Jumat, 30 Oktober 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 20 Oktober 2020
Polling
Siapa Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan Pilihan Anda?


CAKAP RAKYAT
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”

Hari Demokrasi Internasional yang diperingati 15 September 2020 lalu merupakan kesempatan untuk berkaca dan mengulas perjalanan demokrasi di Indonesia, termasuk Riau. Menilik sejarahnya, hari peringatan tersebut lahir melalui resolusi PBB untuk memperkuat dan menkonsolidasi pelaksanaan nilai-nilai demokrasi. Sejauhmana demokrasi yang secara etimologis berasal dari kata rakyat (demos) dan kekuatan (kratos) atau jika digabung kekuatan rakyat (demokratia) terwujud dalam sistem perpolitikan, sosial, ekonomi dan penyelenggaraan pemerintahan negara di dunia. Untuk demokrasi di Indonesia setakad ini bak pungguk merindukan bulan. Demokrasi malah mengalami disorientasi dan distorsi. 

Memang paska reformasi perlahan proses demokratisasi terus berkembang ke arah lebih baik. Namun seiring waktu selalu saja ada upaya menggerogoti proses tersebut. Ironisnya, upaya mendegradasi dan menciderai demokrasi justru dilakukan oleh pihak yang lahir dari suprastruktur demokrasi itu sendiri. Munculnya hasrat mengotorisasi dan mensentralisasi kekuasaan, meningkatnya praktik tekanan terhadap pihak yang dianggap berseberangan, pelaksanaan pemilihan dan kontestasi politik yang seringkali diwarnai penyalahgunaan kekuasaan, jabatan dan politik uang serta masih menguatnya kultus individu dan politik dinasti di lingkaran politik hingga rendahnya daya komunikasi pusat mendengar suara dari daerah adalah beberapa isu yang mengemuka.

Fenomena di atas bukan reka atau imajinasi tetapi didukung fakta dan data. Stagnannya indeks demokrasi Indonesia beberapa tahun belakangan adalah buahnya. Laporan lembaga riset bisnis dan ekonomi berbasis di Inggris The Economist Intelligence Unit (EIU) tahun 2019, dari 167 negara yang diriset, Indonesia menempati posisi yang sama dengan tahun sebelumnya yakni peringkat ke-64 secara global. Namun tren tiga tahun terakhir, skor indeks demokrasi Indonesia terus menurun. Tahun 2016 Indonesia pernah menempati peringkat ke-48 dengan skor 6,97, pada tahun 2017 Indonesia menempati peringkat ke 68 dengan skor 6,39. Indonesia malah berada jauh di bawah Malaysia (peringkat ke-43). Timor Leste punya posisi lebih baik (peringkat ke-41) seiring membaiknya proses demokrasi di sana. EIU mencatat indeks demokrasi Indonesia 2019 berada di angka 6.48, sedangkan Malaysia 7.16. Padahal pada 2014-2016 Indonesia lebih unggul ketimbang Malaysia. Namun indeks demokrasi Indonesia mulai turun sejak 2015, berbeda dengan Malaysia dan sejumlah negara lain di kawasan Asia dan Australia yang justru naik.

Kesimpulan dari peringkat tadi, saat negara tetangga terus berbenah memperbaiki iklim demokrasi, kita malah stagnan bahkan mundur. Dalam penjelasannya, EIU menyatakan negara semisal Indonesia memang masih demokratis, tetapi masuk kategori "flawed democracies" alias cacat. Sistem pemilihan belum berjalan dengan baik, bebas dan adil bahkan terdapat kemunduran di sejumlah indikator seperti menurunnya netralitas penyelenggaraan pemilihan, meningkatnya kecurangan perhitungan suara dan menurunnya kaderisasi di tubuh partai politik. Selain itu masih terjadi pelanggaran atas kebebasan media, menyampaikan pendapat dan kritik serta masih rendahnya transparansi penyelenggaraan pemerintahan. Penurunan skor juga diakibatkan wacana pergantian sistem pemilihan langsung menjadi tidak langsung yang sempat mencuat di akhir 2019. Meski Presiden Jokowi menentang wacana tersebut tak jamin hilang di masa akan datang.

