Kamis, 04 Maret 2021

Breaking News

  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker   ●   
  • Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana Alam   ●   
  • Sekolah di Pekanbaru Dilarang Ambil Kebijakan Sendiri Soal Pembelajaran Tatap Muka   ●   
  • Dispora dan Disdik Riau Bakal Bentuk Sekolah Kejuruan Olahraga   ●   
  • DPR Minta Erick Thohir Pecat Direksi Perusahaan Pupuk Plat Merah   ●   
  • Walhi Nilai Provinsi Riau Rentan Bencana Ekologis   ●   
  • RSUD Arifin Achmad Siapkan Tempat Vaksin untuk Nakes   ●   
  • ASN Setdaprov Belum Gajian karena KPA Tersandung Kasus
Yamaha 22 Februari 2021
EMP
Polling
2 Tahun Kepemimpinan Catur Sugeng Susanto Sebagai Bupati Kampar, Bagaimana Kinerjanya Menurut Anda?


CAKAP RAKYAT
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

KITA memasuki awal tahun 2021 dalam suasana duka. Berbagai musibah dan bencana terjadi secara beruntun sejak permulaan Januari 2021. Menurut BNPB ada 136 bencana alam. Alarm kewaspadaan perlu ditingkatkan melihat bencana dipengaruhi cuaca (hidrometeorologi) berupa banjir sebanyak 95 kejadian dan tanah longsor 25 kejadian. Paling menyita perhatian banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tergolong besar melanda hampir seluruh kabupaten/kota. Korban jiwa lebih 20 orang meninggal dan lebih 60 ribu orang mengungsi. Melalui tulisan ini sekaligus mengajak kita berkirim do’a dan dukungan baik moril dan materil kepada saudara ditimpa bencana.

Mengacu kepada data dapat disimpulkan bencana makin meluas. Banjir memang bukan pertama kali. Tapi mengkhawatirkan melihat tren dan intensitas belakangan. Apa yang terjadi di Kalsel selayaknya ditanggapi serius pemerintah pusat dan daerah. Mengkaji kembali cara dan pendekatan pengelolaan lingkungan. Apa yang terjadi di Kalsel punya titik temu dengan daerah lain. Sangat disayangkan pernyataan Pemerintah yang diwakili Presiden Jokowi perihal pemicu banjir agak dangkal. Hanya mempersoalkan faktor tingginya curah hujan. Di satu sisi terkesan mengaburkan ekses lain dan di sisi lain hujan yang mesti disyukuri sebagai rahmat Tuhan justru dianggap pemicu bencana.

Padahal ada isu lain yang ditenggarai penyebab utama seperti eksploitasi lahan, penggundulan hutan atau deforestasi yang terjadi secara terus menerus dan lain-lain. Fenomena terjadi hampir diseluruh daratan Indonesia, termasuk Riau. Dengan kondisi hutan alam di Riau tersisa seluas 1.442.669 hektare dari 6.727.546 hektare pada 1982, jelas sebuah ancaman. Kondisi hutan dan lahan gambut di Riau terus mengalami kerusakan. Baik itu disebabkan alih fungsi, subsidensi, abrasi dan intrusi air laut serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sampai-sampai Kepala Daerah Riau pun terjerat hukum.

“Dosa”

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum: 41)

Petikan ayat Al Qur’an di atas patut kita ambil sebagai pelajaran. Bahwa bencana sesungguhnya berawal dari perbuatan manusia. Maka tepat dipakai kata “dosa”. Bukan semata perbuatan maksiat/penyimpangan, tapi juga kesalahan berinteraksi dengan alam. Ketika salah kelola, efeknya kembali dalam bentuk musibah. Mirisnya bukan saja pelaku “dosa”, semua terkena imbas. Relevan dengan ini, dalam tema lingkungan dikenal istilah ekosida yang berarti bunuh diri secara ekologis. Bahwa kelalaian menjaga alam merupakan jalan menuju ke kehancuran. Bicara kerugian tak terbilang. Disamping paling utama korban jiwa juga kerugian ekonomi. Contoh banjir Kalsel, menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kerugian diperkirakan sekitar Rp 1,349 triliun. Perkiraan tersebut meliputi berbagai sektor mulai pendidikan hingga ekonomi masyarakat. Kerugian sama pernah dialami Riau saat banjir melanda 6 wilayah di Riau di November 2019 di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Rokan Hilir. Berangkat dari kerugian yang begitu besar sudah sepantasnya upaya meminimkan kerusakan lingkungan lebih diprioritaskan.

