Minggu, 16 Mei 2021

Breaking News

  • Truck Terguling di Jalan Sudirman Pekanbaru   ●   
  • Jalan Arifin Achmad menuju Jalan Soekarno Hatta terjadi kemacetan parah, Jumat (26/3/2021) malam, pukul 20.00 wib, akibat banjir paska hujan deras.   ●   
  • Penembakan Kembali Terjadi di Pekanbaru, DPRD Minta Polisi Rutin Tes Psikologi   ●   
  • Kepala BPKAD Kuansing Tidak Penuhi Panggilan Jaksa   ●   
  • Kabar Baik, Tunjangan ASN Pemprov Riau segera Cair   ●   
  • Dukung Vaksinasi Covid-19, Pemprov Riau Refocussing Anggaran DAU 8 Persen   ●   
  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker   ●   
  • Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana Alam
Yamaha 7 Mei 2021
Polling
Kasus penyebaran Covid-19 di provinsi Riau terus meroket. Kini sudah menyentuh angka 46.047 Orang. Bahkan, angka kematian mencapai 1.133 jiwa. Menurut Anda, bagaimana upaya Pemprov Riau menekan penyebaran Covid-19?


Zulkifli AS Arahkan Cari Rekanan untuk Sediakan Komitmen Fee Pengurusan DAK Dumai
Rabu, 28 April 2021 23:05 WIB
Zulkifli AS Arahkan Cari Rekanan untuk Sediakan Komitmen Fee Pengurusan DAK Dumai
PEKANBARU (CAKAPLAH) - Mantan Walikota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah, memerintahkan Sya'ari mengantarkan komitmen fee untuk Yaya Purnomo dan Rifa Surya, pengawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI sebanyak Rp200 juta. Uang itu didapat dari rekanan.
 
Hal itu terungkap dalam sidang suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dumai dalam APBNP 2017 dan APBN 2018 dengan terdakwa Zulkifli AS di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (28/4/2021). 
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangkan saksi Marjoko Santoso selaku mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Dumai 2014-2017 dan Sya'ari selaku mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Dumai.
 
Pada persidangan yang digelar secara virtual dengan majelis hakim yang dipimpin Lilin Herlina, saksi Marjoko menjelas bagaimana ikuti terlibat dalam pengurusan DAK Kota Dumai. Selama menjabat Kepala Bappeda, Kota Dumai dua kali mendapat dana DAK.
 
Setelah mendapat DAK 2016, Pemko Dumai kembali mengusulkan DAK 2017. Marjoko menghimpun usulan dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk nantinya dikirim ke kementerian. "Setiap proses pengumpulan selalu diketahui terdakwa," kata Marjoko.
 
Hakim meminta Marjoko menjelaskan bagaimana arahan Zulkifli AS untuk mendapatkan DAK itu. Menurut Marjoko, sekitar Mei atau Juni 2016, dirinya dipanggil ke rumah dinas walikota dan bertemu Zulkifli AS.
 
"Waktu itu kami dipanggil. Disampaikan ada nama Andre, katanya dia ada orang yang bisa membantu proses pengurusan DAK. Itu disamakan face to face," ungkap Marjoko.
 
Di sana, Zulkifli AS memberikan nomor kontak Andre. Satu minggu setelah pertemuan di rumah dinas Walikota Dumai, Marjoko mengajak stafnya, Mukhlis Susantri dan Humanda Dwipa Putra pergi ke Jakarta untuk menemui Andre.
 
 "Kita kontak Pak Andre, sampaikan kita diberitahu Pak Walikota menjumpai Pak Andre. Karena tidak tahu tempat tinggalnya, kita dipandu melalui telepon dan bertemu di kediaman Pak Andre," jelas Marjoko.
 
Tidak lama berselang, Andre menelpon Yaya Purnomo dan Rifa Surya. Pada hari itu juga, Andre mengajak Marjoko dan stafnya bertemu Yaya dan Rifa di Hotel Arya Duta Jakarta. 
 
