Kamis, 28 Januari 2021

Breaking News

  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker   ●   
  • Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana Alam   ●   
  • Sekolah di Pekanbaru Dilarang Ambil Kebijakan Sendiri Soal Pembelajaran Tatap Muka   ●   
  • Dispora dan Disdik Riau Bakal Bentuk Sekolah Kejuruan Olahraga   ●   
  • DPR Minta Erick Thohir Pecat Direksi Perusahaan Pupuk Plat Merah   ●   
  • Walhi Nilai Provinsi Riau Rentan Bencana Ekologis   ●   
  • RSUD Arifin Achmad Siapkan Tempat Vaksin untuk Nakes   ●   
  • ASN Setdaprov Belum Gajian karena KPA Tersandung Kasus
Yamaha 14 Januari 2021

Siap-siap Harga Tahu Tempe Bakal Naik Mulai Senin
Sabtu, 02 Januari 2021 22:02 WIB
Siap-siap Harga Tahu Tempe Bakal Naik Mulai Senin
Ilustrasi tempe. (Sakurai Midori/Wikipedia)

Jakarta (CAKAPLAH) - Kementerian Perdagangan menyatakan kemungkinan harga tahu dan tempe akan naik di pasar dalam negeri pada pekan depan. Hal ini merupakan imbas dari kenaikan harga kedelai yang merupakan bahan baku tahu dan tempe.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan kenaikan terjadi karena harga kedelai impor meningkat dari kisaran Rp9.000 menjadi Rp9.300 sampai Rp9.600 per kilogram pada saat ini.

"Ada kemungkinan penyesuaian harga karena pembelian kedelai oleh perajin tahu tempe ke importir sudah ada kenaikan, kasihan juga kalau mereka tidak naikkan, nanti merugi," kata Suhanto, Sabtu (2/1/2021).

Kendati begitu, ia belum bisa memperkirakan berapa besar kemungkinan kenaikan harga tahu dan tempe nanti. Namun, ia memberi gambaran bahwa kenaikan harga kedelai impor saat ini sekitar 3,3 persen dari harga normal.

Sementara bahan baku kedelai merupakan komponen yang menyumbang sekitar 70 persen dari biaya produksi tahu dan tempe. Sisanya, merupakan biaya produksi lain, seperti tenaga kerja hingga pengemasan.

"Apakah nanti kenaikannya akan linier juga 3,3 persen atau tidak, atau bahkan 5 persen, itu saya belum tahu. Tapi saya sudah pesan ke mereka (perajin tahu tempe) agar jangan terlalu tinggi kenaikannya, yang penting tetap ada untung, tapi jangan membebani masyarakat juga," tuturnya.

Lebih lanjut, Suhanto mengatakan kemungkinan kenaikan harga tahu dan tempe ini merupakan hasil laporan dari para perajin tahu dan tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Gakoptindo).

Ini juga merupakan jalan keluar sementara dari aksi mogok produksi yang dilakukan para perajin tahu dan tempe.

"Kemarin kan mereka berencana berhenti produksi, tapi kemudian sudah kami koordinasikan, sehingga mereka sudah mulai ambil lagi, beli kedelai (impor) dan mereka akan produksi lagi dalam 3-4 hari ini, jadi insya Allah stok tahu tempe per 4 Januari, Senin besok, sudah normal lagi, meski mungkin ada kenaikan," ujarnya.

Bersamaan dengan kemungkinan kenaikan harga tahu dan tempe di pasar, Suhanto meminta masyarakat agar bisa memaklumi kemungkinan tersebut.

Kemendag sendiri akan menggelar sosialisasi mengenai kemungkinan ini.

"Harap masyarakat bisa memaklumi, karena kami tidak mungkin menggantikan kebutuhan kedelai yang memang minim di dalam negeri," tuturnya.

Di sisi lain, Suhanto menuturkan kementeriannya terus bekerja sama dengan Kementerian Pertanian serta Kementerian Koperasi dan UKM untuk mencari jalan keluar dari masalah tingginya harga kedelai di pasar internasional.

Saat ini, katanya, Kemenkop sudah berkomunikasi dengan para perajin agar tetap mau melanjutkan produksi.

Sementara dari Kementerian Pertanian akan berusaha meningkatkan produktivitas produksi kedelai di dalam negeri. Sebab, saat ini, produksi di dalam negeri hanya berkontribusi sekitar 30 persen dari total kebutuhan.

