Kamis, 03 Desember 2020

Breaking News

  • PAN Tolak Rencana Gubernur Riau Ngutang untuk Infrastruktur   ●   
  • Walikota Minta Dinas PUPR Gesa Pengerjaan Komplek Perkantoran Tenayan Raya   ●   
  • KUA-PPAS APBD Provinsi Riau 2021 Disepakati Rp9,032 Triliun   ●   
  • KUA-PPAS APBD Provinsi Riau 2021 Disepakati Rp9,032 Triliun   ●   
  • Terdampak Covid-19, Realisasi Retribusi KIR di Pekanbaru Menurun   ●   
  • BEM UIR Siap Kawal Kedatangan Habib Rizieq ke Riau   ●   
  • Pemko Pekanbaru Ingatkan Pelaku Usaha Tetap Patuhi Protokol Kesehatan   ●   
  • Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo Wafat   ●   
  • Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru akan Dimulai Awal 2021   ●   
  • DPR Sebut 5 Juta Hektare Hutan Indonesia Rusak Akibat Karhutla
Yamaha 1 Desember 2020

CAKAP RAKYAT
Dampak PETI Kuansing Terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat dan Lingkungan
Selasa, 17 November 2020 10:57 WIB
Dampak PETI Kuansing Terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat dan Lingkungan
Dr. Apriyan D Rakhmat, M.Env

Sumber daya alam (SDA) merupakan modal penting dalam menggerakkan roda pembangunan, baik dalam konteks negara, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga pedesaan. Berbagai SDA yang ada secara ekonomi dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat, kemajuan bangsa dan negara. Sumberdaya alam seperti sumberdaya energi dan mineral, kehutanan, pertanian dan perikanan, serta pariwisata masih merupakan andalan dan primadona di dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, termasuk di Riau.

Malangnya, pengelolaan SDA dan lingkungan yang bernilai tinggi tersebut tidak diuruskan dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang diakui oleh stakeholder pembangunan secara global. Mayoritas pengeolaan SDA dan lingkungan di Tanah Air, termasuk di Riau belum lagi masuk dalam kategori pembangunan yang ramah lingkungan (environtmental friendly), baik di sektor pertambangan (mining), kehutanan (forestry), pertanian (agriculture), perikanan (fishery) hingga pariwisata (tourism).

Pengelolaan SDA dan lingkungan dalam riil di lapangan, lebih banyak mengedepankan kepentingan ekonomi jangka pendek (antropocentric), sementara kepentingan sosial dan ekologi, jangka pendek dan panjang tergadaikan. Ini yang kemudian, banyak menimbulkan konflik dan sengketa di kemudian hari, karena dampak negatif yang diakibatkannya terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan yang langsung merasakan akibatnya.

Yang akan menjadi fokus dalam tulisan ini adalah dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan emas tanpa (PETI) khususnya di Bumi Pacu Jalur, Kabupaten Kuantan Singingi. Secara global, dampaknya akan dilihat dari tiga aspek utama kehidupan manusia, yaitu; dampak sosial, ekonomi dan ekologi. Sebagaian besar data dan uraian dalam pembahasan tulisan ini, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa yang saya bimbing, Feni Angelia (2015) untuk tugas akhir (skripsi) dengan studi kasus di Kecamatan Singingi, dengan titik lokasi pengambilan data primer di Desa Logas, Kebun Lado dan Muara Lembu, sebagai kawasan yang paling banyak aktivitas PETI di Kecamatan Singingi. Sebanyak 100 responden telah dilakukan wawancara berdasarkan kuesioner yang telah disusun.

Berdasarakan hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial PETI terhadap kehidupan masyarakat di ketiga desa yang menjadi objek penelitian, adalah mengarah kepada dampak negatif secara keseluruhannya. Hal ini tercermin dari nilai mean jawaban yang diberikan oleh responden. Berdasarkan indikator yang telah disusun, dampak negatif PETI terhadap kehidupan sosial masyarakat secara berurutan adalah sebagai berikut: (a) tingkat prostitusi (mean 4,26), (b) tingkat premanisme (mean 4,23), (c) tingkat kriminalitas dan perkelahian di tengah masyarakat (mean 4,11), (d) perilaku/moral pemuda yang semakin tidak baik (mean 4,02), (e) gaya hidup konsumtif (mean 3,87), (f) penyakit yang timbul akibat PETI (mean 3,87), (g) konflik sosial (mean 3,86), (h) sengketa lahan (mean 3,81). Dan hanya satu indiaktor yang menunjukan positif yaitu, dapat untuk membantu tingkat pendidikan anak (mean 4,26).

