Minggu, 24 Oktober 2021

Breaking News

  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19   ●   
  • Pansus Bisa Jadi Dasar Ketegasan Pemerintah Atasi Konflik Perusahaan Vs Masyarakat Riau   ●   
  • Pekanbaru Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik   ●   
  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen
Yamaha 23 Oktober 2021

CAKAP RAKYAT
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”

Hari Demokrasi Internasional yang diperingati 15 September 2020 lalu merupakan kesempatan untuk berkaca dan mengulas perjalanan demokrasi di Indonesia, termasuk Riau. Menilik sejarahnya, hari peringatan tersebut lahir melalui resolusi PBB untuk memperkuat dan menkonsolidasi pelaksanaan nilai-nilai demokrasi. Sejauhmana demokrasi yang secara etimologis berasal dari kata rakyat (demos) dan kekuatan (kratos) atau jika digabung kekuatan rakyat (demokratia) terwujud dalam sistem perpolitikan, sosial, ekonomi dan penyelenggaraan pemerintahan negara di dunia. Untuk demokrasi di Indonesia setakad ini bak pungguk merindukan bulan. Demokrasi malah mengalami disorientasi dan distorsi. 

Memang paska reformasi perlahan proses demokratisasi terus berkembang ke arah lebih baik. Namun seiring waktu selalu saja ada upaya menggerogoti proses tersebut. Ironisnya, upaya mendegradasi dan menciderai demokrasi justru dilakukan oleh pihak yang lahir dari suprastruktur demokrasi itu sendiri. Munculnya hasrat mengotorisasi dan mensentralisasi kekuasaan, meningkatnya praktik tekanan terhadap pihak yang dianggap berseberangan, pelaksanaan pemilihan dan kontestasi politik yang seringkali diwarnai penyalahgunaan kekuasaan, jabatan dan politik uang serta masih menguatnya kultus individu dan politik dinasti di lingkaran politik hingga rendahnya daya komunikasi pusat mendengar suara dari daerah adalah beberapa isu yang mengemuka.

Fenomena di atas bukan reka atau imajinasi tetapi didukung fakta dan data. Stagnannya indeks demokrasi Indonesia beberapa tahun belakangan adalah buahnya. Laporan lembaga riset bisnis dan ekonomi berbasis di Inggris The Economist Intelligence Unit (EIU) tahun 2019, dari 167 negara yang diriset, Indonesia menempati posisi yang sama dengan tahun sebelumnya yakni peringkat ke-64 secara global. Namun tren tiga tahun terakhir, skor indeks demokrasi Indonesia terus menurun. Tahun 2016 Indonesia pernah menempati peringkat ke-48 dengan skor 6,97, pada tahun 2017 Indonesia menempati peringkat ke 68 dengan skor 6,39. Indonesia malah berada jauh di bawah Malaysia (peringkat ke-43). Timor Leste punya posisi lebih baik (peringkat ke-41) seiring membaiknya proses demokrasi di sana. EIU mencatat indeks demokrasi Indonesia 2019 berada di angka 6.48, sedangkan Malaysia 7.16. Padahal pada 2014-2016 Indonesia lebih unggul ketimbang Malaysia. Namun indeks demokrasi Indonesia mulai turun sejak 2015, berbeda dengan Malaysia dan sejumlah negara lain di kawasan Asia dan Australia yang justru naik.

Kesimpulan dari peringkat tadi, saat negara tetangga terus berbenah memperbaiki iklim demokrasi, kita malah stagnan bahkan mundur. Dalam penjelasannya, EIU menyatakan negara semisal Indonesia memang masih demokratis, tetapi masuk kategori "flawed democracies" alias cacat. Sistem pemilihan belum berjalan dengan baik, bebas dan adil bahkan terdapat kemunduran di sejumlah indikator seperti menurunnya netralitas penyelenggaraan pemilihan, meningkatnya kecurangan perhitungan suara dan menurunnya kaderisasi di tubuh partai politik. Selain itu masih terjadi pelanggaran atas kebebasan media, menyampaikan pendapat dan kritik serta masih rendahnya transparansi penyelenggaraan pemerintahan. Penurunan skor juga diakibatkan wacana pergantian sistem pemilihan langsung menjadi tidak langsung yang sempat mencuat di akhir 2019. Meski Presiden Jokowi menentang wacana tersebut tak jamin hilang di masa akan datang.

