Sabtu, 31 Juli 2021

Breaking News

  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!   ●   
  • Israel Tawarkan Vaksin yang Nyaris Kedaluwarsa ke Negara Lain   ●   
  • Singkirkan Spanyol Lewat Adu Penalti, Italia Lolos ke Final   ●   
  • Sindikat Vaksin Covid Palsu Ditangkap setelah Suntikkan Air Garam ke 2.000 Warga
Yamaha 30 Juli 2021
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


Sidang Korupsi Anggaran Rutin Bappeda Siak
Saksi Bantah BAP-nya Terkait Pemotongan 10 Persen Kebijakan Yan Prana
Senin, 03 Mei 2021 22:05 WIB
Saksi Bantah BAP-nya Terkait  Pemotongan 10 Persen Kebijakan Yan Prana
PEKANBARU (CAKAPLAH) - Sidang perkara dugaan korupsi anggaran rutin di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Siak 2013-2017 kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (3/5/2021). Empat saksi dihadirkan untuk terdakwa Yan Prana Jaya Indra Rasyid.
 
Empat orang saksi itu Muhammad Afandi, Muhammad Faisal, Herianto, dan Awaludin. Mereka bersaksi di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru yang diketuai Lilin Herlina.
 
Affandi dalam keterangannya menyebutkan, beberapa kali melakukan perjalanan dinas pada 2017. Tiga di antara perjalanan itu dilakukan ke Pekanbaru.
 
Untuk awal, biaya perjalanan dinas ditanggung dengan uang pribadi. Setelah kembali ke Siak, dia membuat laporan administrasi dan mengajukan ke bendahara. "Nanti baru uangnya keluar, tidak tentu (keluar uangnya). Tergantung dana yang ada," tuturnya.
 
Uang diserahkan oleh bendahara pengeluaran tapi jumlahnya tidak sesuai dengan biaya yang diajukan. Ada pemotongan sebesar 10 persen. "Hanya diberitahu sama bendahara ada pemotongan tapi tidak dijelaskan untuk apa," ucapnya.
 
Ia mengaku awal mengetahui ada pemotongan itu ketika mengambil biaya perjalanan dinas di bendahara. Namun hakim mempertanyakan keterangan saksi di BAP yang menyebutkan kalau pemotongan itu kebijakan Yan Prana selaku Kepala Bappeda Siak.
 
"Kenapa tidak menerangkan itu (di persidangan), padahal ada di BAP saudara? Kalau tidak disampaikan kenapa ditandatangani," tanya hakim Lilin.
 
Affandi membantah memberikan keterangan itu di BAP meski membaca BAP. Menurut saksi, dirinya ketika itu tidak membaca kembali keseluruhan BAP dirinya. "Saya tidak tahu siapa yang menyuruh pemotongan (10 persen)," bebernya.
 
Hakim anggota Iwan Irawan juga mencecar Affandi terkait keterangannya di BAP. "Kok ada jawabannya ini (pemotongan atas kebijakan pimpinan Kepala Bappeda, red), kamu dipaksa apa gimana?" tanya dia.
 
Affandi menyatakan, ketika diperiksa oleh penyidik tidak ada paksaan. "Kalau kamu tidak tahu, kenapa kok ada jawaban kamu di (BAP) nomor 12?," tanya hakim Iwan lagi. "Saya tidak tahu, saya tidak pernah menyatakan itu," jawab saksi.
 
Ia pun menyatakan bantahan atas keterangannya di-BAP tersebut. Sembari mengatakan saat itu bendahara keuangan adalah Ade Kus Endang. "Ada dia (bendahara) bicara itu kebijakan pimpinan?," tanya hakim kembali.
 
"Tidak ada," jawab saksi.
 
Hakim kembali mengingatkan Affandi untuk jujur terkait siapa yang menyuruhmu memotong biaya perjalanan dinas. "Yang saya ketahui itu ada pemotongan, tapi kebijakan siapa saya tidak tahu," kata Afandi lagi.
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga mencecar saksi apakah dirinya keberatan atas pemotongan uangnya sebesar 10 persen. "Atas pemotongan itu saudara keberatan atau tidak?," tanya JPU.
 
Affandi menyatakan tidak keberatan karena pemotongan itu sudah kebijakan dan diikuti seluruh pegawai di Bappeda Siak. JPU meminta saksi untuk berkata jujur.
 
"Saudara sudah disumpah loh. Keterangan palsu itu ada pidananya. Tolong hargai persidangan ini," ucap JPU mengingatkan saksi.
 
Kesaksian juga diberikan Faisal, Herianto, dan Awaludin. Dalam keterangannya, ketiga saksi banyak mengaku lupa dan terkesan bingung hingga membuat hakim kesal. "Saya heran, dari tadi saksinya masih muda semua tapi sudah lupa. Saya saja tidak lupa," kata hakim Lilin.
 
Hakim juga tidak bisa menutupi kekesalannya ketika Herianto dan Awaludin bersaksi. Keduanya seakan bingung memberikan jawaban hingga harus dijelaskan secara detail oleh hakim.
 
"Saudara tahu uang saudara dipotong dari mana? Tahu jumlahnya berapa?' tanya hakim Lilin.
 
Herianto yang ketika di Bappeda Siak menjabat Kasubdit Statistik, menjawab tahu uangnya dipotong tapi dia tidak menghitungnya. "Kalau tidak dihitung, kenapa tahu kalau jumlahnya berkurang," kata hakim lagi.
 
