Minggu, 06 Desember 2020

Breaking News

  • PAN Tolak Rencana Gubernur Riau Ngutang untuk Infrastruktur   ●   
  • Walikota Minta Dinas PUPR Gesa Pengerjaan Komplek Perkantoran Tenayan Raya   ●   
  • KUA-PPAS APBD Provinsi Riau 2021 Disepakati Rp9,032 Triliun   ●   
  • KUA-PPAS APBD Provinsi Riau 2021 Disepakati Rp9,032 Triliun   ●   
  • Terdampak Covid-19, Realisasi Retribusi KIR di Pekanbaru Menurun   ●   
  • BEM UIR Siap Kawal Kedatangan Habib Rizieq ke Riau   ●   
  • Pemko Pekanbaru Ingatkan Pelaku Usaha Tetap Patuhi Protokol Kesehatan   ●   
  • Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo Wafat   ●   
  • Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru akan Dimulai Awal 2021   ●   
  • DPR Sebut 5 Juta Hektare Hutan Indonesia Rusak Akibat Karhutla
Yamaha 1 Desember 2020

CAKAP RAKYAT
Melestarikan Warisan Pahlawan
Selasa, 10 November 2020 08:01 WIB
Melestarikan Warisan Pahlawan
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

Di Hari Pahlawan ada sebuah pertanyaan: Apa perspektif kita yang hidup di masa sekarang terhadap memorial tersebut? Pertanyaan penting diajukan mengingat fenomena yang muncul setiap peringatan Hari Pahlawan.

Pertama, sudah barang tentu diperingati lewat berbagai seremoni, mulai upacara, even dan kegiatan termasuk dengan mengajukan sejumlah nama untuk diangkat menjadi pahlawan nasional. Namun seremoni mulai kehilangan orientasi. Mementingkan bungkus daripada isi; mengedepankan formalitas ketimbang substansi. Di lini kehidupan, kita gagal menjaga warisan nilai-nilai dari perjuangan para pahlawan.

Kemudian kedua, kebiasaan lain yang juga muncul adalah mencari “siapa sosok pahlawan masa kini”. Sepintas tak ada yang salah. Apalagi dalihnya bahwa kata “pahlawan” tak terbatas ruang dan waktu. Namun upaya tadi bisa berujung bias dan malah mendistorsi keistimewaan momen Hari Pahlawan. Karena konteks kata “pahlawan” 10 November berangkat dari peristiwa. Munculnya narasi mencari sosok pahlawan di masa kini justru bisa mendegradasi makna dan hakikat peringatan Hari Pahlawan. Efeknya, lalai merefleksi dan mengambil iktibar dari sejarah perjuangan para pahlawan.

Kelalaian jelas bertolak belakang dengan kebutuhan. Karena sejarah modal paling berharga menghadapi tantangan kini dan masa depan. Apalagi sekarang masa dimana pergulatan kebenaran versus kebathilan berlangsung sengit. Sulit bedakan mana yang tulus berbuat bagi bangsa dan mana –meminjam istilah kekinian- impostor yang berlindung dibalik kepentingan bangsa dan simbol kebangsaan; mengaku pancasilais tapi perbuatan malah merongrong Pancasila; yang amanah difitnah sementara yang khianat dipuja; ketidakadilan, kebathilan dan kesewenang-wenangan dipertontonkan dan dilindungi secara vulgar. Sementara sedikit yang berani menentang, kalaupun ada pasti akan dipojokkan. Beratnya tantangan hanya bisa ditaklukan jika kembali menghadirkan warisan para pahlawan. Oleh karena itu, peringatan Hari Pahlawan semestinya diisi dengan kontemplasi, agar warisan tetap terjaga. Baik itu paling utama yang bersifat abstract berupa pemikiran dan sikap mereka, dan yang construct dengan merawat peninggalan bersejarah sebagai pengingat perjuangan mereka, yang dalam hal ini penekanan kepada Pemda di Riau. Dengan begitu warisan para pahlawan bisa lestari di benak masyarakat dan generasi saat ini dan akan datang.

