Rabu, 04 Agustus 2021

Breaking News

  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!   ●   
  • Israel Tawarkan Vaksin yang Nyaris Kedaluwarsa ke Negara Lain   ●   
  • Singkirkan Spanyol Lewat Adu Penalti, Italia Lolos ke Final   ●   
  • Sindikat Vaksin Covid Palsu Ditangkap setelah Suntikkan Air Garam ke 2.000 Warga
Yamaha 3 Agustus 2021

CAKAP RAKYAT
Dampak PETI Kuansing Terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat dan Lingkungan
Selasa, 17 November 2020 10:57 WIB
Dampak PETI Kuansing Terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat dan Lingkungan
Dr. Apriyan D Rakhmat, M.Env

Sumber daya alam (SDA) merupakan modal penting dalam menggerakkan roda pembangunan, baik dalam konteks negara, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga pedesaan. Berbagai SDA yang ada secara ekonomi dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat, kemajuan bangsa dan negara. Sumberdaya alam seperti sumberdaya energi dan mineral, kehutanan, pertanian dan perikanan, serta pariwisata masih merupakan andalan dan primadona di dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, termasuk di Riau.

Malangnya, pengelolaan SDA dan lingkungan yang bernilai tinggi tersebut tidak diuruskan dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang diakui oleh stakeholder pembangunan secara global. Mayoritas pengeolaan SDA dan lingkungan di Tanah Air, termasuk di Riau belum lagi masuk dalam kategori pembangunan yang ramah lingkungan (environtmental friendly), baik di sektor pertambangan (mining), kehutanan (forestry), pertanian (agriculture), perikanan (fishery) hingga pariwisata (tourism).

Pengelolaan SDA dan lingkungan dalam riil di lapangan, lebih banyak mengedepankan kepentingan ekonomi jangka pendek (antropocentric), sementara kepentingan sosial dan ekologi, jangka pendek dan panjang tergadaikan. Ini yang kemudian, banyak menimbulkan konflik dan sengketa di kemudian hari, karena dampak negatif yang diakibatkannya terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan yang langsung merasakan akibatnya.

Yang akan menjadi fokus dalam tulisan ini adalah dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan emas tanpa (PETI) khususnya di Bumi Pacu Jalur, Kabupaten Kuantan Singingi. Secara global, dampaknya akan dilihat dari tiga aspek utama kehidupan manusia, yaitu; dampak sosial, ekonomi dan ekologi. Sebagaian besar data dan uraian dalam pembahasan tulisan ini, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa yang saya bimbing, Feni Angelia (2015) untuk tugas akhir (skripsi) dengan studi kasus di Kecamatan Singingi, dengan titik lokasi pengambilan data primer di Desa Logas, Kebun Lado dan Muara Lembu, sebagai kawasan yang paling banyak aktivitas PETI di Kecamatan Singingi. Sebanyak 100 responden telah dilakukan wawancara berdasarkan kuesioner yang telah disusun.

Berdasarakan hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial PETI terhadap kehidupan masyarakat di ketiga desa yang menjadi objek penelitian, adalah mengarah kepada dampak negatif secara keseluruhannya. Hal ini tercermin dari nilai mean jawaban yang diberikan oleh responden. Berdasarkan indikator yang telah disusun, dampak negatif PETI terhadap kehidupan sosial masyarakat secara berurutan adalah sebagai berikut: (a) tingkat prostitusi (mean 4,26), (b) tingkat premanisme (mean 4,23), (c) tingkat kriminalitas dan perkelahian di tengah masyarakat (mean 4,11), (d) perilaku/moral pemuda yang semakin tidak baik (mean 4,02), (e) gaya hidup konsumtif (mean 3,87), (f) penyakit yang timbul akibat PETI (mean 3,87), (g) konflik sosial (mean 3,86), (h) sengketa lahan (mean 3,81). Dan hanya satu indiaktor yang menunjukan positif yaitu, dapat untuk membantu tingkat pendidikan anak (mean 4,26).

Hasil ini sangat memprihatinkan, karena dampak negatif sosial yang tinggi terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat, seperti prostitusi dan premanisme yang jelas-jelas bertentangan dengan adat, budaya dan nilai nilai agama. Termasuk dampak negatif terhadap moral dan akhlak generasi muda yang semakin rusak dan keluar dari norma adat, budaya dan agama, seperti minuman keras, narkoba, kecanduan games online, serta semakin menjauh dari surau dan masjid. Ditambah lagi ketidakpedulian kepada nasehat dari orang tua, tokoh masyrakat dan tokoh agama. Budaya malu dan segan berbuat hal yang tabu dan terlarang sudah semakin menipis. Perkawinan by accident sudah semakin merajalela. Padahal estafet pembangunan ke depan berada dalam genggaman tangan dan dekapan mereka. Tak cukup ruang untuk menguraikannya lebih jauh disini.