Hasil ini sangat memprihatinkan, karena dampak negatif sosial yang tinggi terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat, seperti prostitusi dan premanisme yang jelas-jelas bertentangan dengan adat, budaya dan nilai nilai agama. Termasuk dampak negatif terhadap moral dan akhlak generasi muda yang semakin rusak dan keluar dari norma adat, budaya dan agama, seperti minuman keras, narkoba, kecanduan games online, serta semakin menjauh dari surau dan masjid. Ditambah lagi ketidakpedulian kepada nasehat dari orang tua, tokoh masyrakat dan tokoh agama. Budaya malu dan segan berbuat hal yang tabu dan terlarang sudah semakin menipis. Perkawinan by accident sudah semakin merajalela. Padahal estafet pembangunan ke depan berada dalam genggaman tangan dan dekapan mereka. Tak cukup ruang untuk menguraikannya lebih jauh disini.

Sementara, dampak aktivitas PETI terhadap keadaan ekonomi masyarakat, berdasarkan jawaban responden secara keseluruhan menunjukan dampak positif. Secara berurutan dampak positifinya adalah sebagai berikut; (a) peningkatan daya beli masyarakat (mean 4,11), (b) pendapatan masyarakat meningkat (mean 3,88), (c) perkembangan lembaga keuangan seperti KUD (mean 3,86), (d) tingkat investasi (beli kebun, beli hewan ternak dan lain-lain) (mean 3,82), (e) sumber-sumber penghasilan baru (mean 3,71) (f) membantu pemerataan pendapatan masyarakat (mean 3,63), dan (g) tingkat menabung masyarakat (mean 3,53).

Sedangkan dampak aktivitas PETI terhadap ekologi/lingkungan secara keseluruhannya menunjukkan hasil negatif, dengan perincian secara berturut turut adalah sebagai berikut; (a) berdampak terhadap flora (tumbuh-tumbuhan, hutan) dan fauna (ikan, udang dan lain-lain) (mean 4,32) (b) pendangkalan sungai (mean 4,21) (c) air sungai semakin keruh (mean 4,17) (d) merusak ekosistem (mean 4,12) (e) sumber daya air tidak dapat digunakan secara maksimal (mean 3,94) (f) air sungai tidak layak untuk mandi (mean 3,88) (g) kerusakan lingkungan akibat penambangan emas akan dirasakan oleh anak cucu hingga batas waktu yang tidak ditentukan (mean 3,74), dan (h) dampak terhadap kualitas air (mean 3,62).

Bardasarakan data di atas bahwa dampak negatif ekologi yang ditimbulkan aktivitas PETI di kawasan penelitian sudah sangat mengkhawatirkan, berdasarkan jawaban yang diberikan oleh masryarakat, dengan nilai rata-rata secara keseluruhan sebesar 4,14, dengan kategori dampak negatif yang tinggi.

Secara keseluruhannya, dapat disimpulkan bahwa dampak aktivitas PETI dari tiga variabel yang telah ditetapkan, menunjukkan bahwa hanya variabel ekonomi yang memberikan dampak positif, sementara variabel sosial, hanya satu indikator yang bernilai positif, dan variabel ekologi/semunya menunjukkan dampak negatif. Hasil penelitian ini jika kita kaitkan dengan filosofi dan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) menunjukkan bahwa aktivitas PETI tidak termasuk dalam kategori pembangunan yang mencerminkan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan. Dimana, tidak wujudnya keharmonisan antara dimesi ekonomi, sosial dan ekologi. Ekonomi tumbuh dan berkembang berdasarkan jawaban yang diberikan masyarakat, tetapi dimensi sosisal dan ekologi menujukkan degradasi sosial dan ekologi. Atau isitilah lainnya ada gap atau ketimpangan pembangunan, antara ekonomi, sosial dan ekologi.

Jika ini dibiarkan terus dan tidak dilakukan tindakan nyata untuk mengharmoniskan ketiga dimesi tersebut, maka dapat dipastikan SDA yang ada, khususnya SDA emas akan menimbulkan kesengsaaran rakyat dan nagori, baik dalam jangka pendek apalagi untuk jangka panjang. Kalau mau dibuat sinetron atau film judulnya adalah nikmat membawa sengsara. Yang memiriskan lagi nikmatnya hanya sementara dan dirasakan oleh segelintir rakyat dan nagori.