Menurut Herianto, uangnya masih di dalam amplop hingga tidak dihitung. "Jadi amplopnya tidak dibuka, sampai sekarang masih ada?' kata hakim.
 
Menurut Herianto, uang itu dihitungnya ketika di rumah, dan memang jumlahnya berkurang. "Berartikan ada saudara buka amplopnya, susah sekali saudara menjawab," ucap hakim kesal.
 
Herianto juga ditanya apakah dia mengetahui siapa yang menyuruh memotong anggaran. Herianto memandang Yan Prana yang duduk di samping penasehat hukumnya. "Saudara jangan bingung, jawab saja," tutur hakim.
 
Sambil memegang kepalanya, Harianto akhirnya menjawab kalau menurut bendahara, pemotongan atas perintah pimpinannya, Kepala Bappeda Siak, Yan Prana.
 
Kekesalan hakim juga terlihat ketika Awaluddin bersaksi dan ditanyakan, apakah tidak protes uangnya disunat. Dia lama memberikan jawaban hingga ditegur hakim. "Takut karena (pemotongan anggaran) disuruh Pak Kepala (Yan Praja)," tuturnya. 
 
Dugaan korupsi dilakukan Yan Prana selaku Bappeda Kabupaten Siak bersama-sama Donna Fitria (perkaranya diajukan dalam berkas perkara terpisah), bersama-sama pula dengan Ade Kusendang dan Erita.
 
Ada tiga dana kegiatan yang diduga dikelola secara melawan hukum di masa Yan Prana. Yakni anggaran perjalanan dinas pada Bappeda Siak Tahun Anggaran (TA) 2013 - TA 2017, anggaran atas kegiatan pegadaan alat tulis kantor pada Bappeda Siak TA 2015 - TA 2017 dan pengelolaan anggaran makan minum pada Bappeda Kabupaten Siak TA 2013 - 2017.
 
"Terdakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Memperkaya terdakwa sebesar Rp2.896.349.844,37 sebagai mana laporan hasil audit Inspektorat Kota Pekanbaru," ujar JPU.
 
Atas perbuatannya, Yan Prana dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), jo Pasal 3, Pasal 10 huruf (b), Pasal
Pasal 12 huruf (f) Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Penulis : CK2
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Hukum, Kabupaten Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?

Berita Terkait
Rabu, 03 Februari 2021 16:03 WIB
Pj Sekdaprov Masih Kosong, Ini Respon DPRD Riau
Senin, 28 Juni 2021 17:51 WIB
SK Sekdaprov Riau Tunggu Diteken Presiden
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Kamis, 22 Juli 2021
MPR Desak Vaksin Dosis Ketiga untuk Nakes Dilakukan Secepatnya
Rabu, 14 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemerintah Telah Tetapkan PPKM Darurat MPR Minta Semua Harus Berdoa
Senin, 12 Juli 2021
MPR: Koperasi Sebagai Panglima Menjaga Ketahanan Ekonomi Nasional
Jumat, 09 Juli 2021
MPR: Penting untuk Hadirkan Kolaborasi dalam Hadapi Covid-19

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 31 Juli 2021
Tinjau Jembatan Rusak di Sinaboi, Gubri: Tahun Depan Dibangun Jembatan Beton
Jumat, 30 Juli 2021
Polsek Pangkalan Kerinci Gelar Operasi Yustisi Prokes
Jumat, 30 Juli 2021
Polsek Teluk Meranti dan TNI Bersinergi Imbau Masyarakat Terapkan Prokes
Jumat, 30 Juli 2021
Polsek Kerumutan Ingatkan Warga Selalu Terapkan Prokes

Serantau lainnya ...
Rabu, 21 Juli 2021
Anak Didik AMS Juarai Pemilihan Bujang Dara Pekanbaru 2021
Selasa, 13 Juli 2021
Famys Hijab, Pilihan Tepat untuk Tampil Cantik Saat Idul Adha
Jumat, 09 Juli 2021
Berkembang Pesat, Irvan Asmara Sukses Dirikan AMS Modelling School
Kamis, 08 Juli 2021
DRV Beauty Store Jadi Ikon Kosmetik di Sungai Penuh, Produknya Lengkap dan Original

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas

Advertorial lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?
Jumat, 02 Juli 2021
Heboh Bill Gates dan Istrinya Sebenarnya sudah Meninggal Tahun 2013 Lalu
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 27 Juli 2021
Tingkatkan Inovasi Teknologi Terapan Bidang MKG, PCR dan BMKG Jalin Kerja Sama
Selasa, 27 Juli 2021
Tim Kukerta Balek Kampung Unri Sialang Sakti Berikan Spanduk dan Logo
Selasa, 27 Juli 2021
Kukerta Unri Desa Ujung Batu Timur Serahkan 1.000 Batang Bibit Tanaman Buah kepada Masyarakat
Senin, 26 Juli 2021
Mahasiswa Kukerta Unri di Desa Pulau Terap Kampar Lakukan Penyemprot Disinfektan

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


PCR 15 Juli 2021
Terpopuler
Permata
Foto
Unilak 1 Juni 2021
Pelantikan Bupati Siak - Pemkab Siak
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 01 Juli 2021
Peramal Mbak You Meninggal Dunia
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit

Selebriti lainnya ...
Bhayangkara 2021 CAKAPLAH
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
UIR 2021
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban
Jumat, 02 Juli 2021
Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Seperti Apa yang Bisa Disebut Syahid?
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Indeks Berita
Idul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www