Demokrasi dan Investasi

Demokrasi tak selalu identik dengan berisik. Bicara demokrasi juga tak melulu soal pragmatisnya dunia politik. Demokrasi memiliki lingkup dan efek multidimensional termasuk ekonomi. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Pemerintah Indonesia mengeluarkan banyak sekali paket kebijakan ekonomi. Namun masih belum mujarab mengobati kondisi perekonomian nasional. Bahkan pertumbuhan ekonomi menurun sejak 2014 silam. Dalam sikap resmi pemerintah, Presiden terus mengeluhkan proses perizinan investasi sebagai akar masalah, yang kemudian coba diatasi dengan cara “sapu jagad” melalui Omnibus Law. Sayangnya terjadi pergolakan dalam penyusunannya akibat dikesampingkannya nilai demokrasi. Apalagi ada isu miring menyebutkan intervensi pemodal dalam penyusunan. Dengan dikesampingkannya protes rakyat jelas semakin menjatuhkan reputasi demokrasi Indonesia. 

Bicara persoalan ekonomi dan investasi perlu melihat secara komprehensif. Termasuk menarik benang merah dengan tema demokrasi. Menguatnya demokrasi nasional dan daerah juga dapat mempengaruhi kepercayaan investor berbisnis. Meski bukan faktor tunggal, kenaikan indeks demokrasi bisa memicu kegairahan investasi. Hasil penelitian ISTC Business School Paris menunjukkan korelasi antara perbaikan sistem perpolitikan dan pemerintahan, tranparansi dan kebebasan sipil dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi. Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin ketika merilis Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menyatakan bahwa Indeks demokrasi barometer paling riil untuk melihat stabilitas politik dan kepastian hukum. Hal senada disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, bahwa indeks demokrasi salah satu pertimbangan investor. Logika sederhananya, semakin tinggi indeks demokrasi akan terwujud tata kelola pemerintahan yang baik. Sebab demokrasi menuntut transparansi dan keterbukaan atas masukan dan kritikan. Sementara pemerintahan yang dijalankan dengan cara semau gue cenderung tertutup atas masukan dan kritikan. Ujungnya arah kebijakan tidak tepat sasaran, berujung gaduh dan memicu protes. Jika sudah tidak kondusif investor tentu akan pikir-pikir.

Ubah Persepsi

Oleh karena itu perlu meluruskan persepsi mengenai demokrasi dan membenahi cela dalam pelaksanaannya, secara nasional hingga lokal. Untuk Riau sendiri ada catatan terhadap IDI. Berdasarkan data BPS, capaian kinerja demokrasi Indonesia Provinsi Riau tahun 2019 75,21, menempatkan Riau berada di kategori sedang. Skor ini turun 2,38 poin dibandingkan dengan IDI 2018 77,59. Sementara peringkat teratas Jakarta sebagai provinsi paling demokratis dengan skor 88,29 kemudian menyusul di bawahnya Kalimantan Utara dan Kepulauan Riau. Capaian Riau di tahun 2019 tentu perlu diperbaiki ke depannya. Apalagi Riau punya sejarah luar biasa dalam perjalanan demokrasi di Indonesia, sebagaimana yang kami tuangkan di tulisan terdahulu berjudul “Mengulang Sejarah Emas Riau” (kolom Cakap Rakyat, 05 September 2020). Tugas tersebut bukan hanya beban pihak penyelenggara pemerintahan daerah. Ada peran sentral partai politik berikut politisi daerah sebagai aktor utama serta elemen masyarakat yang juga penentu arah demokrasi. Ambil contoh simpel sikap saat memilih, selama masyarakat gemar politik uang maka selama itu pula demokrasi akan dipandang politisi semata tahta dan harta. 

