Sabtu, 12 Juni 2021

Breaking News

  • Tahun Ini Pemberangkatan Jamaah Haji Indonesia Kembali Dibatalkan   ●   
  • Truck Terguling di Jalan Sudirman Pekanbaru   ●   
  • Jalan Arifin Achmad menuju Jalan Soekarno Hatta terjadi kemacetan parah, Jumat (26/3/2021) malam, pukul 20.00 wib, akibat banjir paska hujan deras.   ●   
  • Penembakan Kembali Terjadi di Pekanbaru, DPRD Minta Polisi Rutin Tes Psikologi   ●   
  • Kepala BPKAD Kuansing Tidak Penuhi Panggilan Jaksa   ●   
  • Kabar Baik, Tunjangan ASN Pemprov Riau segera Cair   ●   
  • Dukung Vaksinasi Covid-19, Pemprov Riau Refocussing Anggaran DAU 8 Persen   ●   
  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker
Yamaha 12 Juni 2021
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?


Pengamat Nilai Gratis Pajak Mobil Harusnya Untuk 'Angkot'
Senin, 22 Februari 2021 07:12 WIB
Pengamat Nilai Gratis Pajak Mobil Harusnya Untuk Angkot
Ilustrasi. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA).

(CAKAPLAH) - Ketua Institut Studi Transportasi (INSTRAN) Jakarta Ki Darmaningtyas menilai insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) seharusnya diberikan kepada angkutan umum ketimbang mobil baru. Dia menilai hal itu lebih bermanfaat ketimbang diberikan kepada kelas menengah.

"Insentif mestinya diberikan kepada jenis kendaraan yang digunakan untuk angkutan umum, baik mengangkut penumpang maupun barang," ujar Darmaningtyas Minggu (21/2).

Darmaningtyas menyebut insentif PPnBM bagi kendaraan umum dapat membuat tarif angkutan umum dan barang menjadi lebih murah.

Selain itu, kebijakan tersebut juga bisa menyelamatkan layanan angkutan umum, baik di perkotaan, pedesaan, maupun AKDP (antar kota dalam provinsi) dan AKAP (antar kota antar provinsi) yang kalah bersaing dengan kendaraan pribadi.

Lebih lanjut, Darmaningtyas melihat belum ada insentif yang dapat dinikmati oleh para operator angkutan umum yang sebenarnya menyerap tenaga kerja jauh lebih banyak daripada industri otomotif. Dia pun menampik perspektif pemerintah dalam mengambil kebijakan penghapusan PPnBM tersebut berdasarkan besaran tenaga kerja yang terserap.

"Sektor transportasi publik jauh lebih banyak menyerap tenaga kerja," ujarnya.

Darmaningtyas menyebut insentif juga perlu diberikan terhadap pengembangan sarana angkutan di pedesaan agar dapat memperlancar pengambilan produk-produk pertanian dari tegalan, sawah, dan perkebunan ke rumah maupun ke pusat-pusat pemasaran.

Insentif itu ia nilai juga akan membuat produk-produk pertanian, perkebunan, perikanan terdistribusi secara lancar sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Di sisi lain, Darmaningtyas mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pernah berharap Indonesia memproduksi sarana angkutan untuk pedesaan setelah berkunjung ke India.

Namun, dia heran mengapa yang lahir kemudian justru city car dengan konsep LCGC yang mudah diakses oleh orang-orang muda dengan pendapatan di bawah Rp10 juta.

Selain itu, dia mengaku heran mengapa Presiden Joko Widodo menyetujui kebijakan relaksasi PPnBM kendaraan bermotor dengan CC < 1500. Padahal saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, dia menyatakan Jokowi termasuk orang yang menolak kebijakan LCGC.

Bahkan, dia menyebut Jokowi sempat berkirim surat kepada Wakil Presiden Boediono. Inti dari isi surat itu menyatakan bahwa kebijakan mobil murah akan memperparah kemacetan Kota Jakarta. Saat itu, Jokowi menyebut mobil murah itu tidak benar. Yang benar katanya, transportasi murah.