"Saat itu Pak Andre ikut. Dia (Yaya dan Rifa) perkenalkan kalau pegawai Kemenkeu, dia bawa dokumen berupa DAK Dumai sebelumnya. Dia bicarakan peningkatan DAK dari tahun sebelumnya," kata Marjoko.
 
Yaya Purnomo saat itu adalah Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Perimbangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
 
Sementara Rifa Surya adalah Kasi Perencanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik II, Subdirektorat DAK Fisik II dan Kasi Perencanaan DAK Non fisik. Dua nama yang disebutkan terakhir itu disebut Andre adalah orang bisa membantu pengurusan DAK untuk Kota Dumai
 
Marjoko mempertanyakan bagaimana dia bisa yakin kalau Yaya dan Rifa bisa membantu Pemko Dumai dalam memperoleh DAK. "Dia bilang, apabila ada peningkatan (jumlah DAK dari 2016) berarti itu adalah usaha bersangkutan," ucap Marjoko.
 
Setelah bertemu Yaya dan Rifa, kata Marjoko, dirinya kembali ke Dumai. Sementara dua stafnya masih di Jakarta dan ke Kemenkeu untuk menghimpun dana DAK.
 
Hakim mempertanyakan, apakah Marjoko mengenal Andre. "Tidak kenal secara persis. Cuma pada bulan berikutnya melalui Pak Walikota juga, dia (Andre) mengurus tata ruang di Kota Dumai. Pelabuhan peti kemas tapi karena tak sesuai ditolak," ujar Marjoko.
 
Marjoko kembali melanjutkan ceritanya tentang pengurusan DAK. Beberapa bulan setelah pertemuan pertama, dirinya ke Jakarta bersama Zulkifli AS. Mereka bertemu dengan Yaya di Hotel Sari Pan Pacific. "Saat itu hanya ada saya, Pak Walikota dan Yaya," kata Marjoko.
 
Pada pertemuan itu kembali dibicarakan progres pengurusan DAK Dumai 2017. Menurut Yaya, hal itu masih dalam proses. 
 
"Beberapa bulan kemudian, saya Pak Walikota, Pak Yaya dan Pak Rifa kembali bertemu di Novotel Jakarta. Ketika itu, Rifa menunjukkan list daftar DAK dan alokasi DAK yang akan dia bantu," jelas Marjoko.
 
Tidak sampai di situ, di bulan berikutnya, pertemuan berlanjut di Hotel Borobudur Jakarta antara Zulkifli AS, Marjoko dan Yaya. Ketika itu Yaya menawarkan akan membayar sisa alokasi anggaran DAK 2016 sebesar Rp22 miliar di akhir 2017.
 
"Dia tawarkan, sisanya Rp22 miliar lebih akan ditransfer seluruh atau tidak. Kalau seluruhnya, dia minta fee 2 persen sampai 2,5 persen dari nilai anggaran itu, dan disetujui Pak Walikota," tutur Marjoko.
 
Pertemuan berikutnya dilakukan di Hotel Parkline Jakarta. Saat itu, Marjoko dan Zulkilfi AS ingin memastikan ke Yaya soal DAK, termasuk untuk RSUD Kota Dumai.
Pembahasan terkait DAK dilakukan di kawasan Sarinah untuk membahas DAK 2018.
 
Usai pertemuan-pertemuan itulah mulai dilakukan pembicaraan pemberian komitmen fee 2 persen. Marjoko bersama Sya'ari pergi ke Jakarta untuk menyerahkan komitmen fee di Hotel Redtop.
 
"Waktu itu saya dihubungi Pak Sya'ari setelah mendapat perintah dari Pak Walikota untuk menyerahkan komitmen fee yang dijanjikan terkait dengan realisasi alokasi sisa anggaran tahun 2016 itu," beber Marjoko.
 
Berapa besar fee dan asal dana yang diserahkan, Marjoko tidak mengetahuinya. Ia menyarankan agar hal itu ditanyakan langsung kepada Sya'ari yang duduk di kursi saksi bersama dirinya. "Saya tidak tahu, (uang) dipegang Pak Sya'ari," ucap Marjoko.
 
