Rabu, 20 Januari 2021

Breaking News

  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker   ●   
  • Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana Alam   ●   
  • Sekolah di Pekanbaru Dilarang Ambil Kebijakan Sendiri Soal Pembelajaran Tatap Muka   ●   
  • Dispora dan Disdik Riau Bakal Bentuk Sekolah Kejuruan Olahraga   ●   
  • DPR Minta Erick Thohir Pecat Direksi Perusahaan Pupuk Plat Merah   ●   
  • Walhi Nilai Provinsi Riau Rentan Bencana Ekologis   ●   
  • RSUD Arifin Achmad Siapkan Tempat Vaksin untuk Nakes   ●   
  • ASN Setdaprov Belum Gajian karena KPA Tersandung Kasus   ●   
  • Jalan S Parman Pekanbaru Sudah Terapkan One Way
Yamaha 14 Januari 2021

CAKAP RAKYAT
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
Sabtu, 19 Desember 2020 07:01 WIB
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

SEJATINYA bela negara diartikan alat/cara memotivasi masyarakat untuk meningkatkan nasionalisme dan patriotisme. Secara konteks memang lekat dengan kemiliteran. Namun dalam cakupan lebih luas, sudut pandang pertahanan tak melulu soal fisik tapi juga non-fisik. Secara fisik, jelas usaha pertahanan menghadapi serangan atau agresi dari pihak yang mengancam eksistensi negara. Sementara non-fisik berperan aktif memajukan bangsa dan negara di segala bidang agar tak dipandang sebelah mata oleh negara luar. Bisa melalui politik, ekonomi, sosial dan budaya, revolusi akhlak dan moralitas serta kualitas sumber daya manusia. Dari yang disebut tadi, bela negara dalam bidang ekonomi perlu diangkat sebagai sorotan khusus. Bukan tanpa asbab, berangkat dari gejolak di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara belakangan secara kasatmata memperlihatkan betapa ekonomi bisa berimplikasi serius bagi kedaulatan bangsa. Ancaman yang perlu diwaspadai sesungguhnya bukan Ormas dan baliho. Bukan pula ujaran kebencian dan hoaks yang latah dipakai untuk memenjarakan yang berseberangan. Namun ancaman paling nyata adalah ekonomi.

“Kemiskinan mendekatkan pada kekufuran”, begitu sabda Nabi Muhammad SAW. Perkataan Beliau mengandung hikmah bahwa lemahnya ekonomi bisa menyeret ke jurang kehinaan. Hal sama berlaku bagi negara. Negara yang tidak berdaulat secara ekonomi akan abai terhadap marwah bangsa. fenomena itulah yang sedang terjadi. “Demi ekonomi dan investasi” menjadi jargon utama Pemerintah. Untuk meraihnya, berbagai kemudahan melalui kebijakan dan regulasi pun ditempuh. Langkah tersebut satu sisi memang diperlukan untuk menggerakan dan menyelamatkan perekonomian negara. Tapi sisi lain memicu keprihatinan tatkala kebijakan dan regulasi dihasilkan justru tak sejalan dengan filosofi Pancasila dan UUD 1945. Melihat ke belakang, upaya menggenjot perekonomian dan investasi 5 tahun belakangan mengundang pertanyaan: kemana arah diinginkan? Di awal ada kebijakan tax amnesty, yang terkesan memberi perlakuan istimewa bagi pengemplang pajak kelas kakap, di saat yang sama melukai rasa keadilan bagi pengusaha baik itu level atas hingga ke bawah yang sudah taat pajak.