Demokrasi dan Investasi

Demokrasi tak selalu identik dengan berisik. Bicara demokrasi juga tak melulu soal pragmatisnya dunia politik. Demokrasi memiliki lingkup dan efek multidimensional termasuk ekonomi. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Pemerintah Indonesia mengeluarkan banyak sekali paket kebijakan ekonomi. Namun masih belum mujarab mengobati kondisi perekonomian nasional. Bahkan pertumbuhan ekonomi menurun sejak 2014 silam. Dalam sikap resmi pemerintah, Presiden terus mengeluhkan proses perizinan investasi sebagai akar masalah, yang kemudian coba diatasi dengan cara “sapu jagad” melalui Omnibus Law. Sayangnya terjadi pergolakan dalam penyusunannya akibat dikesampingkannya nilai demokrasi. Apalagi ada isu miring menyebutkan intervensi pemodal dalam penyusunan. Dengan dikesampingkannya protes rakyat jelas semakin menjatuhkan reputasi demokrasi Indonesia. 

Bicara persoalan ekonomi dan investasi perlu melihat secara komprehensif. Termasuk menarik benang merah dengan tema demokrasi. Menguatnya demokrasi nasional dan daerah juga dapat mempengaruhi kepercayaan investor berbisnis. Meski bukan faktor tunggal, kenaikan indeks demokrasi bisa memicu kegairahan investasi. Hasil penelitian ISTC Business School Paris menunjukkan korelasi antara perbaikan sistem perpolitikan dan pemerintahan, tranparansi dan kebebasan sipil dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi. Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin ketika merilis Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menyatakan bahwa Indeks demokrasi barometer paling riil untuk melihat stabilitas politik dan kepastian hukum. Hal senada disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, bahwa indeks demokrasi salah satu pertimbangan investor. Logika sederhananya, semakin tinggi indeks demokrasi akan terwujud tata kelola pemerintahan yang baik. Sebab demokrasi menuntut transparansi dan keterbukaan atas masukan dan kritikan. Sementara pemerintahan yang dijalankan dengan cara semau gue cenderung tertutup atas masukan dan kritikan. Ujungnya arah kebijakan tidak tepat sasaran, berujung gaduh dan memicu protes. Jika sudah tidak kondusif investor tentu akan pikir-pikir.

Ubah Persepsi

Oleh karena itu perlu meluruskan persepsi mengenai demokrasi dan membenahi cela dalam pelaksanaannya, secara nasional hingga lokal. Untuk Riau sendiri ada catatan terhadap IDI. Berdasarkan data BPS, capaian kinerja demokrasi Indonesia Provinsi Riau tahun 2019 75,21, menempatkan Riau berada di kategori sedang. Skor ini turun 2,38 poin dibandingkan dengan IDI 2018 77,59. Sementara peringkat teratas Jakarta sebagai provinsi paling demokratis dengan skor 88,29 kemudian menyusul di bawahnya Kalimantan Utara dan Kepulauan Riau. Capaian Riau di tahun 2019 tentu perlu diperbaiki ke depannya. Apalagi Riau punya sejarah luar biasa dalam perjalanan demokrasi di Indonesia, sebagaimana yang kami tuangkan di tulisan terdahulu berjudul “Mengulang Sejarah Emas Riau” (kolom Cakap Rakyat, 05 September 2020). Tugas tersebut bukan hanya beban pihak penyelenggara pemerintahan daerah. Ada peran sentral partai politik berikut politisi daerah sebagai aktor utama serta elemen masyarakat yang juga penentu arah demokrasi. Ambil contoh simpel sikap saat memilih, selama masyarakat gemar politik uang maka selama itu pula demokrasi akan dipandang politisi semata tahta dan harta. 

Perbaikan persepsi terhadap demokrasi penting karena akan mempengaruhi cara pandang orang luar terhadap daerah, termasuk diantaranya menarik investasi tadi. Setiap kita punya tugas dan tanggungjawab sesuai porsi masing-masing untuk merubah stigma terhadap demokrasi selama ini identik dengan kontestasi merebut “kursi” (baca: kekuasaan); menganggap demokrasi sebagai tujuan bukan sarana. Boleh jadi kesalahan paradigma menyebabkan kenapa demokrasi di negara kita hanya melahirkan kegaduhan bukannya perubahan signifikan dalam pembangunan dan kesejahteraan, kecuali bagi beberapa daerah yang menghasilkan pemimpin yang cakap dan punya kapabilitas. Karena demokrasi tidak bekerja sebagaimana mestinya. Demokrasi idealnya sebagai proses dan jembatan menuju pencapaian cita-cita, untuk ke sana membutuhkan partisipasi dari setiap komponen dan entitas dalam sebuah negara. Tujuannya bukan “kursi” tapi suksesi.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi RIAU)
Editor : Ali Azumar
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Minggu, 19 September 2021 19:24 WIB
Menata Bahasa demi Alam Semesta
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Jum'at, 03 September 2021 08:02 WIB
Mendulang Berkah Dari Musibah
Kamis, 16 September 2021 21:10 WIB
Mandiri Mengelola Kekayaan Negeri
Kamis, 23 September 2021 20:46 WIB
Misi Penyelamatan UMKM
Selasa, 28 September 2021 08:08 WIB
Sejahterakan Petani Demi Keberlangsungan Negeri
Rabu, 06 Oktober 2021 08:02 WIB
RTRW Dan Arah Pembangunan Riau
Minggu, 10 Oktober 2021 07:01 WIB
Mengawal Spirit Otonomi Daerah
Jum'at, 27 Agustus 2021 08:16 WIB
Mengurai “Benang Kusut” Aset Daerah
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Sabtu, 19 Desember 2020 07:01 WIB
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Alarm Meningkatnya Angka Kemiskinan
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Jum'at, 24 September 2021 19:03 WIB
Baba dan Nyonya di Malaka
Sabtu, 06 Februari 2021 16:44 WIB
Runtuhnya Demokrasi di Myanmar?
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Rabu, 13 Oktober 2021
Semua Orang Sama Dimuka Hukum, Junimart : Penegak Hukum Mosok Dibiarkan Melanggar Hukum
Rabu, 06 Oktober 2021
Banyak Permasalahan di DKI Jakarta, Alasan Baleg DPR Dukung Pemindahan Ibukota Baru
Senin, 04 Oktober 2021
Ketua MPR: PPHN Keniscayaan Diamanatkan Oleh Konstitusi
Selasa, 28 September 2021
Letjen TNI Mar (Purn) Nono Sampono Sebut Indonesia Negara Maritim yang Kekuatan Lautnya Lemah