Sementara, dampak aktivitas PETI terhadap keadaan ekonomi masyarakat, berdasarkan jawaban responden secara keseluruhan menunjukan dampak positif. Secara berurutan dampak positifinya adalah sebagai berikut; (a) peningkatan daya beli masyarakat (mean 4,11), (b) pendapatan masyarakat meningkat (mean 3,88), (c) perkembangan lembaga keuangan seperti KUD (mean 3,86), (d) tingkat investasi (beli kebun, beli hewan ternak dan lain-lain) (mean 3,82), (e) sumber-sumber penghasilan baru (mean 3,71) (f) membantu pemerataan pendapatan masyarakat (mean 3,63), dan (g) tingkat menabung masyarakat (mean 3,53).

Sedangkan dampak aktivitas PETI terhadap ekologi/lingkungan secara keseluruhannya menunjukkan hasil negatif, dengan perincian secara berturut turut adalah sebagai berikut; (a) berdampak terhadap flora (tumbuh-tumbuhan, hutan) dan fauna (ikan, udang dan lain-lain) (mean 4,32) (b) pendangkalan sungai (mean 4,21) (c) air sungai semakin keruh (mean 4,17) (d) merusak ekosistem (mean 4,12) (e) sumber daya air tidak dapat digunakan secara maksimal (mean 3,94) (f) air sungai tidak layak untuk mandi (mean 3,88) (g) kerusakan lingkungan akibat penambangan emas akan dirasakan oleh anak cucu hingga batas waktu yang tidak ditentukan (mean 3,74), dan (h) dampak terhadap kualitas air (mean 3,62).

Bardasarakan data di atas bahwa dampak negatif ekologi yang ditimbulkan aktivitas PETI di kawasan penelitian sudah sangat mengkhawatirkan, berdasarkan jawaban yang diberikan oleh masryarakat, dengan nilai rata-rata secara keseluruhan sebesar 4,14, dengan kategori dampak negatif yang tinggi.

Secara keseluruhannya, dapat disimpulkan bahwa dampak aktivitas PETI dari tiga variabel yang telah ditetapkan, menunjukkan bahwa hanya variabel ekonomi yang memberikan dampak positif, sementara variabel sosial, hanya satu indikator yang bernilai positif, dan variabel ekologi/semunya menunjukkan dampak negatif. Hasil penelitian ini jika kita kaitkan dengan filosofi dan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) menunjukkan bahwa aktivitas PETI tidak termasuk dalam kategori pembangunan yang mencerminkan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan. Dimana, tidak wujudnya keharmonisan antara dimesi ekonomi, sosial dan ekologi. Ekonomi tumbuh dan berkembang berdasarkan jawaban yang diberikan masyarakat, tetapi dimensi sosisal dan ekologi menujukkan degradasi sosial dan ekologi. Atau isitilah lainnya ada gap atau ketimpangan pembangunan, antara ekonomi, sosial dan ekologi.

Jika ini dibiarkan terus dan tidak dilakukan tindakan nyata untuk mengharmoniskan ketiga dimesi tersebut, maka dapat dipastikan SDA yang ada, khususnya SDA emas akan menimbulkan kesengsaaran rakyat dan nagori, baik dalam jangka pendek apalagi untuk jangka panjang. Kalau mau dibuat sinetron atau film judulnya adalah nikmat membawa sengsara. Yang memiriskan lagi nikmatnya hanya sementara dan dirasakan oleh segelintir rakyat dan nagori.

Nikmat terbesar secara ekonomi didapatkan oleh sedikit individu, yang sebagian penulis menyebutnya sebagai mafia PETI (pemodal, aparat desa, oknum pejabat, oknum aparat keamanan, dan oknum elit politik). Atau ada juga yang mengatakan sebagai kong kalingkong dan hasil perselingkuhan antara pejabat korup, politisi busuk dan pengusaha hitam.

Semoga kita semua terbebas dari hubungan gelap dan perselingkuhan aktivitas PETI. Karena perselingkuhannya, akan menghasilkan uang haram dan uang panas. Yang mana, uang haram itu kerap dan seringkali dimakan setan. Dari sisi Agama, uang panas dan uang haram susah dijinakkan dan susah berdamai dengan kebaikan. Hati menjadi keras. Akhlak dan moral makin bejat, walaupun dibungkus dan dikemas dengan rapi. Mungkin di dunia bisa selamat dari jerat hukum dan pandangan manusia, karena pandai bermain dan bersandiwara, berselingkuh dan bersyubhat lagi dengan penegak hukum. Namun yakinlah, bahwa di pengadilan akhirat tidak akan bisa lepas dan menghindar. Pengadilan yang seadil-adilnya. Pengadilan yang hakiki.

Bahkan amalan dan kejahatan sebesar biji sawi (jarrah) akan diadili. Semua tercatat dengan rapi, yang ditulis oleh malaikat yang tidak mempunyai syahwat, jujur sejujurnya. Bahkan sampai hewan yang menzhalimi hewan lainnya akan diadili, sebelum semuanya dijadikan tanah (turab). Jayalah negeriku, sejahteralah rakyatnya, dan amanahlah pemimpinya. Aamiin. Allahu a’lam.