Sisanya, ditutup dari impor. "Dari Kementan mereka lagi kejar agar produktivitas dan kualitas meningkat. Kami juga terus koordinasi di lapangan," ucapnya.

Menurut Suhanto, kenaikan harga kedelai impor saat ini terjadi karena permintaan dari China meningkat dua kali lipat, yakni dari sekitar 15 juta ton menjadi 30 juta ton pada Desember 2020. Hal ini membuat harga kedelai di pasar internasional meningkat dari US$11,92 menjadi US$12,95 per busel.

"China membeli sampai dua kali lipat. Ini membuat harga naik sekitar 9 persen," kata dia.

Editor : Jef Syahrul
Sumber : cnnindonesia.com
Kategori : Nasional, Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Minggu, 17 Januari 2021 15:21 WIB
Partai Golkar Dukung Penguatan Kelembagaan BPIP
Sabtu, 12 Desember 2020 14:48 WIB
Irmi Syakip Tampung Aspirasi Saat Reses
Rabu, 27 Januari 2021 05:54 WIB
Manchester City Bantai West Brom 5-0
Senin, 11 Januari 2021 05:57 WIB
Tottenham Cukur Marine 5-0
Selasa, 15 Desember 2020 21:18 WIB
AMSI Berkepentingan Menjaga Kualitas Jurnalistik
Jum'at, 11 September 2020 14:49 WIB
Bupati Salurkan Beasiswa Pendidikan BRI Cabang Siak
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 27 Januari 2021
Program Proklim RAPP Kurangi Emisi Rumah Kaca dan Perubahan Iklim
Rabu, 27 Januari 2021
Tabligh Akbar di Dusun Teratak Desa Sipungguk Hadirkan Ustad Komua dan Ketua DPRD Kampar
Rabu, 27 Januari 2021
Patroli C3, Polsek Pangkalan Kerinci Imbau Warga Waspada Terhadap Kriminal
Rabu, 27 Januari 2021
Polsek Kerumutan Pelalawan Patroli di Daerah Rawan Tindak Kejahatan

Serantau lainnya ...
Minggu, 24 Januari 2021
Jangan Asal-asalan Memakai Produk Kecantikan, Biar Aman Datang ke Klinik Isabell's Beauty Treatment
Selasa, 19 Januari 2021
Glowing Treatment Kini Hadir di Isabell's Beauty Treatment
Sabtu, 09 Januari 2021
Pilih Salah Satu Hewan untuk Prediksi Masa Depanmu
Rabu, 06 Januari 2021
Puteri Ekowisata Indonesia Perwakilan Riau Endang Sri Rezki Percayakan Perawatan Kulit ke Klinik Isabells Beauty Treatment

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Kaget dengan Harga Samsung Galaxy S21 Ultra
Rabu, 30 Desember 2020
Intip Spesifikasi Realme C11, Smartphone Rp1,5 Jutaan dengan Beragam Fitur Menarik
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru
Selasa, 08 Desember 2020
Miss Interglobal Indonesia 2020 Kunjungi Isabell's Beauty Treatment
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 27 Januari 2021
Mahasiswa Unilak Gelar Kongres, Ini Presma dan Wapresma Terpilih
Minggu, 24 Januari 2021
UI Goes To Riau 2021 Roadshow ke SMAN 8 Pekanbaru
Rabu, 20 Januari 2021
Usia 20 Tahun, PCR Komit Beri Kontribusi Besar bagi Kemajuan Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Ini Dia Pemenang Lomba Film Dokumenter dan Fotografi Sempena Milad FIB Unilak

Kampus lainnya ...

Pesonna Hotel Januari 2021
Terpopuler

02

Kamis, 21 Januari 2021 12:29 WIB
Ramai-ramai Tinggalkan WhatsApp, Beralih ke BiP
RAPP APRIL NATAL 2020
Foto
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
Sempat Menimba Ilmu 3 Tahun di Pesantren, Vicky Prasetyo Ingin Jadi Penceramah
Senin, 11 Januari 2021
Setelah Sebulan Jalani Karantina, Akhirnya Nirina Zubir Negatif Covid-19
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
Membuka Pintu Rezeki di Waktu Pagi
Sabtu, 09 Januari 2021
Bersyahadat di Masjid Ar Rahman Pekanbaru, Sampang Ganti Nama Jadi Abdul Aziz
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www