Senin, 08 Maret 2021

Breaking News

  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker   ●   
  • Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana Alam   ●   
  • Sekolah di Pekanbaru Dilarang Ambil Kebijakan Sendiri Soal Pembelajaran Tatap Muka   ●   
  • Dispora dan Disdik Riau Bakal Bentuk Sekolah Kejuruan Olahraga   ●   
  • DPR Minta Erick Thohir Pecat Direksi Perusahaan Pupuk Plat Merah   ●   
  • Walhi Nilai Provinsi Riau Rentan Bencana Ekologis   ●   
  • RSUD Arifin Achmad Siapkan Tempat Vaksin untuk Nakes   ●   
  • ASN Setdaprov Belum Gajian karena KPA Tersandung Kasus
Yamaha 22 Februari 2021
EMP

CAKAP RAKYAT
Wakaf Segabai Instrumen Keuangan Fiskal di Indonesia
Rabu, 03 Februari 2021 15:27 WIB
Wakaf Segabai Instrumen Keuangan Fiskal di Indonesia
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM Anggota DPRD Provinsi Riau

Wakaf didefinisikan sebagai ibadah bersifat sosial melalui pengeluaran harta yang disalurkan untuk kebutuhan kesejahteraan social masyarakat. Waqaf memiliki manfaat jangka panjang sebagai perwujudan ibadah harta. Waqaf juga menjadi elemen penting yang mendukung pembangunan fasilitas umum dan merupakan filantrofi Islam dalam bentuk Endowment Fund.

Tidak hanya pada dimensi ibadah saja, wakaf mempunyai keterkaita ekonomi yang sangat kuat. Karna harta wakaf dapat digunakan untuk menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas umum, pendidikan, kesehatan serta mendorong perekonomian masyarakat miskin, peningkatan kesejahteraan serta pemerataan pembangunan.

Menurut Mukhlisin Muzarie (2011) dimasa awal islam, wakaf menunjukkan kontribusi yang besar dalam membantu masyarakat khususnya umat muslim pada masa itu. Hasil wakaf di khaibar mencapai 100 kapling digunakan untuk fakir, miskin, kerabat, hamba sahaya, para relawan, musafir, para tamu, dan honor pengelola. Sedangkan hasil wakaf yang berasal dari Rasulullah SAW sebanyak 38 kapling, 18 kapling digunakan untuk kesejahteraan para relawan fath al-makkah dan 18 kapling lagi untuk kepentingan umum. Karena itu, wakaf menjadi salah satu instrumen ekonomi yang berpotensi memberi dampak terhadap kehidupan sosial, pemerataan pembangunan, serta pertumbuhan ekonomi.

Hadirnya waqaf terbukti telah memberikan dampak positif di berbagai bidang khususnya ekonomi dan sosial di Indonesia. Banyaknya rumah sakit, masjid, pondok pesantren, panti asuhan hingga lembaga pendidikan yang berjalan dengan dana waqaf membuktikan peran waqaf ditengah-tengah masyarakat. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk pemeluk agama islam terbanyak di dunia, dengan 87% dari total penduduk atau sekitar 230 juta jiwa menjadikan Indonesia sebagai negara dengan potensi dana waqaf yang sangat besar. Posisi dana waqaf semakin diperkuat dengan diterbitkannya undang-undang waqaf nomor 41 pada tahun 2004 dan diperkuat dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah nomor 42 tahun 2006 yang mengatur pelaksanaan undang-undang nomor 41 tahun 2004 tersebut. Hal ini menjadi tonggak kuat untuk perkembangan dana waqaf di Indonesia. Peran waqaf akan semakin kuat dengan jangkauan yang semakin luas melalui dana waqaf yang tidak dibatasi pada benda tidak bergerak, namun juga pada benda bergerak seperti emas dan logam mulia lainnya, uang, surat berharga dan lain-lain.

Potensi tersebut memiliki beberapa kendala salah satunya belum maksimalnya pemanfaatan dana waqaf dan tanah waqaf. Laporan Badan Waqaf Indonesia (BWI) di tahun 2019, Indonesia memiliki potensi penyerapan dana waqaf yang sangat tinggi mencapai 2000 triliun dengan luas tanah waqaf 420.000 hektar. Pada tahun yang sama, Sistem Informasi Wakaf Kementerian Agama mencatat luas tanah waqaf Indonesia mencapai 50.114 hektar yang tersebar di berbagai lokasi dan hanya 61,85% yang telah memiliki sertifikat. Lebih lanjut Sistem Informasi Wakaf Kementerian Agama melaporkan bahwa 73% aset waqaf dimanfaatkan untuk tempat ibadah, sisanya untuk lembaga pendidikan dan pemakaman umum. Hal ini membuktikan bahwa pemanfaatan dana waqaf di Indonesia belum produktif.

