Jumat, 23 Oktober 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 20 Oktober 2020

CAKAP RAKYAT
Karena Sejarah Bukan Nostalgia
Selasa, 29 September 2020 08:13 WIB
Karena Sejarah Bukan Nostalgia
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

SETIAP tanggal 30 September bangsa kita memperingati peristiwa paling menggenaskan sekaligus memilukan. Di rentang 30 September hingga 1 Oktober 1965 tepatnya di Jakarta dan Yogyakarta terjadi peristiwa dimana enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat Indonesia beserta beberapa orang lainnya disiksa secara kejam dan dibunuh dalam upaya kudeta dan pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Momen sejarah ini tak lekang oleh waktu terutama di ingatan para generasi 90 ke bawah. Karena generasi tersebut memperoleh porsi pengetahuan lebih banyak baik dari bangku sekolah hingga berbagai pagelaran dan media masa lalu.

Namun dalam kurun dekade belakangan pengetahuan terhadap peristiwa 30 September patut dipertanyakan. Apaka tragedi berdarah yang dibumbui penghianatan terhadap bangsa tersebut diketahui oleh generasi milenial. Apalagi dewasa ini ada kecenderungan ketika mendekati hari peringatan peristiwa pemberontakan dan pengkhianatan yang akrab dikenal dengan singkatan G30S/PKI tersebut selalu saja muncul diskursus dan perdebatan tiada henti di ruang publik. Perdebatan yang dikhawatirkan bisa membuat jenuh generasi milenial serta berkemungkinan memunculkan persepsi dan anggapan di benak mereka bahwa fragmen penting sejarah pengkhianatan PKI seakan bagian dari drama dunia politik. Ketika sejarah sudah dipertanyakan tentu alarm bahaya bagi bangsa ke depan.

Perdebatan muncul disebabkan keinginan sejumlah pihak yang berupaya menolak dan mendiskreditkan penayangan mahakarya film yang coba merekam dan menceritakan peristiwa kelam tersebut. Karya film dimaksud tentu saja karya lawas yang selalu ditayangkan di saat 30 September sejak dulu melalui media televisi dan media lain semisal “layar tancap” yang disaksikan secara bersama-sama dalam lingkup komunitas. Munculnya perdebatan di kala peringatan 30 September mengundang keheranan. Ada apa? Jika memang pihak menilai karya film yang selama ini telah disaksikan ratusan juta mata masyarakat Indonesia sejak dahulu itu belum secara objektif menggambarkan peristiwa, maka dalam konteks demokrasi sah-sah. Tapi harus disampaikan berdasarkan dengan data dan fakta bukan rasa. Namun yang terjadi selama ini justru bak lembar batu sembunyi tangan. Melempar opini ke publik lantas tidak bertanggungjawab. Toh film tersebut juga dibuat berangkat dari riset panjang dan didasarkan dari pengakuan banyak pihak yang terlibat baik langsung dan tidak langsung di masa duka tersebut. 

Disamping rutinitas silang pendapat muncul setiap tahun peringatan G30S/PKI, terkait sejarah ada hal lain perlu diangkat. Karena boleh jadi bakal berimbas makin tereduksinya informasi mengenai peristiwa pengkhiatan 30 September. Apalagi kalau bukan mengemukanya wacana perubahan kebijakan terhadap mata pelajaran sejarah yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebagaimana tertuang dalam penyederhanaan kurikulum kabarnya berlaku Maret 2021 yang bahkan telah disosialisasikan oleh Kemendikbud dalam agenda asesmen tingkat nasional, bahwa mata pelajaran sejarah Indonesia tidak lagi menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa SMA/sederajat kelas 10, melainkan digabung dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan sosial (IPS). Kebijakan ini tentu sama sekali berbeda. Dalam kurikulum 2013 dan selama ini mata pelajaran sejarah Indonesia bersifat wajib dipelajari dan terpisah dari mata pelajaran lainnya. Maka tak heran kebijakan tersebut menuai kontroversi dan protes keras dari berbagai pihak terutama aktor dunia pendidikan. Salah satunya disampaikan ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd yang bahkan menyerukan ke semua insan PGRI se-Indonesia berjuang mempertahankan mata pelajaran sejarah agar tetap eksis dalam kurikulum nasional. 

