Senin, 13 Juli 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 8 Juli 2020

Jepang Terpikat Ide Berantas Radikalisme ala JK
Selasa, 06 Juni 2017 05:08 WIB
Jepang Terpikat Ide Berantas Radikalisme ala JK
Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan President dan CEO Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Makoto Takashima di Tokyo, Jepang, Senin (5/6/2017).
(CAKAPLAH) - Tepuk tangan memenuhi ballroom Hotel Imperialisme Tokyo, Jepang, Senin (5/6/2017) petang, sesaat setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan terakhir Redaktur Pelaksana Grup Nikkei Seita Sakamoto.


Ia adalah moderator acara "Konferensi Internasional ke-23: Masa Depan Asia" dengan tema "Globalisme di Persimpangan: Langkah Asia selanjutnya".

Tanggapan dan antusiasme sekitar seratus peserta konferensi internasional di Hotel Imperial Tokyo, Senin itu, menurut Masaomi Tanaka, warga negara Jepang penerjemah bagi Wapres JK, termasuk di luar kebiasaan orang Jepang yang akan menunggu arahan moderator dalam memberikan aplaus kepada pembicara. Hal itu seperti yang terjadi sebelumnya usai pidato Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Puc dan Mantan Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong.

Dalam buku "Mengenal Jepang" karya Yusuke Shindo, masyarakat Jepang mengenal konsep "wa" yang menginginkan kehidupan yang damai dan harmonis yang didukung homogenitas dan konformitas masing-masing individu terhadap kelompoknya, sehingga aksi terorisme sangat dikecam.

Ditambah lagi, masyarakat Jepang secara relatif tidak mengetahui Islam dengan baik, sehingga begitu mudah pelaku teror akhir-akhir ini yang sebagian besar adalah muslim, diasosiasikan mewakili ajaran Islam secara keseluruhan.

Oleh karena itu, penjelasan dan ide yang ditawarkan Wapres untuk menanggulangi terorisme dengan cara damai disambut antusias oleh sekitar seratus hadirin Forum Nikkei yang sebagian besar adalah orang Jepang.

Aksi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme menjadi salah satu topik yang banyak diangkat dalam Forum Nikkei, mengingat teror mengancam stabilitas keamanan dan politik suatu negara maupun kawasan yang pada akhirnya menjadi sentimen negatif bagi para investor untuk menanamkan modal dan usaha dalam menjalankan bisnis.

Wapres menyampaikan belasungkawa atas peristiwa teror yang keji tersebut dan juga menggarisbawahi bahwa radikalisme dan ekstremisme Wapres tidak mengada begitu saja, tetapi merupakan akumulasi dari rasa sakit hati, putus asa, dan kemarahan anak-anak dari negara yang gagal, seperti Afghanistan dengan Taliban dan Suriah dengan ISIS.

"Setiap kali ada aksi teror, selalu pertanyaan kapan dan di mana, tidak pernah orang menjawab pertanyaan kenapa, padahal selalu terjadi di negara gagal dan efek dari tindakan semena-mena negara besar kepada negara-negara itu, timbullah kemarahan, hilang harapan, nah timbullah radikal," kata dia.

Menurut JK, pertanyaan kapan dan di mana kadang melupakan alasan yang mendasari pelaku aksi yang rata-rata pelakunya masih berusia muda itu melakukan pengeboman yang menewaskan dan melukai banyak orang.

Wapres mengatakan saat aksi terjadi, publik dan media mengatakan alasan mereka melakukannya karena agama, keinginan jihad dan masuk surga. Namun tidak ada yang bertanya kenapa anak-anak muda itu sangat yakin akan masuk surga padahal dalam ajaran Islam, orang yang membunuh dan menyakiti orang lain bukan hanya menyakiti kemanusiaan, tapi juga mendapat hukuman neraka.

"Percaya bahwa dia akan mati karena jihad dan akan masuk surga adalah tanda bahwa dia sudah putus asa, kehilangan harapan pada kehidupan," kata dia.

Karena itu, Wapres mengajak para pemimpin dan masyarakat dunia untuk menghentikan perlakuan semena-mena terhadap negara lain, dan membuka pintunya bagi para pengungsi yang sudah terlanjur lari dari rumahnya untuk mencari keselamatan dan kedamaian.