Di Negara lain sistem pengelolaan wakafnya sudah sangat maju. Misalnya Negara Kuwait memiliki lembaga Public Waqf Foundation (al- amânah al-‘âmah li al-awqaf) menempatkan perwakafan sebagai instrumen ekonomi dan jaminan sosial. Penerima wakaf dari masyarakat dilakukan dengan cara yang mudah, di antaranya melalui mobile banking, Short Message Service (SMS) dan kios wakaf. Kemudian dikelola secara profesional melalui beberapa sektor pengembangan ekonomi. Di Malaysia mempunyai lembaga khusus untuk mengelola wakaf yang setingkat dengan kementerian sehingga pengelolaan wakafnya menjadi lebih optimal. Bentuk pengembangan harta wakaf dilakukan melalui instrumen sukuk dan pasar modal Malaysia. Keuntungan dari investasi ini kemudian didistribusikan untuk rakyat miskin. Pengelolaan wakaf juga terjadi di Negara Singapura. Dengan penduduk muslim minoritas (±453.000 orang) berhasil membangun harta wakaf secara inovatif. Melalui WARESS Investment Pte Ltd telah berhasil mengurus dan membangun harta wakaf secara profesional. Di antaranya, membangun apartement 12 tingkat bernilai sekitar U$ 62 juta. WARESS juga berhasil membangun proyek perumahan mewah yang diberi nama The Chancery Residence (Amin Muhtar, 2015). Adapun Mesir pernah menggunakan dana wakaf untuk menutupi defisit APBN. Sementara itu,Yordania dan Turki menggunakan dana wakaf untuk membangun berbagai fasilitas umum dan sosial sehingga bisa meringankan belanja negara. Bangladesh melakukan upaya untuk meningkatkan peran wakaf sebagai pengganti peran pajak dengan cara menerbitkan Sertifikat Wakaf Uang (SWU) yang dapat dibeli masyarakat umum untuk pendanaan proyek-proyek sosial (Kemenkeu, 2019).

Namun pengetahuan masyarakat tentang wakaf masih sangat minim hanya terfokus pada harta yang tidak bergerak , yaitu tanah dan bangunan hal ini disebabkan oleh rendahnya ilmu yang dimililki serta kesadaran masyarakat untuk belajar mendalami tentang wakaf produktif yang masih rendah. Survei literasi wakaf pada tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia dan Badan Wakaf Indonesia menunjukkan Nilai Indeks Literasi Wakaf (ILW) secara Nasional secara keseluruhan mendapatkan skor 50,48% masuk dalam kategori rendah, terdiri dari Nilai Literasi Pemahaman Wakaf Dasar sebesar 57,67% dan Nilai Literasi Pemahaman Wakaf Lanjutan sebesar 37,97%. Selain itu rendahnya kesadan berwakaf terlihat dari persentase responden yang sudah berwakaf hanya sebesar 20% dan sisanya 80% belum pernah berwakaf.

Untuk itu dapat disimpulakan masalah pengelolaan wakaf di Indonesia menunjukkan masih kurangnya sosialisasi yang diberikan oleh lembaga wakaf, tokoh agama dan pemerintah kepada masyarakat sehingga menyebabkan masih rendahnya pemahaman dan minimnya kesadaran untuk berwakaf. Selain itu tata kelola kelembagaan wakaf yang masih belum profesional dapat dilihat dari hasil Kajian Kementrian Keuangan RI tentang kajian strategis pengembangan wakaf uang menunjukkan rendahnya tata kelola kelembagaan wakaf berdasarkan 7 indikator yaitu perencanaan, pengumpulan dana, feasibility produk, distribusi, pelaporan, audit,dan monitoring dan evaluasi program dengan indeks sebesar 0,309.

Beberapa upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah agar penerimaan dan pengelolaan wakaf menjadi optimal yaitu meningkatkan sosialisasi tentang wakaf kepada masyarakat melalui konten digital yang lebih menarik dengan memanfaatkan seluruh platform media sosial dan internet. Selain itu melakukan kerja sama dengan sekolah dan perguruan tinggi untuk melakukan seminar tentang wakaf yang lebih masif dikalangan terdidik. Serta melibatkan para da’i dan tokoh agama dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk berwakaf.

Adapun upaya yang perlu dilakukan agar tata kelola lembaga wakaf menjadi lebih profesional dan akuntabel yaitu memberikan pembekalan kepada pengelola wakaf tentang pengelolaan organiasi wakaf yang profesional, pengelolaan keuangan yang akuntabel, peningkatan pemahaman tentang investasi dan pengendalian resiko investasi, menusun data base wakif potensial dan mauquf alaih agar penyalurah wakaf tepat sasaran sehingga menyebabkan trust masyarakat meningkat. Serta melakukan diversifikasi produk wakaf, pengembangan aplikasi penghimpun dan penyalur wakaf.


