Sabtu, 19 Juni 2021

Breaking News

  • Tahun Ini Pemberangkatan Jamaah Haji Indonesia Kembali Dibatalkan   ●   
  • Truck Terguling di Jalan Sudirman Pekanbaru   ●   
  • Jalan Arifin Achmad menuju Jalan Soekarno Hatta terjadi kemacetan parah, Jumat (26/3/2021) malam, pukul 20.00 wib, akibat banjir paska hujan deras.   ●   
  • Penembakan Kembali Terjadi di Pekanbaru, DPRD Minta Polisi Rutin Tes Psikologi   ●   
  • Kepala BPKAD Kuansing Tidak Penuhi Panggilan Jaksa   ●   
  • Kabar Baik, Tunjangan ASN Pemprov Riau segera Cair   ●   
  • Dukung Vaksinasi Covid-19, Pemprov Riau Refocussing Anggaran DAU 8 Persen   ●   
  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker
Yamaha 19 Juni 2021
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?


PH Tolak Rekapan yang Dibuat Saat Penyidikan.
Sebut Ikuti Perintah, Donna Buang Catatan Pemotongan Dana Perjalanan Dinas
Senin, 31 Mei 2021 22:28 WIB
Sebut Ikuti Perintah, Donna Buang Catatan Pemotongan Dana Perjalanan Dinas

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Donna Fitria di persidangan perkara dugaan korupsi anggaran rutin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Siak tahun 2013-2017 dengan terdakwa Yan Prana Jaya Indra Rasyid, Senin (31/5/2021). Donna disebut sebagai saksi kunci perkara yang merugikan negara Rp2,8 miliar itu.

Donna merupakan mantan Bendahara Pengeluaran di Bappeda Siak. Namanya berulang kali diungkap para saksi karena dirinya yang melakukan pemotongan 10 persen pada setiap perjalanan dinas yang dilakukan pegawai Bappeda Siak di masa kepemimpinan Yan Prana.

Donna yang hadir di ruang sidang Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru mengatakan, Yan Prana menjadi Kepala Bappeda Siak sejak 2012 hingga akhir 2017. "Ketika itu saya jadi bendahara," kata Donna di hadapan majelis hakim yang diketuai Lilin Herlina.

Donna mengatakan, pemotongan uang perjalanan dinas sudah ada sebelum Yan Prana jadi Kepala Bappeda Siak. Ketika itu, Donna belum menjadi bendahara, dan uang perjalanan dinasnya juga ikut dipotong. "Saya mengalaminya, saat melakukan perjalanan dinas," kata Donna.

Hakim menyentil Donna terkait pemotongan dana perjalanan dinas, di masa Yan Prana. Menurut Donna, adanya pemotongan 10 persen disampaikan pada rapat di tahun 2012, juga di 2014. Rapat itu dihadiri seluruh pegawai Bappeda.

Namun pada 2012, Donna belum menjabat sebagai bendahara tapi jabatan itu dipegang Rio Arta. Ia menjadi bendahara pada 2013. "Pemotongan itu, melanjutkan sebelumnya," ucap Donna.

"Ketika ada pemotongan, ada yang keberatan?" kata hakim.

Donna menyatakan tidak ada yang bertanya, maupun menyatakan keberatan secara langsung. "Saat itu ada keberatan tapi keberatannya ngomong-ngomong gitu aja di luar rapat," ungkap Donna.

Dana perjalanan dinas yang dipotong 10 persen dipegang oleh Donna selaku bendahara. Setiap bulan, dana itu diminta oleh Yan Prana dengan jumlah bervariasi, ada Rp5 juta atau Rp10 juta.

Untuk apa uang itu diminta oleh Yan Prana, Donna menyatakan tidak mengetahuinya. "Tidak tahu saya untuk apa uang itu yang mulia," tutur Donna.

Ketika Donna tidak lagi menjabat sebagai bendahara, dana perjalanan dinas yang dipotong diserahkan kepada Yan Prana. "Ada catatannya?" kata hakim.

Donna menyatakan semua perjalanan dinas dicatat dan disimpan dalam komputer. Rekapan dana itu yang setiap tahun diserahkan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tapi tidak disertai pemotongan 10 persen.

Terkait pemotongan 10 persen, dicatat dalam sebuah buku. "Bukunya ada?" kata hakim lagi.

Donna menyatakan, buku itu tidak lagi ada pada dirinya karena sudah dimusnahkan. Menurutnya, Yan Prana memerintah agar dirinya membuang catatan tersebut setalah tidak lagi menjabat bendahara. "Sudah dibuang," ucap Donna.

Mendengar itu, hakim jadi penasaran dan mempertanyakan kenapa sampai dibuang. "Kata Pak Yan, kalau sudah selesai dibuang saja," ucap Donna.

Hakim mempertanyakan bagaimana cara Donna membuang catatan tersebut. "Disobek-sobek gitu yang mulia," tegas Donna.

