Selasa, 26 Januari 2021

Breaking News

  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker   ●   
  • Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana Alam   ●   
  • Sekolah di Pekanbaru Dilarang Ambil Kebijakan Sendiri Soal Pembelajaran Tatap Muka   ●   
  • Dispora dan Disdik Riau Bakal Bentuk Sekolah Kejuruan Olahraga   ●   
  • DPR Minta Erick Thohir Pecat Direksi Perusahaan Pupuk Plat Merah   ●   
  • Walhi Nilai Provinsi Riau Rentan Bencana Ekologis   ●   
  • RSUD Arifin Achmad Siapkan Tempat Vaksin untuk Nakes   ●   
  • ASN Setdaprov Belum Gajian karena KPA Tersandung Kasus
Yamaha 14 Januari 2021

CAKAP RAKYAT:
Melawan Kutukan SDA
Senin, 28 Desember 2020 21:47 WIB
Melawan Kutukan SDA

DI UJUNG tahun 2020 ini, sebuah opini yang ditulis oleh Ubedilah Badrun, analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di sebuah link berita online, viral di medsos. Judulnya provokatif, “Kejahatan Besar Sedang Terjadi di Indonesia”. Badrun antara lain menulis adanya ”Kejahatan Sumber Daya Alam”. Opini di media massa itu sifatnya subyektif. Pandangan pribadi penulisnya. Tergantung sudut pandang penulisnya dalam melihat sebuah permasalahan.

Namun demikian, sebuah opini apalagi ditulis oleh kalangan akademisi tetap saja harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan analisisnya harus argumentatif. Argumentasi penulis menjadi poin penting dalam sebuah tulisan opini. Sebab opini sebagaimana disebut oleh Sri Hartati Samhadi, Redaktur Senior Opini Kompas, diartikan sebagai wadah intellectual exercise yakni tempat aktualisasi diri, sharing, serta tempat menyumbangkan saran, pemikiran dan pengalaman. Selain itu, opini juga menjadi wadah menyampaikan kritik yang membangun terhadap pengambilan kebijakan. (www.its.ac.id 8/12/2017)

Fenomena Kutukan

Ada Kejahatan sumber daya alam? Iyekah? Moh kita cermati. Tentu dari sudut pandang beda pula. Dialektika. Sebab dalam eksplorasi dan eksploitasi SDA ini, para pakar biasanya menggunakan terminologi “kutukan sumber daya alam”, bukan “kejahatan sumber daya alam”.

SDA yang berlimpah merupakan anugerah. Namun, inilah sebuah fenomena ironis. Ada teori kutukan sumber daya alam (resource curse theory) yang diperkenalkan oleh ekonom Jeffrey Sachs dan Andrew Warner seperti ditulis Michael L. Ross dalam bukunya The Oil Curse atau “Kutukan Minyak” (Rhenald Kasali, 2015). Fenomena kutukan SDA ini menyebut, negara-negara yang kaya SDA justru mengalami tingkat kemiskinan tinggi, pertumbuhan ekonomi lambat, korupsi, dan konflik-konflik kekerasan sesama warga.

Namun seperti ditulis Ross, bagaimana dengan Norwegia dan Kanada yang sama-sama memiliki SDA berlimpah? Kedua negara itu nyatanya tetap bisa menikmati pertumbuhan ekonomi yang baik, angka kemiskinan yang rendah dan demokrasi yang baik. Kenapa bisa? Dijawab sendiri oleh Ross, karena birokrasinya bersih, dan tatakelola pemerintahannya berjalan dengan baik.

Dalam kasus Riau? Provinsi ini dikenal sebagai daerah kaya, memiliki SDA berlimpah. Perut buminya kaya bahan tambang. Permukaan buminya subur alang kepalang. Produksi migasnya memberikan kontribusi besar (35% migas nasional dipasok dari Riau). Riau juga memiliki wilayah hutan produksi (Hutan Tanaman Industri) dan perkebunan sawit terluas di Indonesia (40 persen ekspor Crude Palm Oil – minyak sawit mentah nasional berasal dari Riau). Perkebunan kelapa terluas di Indonesia.

Tapi Riau bukan Norwegia atau Kanada. Di sini ada ironi. Tingkat kemiskinan masih tinggi (sekitar 7 persen), terdapat kesenjangan pendapatan masyarakat yang sangat mencolok, angka pengangguran yang tinggi, masih tertinggalnya pembangunan infrastruktur, kebun-kebun illegal yang sangat luas merambah kawasan hutan, kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan yang semakin meluas. Pesisir pantai dan pulau-pulau terluar di sepanjang Selat Melaka didera pula oleh abrasi yang semakin parah. Narkoba masih merajalela. Kasus positif Covid-19 sering tertinggi di luar Pulau Jawa. Riau seperti digempur masalah dari berbagai front.

Dan persoalan minyak di perut bumi? Agaknya persis seperti ditulis Michael L. Ross itu, di atas permukaan ladang minyak, produksi minyak memang menyejahterakan suatu bangsa, tetapi secara politis di bawahnya ada banyak masalah. Buktinya di Riau, sampai hari ini kita masih terus bertengkar berebut kesempatan dan perhatian. Pasca reformasi, masyarakat Riau tak pernah jeda menggugat pusat tentang keberpihakan terhadap daerah, transparansi lifting minyak, DBH migas, kemitraan dengan entitas bisnis lokal, peluang kerja, dan sebagainya.