H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM Anggota DPRD Provinsi Riau

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM Anggota DPRD Provinsi Riau
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Minggu, 07 Maret 2021 06:15 WIB
Transportasi Urat Nadi Ekonomi
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Alarm Meningkatnya Angka Kemiskinan
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Sabtu, 19 Desember 2020 07:01 WIB
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Sabtu, 06 Februari 2021 16:44 WIB
Runtuhnya Demokrasi di Myanmar?
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Jum'at, 01 Januari 2021 22:05 WIB
Pasang Surut Hubungan Indonesia-Malaysia
Selasa, 10 November 2020 08:01 WIB
Melestarikan Warisan Pahlawan
Selasa, 24 November 2020 12:02 WIB
UMKM Dan Koperasi Kunci Pemulihan Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Sabtu, 16 Januari 2021 13:27 WIB
Reses Yang Dianak-tirikan
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Rabu, 28 Oktober 2020 11:23 WIB
Maulid Nabi, Pemuda dan Spirit Perubahan
Jum'at, 13 November 2020 13:35 WIB
Fenomena PETI Kuansing: Masalah dan Solusi
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 07 Maret 2021
Branding Empat Pilar MPR RI, Bamsoet Lepas Pajero Indonesia-One Lakukan Sosialisai Tour de Bangka
Minggu, 07 Maret 2021
Polsek Teluk Meranti Kerahkan Personel Cek Titik Hotspot ke Desa Petodaan
Minggu, 07 Maret 2021
Jamin Keamanan Lingkungannya, Polsek Pangkalan Lesung Gencar Patroli C3
Minggu, 07 Maret 2021
Personel Polsek Pangkalan Kuras Ikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

Serantau lainnya ...
Minggu, 28 Februari 2021
Klinik Kecantikan dr. Vee Pekanbaru Hadirkan ‘Vampire Treatment’
Sabtu, 27 Februari 2021
Maret, Isabell's Beauty Treatment Gelar Promo untuk Treatment Laser Accure
Kamis, 25 Februari 2021
Jalan Teropong Kampar akan Diusulkan Jadi Jalan Provinsi
Rabu, 24 Februari 2021
Isabell's Beauty Treatment Berikan Layanan Tanam dan Tarik Benang yang Optimal

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Kaget dengan Harga Samsung Galaxy S21 Ultra
Rabu, 30 Desember 2020
Intip Spesifikasi Realme C11, Smartphone Rp1,5 Jutaan dengan Beragam Fitur Menarik
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru
Selasa, 08 Desember 2020
Miss Interglobal Indonesia 2020 Kunjungi Isabell's Beauty Treatment
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 05 Maret 2021
TPBML BMR Selenggarakan Penilaian Buku Mulok BMR
Kamis, 04 Maret 2021
Rektor Unilak Dikukuhkan sebagai Ketua Asosiasi Trainer Indonesia Wilayah Riau
Rabu, 24 Februari 2021
Masa Jabatan Berakhir Juni, Prof Syafrinaldi Siap Maju Calon Rektor UIR Lagi
Minggu, 14 Februari 2021
Tingkatkan Sumber Daya ASN, Unilak MoU dengan Pemkab Inhil

Kampus lainnya ...

HUT CAKAPLAH ke-4 Zukri - Nasarudin
Terpopuler
Foto
HUT CAKAPLAH.com APRIL - PLN
Pesonna Hotel Januari 2021
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
APRIL/RAPP - Imlek
Rabu, 03 Maret 2021
Posting Aneka Obat untuk Covid-19, Ashanty: Nggak Semua Bagus
Minggu, 14 Februari 2021
Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Menikah Maret, Lokasi Masih Dirahasiakan
Senin, 01 Februari 2021
Nyaris Rp 10 Miliar Per Bulan, Ini 7 YouTuber dengan Penghasilan Fantastis di Indonesia
Jumat, 15 Januari 2021
Sempat Menimba Ilmu 3 Tahun di Pesantren, Vicky Prasetyo Ingin Jadi Penceramah

Selebriti lainnya ...
HUT CAKAPLAH ke-4 Pemkab Pelalawan Sekda
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
CEO
Sabtu, 06 Maret 2021
Subhanallah, Anggota TNI Ini Ajarkan Mengaji Anak-anak di Pedesaan Rohul
Jumat, 15 Januari 2021
Membuka Pintu Rezeki di Waktu Pagi
Sabtu, 09 Januari 2021
Bersyahadat di Masjid Ar Rahman Pekanbaru, Sampang Ganti Nama Jadi Abdul Aziz
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU

Religi lainnya ...
HUT CAKAPLAH.com ke-4 PLN
Indeks Berita
RAPP APRIL NATAL 2020Diskes Rohul 2021
www www