Kamis, 24 Juni 2021

Breaking News

  • Tahun Ini Pemberangkatan Jamaah Haji Indonesia Kembali Dibatalkan   ●   
  • Truck Terguling di Jalan Sudirman Pekanbaru   ●   
  • Jalan Arifin Achmad menuju Jalan Soekarno Hatta terjadi kemacetan parah, Jumat (26/3/2021) malam, pukul 20.00 wib, akibat banjir paska hujan deras.   ●   
  • Penembakan Kembali Terjadi di Pekanbaru, DPRD Minta Polisi Rutin Tes Psikologi   ●   
  • Kepala BPKAD Kuansing Tidak Penuhi Panggilan Jaksa   ●   
  • Kabar Baik, Tunjangan ASN Pemprov Riau segera Cair   ●   
  • Dukung Vaksinasi Covid-19, Pemprov Riau Refocussing Anggaran DAU 8 Persen   ●   
  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker
Yamaha 21 Juni 2021
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?


CAKAP RAKYAT:
Junta Militer dan Rekonsiliasi Nasional
Senin, 12 April 2021 13:09 WIB
Junta Militer dan Rekonsiliasi Nasional

(CAKAPLAH) - Sejak Junta Militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil pimpinan Daw Aung Saan Suu Kyi, kekerasan semakin meningkat terhadap demontran yang menentang militer menggulingkan pemerintahan sipil. Sudah tercatat lebih kurang 600 demontran dan warga sipil meninggal dunia akibat kekerasan yang dilakukan oleh militer Myanmar.

Namun seiring perkembangan yang terjadi di Myanmar, militer Myanmar tidak lagi berhadapan dengan warga sipil yang menentang Junta Militer, namun juga berhadapan dengan tentara tentara pemberontak yang menentang pemerintahan militer yang dikuasai oleh Jenderal Min Aung Hlaing. Hampir 10 tahun pemerintahan sipil berjalan hingga akhirnya Junta melakukan kudeta militer pada 1 Februari 2021 yang lalu.

Konflik yang terjadi saat ini tidak lagi melibatkan warga sipil dengan Junta Militer, tapi sudah bergeser yang melibatkan tentara pemberontak yang selama ini ingin memperjuangkan kemerdekaan dari pemerintahan pusat (Naypyidaw). Di Myanmar, banyak etnis-etnis yang selama ini ingin dan telah berjuang untuk kemerdekaan seperti etnis Karen yang terus melakukan pemberontakan terhadap militer Myanmar yang umumnya dikuasai dari etnis Burma. Kelompok minoritas Karen sejak tahun 2010 melakukan perlawanan terhadap militer Myanmar di perbatasan Thailand-Myanmar. Terbaru pasca kudeta militer, etnis minoritas yang menentang Junta militer telah mulai melakukan perlawanan terhadap kekuatan Junta militer.

Di negara bagian Shan, kantor polisi diserang oleh aliansi tentara etnik yang menolak dilakukannya kudeta militer. Akibat penyerangan tersebut 14 polisi Myanmar tewas. Aliansi tentara etnis tersebut terdiri dari tentara Arakan, tentara pembebasan Nasional Ta’ang dan tentara aliansi demokratik Nasional Myanmar yang bergabung menentang kudeta militer di Myanmar.
Ancaman perang saudara sangat dikhawatirkan akan terjadi, jika kelompok-kelompok etnis yang ada di Myanmar bergabung dan menentang kekuasaan Junta militer. Anggota parlemen dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Daw Aung Saan Suu Kyi di pengasingan telah mengumumkan rencana membentuk pemerintahan bersatu nasional yang terdiri dari kekuatan etnis-etnis minoritas yang selama ini menentang kekuasaan pemerintahan di Naypyidaw, Myanmar.

Dalam hal Rekonsiliasi Nasional, pemerintahan militer belum dapat menemukan jalan yang terbaik dengan etnis-etnis yang ada di Myanmar dan terus memperjuangkan kemerdekaan dan minimal perjuangan otonomi khusus. Etnis-etnis minoritas yang ada di Myanmar seperti etnis Karen, Rohingya, Shan, Mon dan Kachen masih tetap menginginkan kemerdekaan terlepas dari kekuasaan pemerintah pusat di Naypyidaw. Dominasi etnis Burma yang menguasai pemerintahan di Myanmar telah menimbulkan disharmonisasi hubungan diantara etnis-etnis yang ada.