Penulis : Dr. Apriyan D Rakhmat, M.Env (Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, Pekanbaru)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Rabu, 09 Juni 2021 09:00 WIB
Agar Peluang tak Hilang
Rabu, 07 Juli 2021 11:24 WIB
UMKM Kuat Ekonomi Hebat
Selasa, 13 Juli 2021 11:04 WIB
Koperasi Dan Pemulihan Ekonomi
Kamis, 17 Juni 2021 08:04 WIB
Pajak Dari Rakyat Untuk Rakyat
Jum'at, 23 April 2021 08:02 WIB
Sumber Daya Alam Dan Kesenjangan Ekonomi
Selasa, 18 Mei 2021 09:14 WIB
Pembangunan Berkeadilan Bagi Riau
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Minggu, 28 Maret 2021 20:33 WIB
Sumber Daya Alam Terjaga, Riau Berjaya
Minggu, 02 Mei 2021 11:11 WIB
Buruh Aset Bangsa
Kamis, 13 Mei 2021 06:00 WIB
Fitrah, Berbagi dan Kekuatan Sosial
Minggu, 21 Maret 2021 21:20 WIB
Menjaga Optimisme Melalui Kebijakan
Jum'at, 02 April 2021 20:54 WIB
Asa Keberkahan di HUT BRK
Kamis, 01 Juli 2021 07:07 WIB
Riau dan Mimpi Asia Tenggara
Senin, 05 Juli 2021 16:35 WIB
Manajemen Kolaboratif
Rabu, 23 Juni 2021 08:22 WIB
Pekanbaru dan Mindset "Ban Depan"
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Alarm Meningkatnya Angka Kemiskinan
Minggu, 07 Maret 2021 06:15 WIB
Transportasi Urat Nadi Ekonomi
Senin, 15 Maret 2021 07:19 WIB
Pangan Aman, Ekonomi Mapan
Selasa, 01 Juni 2021 22:25 WIB
Pancasila Butuh Bukti
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Minggu, 11 April 2021 21:00 WIB
Modal Sosial Adalah Aset Berharga
Sabtu, 19 Desember 2020 07:01 WIB
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Sabtu, 06 Februari 2021 16:44 WIB
Runtuhnya Demokrasi di Myanmar?
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 02 Agustus 2021
MPR: Jika Pemerintah Dapat Bantu Kebutuhan Dasar Masyarakat Silahkan PPKM Level 4 Diperpanjang
Sabtu, 31 Juli 2021
MPR Desak Mensos Tindak Lanjuti Temuan Data Ganda Penerima Bansos
Kamis, 22 Juli 2021
MPR Desak Vaksin Dosis Ketiga untuk Nakes Dilakukan Secepatnya
Rabu, 14 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemerintah Telah Tetapkan PPKM Darurat MPR Minta Semua Harus Berdoa

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Polsek Bunut Kawal Vaksinasi di Puskesmas Bandar Petalangan
Rabu, 04 Agustus 2021
Polsek Pangkalan Lesung Kawal Vaksinasi Gotong Royong Covid-19
Rabu, 04 Agustus 2021
Milenial Rohil, Mahasiswa, dan Polres Gelar Vaksinasi
Rabu, 04 Agustus 2021
Polsek Teluk Meranti Terus Pantau Penerapan Prokes

Serantau lainnya ...
Rabu, 21 Juli 2021
Anak Didik AMS Juarai Pemilihan Bujang Dara Pekanbaru 2021
Selasa, 13 Juli 2021
Famys Hijab, Pilihan Tepat untuk Tampil Cantik Saat Idul Adha
Jumat, 09 Juli 2021
Berkembang Pesat, Irvan Asmara Sukses Dirikan AMS Modelling School
Kamis, 08 Juli 2021
DRV Beauty Store Jadi Ikon Kosmetik di Sungai Penuh, Produknya Lengkap dan Original

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas

Advertorial lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?
Jumat, 02 Juli 2021
Heboh Bill Gates dan Istrinya Sebenarnya sudah Meninggal Tahun 2013 Lalu
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 02 Agustus 2021
PCR Gandeng APSB Malaysia Kembangkan Aplikasi Pembelajaran Gramatikal Bahasa Arab
Selasa, 27 Juli 2021
Tingkatkan Inovasi Teknologi Terapan Bidang MKG, PCR dan BMKG Jalin Kerja Sama
Selasa, 27 Juli 2021
Tim Kukerta Balek Kampung Unri Sialang Sakti Berikan Spanduk dan Logo
Selasa, 27 Juli 2021
Kukerta Unri Desa Ujung Batu Timur Serahkan 1.000 Batang Bibit Tanaman Buah kepada Masyarakat

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

Permata
Terpopuler
PCR 3 Agustus 2021
Foto
Unilak 1 Juni 2021
Pelantikan Bupati Siak - Pemkab Siak
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 01 Juli 2021
Peramal Mbak You Meninggal Dunia
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit

Selebriti lainnya ...
Bhayangkara 2021 CAKAPLAH
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
UIR 2021
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban
Jumat, 02 Juli 2021
Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Seperti Apa yang Bisa Disebut Syahid?
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Indeks Berita
Idul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www