Jokowi, kala menjadi Gubernur DKI menyatakan pemerintah seharusnya menyediakan sarana transportasi murah, bukan mobil murah yang akan memperparah kemacetan.

"Tapi pada saat ini, ketika memegang kekuasaan tertinggi di negeri ini, yang seharusnya berusaha mewujudkan apa yang diinginkan dulu, justru melaksanakan apa yang dikritiknya dulu. Hidup memang penuh ironis," ujar Darmaningtyas.

Darmaningtyas meyakini kebijakan insentif PPnBM tidak akan tepat sasaran. Sebab, kelas menengah ke bawah masih mengalami masalah keuangan di tengah pandemi Covid-19.

"Saya jujur tidak terlalu optimis keberhasilan program ini. Karena yang sekarang masih memiliki uang adalah kelas menengah ke atas. Kelas menengah ke atas itu mobilnya di atas 1.500 cc," ujar Darmaningtyas.

Lebih dari itu, Darmaningtyas menegaskan kebijakan insentif PPnBM bencana bagi keberlanjutan ekologi, baik menyangkut soal pemborosan bahan bakar fosil maupun polusi udara sebagai akibat dari timbulnya kemacetan di kota-kota besar.

"Kebijakan ini mencerminkan secara gamblang bahwa perhatian pemerintah lebih terfokus pada perekonomian semata, kurang memperhatikan keberlanjutan ekologi secara menyeluruh," ujar Darmaningtyas.

Pemerintah berencana merelaksasi PPnBM untuk pembelian mobil baru sampai dengan 0 persen. Kebijakan ditempuh demi mendongkrak konsumsi dan ekonomi.

Continuum Data Indonesia menyatakan 72 persen konsumen menyambut positif rencana itu. Pakar Continuum Data Indonesia Omar Abdillah mengatakan insentif PPnBM membuat konsumen tertarik membeli kendaraan baru.

"72 persen dari konsumen kami yang ada di dalam data yang kami kumpulkan menyambut positif kebijakan ini," ujar Omar dalam webinar 'Apa Kata Konsumen Tentang Gratis Pajak Mobil Baru?', Minggu (21/2).

Omar menyampaikan respons positif konsumen terlihat dari tren positif perbincangan yang selalu tinggi selama survei dilakukan. Selain itu, data pencarian Google menunjukkan bahwa ada peningkatan angka pencarian terhadap harga mobil.

Secara lebih rinci, Omar berkata 63 persen yang orang yang menyambut positif itu menilai kebijakan PPnBM gratis membuat harga mobil menjadi lebih murah.

Sementara itu, 33 persen menilai itu dapat mendongkrak industri otomotif dan lapangan pekerjaan.

"Sekitar 4 persen setuju sekali karena insentif untuk kelas menengah. Jadi baru kali ada insentif untuk kelas menengah," ujarnya.

Terkait kontra, Omar menyampaikan mayoritas menilai kebijakan atau kebijakan pajak gratis mobil baru berisiko mengurangi pendapatan negara (61 persen). Sebanyak 28 persen menilai kebijakan itu bisa menambah kemacetan dan kerusakan lingkungan berupa polusi.

"Ada 11 persen yang merasa kebijakan ini terlalu elitis dan diskriminatif," ujar Omar.

Omar menyampaikan pihaknya menggunakan data media sosial Twitter dalam mengukur respons konsumen terhadap kebijakan pajak gratis mobil baru. Dia beralasan medsos digunakan oleh masyarakat untuk menyampaikan pendapat, baik pro atau kontra.

Berdasarkan analisis, Omar membeberkan bahwa konsumen dari kota besar lebih menyambut positif kebijakan pajak gratis mobil baru, dengan perbandingan 27,5 persen positif dan 28,4 persen negatif. Di kota kecil, kata dia hanya 67 persen yang memberi sambutan positif.

"Ini memberikan gambaran bahwa konsumen di kota besar lebih menyambut baik, dan juga dari segi ekonominya lebih bisa untuk membeli mobil," ujarnya.