Berlanjut ke paket kebijakan ekonomi yang berjilid-jilid, pertanyaan juga mengemuka. Menurut catatan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), kebijakan Pemerintah belum sepenuhnya berpihak kepada Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM). Sebut saja pemangkasan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) belum sesuai dengan harapan pelaku UMKM yang semestinya bisa satu digit. Jangan lupa pula kebijakan impor yang melemahkan industri dalam negeri seperti tekstil, baja, semen dan mematikan petani lokal. Paling anyar ada Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker), sejak fase pembahasan diwarnai minimnya partisipasi dan keterwakilan masyarakat serta melabrak kaidah umum hukum. Ujungnya mengundang protes berkala dan masif dari berbagai penjuru nusantara. Tak heran, muatannya dinilai mengancam kedaulatan ekonomi. Terkait kedaulatan pangan misalnya, idealnya Indonesia sebagai negara agraris sektor pertanian bisa berperan sebagai penopang ekonomi bangsa. Namun UU Cipta Kerja justru membuka lebar peluang impor pangan. Mulai penghapusan sanksi pidana larangan impor saat ketersediaan pangan mencukupi, hingga aturan yang bisa mempermudah alih fungsi lahan pertanian dan lain-lain. keberpihakan beleid sapu jagad tadi juga diragukan bagi kesejahteraan dan perlindungan terhadap para pekerja, buruh dan pelaku ekonomi UMKM.

Kewaspadaan Bagi Daerah

Alarm ancaman kedaulatan bangsa dari sisi ekonomi dirasakan hingga ke daerah sebagai penyangga utama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa terdampak. Apalagi di era globalisasi, ekonomi negara begitu terbuka dari pengaruh negara lain. Negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi bak dua sisi mata uang, membuka peluang meraih keuntungan sekaligus ancaman. Membuka peluang pasar produk dan arus investasi dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif. Di sisi lain membuka peluang masuknya produk dan arus investasi global ke domestik.

Masalahnya sejauhmana kesiapan daerah secara terukur sehingga mampu menghadapi tantangan tersebut? Pemerintah pusat hingga daerah memang dituntut agresif dan inovatif untuk menggaet investor. Namun tanpa instrumen yang bisa memperkuat eksistensi pelaku usaha seperti UMKM, petani, nelayan dan perlindungan HAM pekerja, hanya akan menggerogoti marwah bangsa. Bicara aturan terkait upaya akselerasi ekonomi dan investasi masih harap-harap cemas seperti apa peraturan pelaksana UU Ciptaker. Harapannya supaya Pemerintah terbuka mendengar suara dan aspirasi daerah. “Karpet merah” jangan hanya diperuntukkan kepada investor, pemilik modal dan pelaku usaha besar saja. Kebijakan dan regulasi harus memprioritaskan keberpihakan kepada sektor-sektor penopang kedaulatan ekonomi bangsa.

Pemaparan diatas sekaligus asa bagi Riau. Kebijakan perekonomian Pemda wajib berangkat dari filosofi ekonomi kerakyatan. Diawali kesiapan daerah menghadapi tantangan globalisasi ekonomi melalui pembenahan kualitas SDM dan aksesibilitas masyarakat terhadap sarana dan prasarana mendasar dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Adapun Riau mengacu dari data masih ketinggalan baik itu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kemudian, konversi Bank Riau Kepri ke syariah ke depan harus tetap on the track dengan fungsinya sebagai BUMD. Target BRK masuk 5 besar bank syariah nasional patut diapresiasi. Namun ambisi tadi jangan sampai membuat segmentasi dan fokus ke depan hanya pro dan ramah kepada “kelas kakap” saja, sementara program memperkuat UMKM dan pelaku usaha di daerah dikesampingkan.

