Jumat, 05 Maret 2021

Breaking News

  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker   ●   
  • Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana Alam   ●   
  • Sekolah di Pekanbaru Dilarang Ambil Kebijakan Sendiri Soal Pembelajaran Tatap Muka   ●   
  • Dispora dan Disdik Riau Bakal Bentuk Sekolah Kejuruan Olahraga   ●   
  • DPR Minta Erick Thohir Pecat Direksi Perusahaan Pupuk Plat Merah   ●   
  • Walhi Nilai Provinsi Riau Rentan Bencana Ekologis   ●   
  • RSUD Arifin Achmad Siapkan Tempat Vaksin untuk Nakes   ●   
  • ASN Setdaprov Belum Gajian karena KPA Tersandung Kasus
Yamaha 22 Februari 2021
EMP
Polling
2 Tahun Kepemimpinan Catur Sugeng Susanto Sebagai Bupati Kampar, Bagaimana Kinerjanya Menurut Anda?


Polemik Kritik Jokowi Berujung Desakan Revisi UU ITE
Rabu, 17 Februari 2021 07:21 WIB
Polemik Kritik Jokowi Berujung Desakan Revisi UU ITE
Pernyataan Presiden Jokowi yang meminta kritik dari masyarakat berujung desakan revisi UU ITE. (Foto: Lukas - Biro Pers)

(CAKAPLAH) - Pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat aktif mengkritik pemerintah beberapa waktu lalu menuai berbagai komentar publik.

Jokowi awalnya mengatakan, pemerintah perlu mendapat kritik dan masukan dari masyarakat demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Namun tak lama setelah itu, ekonom senior Kwik Kian Gie justru mengaku takut menyampaikan pandangan berbeda atau kritik terhadap pemerintah.

"Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yang berbeda dengan maksud baik memberikan alternatif. Langsung di-buzzer habis-habisan, masalah pribadi diodal-adil," kata Kwik dalam cuitannya di Twitter lewat akun @kiangiekwik.

Kwik lantas membandingkan saat dirinya menyampaikan kritik pada era Orde Baru, saat Presiden Soeharto berkuasa. Menurut Kwik, ia lebih leluasa melontarkan kritik ke rezim Orde Baru di kolom Harian Kompas, bahkan kritik yang ia lontarkan tergolong tajam.

Selang berapa hari kemudian, giliran mantan Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla buka suara mengenai kritik kepada pemerintah. Menurut JK, masyarakat ingin melihat kritik yang dilontarkan tak berujung panggilan polisi.

"Beberapa hari lalu Bapak Presiden mengumumkan silakan kritik pemerintah. Tentu banyak yang ingin melihatnya, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi?" kata JK dalam agenda 'Mimbar Demokrasi Kebangsaan' yang digelar PKS, Jumat (12/2).

Sehari kemudian, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bicara soal kritik. Lewat akun Twitter, @SBYudhoyono, SBY menganalogikan kritik dan pujian layaknya obat dan gula.

Eks Ketua Umum Partai Demokrat itu tak secara langsung menyinggung pernyataan Jokowi. Ia menyebut, obat memang terasa pahit, namun kepahitan itu bisa mencegah atau menyembuhkan penyakit.

Sedangkan gula, kata SBY, memang terasa manis. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak malah akan mendatangkan penyakit.

Menurut SBY, kritik tak jauh berbeda dengan obat. Orang yang menerima kritikan bisa mengalami 'sakit namun mencegah kekeliruan apabila disampaikan dengan benar.

"Sementara, pujian dan sanjungan itu laksana gula. Jika berlebihan dan hanya untuk menyenangkan, justru bisa menyebabkan kegagalan," kata SBY.

Pernyataan ketiga tokoh tersebut seakan diamini sebagian besar publik. Sebab, saat Jokowi meminta publik aktif mengkritik, warga justru dibayangi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selama ini, pasal-pasal karet UU ITE kerap dituding menjadi biang upaya kriminalisasi terutama bagi mereka yang mengkritisi pemerintah. Oleh karena itu, saat Jokowi meminta masyarakat memberikan kritik, desakan merevisi UU ITE juga mengemuka.

Belakangan, setelah mendapat sejumlah masukan, pemerintah memunculkan wacana revisi UU ITE. Jokowi mengatakan, pemerintah berencana merevisi UU tersebut.

"Kalau Undang-undang ITE tidak bisa memberikan rasa keadilan, ya saya akan minta kepada DPR untuk bersama-sama merevisi undang-undang ini. Undang-Undang ITE ini," kata Jokowi dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri, Senin (15/2).

Jokowi memahami semangat pembentukan UU ITE beberapa tahun silam demi menjaga ruang digital di Indonesia. Namun, kata dia, kini ia tak ingin justru malah penerapan aturan tersebut justru menimbulkan rasa tak adil.

