Selasa, 27 Juli 2021

Breaking News

  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!   ●   
  • Israel Tawarkan Vaksin yang Nyaris Kedaluwarsa ke Negara Lain   ●   
  • Singkirkan Spanyol Lewat Adu Penalti, Italia Lolos ke Final   ●   
  • Sindikat Vaksin Covid Palsu Ditangkap setelah Suntikkan Air Garam ke 2.000 Warga
Yamaha 26 Juli 2021
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


Konsumen Kesal Indomaret di Siak Sering Jual Susu Bayi Kaleng dengan Kondisi Penyok
Kamis, 18 Maret 2021 11:22 WIB
Konsumen Kesal Indomaret di Siak Sering Jual Susu Bayi Kaleng dengan Kondisi Penyok
Kondisi susu bayi dengan kaleng penyok yang dibeli Nata di gerai Indomaret Jalan Sutomo Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau.

SIAK (CAKAPLAH) - Nata (34), seorang konsumen langganan Indomaret di Jalan Sutomo Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau mengaku kesal karena pegawai Indomaret sering memberinya produk susu bayi kemasan kaleng dalam kondisi penyok saat berbelanja di sana.

Ia mengungkapkan kekesalannya pada gerai Indomaret itu karena ternyata masih menjual susu bayi dengan keadaan kaleng yang penyok-penyok.

"Susu bayi kaleng diletak di belakang kasir, setiap membeli saya memesan ke kasirnya. Si kasir kerap memberikan susu dengan keadaan kaleng yang penyok, biasanya saya menolak, tapi tadi malam tidak ada lagi pilihan," kata Nata saat berbincang dengan CAKAPLAH.com di Siak, Rabu (17/3/2021).

Menurut Nata, kasir atau pekerja di gerai Indomaret itu memang hanya menjalankan pekerjaannya. Tetapi Nata menilai seakan tidak ada edukasi dari internal Indomaret terhadap karyawannya tersebut.

"Karena si karyawan tidak tahu dampak terhadap kemasan produk yang penyok. Maka mereka santai memajangnya di rak dan tidak ragu menjualnya ke konsumen. Kita memang tidak bisa menyalahkan konsumen (bila mau membeli juga), tetapi ini harus jadi pelajaran," kata Nata.

Nata menceritakan, pada Selasa tengah malam kemarin stok susu bayinya habis. Kemudian ia bersama suami berniat mencarinya di Indomaret, karena minimarket di sekitar Kota Siak selain Indomaret dan Alfamart Jalan Sutomo tidak ada yang buka.

"Dengan terpaksa saya membelinya di sana (Indomaret). Saya memilih kaleng dengan tingkat kepenyokan yang paling sedikit, tetapi tetap saja tidak puas dan khawatir," katanya.

Nata khawatir dengan kondisi kaleng susu bayinya yang penyok itu, ia beranggapan jika kemasan rusak serpihan logam pada kaleng akan bercampur ke susu tersebut. Ada juga kemungkinan buruk lainnya.

Ia meminta Pemkab Siak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) turun tangan dalam hal ini. Apalagi saat ini detik-detik menjelang bulan Ramadan, tingkat kebutuhan konsumen semakin tinggi.

"Saya mohon dinas terkait cek minimarket yang masih menjual produk tak layak di Siak. Jangan cuek lah. Bagi saya ini amat penting, agar bisa menjadi pelajaran bagi Indomaret ke depan, supaya tidak lagi menjual susu bayi dengan kaleng yang penyok atau rusak," kata dia.

Sementara itu, vendor Indomaret untuk wilayah Siak-Pelalawan, Agus, sudah melihat sejumlah susu bayi di gerai Indomaret Sutomo Siak dalam keadaan penyok. Ia sempat menyalahkan konsumen kenapa mau membeli produk itu.

"Saya sudah tanya ke karyawan, kata karyawan kenapa konsumen itu mau membelinya," kata Agus.

Agus juga telah melihat produk susu bayi berbagai merek dengan keadaan kaleng yang penyok. Dia juga belum tahu kalau produk seperti itu mengandung serpihan logam dari kaleng yang dapat membahayakan kesehatan.

Sementara itu, Abas Ginting, Bidang Perizinan Indomaret di wilayah Siak juga tidak berkenan dimintai keterangannya. Sebab dia belum mengetahui kondisi sejumlah produk dengan kemasan rusak di Indomaret Sutomo Siak.

"Saya belum tahu permasalahan itu," katanya singkat.

Perwakilan Indomaret di Pekanbaru, Irfan berterimakasih atas informasi yang terjadi di Siak. Ia mengaku sudah meneruskan informasi ini ke manajemen.

"Mohon maaf, untuk informasi ini sudah saya teruskan ke manajemen," kata dia.

Bahaya Produk Kemasan Kaleng dalam Kondisi Penyok

Dikutip dari Klikdokter.com, diterangkan bahwa produk makanan kemasan dengan kaleng yang penyok bisa membahayakan kesehatan.

Menurut Suki Hertz, seorang profesor nutrisi dan keamanan makanan untuk Culinary Institute of America, sebenarnya hal tersebut bergantung pada tingkat keparahan penyoknya.