Sebutan Burma oleh rezim Junta Militer yang berganti nama dengan Myanmar didasarkan agar etnis non-Burma merasa menjadi bagian dari negara Myanmar. Etnis Burma berasal dari Tibet yang merupakan etnis mayoritas di Myanmar. Selain etnis Burma yang mayoritas, juga terdapat etnis-etnis seperti Karen, Rohingya, Kachen, Arakan, Naga, Mon dan Shan (Siam dalam bahasa Thailand). Saat penjajahan Inggris, etnis-etnis yang ada di Myanmar berjuang untuk satu tujuan yaitu mencapai kemerdekaan.

Jendral Aung San bersama U Nu adalah tokoh utama dalam memperjuangkan Kemerdekaan Burma (sekarang Myanmar) dari penjajahan Inggris. Sebagaimana diketahui bahwa, Burma merdeka pada 4 Januari 1948 dari jajahan Inggris. Sebutan Burma yang selama ini dikenal, oleh rezim Junta Militer diganti nama dengan sebutan Myanmar. Militer Myanmar tidak hanya berhadapan dengan pemerintahan sipil yang telah di kudeta pada awal Februari 2021 yang lalu, juga Junta militer berhadapan dengan kelompok-kelompok seperatis yang menginginkan kemerdekaan dan pisah dari kekuasaan Myanmar.

Selain etnis Burma yang mayoritas di negara tersebut, juga terdapat etnis-etnis lainnya seperti Bamar, Karen, Kayah, Rohingya, Kachin, Chin, Arakan, Naga, Mon dan Shan (Siam dalam bahasa Thailand) serta etnis Rohingya yang menempati wilayah di Provinsi Rakhine, Myanmar Barat. Saat penjajahan Inggris, etnis-etnis yang ada di Burma berjuang untuk satu tujuan yaitu mencapai kemerdekaan dari koloni Inggris, tidak terkecuali dari etnis Rohingya.

Menurut versi pemerintah Myanmar yang berkuasa, etnis Rohingya tak diakui sebagai salah satu etnis yang sah di Myanmar, walaupun sebelum kemerdekaan Burma (Myanmar), etnis Rohingya juga turut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan negara tersebut. Rekonsiliasi nasional di Myanmar masih belum berjalan dengan baik dan boleh dikatakan gagal semenjak kudeta militer tersebut.

Etnis Rohingya tidak memiliki sejarah memberontak terhadap pemerintah pusat di Naypyidaw, berbeda dengan etnis-etnis lainnya seperti halnya etnis Karen yang selalu menentang pemerintah pusat dan hingga kini masih terus berjuang dengan mengangkat senjata serta menginginkan otonomi khusus yang didominasi oleh etnis Burma yang mayoritas. Perjuangan dari etnis minoritas seperti Karen ini lebih bertumpu disepanjang perbatasan antara Thailand dan Myanmar.

Etnis Rohingya di Myanmar termasuk etnis yang tidak pernah menuntut otonomi khusus, apalagi menginginkan kemerdekaan terpisah dari pemerintah pusat di Rangoon ibu kota lama Burma (sekarang Naypyidaw). Berbeda dengan etnis-etnis lainnya, katakanlah seperti etnis Karen, Kachin yang minoritas dan selalu mengangkat senjata untuk memperjuangkan otonomi khusus maupun kemerdekaan dari pemerintah pusat. Dalam perkembangan sejarah modern Myanmar (Burma), etnis Rohingya bukanlah etnis yang baru mendiami wilayah Myanmar Barat (penduduk illegal seperti pengakuan dari pemerintah Myanmar).
Etnis Rohingya menempati di negara bagian (Provinsi) Rakhine, Myanmar Barat yang berbatasan langsung dengan Teluk Benggala Bangladesh dan dipisahkan oleh sungai Naf yang memisahkan antara negara Myanmar dan Bangladesh. Secara kultural, etnis Rohingya berasal dari India dan Bangladesh yang umumnya beragama Islam, berbeda dengan etnis mayoritas Burma yang beragama Buddha.

Oleh sebab itu, Junta Myanmar selain berhadapan dengan kelompok sipil yang tidak bersenjata, namun saat ini pula Junta Militer akan berhadapan dengan apa yang dinamakan sebagai Pemerintahan Bersatu Nasional yang di dalamnya bergabung beberapa kelompok bersenjata yang terdiri dari beberapa etnis yang ada di Myanmar yang selama ini menentang kekuasaan militer Myanmar dan menginginkan kemerdekaan pisah dari Myanmar.

Ancaman perang saudara tidak dapat dihindari jika Junta Militer Myanmar masih mengedepankan pendekatan militer terhadap para demontran yang menentang kudeta militer terhadap Pemerintahan Sipil. Rekonsiliasi Nasional merupakan suatu keniscayaan menuju perdamaian di Myanmar.