Collaborative Governance

Di sinilah letak masalahnya. Dengan sistem demokrasi yang belum optimal, birokrasi yang belum tertata baik, budaya korupsi, pergulatan tak henti berebut kekayaan SDA di bawah perut dan di permukaan perut bumi, menyebabkan semua menjadi banal. Kontestasi pilkada tak terlepas dari perebutan konsesi SDA tersebut. Terasa ada kesengsaraan sosial multidimensi. Ini lebih tepat disebut kutukan, bukan kejahatan. Semua kepentingan berbancuh dalam sebuah emulsi tak teruraikan. Kita mestinya tak azab dirubung semut bila tak dilamun gula.

Lihatlah, ketika otonomi daerah mulai berbuah, tinggal menunggu saat-saat panen, lahirlah UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Salah satu pasal perubahan dalam UU Minerba tersebut adalah soal kewenangan izin. Pemerintah dan DPR menyepakati bahwa penguasaan minerba diselenggarakan oleh pemerintah pusat melalui fungsi kebijakan, pengaturan, pengurusan, pengelolaan, dan pengawasan. Artinya, semua perizinan penambangan minerba kembali jadi kewenangan pusat. Perizinan yang mungkin didelegasikan ke daerah hanya menyisakan izin batuan berskala kecil dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Ini kutukan.

Namun sesungguhnyalah, kewenangan pusat atau daerah tak masalah. Kuncinya adalah pada terbentuknya birokrasi yang bersih (clean government) dan tatakelola pemerintahan yang baik (good governance). Ini merupakan conditio sine qua non. Tidak boleh tidak harus terwujud untuk melawan kutukan SDA itu. Bahkan itu saja tidak cukup. Pendekatan collaborative governance (tatakelola yang berkolaborasi) dengan mengajak berbagai stakeholder menurut teori Anshel dan Gash (2008) merupakan solusi atas kegagalan-kegagalan yang dialami pemerintah dalam pelaksanaan program akibat politisasi yang berlebihan.

Konsep dasar integrasi dan sinergi dalam collaborative governance itu adalah ketika para stakeholder secara bersama-sama melakukan kerjasama bahu-membahu dalam penyelenggaraan pemerintahan. Semangatnya, di sini senang di sana senang. Begitu saja koq repot.***

Penulis : DR. drh. H. Chaidir. MM
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Jum'at, 01 Januari 2021 22:05 WIB
Pasang Surut Hubungan Indonesia-Malaysia
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Selasa, 24 November 2020 12:02 WIB
UMKM Dan Koperasi Kunci Pemulihan Ekonomi
Selasa, 10 November 2020 08:01 WIB
Melestarikan Warisan Pahlawan
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Jum'at, 13 November 2020 13:35 WIB
Fenomena PETI Kuansing: Masalah dan Solusi
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Senin, 26 Oktober 2020 22:31 WIB
Komoditi Kelapa Sawit Sebagai Sumber PAD Riau
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Sabtu, 16 Januari 2021 13:27 WIB
Reses Yang Dianak-tirikan
Rabu, 28 Oktober 2020 11:23 WIB
Maulid Nabi, Pemuda dan Spirit Perubahan
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Sabtu, 17 Oktober 2020 08:54 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 25 Januari 2021
Diperjuangkan Abdul Wahid, Jalan Bagan Jaya - Kuala Enok akan Dibangun Tahun Ini
Senin, 25 Januari 2021
Jaga Keamanan Warga, Polsek Kuala Kampar Gencar Gelar Patroli
Senin, 25 Januari 2021
Polsek Teluk Meranti Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional
Senin, 25 Januari 2021
Polsek Pangkalan Lesung Hadiri Kegiatan Pengukuhan Pengurus Hipmapales

Serantau lainnya ...
Minggu, 24 Januari 2021
Jangan Asal-asalan Memakai Produk Kecantikan, Biar Aman Datang ke Klinik Isabell's Beauty Treatment
Selasa, 19 Januari 2021
Glowing Treatment Kini Hadir di Isabell's Beauty Treatment
Sabtu, 09 Januari 2021
Pilih Salah Satu Hewan untuk Prediksi Masa Depanmu
Rabu, 06 Januari 2021
Puteri Ekowisata Indonesia Perwakilan Riau Endang Sri Rezki Percayakan Perawatan Kulit ke Klinik Isabells Beauty Treatment

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Kaget dengan Harga Samsung Galaxy S21 Ultra
Rabu, 30 Desember 2020
Intip Spesifikasi Realme C11, Smartphone Rp1,5 Jutaan dengan Beragam Fitur Menarik
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru
Selasa, 08 Desember 2020
Miss Interglobal Indonesia 2020 Kunjungi Isabell's Beauty Treatment
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Minggu, 24 Januari 2021
UI Goes To Riau 2021 Roadshow ke SMAN 8 Pekanbaru
Rabu, 20 Januari 2021
Usia 20 Tahun, PCR Komit Beri Kontribusi Besar bagi Kemajuan Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Ini Dia Pemenang Lomba Film Dokumenter dan Fotografi Sempena Milad FIB Unilak
Selasa, 22 Desember 2020
Politeknik Caltex Riau Jalin Kerjasama dengan Universitas Baiturrahmah

Kampus lainnya ...

Pesonna Hotel Januari 2021
Terpopuler

02

Kamis, 21 Januari 2021 12:29 WIB
Ramai-ramai Tinggalkan WhatsApp, Beralih ke BiP
RAPP APRIL NATAL 2020
Foto
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
Sempat Menimba Ilmu 3 Tahun di Pesantren, Vicky Prasetyo Ingin Jadi Penceramah
Senin, 11 Januari 2021
Setelah Sebulan Jalani Karantina, Akhirnya Nirina Zubir Negatif Covid-19
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
Membuka Pintu Rezeki di Waktu Pagi
Sabtu, 09 Januari 2021
Bersyahadat di Masjid Ar Rahman Pekanbaru, Sampang Ganti Nama Jadi Abdul Aziz
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www