Terkait rekapitulasi biaya perjalanan dinas yang tersimpan di dalam komputer. "Itu rekapan saya sendiri selama setahun. Yang di komputer tidak ada pemotongan 10 persen," ucap Donna.

Dalam persidangan itu, seseorang bernama Suhartini dihadirkan untuk membuka file rekapan perjalanan dinas di komputer yang dibawa jaksa sebagai barang bukti. Suhartini merupakan staf Donna tapi data di komputer itu tidak bisa dibuka.

Donna mengatakan rekapan itu ada setiap tahun. Donna mengaku membuat kembali catatan pemotongan dinas setelah adanya penyelidikan dari pihak kejaksaan. Pemotongan itu berdasarkan catatan yang di komputer.

Berdasarkan BAP total uang pemotongan perjalanan dinas yang diberikan ke Yan Prana totalnya Rp400 juta lebih. "Uang pemotongan itu, dikatakan Pak Yan, untuk MTQ, untuk THR honorer dan CS. Ini saya tahunya dari Kabid-kabid yang mulia," jelas Donna

Sempat terjadi ketegangan antara ketika penasehat hukum Yan Prana mempertanyakan tentang rekapan tahun 2013-2015 yang kembali dibuat Donna saat penyidikan di Kejaksaan Tinggi Riau. Donna menyatakan rekapan itu dibuat atas permintaan penyidik.

Penasehat hukum (PH) terdakwa, Alhemdri, menyatakan keberatan kalau rekapan itu disertakan sebagai bukti di pengadilan karena dinilai tidak orisinil. Akhirnya hakim meminta tim penasehat hukum menyampaikan keberatan tersebut dalam pledoi.

Penasehat hukum juga menyatakan Donna bisa terjerat dalam kasus tersebut. "Saya memang sudah jadi tersangka dalam kasus ini," tegasnya.

Selain Donna, JPU juga menghadirkan saksi Ade Kusendang yang juga merupakan bendahara di Bappeda Siak. Dia mengaku adanya pemotongan 10 persen.

Setiap pemotongan itu, dicatat dalam sebuah buku. Ketika ditanya apakah buku tersebut ada, Ade menyatakan sudah memusnahkannya. "Sudah tidak ada. Sudah dibakar atas perintah terdakwa," kata Ade.

Ade juga menyebutkan, dirinya membuat rekap perjalanan dinas setiap tahunnya. Rekap itu yang diserahkan ke BPK tanpa ada pemotongan 10 persen. "Di penyidik, ditambah kolom pemotongan 10 persen," ungkap Ade.

Atas keterangan saksi, hakim meminta tanggapan dari Yan Prana. Sekdaprov Riau non aktif itu menyampaikan beberapa keberadaan. "Saya banyak keberatan," tegas Yan Prana.

Keberatan pertama, kata Yan Prana, dirinya tidak ada melakukan rapat terkait pemotongan perjalanan dinas pada 2012 dan 2014. Pada 2014, ia menyatakan hanya menyampaikan usulan dari Donna terkait pemotongan.

"Saya hanya menyampaikan usulan dari Donna terkait pemotongan. Saya yang diminta sampaikan karena dia kan hanya menjabat bendahara," tutur Yan Prana.

Yan Prana juga membantah menerima uang dari pemotongan perjalanan dinas dari Donna. Begitu juga uang sisa makan minum atau ATK. "Saya tidak pernah terima uang. penggunaannya juga tidak pernah tahu," kata Yan Prana.

Sementara itu, Donna menyatakan tetap pada keterangan. "Saya tetap pada keterangan saya yang mulia," tegas Donna.

Pada persidangan itu, jaksa juga menghadirkan 6 saksi lain. Mereka merupakan staf dan pegawai honorer di Bappeda Siak.

Berdasarkan dakwaan JPU disebutkan, Yan Prana Jaya bersama-sama Donna Fitria (perkaranya diajukan dalam berkas perkara terpisah) dan Ade Kusendang, serta Erita, sekitar Januari 2013 hingga Desember 2017 melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain sebesar Rp2.896.349.844,37.

Berawal pada Januari 2013, saat terjadi pergantian bendahara pengeluaran dari Rio Arta kepada Donna, terdakwa Yan Prana mengarahkan untuk melakukan pemotongan biaya sebesar 10 persen dari setiap pelaksanaan kegiatan perjalanan dinas.

Donna Fitria sebagai bendahara pengeluaran, lantas melakukan pemotongan anggaran perjalanan dinas Bappeda Kabupaten Siak tahun anggaran 2013 sampai dengan Maret 2015 pada saat pencairan anggaran SPPD setiap pelaksanaan kegiatan.

Besaran pemotongan berdasarkan total penerimaan yang terdapat dalam Surat Pertanggungjawaban (SPj) perjalanan dinas sebesar 10 persen. Uang yang diterima masing-masing pelaksana kegiatan, tidak sesuai dengan tanda terima biaya perjalanan dinas.