Perbaikan persepsi terhadap demokrasi penting karena akan mempengaruhi cara pandang orang luar terhadap daerah, termasuk diantaranya menarik investasi tadi. Setiap kita punya tugas dan tanggungjawab sesuai porsi masing-masing untuk merubah stigma terhadap demokrasi selama ini identik dengan kontestasi merebut “kursi” (baca: kekuasaan); menganggap demokrasi sebagai tujuan bukan sarana. Boleh jadi kesalahan paradigma menyebabkan kenapa demokrasi di negara kita hanya melahirkan kegaduhan bukannya perubahan signifikan dalam pembangunan dan kesejahteraan, kecuali bagi beberapa daerah yang menghasilkan pemimpin yang cakap dan punya kapabilitas. Karena demokrasi tidak bekerja sebagaimana mestinya. Demokrasi idealnya sebagai proses dan jembatan menuju pencapaian cita-cita, untuk ke sana membutuhkan partisipasi dari setiap komponen dan entitas dalam sebuah negara. Tujuannya bukan “kursi” tapi suksesi.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi RIAU)
Editor : Ali Azumar
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Siapa Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan Pilihan Anda?

Berita Terkait
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Rabu, 28 Oktober 2020 11:23 WIB
Maulid Nabi, Pemuda dan Spirit Perubahan
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Sabtu, 17 Oktober 2020 08:54 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Minggu, 30 Agustus 2020 19:02 WIB
Malaysia dan Hari Kemerdekaan
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
Kamis, 06 Agustus 2020 17:01 WIB
New Normal, New Life Style
Sabtu, 11 April 2020 08:24 WIB
Kampanye #JanganMudik
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Senin, 21 September 2020 11:26 WIB
Rahasia di Balik Sengsara
Sabtu, 02 Mei 2020 10:27 WIB
Refleksi Milad ke-88 Pemuda Muhammadiyah
Kamis, 20 Februari 2020 19:04 WIB
3 And 1
Selasa, 22 September 2020 09:34 WIB
Mempertanyakan Fokus APBD Riau 2020
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 30 Oktober 2020
NasDem Milenial Riau Bagikan MasKer dan Nasi ke Masyarakat
Jumat, 30 Oktober 2020
Jumat Barokah, Selain Bagi-bagi Nasi ke Jemaah Polsek Langgam juga Serahkan Bantuan untuk Masjid Al-Falah
Jumat, 30 Oktober 2020
Cegah Kriminalitas C3, Polsek Kerumutan Galakkan Patroli di Tempat Rawan Kejahatan
Jumat, 30 Oktober 2020
Polsek Pangkalan Kerinci Sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19 di Masjid Nurul Hijrah

Serantau lainnya ...
Rabu, 23 September 2020
Strategi Mengelola Pinjaman Online Saat Pandemi Corona
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu
Sabtu, 15 Agustus 2020
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG

Advertorial lainnya ...
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 26 Oktober 2020
Rektor Unilak Lantik Pejabatnya Secara Virtual, Ini Nama-nama yang Dilantik
Jumat, 23 Oktober 2020
Didukung Kemenristek/Brin, Dosen UIR Lakukan PKM Sistem Informasi Berbasis Pengaduan Masyarakat
Selasa, 13 Oktober 2020
UNISSA Brunei Gandeng UIR Kerjasama Buka Fakultas Pertanian
Minggu, 11 Oktober 2020
Predatech FST UIN Suska Taja 5 Webinar Nasional Bidang Ilmu Data dan Teknologi

Kampus lainnya ...
Polling
Siapa Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan Pilihan Anda?


Duka cita
Terpopuler

04

Sabtu, 24 Oktober 2020 16:09 WIB
Kapolda Riau: Mulai Hari Ini Dia Bukan Anggota!
Dapo Kanisya September 2020
Foto
RAPP - APRIL HUT Pelalawan Siak Kuansing 12 Oktober 2020
Hari Jadi Rohul dari Polres Rohul 12 Oktober 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
HUT Siak - BSP 12 Oktober 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
HUT Kabupaten Pelalawan - BSP 12 Oktober 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran

Religi lainnya ...
HUT Kuansing 8 Oktober 2020
Indeks Berita
NasDem 30 September 2020BSP Hut Riau ke-63APRIL RAPP HUT RI 75BOB PT BSP HUT RI 75APRIL RAPP HUT Riau ke-36Unilak Juli 2020Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 OkPolres Rohul 27 Juni 2020APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020APRIL HUT KAMPARHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPP
www www