"Saya minta kepada Kapolri agar jajarannya lebih selektif. Sekali lagi lebih selektif menyikapi dan menerima pelaporan pelanggaran undang-undang itu," ujarnya.

Bak gayung bersambut, pihak parlemen menyetujui rencana Jokowi. Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan, publik sudah jenuh dengan aksi saling lapor menggunakan UU ITE.

Azis berkata, UU ITE seharusnya lebih mempertimbangkan prinsip keadilan, sehingga tidak lagi mengandung pasal karet yang mudah ditafsirkan dan saling melaporkan.

Editor : Ali
Sumber : Cnnindonesia.com
Kategori : Nasional, Politik, Pemerintahan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
2 Tahun Kepemimpinan Catur Sugeng Susanto Sebagai Bupati Kampar, Bagaimana Kinerjanya Menurut Anda?

Berita Lainnya
Selasa, 26 Januari 2021 13:54 WIB
Airlangga Hartarto: Bakal Ada 2 Jenis Fund di LPI
Sabtu, 12 Desember 2020 14:48 WIB
Irmi Syakip Tampung Aspirasi Saat Reses
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 05 Maret 2021
Dandim 0313 KPR Tinjau Pembukaan Jalan Penghubung Antar Dusun Program TMMD di Desa Ujung Batu Timur
Jumat, 05 Maret 2021
Bupati Harris Optimis Pemkab Pelalawan Raih Predikat WTP ke-9 Kalinya
Jumat, 05 Maret 2021
Polres Pelalawan Gelar Rapat Gabungan Bahas Penanggulangan Karhutla
Jumat, 05 Maret 2021
Beri Rasa Aman ke Pengguna Jalan, Polsek Pangkalan Kuras Patroli Kendaraan

Serantau lainnya ...
Minggu, 28 Februari 2021
Klinik Kecantikan dr. Vee Pekanbaru Hadirkan ‘Vampire Treatment’
Sabtu, 27 Februari 2021
Maret, Isabell's Beauty Treatment Gelar Promo untuk Treatment Laser Accure
Kamis, 25 Februari 2021
Jalan Teropong Kampar akan Diusulkan Jadi Jalan Provinsi
Rabu, 24 Februari 2021
Isabell's Beauty Treatment Berikan Layanan Tanam dan Tarik Benang yang Optimal

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Kaget dengan Harga Samsung Galaxy S21 Ultra
Rabu, 30 Desember 2020
Intip Spesifikasi Realme C11, Smartphone Rp1,5 Jutaan dengan Beragam Fitur Menarik
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru
Selasa, 08 Desember 2020
Miss Interglobal Indonesia 2020 Kunjungi Isabell's Beauty Treatment
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 05 Maret 2021
TPBML BMR Selenggarakan Penilaian Buku Mulok BMR
Kamis, 04 Maret 2021
Rektor Unilak Dikukuhkan sebagai Ketua Asosiasi Trainer Indonesia Wilayah Riau
Rabu, 24 Februari 2021
Masa Jabatan Berakhir Juni, Prof Syafrinaldi Siap Maju Calon Rektor UIR Lagi
Minggu, 14 Februari 2021
Tingkatkan Sumber Daya ASN, Unilak MoU dengan Pemkab Inhil

Kampus lainnya ...
Polling
2 Tahun Kepemimpinan Catur Sugeng Susanto Sebagai Bupati Kampar, Bagaimana Kinerjanya Menurut Anda?


HUT CAKAPLAH ke-4 Zukri - Nasarudin
Terpopuler
Foto
HUT CAKAPLAH.com APRIL - PLN
Pesonna Hotel Januari 2021
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
APRIL/RAPP - Imlek
Rabu, 03 Maret 2021
Posting Aneka Obat untuk Covid-19, Ashanty: Nggak Semua Bagus
Minggu, 14 Februari 2021
Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Menikah Maret, Lokasi Masih Dirahasiakan
Senin, 01 Februari 2021
Nyaris Rp 10 Miliar Per Bulan, Ini 7 YouTuber dengan Penghasilan Fantastis di Indonesia
Jumat, 15 Januari 2021
Sempat Menimba Ilmu 3 Tahun di Pesantren, Vicky Prasetyo Ingin Jadi Penceramah

Selebriti lainnya ...
HUT CAKAPLAH ke-4 Pemkab Pelalawan Sekda
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
CEO
Jumat, 15 Januari 2021
Membuka Pintu Rezeki di Waktu Pagi
Sabtu, 09 Januari 2021
Bersyahadat di Masjid Ar Rahman Pekanbaru, Sampang Ganti Nama Jadi Abdul Aziz
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya

Religi lainnya ...
HUT CAKAPLAH.com ke-4 PLN
Indeks Berita
RAPP APRIL NATAL 2020Diskes Rohul 2021
www www