Penulis : Hasrul Sani Siregar, S.IP, MA, alumni Ekonomi-Politik Internasional, UKM/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau
Editor : Yusni
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?

Berita Terkait
Senin, 01 Maret 2021 06:17 WIB
11 Orang Tewas Dalam Unjuk Rasa di Myanmar
Senin, 29 Maret 2021 06:31 WIB
Tiga Ribu Warga Myanmar Kabur ke Thailand
Sabtu, 06 Maret 2021 14:05 WIB
Daw Aung San Suu Kyi dan Demokrasi
Senin, 15 Maret 2021 06:29 WIB
39 Warga Myanmar Tewas, Pabrik China Dibakar
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 08 Juni 2021
Pemerintah Diimbau Hentikan Impor Alkes, Bamsoet: Sektor Kesehatan Ini Justru Dinikmati oleh Asing
Senin, 07 Juni 2021
Soal Wawasan Kebangsaan, FPKB MPR RI: Itu Sesuatu yang Fundamental, Penting untuk Indonesia
Jumat, 28 Mei 2021
Ketua MPR RI Luncurkan Buku ke-19 Berjudul ‘Cegah Negara Tanpa Arah’
Selasa, 25 Mei 2021
Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Achmad: MPR Dorong 4 Pilar Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 23 Juni 2021
Melihat Kerajinan Tenun Siak Berbahan Kain Ramah Lingkungan
Rabu, 23 Juni 2021
Polsek Kuala Kampar Jaga Penerapan Prokes di Pelabuhan Teluk Dalam dengan Ketat
Rabu, 23 Juni 2021
Polisi Pantau Giat Vaksinisasi di Puskesmas Teluk Meranti
Rabu, 23 Juni 2021
Sambut HUT Bhayangkara Ke-75, Polsek Pangkalan Kerinci Baksos Penyemprotan Disinfektan di Masjid

Serantau lainnya ...
Senin, 31 Mei 2021
Segera Diluncurkan, Biografi Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri
Minggu, 30 Mei 2021
UIR dan IAEI Riau Edukasi Pelaku Usaha di Pekanbaru tentang Konsep Laundry Syariah
Selasa, 11 Mei 2021
Tampil Cantik saat Lebaran, Fajar Cosmetic Ramai Pengunjung
Rabu, 05 Mei 2021
7 Cara Gampang Agar Lebih Mudah Bangun untuk Sahur

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi
Kamis, 29 April 2021
Dua Minggu Lagi WhatsApp akan Blokir Kamu
Selasa, 13 April 2021
Bukan Mimpi Lagi, Ini 2 Mobil Terbang yang sudah Dapat Izin Mengudara

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 23 Juni 2021
Masyarakat Perlu Memahami dan Menerapkan Etika Berinternet
Kamis, 17 Juni 2021
Bantu Hadapi Dunia Kerja, Fikom UIR Luncurkan Program Magang bagi Mahasiswa
Jumat, 11 Juni 2021
Perdana di Pekanbaru, Santri di Pondok Pesantren Terima Vaksin Covid-19
Rabu, 09 Juni 2021
Tingkatkan SDM Daerah, PCR Lakukan Pertemuan dengan Pemkab Meranti

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?


Pelantikan Bupati Siak - Pemkab Siak
Terpopuler

03

HUT Pekanbaru ke-237
Foto
Idul Fitri 1442 Syahrul Aidi
Waisak 26 Mei 2021 - APRIL
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit
Selasa, 13 April 2021
Diungkap Sahabat, Billy Sering Bengong Sulit Lupakan Pesona Amanda Manopo
Rabu, 31 Maret 2021
Aa Gym Cabut Gugatan Cerai ke Teh Ninih
Jumat, 19 Maret 2021
Diduga Terlibat Perdagangan Anak sebagai PSK, Artis Cynthiara Alona Terancam 10 Tahun Penjara

Selebriti lainnya ...
Muswil PPP 29 Mei 2021
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Unilak 1 Juni 2021
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman
Selasa, 18 Mei 2021
Hukum Menggabung Puasa Qada Ramadan dan Syawal
Jumat, 07 Mei 2021
Rilis Lagu Bertema 'Tak Mudik', Azwa Nasyid dan Azam Voice Bikin Sedih Hilang
Rabu, 05 Mei 2021
4 Golongan Manusia Mendapat Kebahagian dan Kesengsaraan

Religi lainnya ...
Idul Fitri 1442 BRK
Indeks Berita
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDUcapan Ramadan Syahrul AidiPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021APRIL/RAPP - ImlekNyepi 14 Maret 2021 - APRIL RAPPHUT Kampar 2021 - APRIL-RAPP
www www