI Difasilitasi BPJS
Senin, 26 April 2021
Jalin Silaturahmi, Klinik Kecantikan dr Vee Pekanbaru Gelar Buka Puasa Bersama Brand Ambassador

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi
Kamis, 29 April 2021
Dua Minggu Lagi WhatsApp akan Blokir Kamu
Selasa, 13 April 2021
Bukan Mimpi Lagi, Ini 2 Mobil Terbang yang sudah Dapat Izin Mengudara
Jumat, 12 Maret 2021
Picu Penggumpalan Darah, Negara-negara di Eropa Hentikan Vaksin AstraZeneca

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 04 Mei 2021
Mahasiswa Unilak Lolos Hibah Program KBMI Dikti Tingkat Nasional
Minggu, 02 Mei 2021
BEMNUS dan BEMSI Gelar Aksi Seribu Lilin di Pekanbaru, Bacakan 6 Tuntutan
Jumat, 30 April 2021
Menampilkan Karya Ilmiyah Mahasiswa dan Alumni, Tadarus Ramadhan Seri ke-2 PSGA UIN Suska Riau Tuai Pujian
Kamis, 29 April 2021
GMI Sukses Gelar Webinar Pemuda dalam Menangkal Paham Radikal

Kampus lainnya ...
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Polling
Kasus penyebaran Covid-19 di provinsi Riau terus meroket. Kini sudah menyentuh angka 46.047 Orang. Bahkan, angka kematian mencapai 1.133 jiwa. Menurut Anda, bagaimana upaya Pemprov Riau menekan penyebaran Covid-19?


Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin
Terpopuler
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Foto
PKB Kampar - Catur Sugeng
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin Centronet Data Indonesia
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit
Selasa, 13 April 2021
Diungkap Sahabat, Billy Sering Bengong Sulit Lupakan Pesona Amanda Manopo
Rabu, 31 Maret 2021
Aa Gym Cabut Gugatan Cerai ke Teh Ninih
Jumat, 19 Maret 2021
Diduga Terlibat Perdagangan Anak sebagai PSK, Artis Cynthiara Alona Terancam 10 Tahun Penjara

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Ucapan Ramadan Syahrul Aidi
Jumat, 07 Mei 2021
Rilis Lagu Bertema 'Tak Mudik', Azwa Nasyid dan Azam Voice Bikin Sedih Hilang
Rabu, 05 Mei 2021
4 Golongan Manusia Mendapat Kebahagian dan Kesengsaraan
Jumat, 30 April 2021
Musala RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Berubah Menjadi Masjid
Selasa, 13 April 2021
Fatwa MUI Perbolehkan Buka Puasa Bersama

Religi lainnya ...
Pesonna Hotel Januari 2021
Indeks Berita
Ucapan RamadanAPRIL/RAPP - ImlekNyepi 14 Maret 2021 - APRIL RAPPHUT Kampar 2021 - APRIL-RAPP
www www