Selasa, 27 Juli 2021

Breaking News

  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!   ●   
  • Israel Tawarkan Vaksin yang Nyaris Kedaluwarsa ke Negara Lain   ●   
  • Singkirkan Spanyol Lewat Adu Penalti, Italia Lolos ke Final   ●   
  • Sindikat Vaksin Covid Palsu Ditangkap setelah Suntikkan Air Garam ke 2.000 Warga
Yamaha 26 Juli 2021
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


CAKAP RAKYAT
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”

Hari Demokrasi Internasional yang diperingati 15 September 2020 lalu merupakan kesempatan untuk berkaca dan mengulas perjalanan demokrasi di Indonesia, termasuk Riau. Menilik sejarahnya, hari peringatan tersebut lahir melalui resolusi PBB untuk memperkuat dan menkonsolidasi pelaksanaan nilai-nilai demokrasi. Sejauhmana demokrasi yang secara etimologis berasal dari kata rakyat (demos) dan kekuatan (kratos) atau jika digabung kekuatan rakyat (demokratia) terwujud dalam sistem perpolitikan, sosial, ekonomi dan penyelenggaraan pemerintahan negara di dunia. Untuk demokrasi di Indonesia setakad ini bak pungguk merindukan bulan. Demokrasi malah mengalami disorientasi dan distorsi. 

Memang paska reformasi perlahan proses demokratisasi terus berkembang ke arah lebih baik. Namun seiring waktu selalu saja ada upaya menggerogoti proses tersebut. Ironisnya, upaya mendegradasi dan menciderai demokrasi justru dilakukan oleh pihak yang lahir dari suprastruktur demokrasi itu sendiri. Munculnya hasrat mengotorisasi dan mensentralisasi kekuasaan, meningkatnya praktik tekanan terhadap pihak yang dianggap berseberangan, pelaksanaan pemilihan dan kontestasi politik yang seringkali diwarnai penyalahgunaan kekuasaan, jabatan dan politik uang serta masih menguatnya kultus individu dan politik dinasti di lingkaran politik hingga rendahnya daya komunikasi pusat mendengar suara dari daerah adalah beberapa isu yang mengemuka.

Fenomena di atas bukan reka atau imajinasi tetapi didukung fakta dan data. Stagnannya indeks demokrasi Indonesia beberapa tahun belakangan adalah buahnya. Laporan lembaga riset bisnis dan ekonomi berbasis di Inggris The Economist Intelligence Unit (EIU) tahun 2019, dari 167 negara yang diriset, Indonesia menempati posisi yang sama dengan tahun sebelumnya yakni peringkat ke-64 secara global. Namun tren tiga tahun terakhir, skor indeks demokrasi Indonesia terus menurun. Tahun 2016 Indonesia pernah menempati peringkat ke-48 dengan skor 6,97, pada tahun 2017 Indonesia menempati peringkat ke 68 dengan skor 6,39. Indonesia malah berada jauh di bawah Malaysia (peringkat ke-43). Timor Leste punya posisi lebih baik (peringkat ke-41) seiring membaiknya proses demokrasi di sana. EIU mencatat indeks demokrasi Indonesia 2019 berada di angka 6.48, sedangkan Malaysia 7.16. Padahal pada 2014-2016 Indonesia lebih unggul ketimbang Malaysia. Namun indeks demokrasi Indonesia mulai turun sejak 2015, berbeda dengan Malaysia dan sejumlah negara lain di kawasan Asia dan Australia yang justru naik.

Kesimpulan dari peringkat tadi, saat negara tetangga terus berbenah memperbaiki iklim demokrasi, kita malah stagnan bahkan mundur. Dalam penjelasannya, EIU menyatakan negara semisal Indonesia memang masih demokratis, tetapi masuk kategori "flawed democracies" alias cacat. Sistem pemilihan belum berjalan dengan baik, bebas dan adil bahkan terdapat kemunduran di sejumlah indikator seperti menurunnya netralitas penyelenggaraan pemilihan, meningkatnya kecurangan perhitungan suara dan menurunnya kaderisasi di tubuh partai politik. Selain itu masih terjadi pelanggaran atas kebebasan media, menyampaikan pendapat dan kritik serta masih rendahnya transparansi penyelenggaraan pemerintahan. Penurunan skor juga diakibatkan wacana pergantian sistem pemilihan langsung menjadi tidak langsung yang sempat mencuat di akhir 2019. Meski Presiden Jokowi menentang wacana tersebut tak jamin hilang di masa akan datang.