Pemotongan anggaran perjalanan dinas sebesar 10 persen tersebut dilakukan setiap pencairan. Uang dikumpulkan dan disimpan Donna selaku bendahara pengeluaran di brangkas bendahara, Kantor Bappeda Kabupaten Siak

Donna, mencatat dan menyerahkan kepada terdakwa Yan Prana secara bertahap sesuai dengan permintaannya. Akibat perbuatan terdakwa Yan Prana negara dirugikan Rp2.895.349.844,37.

Tidak hanya perjalanan dinas, dalam kasus ini juga terjadi penyimpangan dalam mengelola anggaran atas kegiatan pegadaan alat tulis kantor (ATK) pada Bappeda Kabupaten Siak TA 2015 sampai dengan TA 2017 dan melakukan pengelolaan anggaran makan minum pada Bappeda Kabupaten Siak TA 2013 - 2017.

Atas kasus itu, JPU menjerat Yan Prana dengan Pasal 2 ayat (1), jo Pasal 3, Pasal 10 huruf (b), Pasal 12 huruf (f) Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis : CK2
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Hukum, Kabupaten Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?

Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 08 Juni 2021
Pemerintah Diimbau Hentikan Impor Alkes, Bamsoet: Sektor Kesehatan Ini Justru Dinikmati oleh Asing
Senin, 07 Juni 2021
Soal Wawasan Kebangsaan, FPKB MPR RI: Itu Sesuatu yang Fundamental, Penting untuk Indonesia
Jumat, 28 Mei 2021
Ketua MPR RI Luncurkan Buku ke-19 Berjudul ‘Cegah Negara Tanpa Arah’
Selasa, 25 Mei 2021
Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Achmad: MPR Dorong 4 Pilar Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 19 Juni 2021
Polsek Kuala Kampar Pantau Penerapan Prokes Warga di Pos PPKM Pelabuhan
Sabtu, 19 Juni 2021
Antisipasi Kriminalitas, Polsek Ukui Rutin Patroli C3
Sabtu, 19 Juni 2021
Polsek Bunut Patroli C3 dan Sosialisasi Prokes Malam Hari
Sabtu, 19 Juni 2021
Polsek Teluk Meranti dan TNI Sosialisasikan Prokes di Pos PPKM

Serantau lainnya ...
Senin, 31 Mei 2021
Segera Diluncurkan, Biografi Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri
Minggu, 30 Mei 2021
UIR dan IAEI Riau Edukasi Pelaku Usaha di Pekanbaru tentang Konsep Laundry Syariah
Selasa, 11 Mei 2021
Tampil Cantik saat Lebaran, Fajar Cosmetic Ramai Pengunjung
Rabu, 05 Mei 2021
7 Cara Gampang Agar Lebih Mudah Bangun untuk Sahur

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi
Kamis, 29 April 2021
Dua Minggu Lagi WhatsApp akan Blokir Kamu
Selasa, 13 April 2021
Bukan Mimpi Lagi, Ini 2 Mobil Terbang yang sudah Dapat Izin Mengudara

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 17 Juni 2021
Bantu Hadapi Dunia Kerja, Fikom UIR Luncurkan Program Magang bagi Mahasiswa
Jumat, 11 Juni 2021
Perdana di Pekanbaru, Santri di Pondok Pesantren Terima Vaksin Covid-19
Rabu, 09 Juni 2021
Tingkatkan SDM Daerah, PCR Lakukan Pertemuan dengan Pemkab Meranti
Selasa, 01 Juni 2021
Alumni di Meranti Dukung Dr Moris Jadi Ketua IKA Unri

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?


Unilak 1 Juni 2021
Terpopuler
Waisak 26 Mei 2021 - APRIL
Foto
Idul Fitri 1442 BRK
Idul Fitri 1442 Syahrul Aidi
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit
Selasa, 13 April 2021
Diungkap Sahabat, Billy Sering Bengong Sulit Lupakan Pesona Amanda Manopo
Rabu, 31 Maret 2021
Aa Gym Cabut Gugatan Cerai ke Teh Ninih
Jumat, 19 Maret 2021
Diduga Terlibat Perdagangan Anak sebagai PSK, Artis Cynthiara Alona Terancam 10 Tahun Penjara

Selebriti lainnya ...
Muswil PPP 29 Mei 2021
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
PKB Kampar - Catur Sugeng
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman
Selasa, 18 Mei 2021
Hukum Menggabung Puasa Qada Ramadan dan Syawal
Jumat, 07 Mei 2021
Rilis Lagu Bertema 'Tak Mudik', Azwa Nasyid dan Azam Voice Bikin Sedih Hilang
Rabu, 05 Mei 2021
4 Golongan Manusia Mendapat Kebahagian dan Kesengsaraan

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Indeks Berita
Pesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021APRIL/RAPP - ImlekNyepi 14 Maret 2021 - APRIL RAPPHUT Kampar 2021 - APRIL-RAPP
www www