Nikmat terbesar secara ekonomi didapatkan oleh sedikit individu, yang sebagian penulis menyebutnya sebagai mafia PETI (pemodal, aparat desa, oknum pejabat, oknum aparat keamanan, dan oknum elit politik). Atau ada juga yang mengatakan sebagai kong kalingkong dan hasil perselingkuhan antara pejabat korup, politisi busuk dan pengusaha hitam.

Semoga kita semua terbebas dari hubungan gelap dan perselingkuhan aktivitas PETI. Karena perselingkuhannya, akan menghasilkan uang haram dan uang panas. Yang mana, uang haram itu kerap dan seringkali dimakan setan. Dari sisi Agama, uang panas dan uang haram susah dijinakkan dan susah berdamai dengan kebaikan. Hati menjadi keras. Akhlak dan moral makin bejat, walaupun dibungkus dan dikemas dengan rapi. Mungkin di dunia bisa selamat dari jerat hukum dan pandangan manusia, karena pandai bermain dan bersandiwara, berselingkuh dan bersyubhat lagi dengan penegak hukum. Namun yakinlah, bahwa di pengadilan akhirat tidak akan bisa lepas dan menghindar. Pengadilan yang seadil-adilnya. Pengadilan yang hakiki.

Bahkan amalan dan kejahatan sebesar biji sawi (jarrah) akan diadili. Semua tercatat dengan rapi, yang ditulis oleh malaikat yang tidak mempunyai syahwat, jujur sejujurnya. Bahkan sampai hewan yang menzhalimi hewan lainnya akan diadili, sebelum semuanya dijadikan tanah (turab). Jayalah negeriku, sejahteralah rakyatnya, dan amanahlah pemimpinya. Aamiin. Allahu a’lam.

Penulis : Dr. Apriyan D Rakhmat, M.Env (Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, Pekanbaru)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Selasa, 24 November 2020 12:02 WIB
UMKM Dan Koperasi Kunci Pemulihan Ekonomi
Selasa, 10 November 2020 08:01 WIB
Melestarikan Warisan Pahlawan
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Rabu, 28 Oktober 2020 11:23 WIB
Maulid Nabi, Pemuda dan Spirit Perubahan
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Senin, 26 Oktober 2020 22:31 WIB
Komoditi Kelapa Sawit Sebagai Sumber PAD Riau
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Sabtu, 17 Oktober 2020 08:54 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Sabtu, 11 April 2020 08:24 WIB
Kampanye #JanganMudik
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 06 Agustus 2020 17:01 WIB
New Normal, New Life Style
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Sabtu, 30 Mei 2020 19:04 WIB
New Normal Jangan Ngasal
Kamis, 20 Februari 2020 19:04 WIB
3 And 1
Sabtu, 02 Mei 2020 10:27 WIB
Refleksi Milad ke-88 Pemuda Muhammadiyah
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 02 Desember 2020
Besok, Forjuri Gelar Diskusi Virtual "Tantangan Industri Asuransi di Masa Pandemi"
Rabu, 02 Desember 2020
Cegah Covid-19, Polsubsektor Pelalawan Rutin Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan
Rabu, 02 Desember 2020
Cegah Kejahatan C3, Ini yang Dilakukan Polsek Kerumutan
Rabu, 02 Desember 2020
Pastikan Wilayah Binaanya Kondusif, Polsek Langgam Gencar Patroli C3 dan Sosialisasi Prokes

Serantau lainnya ...
Senin, 09 November 2020
KD Tea & Coffee House, Tempat Ngeteh Asik di Pekanbaru
Rabu, 23 September 2020
Strategi Mengelola Pinjaman Online Saat Pandemi Corona
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu
Sabtu, 15 Agustus 2020
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG

Advertorial lainnya ...
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 01 Desember 2020
Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Unilak Gelar Wisuda Drive Thru
Rabu, 25 November 2020
Yudisium XI, Direktur Pascasarjana Unilak Beri Penghargaan ke Pemuncak
Rabu, 25 November 2020
Tingkatkan Kompetensi, 80 Mahasiswa Penerima Bidik Misi Ikuti Pembinaan Mutu Akademik
Kamis, 05 November 2020
UIR Wisuda 1.495 Mahasiswa Secara Daring, Lusi Eka Raih IPK Pemuncak 3,92

Kampus lainnya ...

Dapo Kanisya September 2020
Terpopuler

05

Selasa, 01 Desember 2020 11:21 WIB
Gubernur Riau Syamsuar Positif Covid-19
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Foto
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www