Sektor lain yang berperan strategis memperkuat kedaulatan perekonomian bangsa seperti pertanian perlu dikembalikan kepada tempatnya. Karena menentukan ketahanan pangan daerah dan memperkuat perekonomian daerah. Termasuk perkebunan dan perikanan dimana tren pertumbuhannya positif sayangnya kurang dilirik dan pengelolaannya jauh dari optimal. Riau dengan segala keunggulan geografis dan alamnya harusnya sejalan dengan peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat tempatan dan Riau, plus mendatangkan keuntungan ekonomi bagi Pemda. Sungguh ironis jika anugerah yang diberikan Tuhan atas negeri sendiri justru dieksploitasi dan banyak dinikmati oleh pihak luar. Akhirnya rakyat terjajah secara ekonomi di negeri sendiri. Saatnya bela negara diarahkan untuk ekonomi yang berdaulat.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM. (Anggota DPRD Provinsi Riau)
Editor : Ali Azumar
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Jum'at, 01 Januari 2021 22:05 WIB
Pasang Surut Hubungan Indonesia-Malaysia
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Selasa, 10 November 2020 08:01 WIB
Melestarikan Warisan Pahlawan
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Jum'at, 13 November 2020 13:35 WIB
Fenomena PETI Kuansing: Masalah dan Solusi
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Senin, 26 Oktober 2020 22:31 WIB
Komoditi Kelapa Sawit Sebagai Sumber PAD Riau
Sabtu, 16 Januari 2021 13:27 WIB
Reses Yang Dianak-tirikan
Rabu, 28 Oktober 2020 11:23 WIB
Maulid Nabi, Pemuda dan Spirit Perubahan
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Sabtu, 17 Oktober 2020 08:54 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Sabtu, 05 Desember 2020 08:03 WIB
Menanti Prioritas Pembangunan APBD Riau 2021
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 20 Januari 2021
Tekan Penyebaran Covid-19, Polsek Pangkalan Kerinci Lakukan Operasi Yustisi Dialogis
Rabu, 20 Januari 2021
Polsek Kuala Kampar Tinjau Hotspot yang Terdeteksi di Dashboard Lancang Kuning
Rabu, 20 Januari 2021
Tekan Angka Kriminal, Polsek Kerumutan Gencar Gelar Patroli
Rabu, 20 Januari 2021
Polsek Langgam Rutin Gelar Patroli C3 dan Sosialisasi Prokes

Serantau lainnya ...
Selasa, 19 Januari 2021
Glowing Treatment Kini Hadir di Isabell's Beauty Treatment
Sabtu, 09 Januari 2021
Pilih Salah Satu Hewan untuk Prediksi Masa Depanmu
Rabu, 06 Januari 2021
Puteri Ekowisata Indonesia Perwakilan Riau Endang Sri Rezki Percayakan Perawatan Kulit ke Klinik Isabells Beauty Treatment
Rabu, 06 Januari 2021
Tak Perlu Susah Payah, Ini Untungnya Pakai Aplikasi Pinjam Uang Online

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Kaget dengan Harga Samsung Galaxy S21 Ultra
Rabu, 30 Desember 2020
Intip Spesifikasi Realme C11, Smartphone Rp1,5 Jutaan dengan Beragam Fitur Menarik
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru
Selasa, 08 Desember 2020
Miss Interglobal Indonesia 2020 Kunjungi Isabell's Beauty Treatment
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 20 Januari 2021
Usia 20 Tahun, PCR Komit Beri Kontribusi Besar bagi Kemajuan Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Ini Dia Pemenang Lomba Film Dokumenter dan Fotografi Sempena Milad FIB Unilak
Selasa, 22 Desember 2020
Politeknik Caltex Riau Jalin Kerjasama dengan Universitas Baiturrahmah
Senin, 14 Desember 2020
Di Tangan Dosen Unilak, Urine Ternak Diubah Menjadi Pupuk Cair

Kampus lainnya ...

Telkomsel 7 Desember 2020
Terpopuler
RAPP APRIL NATAL 2020
Foto
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
Sempat Menimba Ilmu 3 Tahun di Pesantren, Vicky Prasetyo Ingin Jadi Penceramah
Senin, 11 Januari 2021
Setelah Sebulan Jalani Karantina, Akhirnya Nirina Zubir Negatif Covid-19
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
Membuka Pintu Rezeki di Waktu Pagi
Sabtu, 09 Januari 2021
Bersyahadat di Masjid Ar Rahman Pekanbaru, Sampang Ganti Nama Jadi Abdul Aziz
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www