Demokrasi dan Investasi

Demokrasi tak selalu identik dengan berisik. Bicara demokrasi juga tak melulu soal pragmatisnya dunia politik. Demokrasi memiliki lingkup dan efek multidimensional termasuk ekonomi. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Pemerintah Indonesia mengeluarkan banyak sekali paket kebijakan ekonomi. Namun masih belum mujarab mengobati kondisi perekonomian nasional. Bahkan pertumbuhan ekonomi menurun sejak 2014 silam. Dalam sikap resmi pemerintah, Presiden terus mengeluhkan proses perizinan investasi sebagai akar masalah, yang kemudian coba diatasi dengan cara “sapu jagad” melalui Omnibus Law. Sayangnya terjadi pergolakan dalam penyusunannya akibat dikesampingkannya nilai demokrasi. Apalagi ada isu miring menyebutkan intervensi pemodal dalam penyusunan. Dengan dikesampingkannya protes rakyat jelas semakin menjatuhkan reputasi demokrasi Indonesia. 

Bicara persoalan ekonomi dan investasi perlu melihat secara komprehensif. Termasuk menarik benang merah dengan tema demokrasi. Menguatnya demokrasi nasional dan daerah juga dapat mempengaruhi kepercayaan investor berbisnis. Meski bukan faktor tunggal, kenaikan indeks demokrasi bisa memicu kegairahan investasi. Hasil penelitian ISTC Business School Paris menunjukkan korelasi antara perbaikan sistem perpolitikan dan pemerintahan, tranparansi dan kebebasan sipil dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi. Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin ketika merilis Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menyatakan bahwa Indeks demokrasi barometer paling riil untuk melihat stabilitas politik dan kepastian hukum. Hal senada disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, bahwa indeks demokrasi salah satu pertimbangan investor. Logika sederhananya, semakin tinggi indeks demokrasi akan terwujud tata kelola pemerintahan yang baik. Sebab demokrasi menuntut transparansi dan keterbukaan atas masukan dan kritikan. Sementara pemerintahan yang dijalankan dengan cara semau gue cenderung tertutup atas masukan dan kritikan. Ujungnya arah kebijakan tidak tepat sasaran, berujung gaduh dan memicu protes. Jika sudah tidak kondusif investor tentu akan pikir-pikir.

Ubah Persepsi

Oleh karena itu perlu meluruskan persepsi mengenai demokrasi dan membenahi cela dalam pelaksanaannya, secara nasional hingga lokal. Untuk Riau sendiri ada catatan terhadap IDI. Berdasarkan data BPS, capaian kinerja demokrasi Indonesia Provinsi Riau tahun 2019 75,21, menempatkan Riau berada di kategori sedang. Skor ini turun 2,38 poin dibandingkan dengan IDI 2018 77,59. Sementara peringkat teratas Jakarta sebagai provinsi paling demokratis dengan skor 88,29 kemudian menyusul di bawahnya Kalimantan Utara dan Kepulauan Riau. Capaian Riau di tahun 2019 tentu perlu diperbaiki ke depannya. Apalagi Riau punya sejarah luar biasa dalam perjalanan demokrasi di Indonesia, sebagaimana yang kami tuangkan di tulisan terdahulu berjudul “Mengulang Sejarah Emas Riau” (kolom Cakap Rakyat, 05 September 2020). Tugas tersebut bukan hanya beban pihak penyelenggara pemerintahan daerah. Ada peran sentral partai politik berikut politisi daerah sebagai aktor utama serta elemen masyarakat yang juga penentu arah demokrasi. Ambil contoh simpel sikap saat memilih, selama masyarakat gemar politik uang maka selama itu pula demokrasi akan dipandang politisi semata tahta dan harta. 

Perbaikan persepsi terhadap demokrasi penting karena akan mempengaruhi cara pandang orang luar terhadap daerah, termasuk diantaranya menarik investasi tadi. Setiap kita punya tugas dan tanggungjawab sesuai porsi masing-masing untuk merubah stigma terhadap demokrasi selama ini identik dengan kontestasi merebut “kursi” (baca: kekuasaan); menganggap demokrasi sebagai tujuan bukan sarana. Boleh jadi kesalahan paradigma menyebabkan kenapa demokrasi di negara kita hanya melahirkan kegaduhan bukannya perubahan signifikan dalam pembangunan dan kesejahteraan, kecuali bagi beberapa daerah yang menghasilkan pemimpin yang cakap dan punya kapabilitas. Karena demokrasi tidak bekerja sebagaimana mestinya. Demokrasi idealnya sebagai proses dan jembatan menuju pencapaian cita-cita, untuk ke sana membutuhkan partisipasi dari setiap komponen dan entitas dalam sebuah negara. Tujuannya bukan “kursi” tapi suksesi.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi RIAU)
Editor : Ali Azumar
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?