Sebagai contoh, pada kaleng terdapat lekukan kecil dan letaknya tidak berada di sambungan kaleng, menurut Suki produk tersebut masih aman untuk dikonsumsi karena umumnya tidak akan memengaruhi kualitas makanan di dalamnya. Namun, bila penyok atau lekukan itu berada pada garis sambungan kaleng, sebaiknya konsumen mengembalikan makanan kaleng itu ke dalam rak dan beri tahu kepada petugas toko.

"Bila penyok atau cacat tersebut berada di sambungan kaleng, kemungkinan besar patogen sudah masuk ke dalam. Jika Anda tetap membeli dan mengonsumsinya, Anda bisa sakit," kata Suki.

Bagian garis sambungan kaleng sangat rentan menjadi celah bagi patogen untuk masuk. Ketika bagian itu terkena tekanan hebat akibat jatuh, maka celah akan semakin besar. Kesempatan bagi bibit penyakit untuk masuk ke dalam kaleng dan mengontaminasinya juga semakin besar.

Ancaman Penyakit Botulisme

Tak cuma mesti memperhatikan letak penyoknya, Anda juga perlu mengecek seberapa dalam kondisi penyok tersebut. Semakin dalam lekukannya, maka produk tersebut makin tak aman untuk dikonsumsi.

Bahkan, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memberi pernyataan, jika lekukan yang dalam tersebut sampai menimbulkan titik yang tajam, risiko kontaminasi racun dari bakteri Clostridium botulinum sangat tinggi! Bakteri ini adalah satu-satunya mikroorganisme dengan spora yang tahan suhu tinggi, dan terdapat pada makanan dalam kaleng.

Racun tersebut dapat membuat Anda terkena botulisme atau keracunan makanan yang dapat mematikan sistem saraf. Gejala yang ditimbulkan berupa gangguan penglihatan, kelopak mata terkulai, kram perut, otot wajah melemah, kesulitan menelan, hingga kesulitan bernapas.

Penulis : Wahyu
Editor : Yusni
Kategori : Ekonomi, Serba Serbi, Kabupaten Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?

Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Kamis, 22 Juli 2021
MPR Desak Vaksin Dosis Ketiga untuk Nakes Dilakukan Secepatnya
Rabu, 14 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemerintah Telah Tetapkan PPKM Darurat MPR Minta Semua Harus Berdoa
Senin, 12 Juli 2021
MPR: Koperasi Sebagai Panglima Menjaga Ketahanan Ekonomi Nasional
Jumat, 09 Juli 2021
MPR: Penting untuk Hadirkan Kolaborasi dalam Hadapi Covid-19

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 26 Juli 2021
PPKM Berbasis Mikro, Polsek Kuala Kampar Gelar Yustisi Prokes
Senin, 26 Juli 2021
Polsek Teluk Meranti Terus Imbau Masyarakat Terapkan Prokes
Senin, 26 Juli 2021
Antisipasi C3, Anggota Polsek Kerumutan Gelar Patroli Sambang ke Masyarakat
Senin, 26 Juli 2021
Antisipasi C3, Polsek Pangkalan Kerinci Lakukan Patroli

Serantau lainnya ...
Rabu, 21 Juli 2021
Anak Didik AMS Juarai Pemilihan Bujang Dara Pekanbaru 2021
Selasa, 13 Juli 2021
Famys Hijab, Pilihan Tepat untuk Tampil Cantik Saat Idul Adha
Jumat, 09 Juli 2021
Berkembang Pesat, Irvan Asmara Sukses Dirikan AMS Modelling School
Kamis, 08 Juli 2021
DRV Beauty Store Jadi Ikon Kosmetik di Sungai Penuh, Produknya Lengkap dan Original

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas

Advertorial lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?
Jumat, 02 Juli 2021
Heboh Bill Gates dan Istrinya Sebenarnya sudah Meninggal Tahun 2013 Lalu
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 26 Juli 2021
Mahasiswa Kukerta Unri di Desa Pulau Terap Kampar Lakukan Penyemprot Disinfektan
Minggu, 25 Juli 2021
Abdul Wahid: Tidak Perlu Banyak yang Penting Kompak
Jumat, 23 Juli 2021
Gelar FGD, Unilak Hadirkan Pakar dari Berbagai Disiplin Ilmu
Jumat, 23 Juli 2021
Dorong Terbentuk Presedium IKA UIN Kabupaten/kota, Abdul Wahid Roadshow ke Daerah

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


PCR 15 Juli 2021
Terpopuler

03

Kamis, 22 Juli 2021 16:08 WIB
Ditahan Jaksa, Donna Fitria Menangis
Permata
Foto
Unilak 1 Juni 2021
Pelantikan Bupati Siak - Pemkab Siak
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 01 Juli 2021
Peramal Mbak You Meninggal Dunia
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit

Selebriti lainnya ...
Bhayangkara 2021 CAKAPLAH
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
UIR 2021
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban
Jumat, 02 Juli 2021
Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Seperti Apa yang Bisa Disebut Syahid?
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman
Selasa, 18 Mei 2021
Hukum Menggabung Puasa Qada Ramadan dan Syawal

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Indeks Berita
Idul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www