Bukan Nostalgia

Berkaca dari dua fenomena di atas, khususnya terakhir mengenai perubahan kebijakan terhadap ilmu sejarah, sepertinya ada kesan ingin merubah pandangan terhadap sejarah. Dari sejarah sebagai bahan evaluasi dan proyeksi di masa sekarang dan akan datang menjadi “kenangan”. Sehingga sejarah bak cerita nostalgia yang pahit, getir dan sedihnya tinggal di masa lalu; bahagia, senang, dan riang pun dilupakan seiring waktu berlalu. Pandangan menganggap sejarah seperti nostalgia lantas hanya fokus terhadap masa sekarang dan akan datang, jelas kesalahan fatal. Memang ada perkataan orang tua “yang lalu biarkan berlalu, jangan biarkan masa lalu membelenggumu”. Ini benar, tapi lihat dulu apa harus dibuang. Jangan sampai kita membuang mutiara dan mengambil kerang. Sejarah adalah identitas manusia bangsa. Melalui sejarah, insan mengikat pola berpikir dan karakter. Jerman terkenal sebagai negara industri karena sejarah masa lalu, Jepang dengan karakter dan etos kerjanya juga karena sejarahnya, begitujuga negara maju lainnya. Oleh karena itu membangun identitas sebuah keharusan. Tanpa identitas, kita tak ubahnya binatang yang berakal. Bagi suatu bangsa, menjaga identitas adalah kunci untuk mempertahankan eksistensinya dalam peradaban dunia. 

Maka kembali ke kebijakan terkait pelajaran sejarah tadi, materi dan muatan seharusnya justru diperkuat dengan pendalaman dan pengayaan agar identitas tersebut tetap terjaga, bukannya dikurangi atau malah dihapus. Terutama memperkaya khazanah sejarah nasional dengan sejarah daerah/lokal yang punya motivasi sama dalam kerangka perjuangan nasional, meski kejadiannya saat itu bersifat lokal. Sejarah kerajaan Melayu di bumi Riau misalnya punya ruh perjuangan dan kontribusi besar dalam pentas nasional di masa penjajahan dan kemerdekaan. Termasuk ketika Sultan Syarif Kasim II menyerahkan mahkota, istana, dan hampir seluruh kekayaan Kesultanan Siak Sri Inderapura kepada pemerintah RI. Sumbangan dalam bentuk uang sebesar 13 juta gulden diberikan secara cuma-cuma oleh Sultan Syarif Kasim II kepada Presiden Sukarno tentu saja bukan jumlah yang kecil. Jika ditakar nominalnya kira-kira setara 69 juta euro atau lebih dari 1 triliun rupiah. Mengacu ke sejarah tadi agak aneh kenapa pemerintah pusat masih saja belum adil memperlakukan Riau. 

Tidak hanya perjuangan, Riau juga punya sejarah pengkhianatan yang pernah terjadi di bumi Riau saat terjadi kekosongan kekuasaan ketika proklamasi 17 Agustus 1945. Di sejumlah wilayah yakni Pekanbaru, Selat Panjang dan Bagansiapi-Api (dikenal dengan “peristiwa bendera”) terjadi perlawanan dan penolakan terhadap kemerdekaan Indonesia. Saat itu ada pihak yang menolak mengibarkan bendera merah putih dan malah mengibarkan bendera Koumintang sebagai tandingan, bendera yang dipakai di Cina, Taipei dan Taiwan dulunya. Sejumlah peristiwa sejarah dan banyak lainnya inilah yang mulai terlupakan atau seakan coba dilupakan. Peninggalan sejarahnya pun sudah banyak yang tak terawat.