Editor : Ali
Sumber : Cnnindonesia.com
Kategori : Ekonomi, Pemerintahan, Otomotif
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?

Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 08 Juni 2021
Pemerintah Diimbau Hentikan Impor Alkes, Bamsoet: Sektor Kesehatan Ini Justru Dinikmati oleh Asing
Senin, 07 Juni 2021
Soal Wawasan Kebangsaan, FPKB MPR RI: Itu Sesuatu yang Fundamental, Penting untuk Indonesia
Jumat, 28 Mei 2021
Ketua MPR RI Luncurkan Buku ke-19 Berjudul ‘Cegah Negara Tanpa Arah’
Selasa, 25 Mei 2021
Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Achmad: MPR Dorong 4 Pilar Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 12 Juni 2021
Polsek Pangkalan Kerinci Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi
Sabtu, 12 Juni 2021
Pastikan Lingkungannya Bebas C3, Polsek Pangkalan Lesung Patroli dan Sampaikan Imbauan Kamtibmas
Sabtu, 12 Juni 2021
Pantau Prokes, Polisi Kuala Kampar Jaga Ketat Kerumunan Masyarakat di Pelabuhan
Sabtu, 12 Juni 2021
Warga Kayu Ara Positif Covid-19, Polsek Kerumutan Laksanakan Contact Tracing

Serantau lainnya ...
Senin, 31 Mei 2021
Segera Diluncurkan, Biografi Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri
Minggu, 30 Mei 2021
UIR dan IAEI Riau Edukasi Pelaku Usaha di Pekanbaru tentang Konsep Laundry Syariah
Selasa, 11 Mei 2021
Tampil Cantik saat Lebaran, Fajar Cosmetic Ramai Pengunjung
Rabu, 05 Mei 2021
7 Cara Gampang Agar Lebih Mudah Bangun untuk Sahur

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi
Kamis, 29 April 2021
Dua Minggu Lagi WhatsApp akan Blokir Kamu
Selasa, 13 April 2021
Bukan Mimpi Lagi, Ini 2 Mobil Terbang yang sudah Dapat Izin Mengudara

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 11 Juni 2021
Perdana di Pekanbaru, Santri di Pondok Pesantren Terima Vaksin Covid-19
Rabu, 09 Juni 2021
Tingkatkan SDM Daerah, PCR Lakukan Pertemuan dengan Pemkab Meranti
Selasa, 01 Juni 2021
Alumni di Meranti Dukung Dr Moris Jadi Ketua IKA Unri
Kamis, 27 Mei 2021
ISAIS UIN Suska Riau Gelar Bincang Santai, Bahas Moderasi Beragama

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?


Unilak 1 Juni 2021
Terpopuler

03

Waisak 26 Mei 2021 - APRIL
Foto
Idul Fitri 1442 BRK
Idul Fitri 1442 Syahrul Aidi
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit
Selasa, 13 April 2021
Diungkap Sahabat, Billy Sering Bengong Sulit Lupakan Pesona Amanda Manopo
Rabu, 31 Maret 2021
Aa Gym Cabut Gugatan Cerai ke Teh Ninih
Jumat, 19 Maret 2021
Diduga Terlibat Perdagangan Anak sebagai PSK, Artis Cynthiara Alona Terancam 10 Tahun Penjara

Selebriti lainnya ...
Muswil PPP 29 Mei 2021
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
PKB Kampar - Catur Sugeng
Selasa, 18 Mei 2021
Hukum Menggabung Puasa Qada Ramadan dan Syawal
Jumat, 07 Mei 2021
Rilis Lagu Bertema 'Tak Mudik', Azwa Nasyid dan Azam Voice Bikin Sedih Hilang
Rabu, 05 Mei 2021
4 Golongan Manusia Mendapat Kebahagian dan Kesengsaraan
Jumat, 30 April 2021
Musala RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Berubah Menjadi Masjid

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Indeks Berita
Pesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021APRIL/RAPP - ImlekNyepi 14 Maret 2021 - APRIL RAPPHUT Kampar 2021 - APRIL-RAPP
www www