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 23 Oktober 2021
Konferkab PWI Bengkalis Digelar, Ini Harapan Bupati Kasmarni
Sabtu, 23 Oktober 2021
Polsek Pangkalan Kuras Kerahkan Personel untuk Pantau Vaksinasi di Desa Sido Mukti
Sabtu, 23 Oktober 2021
Dukung Kebijakan Pemerintah, Polsek Ukui Gelar Vaksinasi di Desa Ukui Dua
Sabtu, 23 Oktober 2021
Personel Polsek Pangkalan Lesung Kembali Gelar Patroli Karhutla

Serantau lainnya ...
Kamis, 14 Oktober 2021
Kini Semakin Mudah Miliki Rumah di D'Village Regency 3, Ada Promo Bunga Hanya 2,3% Fixed 3 Tahun
Senin, 04 Oktober 2021
Memukau, Model AMS Sukses Peragakan Rancangan Busana Siswa SMKN 3 Pekanbaru
Senin, 04 Oktober 2021
Dea Gita Ningsih, Penulis Asal Pekanbaru yang Merangkum Senja dalam Sebuah Buku
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Kamis, 21 Oktober 2021
Ubah Citra, Facebook akan Ganti Nama Perusahaan?
Senin, 04 Oktober 2021
Trump Minta Hakim Paksa Twitter Kembalikan Akunnya
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 23 Oktober 2021
Kisah Penyintas Covid-19, Berpikiran Positif dan Bermental Baja hingga Sembuh
Senin, 04 Oktober 2021
Gaya Hidup Tak Sehat Biang Banyak Anak Muda Derita Penyakit Jantung
Minggu, 26 September 2021
Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui, Demi Menjaga Buah Hati dan Kesehatan Keluarga
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 22 Oktober 2021
Fakultas Pertanian Unri Jalin Kerjasama Kewirausahaan dengan Kadin Riau
Jumat, 22 Oktober 2021
Sempat Tertunda, BEM Institut Master Sukses Gelar Lomba Pildacil Virtual 2021
Rabu, 20 Oktober 2021
UIR Kuasai Dua Nomor di Kompetisi Entrepreunership Award V LLDIKTI X
Selasa, 19 Oktober 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan FAI UIR

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

April HUT 3 Kabupaten 12 Oktober 2021
Terpopuler
DPRD Riau - Maulid Nabi Muhammad SAW
Foto
DPRD Riau - Sekwan - Maulid Nabi Muhammad SAW
DPRD Riau
Kamis, 21 Oktober 2021
Penampilan Terbaru Ivan Gunawan Ramai Disebut Mirip Nikita Mirzani
Senin, 04 Oktober 2021
Pernah Dimiliki Aktor Terkenal, Ini Penampakan Jam Tangan Termahal di Dunia yang Dihargai Rp243 Miliar
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama

Selebriti lainnya ...
HUT SIAK - 12 Oktober 2021 - Kabag
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
DPRD Riau
Senin, 04 Oktober 2021
Kepengurusan Amphuri Riau-Kepri Resmi Dilantik, Berkhidmat untuk Umat
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos

Religi lainnya ...
DPRD Riau
Indeks Berita
DPRD Riau Ucapan Duka 1DPRD Riau Ucapan Duka 2Pelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakBhayangkara 2021 CAKAPLAHHUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www