Berita Terkait
Rabu, 07 Juli 2021 11:24 WIB
UMKM Kuat Ekonomi Hebat
Selasa, 13 Juli 2021 11:04 WIB
Koperasi Dan Pemulihan Ekonomi
Rabu, 09 Juni 2021 09:00 WIB
Agar Peluang tak Hilang
Kamis, 17 Juni 2021 08:04 WIB
Pajak Dari Rakyat Untuk Rakyat
Jum'at, 23 April 2021 08:02 WIB
Sumber Daya Alam Dan Kesenjangan Ekonomi
Selasa, 18 Mei 2021 09:14 WIB
Pembangunan Berkeadilan Bagi Riau
Senin, 19 Juli 2021 19:28 WIB
Idul Adha Dan Momentum Kepahlawanan Sosial
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Minggu, 02 Mei 2021 11:11 WIB
Buruh Aset Bangsa
Kamis, 13 Mei 2021 06:00 WIB
Fitrah, Berbagi dan Kekuatan Sosial
Minggu, 28 Maret 2021 20:33 WIB
Sumber Daya Alam Terjaga, Riau Berjaya
Minggu, 21 Maret 2021 21:20 WIB
Menjaga Optimisme Melalui Kebijakan
Jum'at, 02 April 2021 20:54 WIB
Asa Keberkahan di HUT BRK
Kamis, 01 Juli 2021 07:07 WIB
Riau dan Mimpi Asia Tenggara
Rabu, 23 Juni 2021 08:22 WIB
Pekanbaru dan Mindset "Ban Depan"
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Alarm Meningkatnya Angka Kemiskinan
Senin, 05 Juli 2021 16:35 WIB
Manajemen Kolaboratif
Selasa, 01 Juni 2021 22:25 WIB
Pancasila Butuh Bukti
Senin, 15 Maret 2021 07:19 WIB
Pangan Aman, Ekonomi Mapan
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Minggu, 11 April 2021 21:00 WIB
Modal Sosial Adalah Aset Berharga
Sabtu, 19 Desember 2020 07:01 WIB
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Kamis, 22 Juli 2021
MPR Desak Vaksin Dosis Ketiga untuk Nakes Dilakukan Secepatnya
Rabu, 14 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemerintah Telah Tetapkan PPKM Darurat MPR Minta Semua Harus Berdoa
Senin, 12 Juli 2021
MPR: Koperasi Sebagai Panglima Menjaga Ketahanan Ekonomi Nasional
Jumat, 09 Juli 2021
MPR: Penting untuk Hadirkan Kolaborasi dalam Hadapi Covid-19

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 26 Juli 2021
PPKM Berbasis Mikro, Polsek Kuala Kampar Gelar Yustisi Prokes
Senin, 26 Juli 2021
Polsek Teluk Meranti Terus Imbau Masyarakat Terapkan Prokes
Senin, 26 Juli 2021
Antisipasi C3, Anggota Polsek Kerumutan Gelar Patroli Sambang ke Masyarakat
Senin, 26 Juli 2021
Antisipasi C3, Polsek Pangkalan Kerinci Lakukan Patroli

Serantau lainnya ...
Rabu, 21 Juli 2021
Anak Didik AMS Juarai Pemilihan Bujang Dara Pekanbaru 2021
Selasa, 13 Juli 2021
Famys Hijab, Pilihan Tepat untuk Tampil Cantik Saat Idul Adha
Jumat, 09 Juli 2021
Berkembang Pesat, Irvan Asmara Sukses Dirikan AMS Modelling School
Kamis, 08 Juli 2021
DRV Beauty Store Jadi Ikon Kosmetik di Sungai Penuh, Produknya Lengkap dan Original

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas

Advertorial lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?
Jumat, 02 Juli 2021
Heboh Bill Gates dan Istrinya Sebenarnya sudah Meninggal Tahun 2013 Lalu
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 26 Juli 2021
Mahasiswa Kukerta Unri di Desa Pulau Terap Kampar Lakukan Penyemprot Disinfektan
Minggu, 25 Juli 2021
Abdul Wahid: Tidak Perlu Banyak yang Penting Kompak
Jumat, 23 Juli 2021
Gelar FGD, Unilak Hadirkan Pakar dari Berbagai Disiplin Ilmu
Jumat, 23 Juli 2021
Dorong Terbentuk Presedium IKA UIN Kabupaten/kota, Abdul Wahid Roadshow ke Daerah

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


PCR 15 Juli 2021
Terpopuler

03

Kamis, 22 Juli 2021 16:08 WIB
Ditahan Jaksa, Donna Fitria Menangis
Permata
Foto
Unilak 1 Juni 2021
Pelantikan Bupati Siak - Pemkab Siak
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 01 Juli 2021
Peramal Mbak You Meninggal Dunia
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit

Selebriti lainnya ...
Bhayangkara 2021 CAKAPLAH
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
UIR 2021
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban
Jumat, 02 Juli 2021
Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Seperti Apa yang Bisa Disebut Syahid?
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman
Selasa, 18 Mei 2021
Hukum Menggabung Puasa Qada Ramadan dan Syawal

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Indeks Berita
Idul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www