Oleh karena itu, apresiasi terhadap sejarah di daerah bukan sekedar formalitas berupa pemberian gelar kepahlawanan terhadap tokoh daerah. Akan tetapi paling utama menjaga legacy dan esensi perjuangan para tokoh dan pejuang di masa lalu dapat terus lestari di benak generasi bangsa saat ini dan ke depan. Dan perlu juga menjadi catatan, mempelajari sejarah bukan berarti membangkitkan sentimen dan emosi di masa lalu dan menghadirkannya di masa sekarang. Ini pandangan keliru tentang sejarah. Sejarah pada dasarnya adalah pelajaran untuk kehidupan sekarang dan akan datang agar kesalahan di masa lalu jangan sampai terulang, dan mari bersama buktikan loyalitas terhadap bangsa melalui pengorbanan dan perbuatan. Inilah makna mempelajari sejarah. Sebagaimana dikutip dari filsuf asal Spanyol George Santanaya “Mereka yang tidak mempelajari sejarah maka akan dikutuk untuk mengulangi sejarah itu sendiri”.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi Riau).
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Sabtu, 17 Oktober 2020 08:54 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Minggu, 30 Agustus 2020 19:02 WIB
Malaysia dan Hari Kemerdekaan
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Kamis, 06 Agustus 2020 17:01 WIB
New Normal, New Life Style
Senin, 21 September 2020 11:26 WIB
Rahasia di Balik Sengsara
Sabtu, 11 April 2020 08:24 WIB
Kampanye #JanganMudik
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Kamis, 20 Februari 2020 19:04 WIB
3 And 1
Selasa, 22 September 2020 09:34 WIB
Mempertanyakan Fokus APBD Riau 2020
Selasa, 18 Agustus 2020 09:58 WIB
Hijrah Butuh Pembuktian
Sabtu, 08 Agustus 2020 07:18 WIB
Riau Bermarwah di Tengah Wabah
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 22 Oktober 2020
Embung Mini Desa Pongkai Istiqomah Simpan Aneka Potensi, Begini Dukungan yang Diberikan Bupati Kampar
Kamis, 22 Oktober 2020
Polsek Pangkalan Kuras Gelar Operasi Yustisi Gabungan, Pelanggar Protokol Kesehatan Disidang di Tempat
Kamis, 22 Oktober 2020
Polsek Pangkalan Lesung Bersama Puskesmas Kembali Lakukan Contact Tracing Pasien Covid-19
Kamis, 22 Oktober 2020
Polsek Ukui Ajak Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Serantau lainnya ...
Rabu, 23 September 2020
Strategi Mengelola Pinjaman Online Saat Pandemi Corona
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu
Sabtu, 15 Agustus 2020
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG

Advertorial lainnya ...
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 13 Oktober 2020
UNISSA Brunei Gandeng UIR Kerjasama Buka Fakultas Pertanian
Minggu, 11 Oktober 2020
Predatech FST UIN Suska Taja 5 Webinar Nasional Bidang Ilmu Data dan Teknologi
Kamis, 08 Oktober 2020
Pilkada 2020: Covid-19 Vs Politik Uang
Rabu, 07 Oktober 2020
Diikuti Ribuan Mahasiswa, Unilak Gelar Pamaba secara Online

Kampus lainnya ...

Dapo Kanisya September 2020
Terpopuler

04

Senin, 19 Oktober 2020 10:32 WIB
Jelang UFC 254, Kabar Buruk Menimpa Khabib
Hari Jadi Rohul dari Polres Rohul 12 Oktober 2020
Foto
RAPP - APRIL HUT Pelalawan Siak Kuansing 12 Oktober 2020
HUT Siak - BSP 12 Oktober 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
HUT Kabupaten Pelalawan - BSP 12 Oktober 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
HUT Kuansing 8 Oktober 2020
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran

Religi lainnya ...
FunBike New Normal 12 Oktober 2020
Indeks Berita
BSP Hut Riau ke-63APRIL RAPP HUT RI 75BOB PT BSP HUT RI 75APRIL RAPP HUT Riau ke-36Unilak Juli 2020Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 OkPolres Rohul 27 Juni 2020APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020APRIL HUT KAMPARHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPP
www www