Kemudian hakim mencecar Sya'ari terkait asal uang komitmen fee tersebut. Dia mengaku pada Juni 2017, mendapat telepon dari Anggi, ajudan Zulkifli AS agar datang ke rumah dinas walikota.
 
"Setelah saya datang. Pak Walikota sampaikan DAK 2016 ada sisa bayar. Di 2017 bisa dibayar semua ke Pemda dan dana itu bisa ditransfer kalau ada fee 2 persen," kata Sya'ari mengulang pembicaraan dirinya dengan Zulkifli AS ketika itu.
 
Menurut Sya'ari, kepada dirinya Zulkilfli AS mengatakan kalau dana itu cair akan dibagi untuk beberapa OPD. Untuk infrastruktur (Dinas PU) sebesar Rp10 miliar, Disdikpora Rp10 miliar dan untuk RSUD Dumai.
 
Zulkilfi AS, kata Sya'ari, mengarahkan agar mencari pihak ketiga atau rekanan untuk menyiapkan fee tersebut. Dari Rp10 miliar ada fee Rp200 juta.
 
Atas arahan itu, dirinya kemudian menghubungi beberapa orang rekanan, dan hal itu dilaporkannya ke Zulkifli AS. Atas arahan terdakwa, akhirnya dipilihnya rekanan atas nama Arif Budiman dan Mashudi.
 
Kepada keduanya disampaikan soal fee tersebut. Arif Budiman menyiapkan uang sebesar Rp150 juta dengan imbalan kegiatan di Disdik Dumai senilai Rp7,5 miliar dan Mashudi sebesar Rp50 juta dari nilai kegiatan Rp2,5 miliar.
 
Setelah uang terkumpul, Sya'ari melapor ke Zulkifli AS, dan diperintahkan ke Jakarta untuk mengantarkan fee tersebut. Namun karena Sya'ari tidak mengenal Yaya maupun Rifa, maka Zulkifli AS menyarankan agar membawa Marjoko. "Pak Wali bilang bawa Pak Marjoko, karena dia tahu," kata Sya'ari.
 
Setelah di Jakarta, Sya'ari menghubungi Yaya, namun yang datang ke Hotel Redtop adalah Rifa. Mereka bertemu di kamar hotel untuk menyerahkan uang tersebut. "Uang sebesar Rp150 juta dalam bentuk Dollar Amerika dan Rp50 juta dari Mashudi dalam bentuk rupiah," tutur Sya'ari. 
 
Setelah sisa bayar cair dan Disdikpora Dumai kecipratan Rp10 miliar, Arif Budimam mendapat tiga kegiatan pengadaan. Sementara Mashudi mendapat satu kegiatan.
 
 "Semua kegiatan bagus, sesuai spek. Hasil pemeriksaan BPK sesuai, tidak ada masalah,' ujar Sya'ari.
 
Zulkifli AS didakwa JPU pada 2016 hingga 2018 melakukan suap kepada Yaya Purnomo dan Rifa Surya. "Uang diberikan sebesar Rp100 juta, Rp250 juta, Rp200 juta dan SGD35.000," kata JPU.
 
Selain suap, JPU juga mendakwa Zulkifli AS menerima gratifikasi sebesar Rp3.940.203.152. Uang tersebut diterimanya dari pemberian izin kepada perusahaan yang mengerjakan proyek di Kota Dumai dan pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan Kota Dumai.
Penulis : CK2
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Hukum, Kota Dumai
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Kasus penyebaran Covid-19 di provinsi Riau terus meroket. Kini sudah menyentuh angka 46.047 Orang. Bahkan, angka kematian mencapai 1.133 jiwa. Menurut Anda, bagaimana upaya Pemprov Riau menekan penyebaran Covid-19?

Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 11 Mei 2021
Ibadah Haji 2021 Dibuka, MPR Minta Pemerintah segera Lobby Kuota Jamaah Haji
Senin, 10 Mei 2021
Sikapi Kekerasan Terhadap Umat Islam oleh Israel, PPP: Jangan Lagi Berpikir Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel
Senin, 10 Mei 2021
Sikapi Kekerasan Terhadap Umat Islam Palestina, PPP: Jangan Lagi Berpikir Ada Hubungan Diplomatik Dengan Israel
Kamis, 06 Mei 2021
MPR Harapkan Pandangan dari Kalangan Perguruan Tinggi Untuk Hidupkan Kembali GBHN

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 15 Mei 2021
Polsek Kuala Kampar Gelar Operasi Yustisi Prokes
Sabtu, 15 Mei 2021
Warga Kelurahan Sorek Satu Positif Covid-19, Polsek Pangkalan Kuras Laksanakan Tracking Contact
Sabtu, 15 Mei 2021
Polsek Bunut Imbau Masyarakat Gunakan Masker Setiap Saat
Sabtu, 15 Mei 2021
Tekan Penyebaran Covid-19, Polsek Ukui Rutin Gelar Operasi Yustisi di Kelurahan Ukui

Serantau lainnya ...
Selasa, 11 Mei 2021
Tampil Cantik saat Lebaran, Fajar Cosmetic Ramai Pengunjung
Rabu, 05 Mei 2021
7 Cara Gampang Agar Lebih Mudah Bangun untuk Sahur
Selasa, 04 Mei 2021
Go Nasional, Fajar Cosmetic Akan Buka Cabang di Jakarta
Kamis, 29 April 2021
Punya Legalitas, Pekerja Musik di Bawah Naungan SPMI Difasilitasi BPJS

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi
Kamis, 29 April 2021
Dua Minggu Lagi WhatsApp akan Blokir Kamu
Selasa, 13 April 2021
Bukan Mimpi Lagi, Ini 2 Mobil Terbang yang sudah Dapat Izin Mengudara

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 04 Mei 2021
Mahasiswa Unilak Lolos Hibah Program KBMI Dikti Tingkat Nasional
Minggu, 02 Mei 2021
BEMNUS dan BEMSI Gelar Aksi Seribu Lilin di Pekanbaru, Bacakan 6 Tuntutan
Jumat, 30 April 2021
Menampilkan Karya Ilmiyah Mahasiswa dan Alumni, Tadarus Ramadhan Seri ke-2 PSGA UIN Suska Riau Tuai Pujian
Kamis, 29 April 2021
GMI Sukses Gelar Webinar Pemuda dalam Menangkal Paham Radikal

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Kasus penyebaran Covid-19 di provinsi Riau terus meroket. Kini sudah menyentuh angka 46.047 Orang. Bahkan, angka kematian mencapai 1.133 jiwa. Menurut Anda, bagaimana upaya Pemprov Riau menekan penyebaran Covid-19?


Idul Fitri 1442 BRK
Terpopuler
Idul Fitri 1442 Syahrul Aidi
Foto
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin
SPR Idul Fitri 1442 H
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit
Selasa, 13 April 2021
Diungkap Sahabat, Billy Sering Bengong Sulit Lupakan Pesona Amanda Manopo
Rabu, 31 Maret 2021
Aa Gym Cabut Gugatan Cerai ke Teh Ninih
Jumat, 19 Maret 2021
Diduga Terlibat Perdagangan Anak sebagai PSK, Artis Cynthiara Alona Terancam 10 Tahun Penjara

Selebriti lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
PKB Kampar - Catur Sugeng
Jumat, 07 Mei 2021
Rilis Lagu Bertema 'Tak Mudik', Azwa Nasyid dan Azam Voice Bikin Sedih Hilang
Rabu, 05 Mei 2021
4 Golongan Manusia Mendapat Kebahagian dan Kesengsaraan
Jumat, 30 April 2021
Musala RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Berubah Menjadi Masjid
Selasa, 13 April 2021
Fatwa MUI Perbolehkan Buka Puasa Bersama

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin Centronet Data Indonesia
Indeks Berita
Pesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021Ucapan RamadanAPRIL/RAPP - ImlekNyepi 14 Maret 2021 - APRIL RAPPHUT Kampar 2021 - APRIL-RAPP
www www