Beda tapi Sama

Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini secara prinsip punya kesamaan dengan dihadapi para pahlawan. Sebagaimana orang bijak berkata “sejarah akan terus berulang”. Bedanya tak lagi mengangkat senjata dan musuh bukan penjajah yang beda tubuh dan muka. Lantas nilai apa yang bisa kita ambil dari para pahlawan? Jawabannya komitmen atas nilai dan konsistensi perjuangan. Para pejuang dulu hidup dalam tekanan hebat, mengabaikan hasrat mereka atas dunia demi tujuan dan kepentingan bersama. Musuh tak hanya penguasa penjajah, akan tetapi perjuangan mereka juga digerogoti kalangan pribumi yang mengabdi bagi kepentingan penjajah. Sampai kapanpun sosok ini akan tetap ada, sebagaimana perkataan Soekarno: “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan orang dari bangsamu sendiri”. Adapun dalam ajaran Islam dikenal dengan golongan munafik sebab tindakannya ibarat duri dalam daging.

Lanjut bicara komitmen dan konsistensi, meski penetapan 10 November sebagai Hari Pahlawan berangkat dari peristiwa pertempuran di Surabaya di tahun 1945, namun perjuangan menuju kemerdekaan adalah rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dan satu kesatuan. Kemerdekaan pun melalui proses bertahap, bukan hadiah dan terjadi dalam semalam. Ada fragmen peristiwa lain yang berkontribusi seperti Sumpah Pemuda, dimana orang-orang di usia produktifnya berkumpul bersatu dan memilih beraksi melawan penguasa penjajah. Mereka tak berkeluh-kesah, pasrah dan berpangku tangan melihat keadaan. Tak terbayang betapa berharganya hasil perjuangan mereka bagi generasi bangsa selanjutnya. Jika saja saat itu mereka memilih diam, membiarkan kezaliman dan ketidakadilan, boleh jadi penjajahan di nusantara lebih lama. Berikut fragmen peristiwa lainnya yang terlalu banyak untuk dibahas dalam kesempatan terbatas ini.

Perjuangan Segala Lini

Perjuangan di era kemerdekaan juga tak semata angkat senjata. Tetapi juga mendidik dan menyadarkan rakyat pentingnya menjadi manusia merdeka. Kiyai dan kalangan pesantren memupuk pemahaman agama dan semangat jihad sebagai pondasi menentang penjajahan dan perlawanan atas kezaliman, berikut para raja dan tokoh daerah yang semula berjuang komunal turut mengonsolidasikan kekuatan lintas daerah. Seperti Sultan Syarif Kasim II dari Kesultanan Siak yang tanpa ragu mengorbankan hartanya sejumlah 13 juta gulden (setara 69 Euro atau sekitar 1000 T) untuk republik yang baru merdeka. Tak cukup di situ, bersama sultan Serdang, beliau juga membujuk raja-raja di Sumatera Timur lainnya untuk turut memihak republik. Sekarang jelas bahwa konsistensi dan komitmen pembeda utama antara kita saat ini dengan para pahlawan.

Selagi kita melupakan warisan nilai ini maka selama itu pula peringatan Hari Pahlawan hanya sekedar basa-basi dan seremoni. Selama itupula para impostor terus menggerogoti dan menggadaikan bangsa demi keuntungan diri dan kelompok. Mungkin ini alasan kenapa seorang penulis Szekely Lulofs dalam novelnya berjudul Cut Nyak Dien sampai membuat sarkas: “Setelah pahlawan pergi, siapakah yang akan menghukum pengkhianat tanah air dan penjual bangsanya sendiri?.” Sarkas tadi barangkali upaya penulis menggugah kesadaran, bahwa cara menghormati pahlawan bukan dengan penghormatan. Sebab mereka tidak gila hormat seperti sekarang dimana gelar kemuliaan diperjualbelikan bak barang dagangan oleh orang dan bahkan institusi yang punya derajat terhormat ditengah rakyat. Akan tetapi penghormatan terhadap pahlawan bagaimana kita bisa dan meniru pola pikir dan sikap mereka.