JK mengatakan tidak ada orang yang ingin meninggalkan negaranya kalau bukan karena terpaksa akibat perang dan konflik yang berkepanjangan. Sama halnya para pengungsi dari Timur Tengah, terutama Suriah, yang lari ke negara-negara Barat.

"Kita harus membuka hati kita untuk mereka dan bekerja sama bagaimana mengembalikan harapan, bagaimana mengurangi kemarahan anak-anak muda ini, agar anak-anak ini terputus dari radikalisme dan ekstremisme," kata dia.

Dari sinilah, lanjut JK, terorisme berawal. Dan, kalau induknya tidak berhenti, semuanya juga akan terus beranak-pinak.

Akibat maraknya aksi terorisme akhir-akhir ini, Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas beragama Islam juga terkena dampaknya. Antara lain aksi ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, akhir Mei lalu, dan yang lebih parah adalah cap bahwa Indonesia masih jadi "sarang teroris".

"Padahal kita adalah korban, Indonesia bukan negara gagal. Pemerintah tidak akan membiarkan paham-paham radikal dan ekstrem menyebar luas di Indonesia," kata dia.

Meskipun demikian, Wapres tidak memungkiri adanya perkembangan pikiran-pikiran radikal dan ekstrem di kalangan masyarakat, antara lain yang menyerukan khilafah dan mengaku berasosiasi dengan ISIS.

"Tapi jumlahnya tidak sebesar yang dibayangkan, karena 'majority' dari orang Indonesia tidak setuju dengan itu," jelas dia.

Terkait dengan upaya penanggulangan terorisme, Jusuf Kalla juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Shinzo Abe di sela-sela Forum Nikkei, yang salah satunya membahas komitmen Jepang untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia.

Komitmen Jepang tersebut, antara lain ditunjukkan melalui penandatangan Nota Pertukaran mengenai Sistem Deteksi Wajah dan Gerakan kepada Pemerintah Indonesia pada akhir Mei 2017.

Menurut Wapres, komitmen kerja sama antarnegara dalam menanggulangi terorisme, melakukan tindakan preventif, dan upaya deradikalisasi perlu ditingkatkan karena pada akhirnya perdamaian harus dipupuk secara terus-menerus.
Editor : Ali
Sumber : Suara.com
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Minggu, 12 Juli 2020 06:18 WIB
Manchester City Cukur Brighton 5-0
Minggu, 21 Juni 2020 16:04 WIB
TABG Gelar Rakor Perdana di PUPR Bengkalis
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 13 Juli 2020
Gara-gara PDAM, Ketua Komisi III Pelalawan Tak Berani Main Medsos
Senin, 13 Juli 2020
GPC Silaturahmi ke Koramil 16/Tapung
Senin, 13 Juli 2020
Babinsa Motivasi Warga Galakkan Gerakan Menanam di Lahan Kosong
Minggu, 12 Juli 2020
Koorlap Satgas TMMD Ke-108: Pekerjaan Fisik Terobos Jalan Capai 49%

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT
Selasa, 14 April 2020
Bantu Penanganan Covid-19, Pertamina dan Hiswana Migas Serahkan APD ke Pemprov Riau
Kamis, 27 Februari 2020
PGN Rutin Lakukan Pemeliharaan Transmisi dan Jalur Distribusi

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 07 Juli 2020
Tandatangani MoA dengan UIR, Bupati Kampar Berharap Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Selasa, 07 Juli 2020
Tim Relawan Covid-19 Unri Kecamatan Tualang Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan
Jumat, 03 Juli 2020
Prodi Ilmu Komunikasi Univrab Gelar Penyuluhan Covid-19 di Pekanbaru
Senin, 29 Juni 2020
Tim PKM Dosen Fekon Unilak Bantu Manajemen Bank Sampah di Rumpes

Kampus lainnya ...

PCR Juni 2020
Terpopuler
Polres Rohul 27 Juni 2020
Foto
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Unilak Juli 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
AMPI Riau
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
APRIL HUT KAMPAR
Indeks Berita
Imlek 2019 RAPP
www www