Upaya dan tindakan pencegahan bisa berbagai bentuk. Paling utama mengalokasikan anggaran tepat guna untuk mencegah kerusakan alam dan lingkungan. Ironisnya alokasi belanja aspek pencegahan di Pemda termasuk Pemprov Riau kalah dibanding alokasi tindakan ketika telah terjadi kerusakan (penanganan bencana). Menghitung biaya memperbaiki lingkungan kadung rusak tentu sangat tidak ekonomis. Bukankah pepatah berkata: lebih baik mencegah daripada mengobati. Mengobati penyakit bisa keluar banyak duit plus derita yang bikin frustasi. Lebih baik mencegah penyakit sedari awal melalui tindakan kesehatan lebih murah dan sederhana. Ketika sakit sudahlah biaya pengobatan membengkak plus kehilangan waktu produktif “cari duit”.

Komitmen

Pemprov Riau sebenarnya punya agenda bagus. Di APBD Riau 2020 Gubernur Riau Syamsuar telah menginisiasi program “Riau Hijau”. Sebagai respon atas persoalan lingkungan hidup terutama kerusakan hutan. Program serupa pernah ditempuh saudara Gubernur ketika menjadi Bupati Siak dengan menerbitkan Peraturan Bupati tentang Siak Kabupaten Hijau. Kebijakan "Riau Hijau" terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah dan visi dan misi Gubenur dan Wakil Gubernur Riau periode 2019-2024, sebagai implementasi janji Pilgubri 2018 lalu. Dengan misi “mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan”. Kemudian dijabarkan ke dalam indikator pembangunan kinerja lingkungan hidup diantaranya melalui indeks kualitas lingkungan hidup dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Reaksi Pemprov Riau pun cukup baik dengan membentuk tim terpadu penertiban penggunaan kawasan lahan secara illegal yang diketuai langsung saudara Wakil Gubenur. Namun setakad ini gebrakan tak banyak diketahui publik. Apa yang sudah dilakukan dan bagaimana progres serta apa faktor penghambat. Bukan saja masyarakat, bagi lembaga legislatif pun misteri. Mengingat kerusakan lingkungan di Riau di zona bahaya, bermain tataran ide saja tentu bukan momennya. Parameter program mesti disertai rencana aksi yang jelas. Supaya ada kepastian dan optimalisasi kinerja perangkat Pemprov. Apalagi dampak kerusakan lingkungan terus mengintai. Perlu konsolidasi dengan menggalang setiap unsur terutama masyarakat. Seperti ide Gubernur mengajak masyarakat cinta lingkungan dan memanfaatkan lahan gambut secara tepat guna meminimalisir Karhutla. Disamping revitalisasi secara bertahap kawasan hutan, pendekatan konsep pelestarian berbasis wanatani juga bisa membantu pemanfaatan lahan kritis dan lahan gambut dengan tanaman ramah lingkungan yang bernilai ekonomi. Sehingga sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di lapangan bisa bersinergi dengan kegiatan semisal Kebun Bibit Desa (KBD) melalui pelibatan masyarakat. Dengan begitu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap jenis tanaman kayu serbaguna untuk ditanam di lahan kritis, kosong, terlantar, atau lahan non produktif.

Disamping itu, penegakan hukum juga diperlukan agar bisa menjerat dan menghukum pelaku “dosa” seberat-beratnya. Karena tindakan mereka secara tidak langsung turut menyebabkan korban jiwa akibat bencana berikut kerugian ekonomi bagi negara. Provinsi Riau sudah cukup “asam garam” dalam hal ini. Pansus Monitoring Evaluasi Perizinan yang pernah dibentuk DPRD Provinsi Riau tahun 2015 menemukan 1,8 juta hektar sawit illegal terbagi dalam 378 perusahaan. Selain merugikan Pemda dari segi pendapatan, aktivitas illegal tadi juga membuka peluang terjadinya perusakan terhadap lahan dan hutan termasuk Karhutla yang asapnya mengancam kesehatan dan menggangu aktivitas masyarakat serta terjadinya bencana lain seperti banjir.

Upaya di atas beberapa dari sekian banyak cara bisa ditempuh untuk mencegah kerusakan lingkungan. Tentu butuh pendekatan terintegrasi dan komitmen tinggi. Kepala daerah dalam konteks ini bertindak sebagai leader diharapkan dapat mengonsolidasikan potensi yang ada dari segenap stakeholder. Sekarang saatnya mengakselerasi langkah agar gerak cepat. Akumulasi kerusakan lingkungan sudah di depan mata. Menyalahkan alam sebagai penyebab bencana bukan ciri manusia beragama dan beradab. Jika ingin alam memberi manfaat, maka alam harus terlebih dahulu dirawat.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi Riau)
Editor : Ali Azumar
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
2 Tahun Kepemimpinan Catur Sugeng Susanto Sebagai Bupati Kampar, Bagaimana Kinerjanya Menurut Anda?