Perjuangan mereka mengajarkan kita bahwa sebagai bangsa harus memiliki harga diri dan kehormatan; berani melawan segala bentuk kezaliman dan ketidakadilan. Spirit inilah yang membuat para pejuang terdahulu pantas menyandang gelar kepahlawanan. Komitmen dan konsistensi membuat mereka bisa melewati tantangan dan hambatan serta merebut kemerdekaan dari penjajah walaupun banyak meragukan, mencibir dan menganggap perjuangan mereka mustahil. Konsekuensi yang ditanggung jelas tidak mudah. Tekanan psikis juga kehilangan nyawa dan keluarga. Namun buah perjuangan mereka memperoleh kemuliaan. Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan janganlah kalian sekali-kali mengatakan bahwa orang-orang yang berjuang (terbunuh) di jalan Allah itu mati melainkan mereka hidup tetapi kita tidak merasakan.” (QS. al-Baqarah: 154). Alfatihah bagi para pahlawan bangsa.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM. Anggota DPRD Provinsi Riau
Editor : Ali Azumar
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Selasa, 24 November 2020 12:02 WIB
UMKM Dan Koperasi Kunci Pemulihan Ekonomi
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Rabu, 28 Oktober 2020 11:23 WIB
Maulid Nabi, Pemuda dan Spirit Perubahan
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Senin, 26 Oktober 2020 22:31 WIB
Komoditi Kelapa Sawit Sebagai Sumber PAD Riau
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Sabtu, 17 Oktober 2020 08:54 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Sabtu, 11 April 2020 08:24 WIB
Kampanye #JanganMudik
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Kamis, 06 Agustus 2020 17:01 WIB
New Normal, New Life Style
Sabtu, 30 Mei 2020 19:04 WIB
New Normal Jangan Ngasal
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 05 Desember 2020
Kalimat Penutup Debat Paisal-Amris Menuai Simpati Masyarakat
Sabtu, 05 Desember 2020
Polsek Bunut Gelar Apel Siaga dan Pelepasan Tim Patroli Anti Money Politic Pilkada Pelalawan 2020
Sabtu, 05 Desember 2020
Jelang Pilkada Pelalawan, Polsek Kuala Kampar Apel Siaga dan Lepas Tim Patroli Pengawas Anti Money Politic
Sabtu, 05 Desember 2020
Jaga Keamanan Masyarakat, Polsek Pangkalan Lesung Gencar Patroli C3

Serantau lainnya ...
Senin, 09 November 2020
KD Tea & Coffee House, Tempat Ngeteh Asik di Pekanbaru
Rabu, 23 September 2020
Strategi Mengelola Pinjaman Online Saat Pandemi Corona
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu
Sabtu, 15 Agustus 2020
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG

Advertorial lainnya ...
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 01 Desember 2020
Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Unilak Gelar Wisuda Drive Thru
Rabu, 25 November 2020
Yudisium XI, Direktur Pascasarjana Unilak Beri Penghargaan ke Pemuncak
Rabu, 25 November 2020
Tingkatkan Kompetensi, 80 Mahasiswa Penerima Bidik Misi Ikuti Pembinaan Mutu Akademik
Kamis, 05 November 2020
UIR Wisuda 1.495 Mahasiswa Secara Daring, Lusi Eka Raih IPK Pemuncak 3,92

Kampus lainnya ...

Dapo Kanisya September 2020
Terpopuler

04

Selasa, 01 Desember 2020 11:21 WIB
Gubernur Riau Syamsuar Positif Covid-19

05

Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Foto
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www