Berita Terkait
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Alarm Meningkatnya Angka Kemiskinan
Sabtu, 19 Desember 2020 07:01 WIB
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Sabtu, 06 Februari 2021 16:44 WIB
Runtuhnya Demokrasi di Myanmar?
Selasa, 10 November 2020 08:01 WIB
Melestarikan Warisan Pahlawan
Selasa, 24 November 2020 12:02 WIB
UMKM Dan Koperasi Kunci Pemulihan Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Sabtu, 16 Januari 2021 13:27 WIB
Reses Yang Dianak-tirikan
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Rabu, 28 Oktober 2020 11:23 WIB
Maulid Nabi, Pemuda dan Spirit Perubahan
Jum'at, 13 November 2020 13:35 WIB
Fenomena PETI Kuansing: Masalah dan Solusi
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Senin, 26 Oktober 2020 22:31 WIB
Komoditi Kelapa Sawit Sebagai Sumber PAD Riau
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 03 Maret 2021
Wujudkan Pembangunan SDM, PT RAPP Proaktif Hadapi Perubahan dan Tantangan Baru
Rabu, 03 Maret 2021
Kukuhkan Satops Patnal, Kemenkumham Riau: Untuk Pelayanan Pemasyarakatan Lebih Baik
Rabu, 03 Maret 2021
Polsek Teluk Meranti Gencar Imbau Warga Patuhi Prokes
Rabu, 03 Maret 2021
Hindari Penyebaran Covid-19, Polsek Pangkalan Kuras Lakukan Operasi Yustisi Dialogis

Serantau lainnya ...
Minggu, 28 Februari 2021
Klinik Kecantikan dr. Vee Pekanbaru Hadirkan ‘Vampire Treatment’
Sabtu, 27 Februari 2021
Maret, Isabell's Beauty Treatment Gelar Promo untuk Treatment Laser Accure
Kamis, 25 Februari 2021
Jalan Teropong Kampar akan Diusulkan Jadi Jalan Provinsi
Rabu, 24 Februari 2021
Isabell's Beauty Treatment Berikan Layanan Tanam dan Tarik Benang yang Optimal

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Kaget dengan Harga Samsung Galaxy S21 Ultra
Rabu, 30 Desember 2020
Intip Spesifikasi Realme C11, Smartphone Rp1,5 Jutaan dengan Beragam Fitur Menarik
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru
Selasa, 08 Desember 2020
Miss Interglobal Indonesia 2020 Kunjungi Isabell's Beauty Treatment
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 24 Februari 2021
Masa Jabatan Berakhir Juni, Prof Syafrinaldi Siap Maju Calon Rektor UIR Lagi
Minggu, 14 Februari 2021
Tingkatkan Sumber Daya ASN, Unilak MoU dengan Pemkab Inhil
Senin, 08 Februari 2021
Mahasiswa Unilak Ikuti Program Magang Bersertifikat, Dapat Ilmu dan Uang Saku
Senin, 08 Februari 2021
Pemprov Riau Buka Beasiswa Hafizpreneur di Institut Agama Islam Tazkia

Kampus lainnya ...
Polling
2 Tahun Kepemimpinan Catur Sugeng Susanto Sebagai Bupati Kampar, Bagaimana Kinerjanya Menurut Anda?


HUT CAKAPLAH ke-4 Zukri - Nasarudin
Terpopuler
Foto
HUT CAKAPLAH.com APRIL - PLN
Pesonna Hotel Januari 2021
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
APRIL/RAPP - Imlek
Rabu, 03 Maret 2021
Posting Aneka Obat untuk Covid-19, Ashanty: Nggak Semua Bagus
Minggu, 14 Februari 2021
Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Menikah Maret, Lokasi Masih Dirahasiakan
Senin, 01 Februari 2021
Nyaris Rp 10 Miliar Per Bulan, Ini 7 YouTuber dengan Penghasilan Fantastis di Indonesia
Jumat, 15 Januari 2021
Sempat Menimba Ilmu 3 Tahun di Pesantren, Vicky Prasetyo Ingin Jadi Penceramah

Selebriti lainnya ...
HUT CAKAPLAH ke-4 Pemkab Pelalawan Sekda
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
CEO
Jumat, 15 Januari 2021
Membuka Pintu Rezeki di Waktu Pagi
Sabtu, 09 Januari 2021
Bersyahadat di Masjid Ar Rahman Pekanbaru, Sampang Ganti Nama Jadi Abdul Aziz
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya

Religi lainnya ...
HUT CAKAPLAH.com ke-4 PLN
Indeks Berita
RAPP APRIL NATAL 2020Diskes Rohul 2021
www www