Sabtu, 18 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 18-21 September 2021

CAKAP RAKYAT:
Mengukur Integritas Diri
Selasa, 08 Juni 2021 22:02 WIB
Mengukur Integritas Diri

Pilih orang pintar atau jujur? Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada diri kita untuk memilih mitra atau teman, maka saya yakin kita akan memilih orang yang jujur. Meskipun saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi seakan menjadi kunci utama kesuksesan pribadi ataupun suatu bangsa, namun krisis kepercayaan hari ini merupakan persoalan yang tidak dapat disepelekan. Bahwa kejujuran lebih utama dari pada kepintaran merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Orang pintar yang tidak jujur akan membawa kerusakan lebih besar karena kepintarannya. Maka tepat yang dikatakan Bung Hatta tempo dulu: “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, namun tidak jujur sulit diperbaiki.”

Lihatlah negeri ini. Fakar dan ahli berserakan. Tapi banyak persoalan tidak mendapatkan solusi dan jawaban. Politik yang berkecamuk, hukum yang diragukan, ekonomi jalan di tempat, korupsi makin menjadi, dan banyak lagi persoalan yang antri butuh penyelesaian. Sehingga, terjadi krisis kepercayaan baik terhadap individu tokoh maupun terhadap instansi. Cobalah tunjuk hidung sendiri. Siapa sekarang yang bisa kita percaya? Instansi apa sekarang yang benar-benar tanpa cela? KPK saja yang dipercaya sangat ketat dalam hal integritas, masih saja kecolongan. Di awal tahun ini sudah beberapa oknum pegawai KPK yang diproses hukum dan etik. Belum lagi polemik yang belum usai di balik puluhan pegawai senior yang tidak lulus TWK (Tes Wawasan Kebangsaan).

Rekrutmen berbagai bidang hari ini menuntut integritas. Namun, jika nilai integritas seseorang ditentukan dari hasil subjektifitas tanpa parameter yang jelas dan mengingkari nilai objektif keadilan, maka pribadi yang berintegritas tidak akan ditemukan alias tersingkir ke pinggiran. Tidak hanya itu, lambat laun negeri ini menuju pada kepunahan integritas.

Jika kita amati, integritas lebih dekat dengan sifat jujur. Namun integritas memiliki makna yang lebih luas berupa kesatuan kebaikan secara integral. Pribadi yang berintegritas bukanlah gelar akademik atau pangkat dan jabatan. Integritas merupakan sematan dari banyak orang yang bersumber dari nurani yang murni dan melalui interaksi yang panjang. Tidak ujuk-ujuk beberapa hari muncul ke permukaan atau lulus tes multiple choice, lalu dicap sebagai orang yang berintegritas.

Tidak sulit kita mencari contoh. Tidak asing terdengar banyak kisah teladan yang menyejarah. Pada zaman Tabi’in, Khalifah (Penguasa Negara) Umar bin Abdul Aziz memadamkan lampu ruangan kerja ketika anaknya datang di malam hari. Umar meniup lampu teplok yang merupakan satu-satunya sumber penerangan di ruangan itu. Di kegelapan sang anak bertanya, “mengapa?” Khalifah menjawab tegas, “Kau datang dalam urusan pribadi. Sementara minyak lampu ini bersumber dari kas negara.”

Sebegitukah mereka? Ya. Mereka merupakan pelaku sejarah. Kisah mereka patut diulang terus menerus untuk menjadi teladan. Lalu di zaman ini, bagaimana kita mengukur integritas diri? Secara sederhana, mengukur integritas diri yaitu dengan cara mengenali diri sendiri. Pertama, sejauh mana kita memahami baik dan buruk, pantas atau tidak pantas, hak dan bukan hak. Kedua, sejauh mana kita mampu bertanggung jawab secara penuh terhadap kewajiban tanpa ada yang dikurangi dan mengambil hak tanpa melebihi.

Persoalannya adalah, integritas seseorang terciderai oleh penghianatan kepada nurani diri sendiri dan mencari dalil pembenaran terhadap penghianatan itu. Sesungguhnya kita dapat berhakim kepada hati nurani sendiri. Dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Namun, karena nafsu tanpa kendali akan melahirkan dalil pembenaran sehingga hati nurani menjadi mati.

Setidaknya, ada 3 tingkatan integritas seseorang, yaitu: Pertama, integritas tinggi. Orang-orang yang berintegritas tinggi betul-betul selektif dengan ucapan dan perbuatannya. Menunaikan tugas dan tanggung jawab serta kewajibannya secara total. Lalu, dia mengerti mana yang hak dan mana yang bukan haknya. Jika dia seorang petani, maka dia akan menanam bibit yang baik di atas lahan sendiri. Menyirami dengan air dan pupuk milik sendiri. Membayar upah para pekerja tanpa menunda dan mengurangi. Jika dia seorang pedagang, maka dia tidak mengurangi timbangan dan tidak menyembunyikan cacat pada barang. Jika dia seorang kontraktor, maka dia akan memenuhi ukuran, bentuk dan merek suatu bahan bangunan. Jika dia seorang karyawan, maka dia tidak akan terlambat datang ke kantor dan tidak akan pulang sebelum waktunya. Bahkan, kita dapat menjumpai orang yang tidak mau menggunakan printer dan mesin foto copy kantor untuk keperluan pribadinya. Dia tidak mau menggunakan kendaraan dinasnya untuk kepentingan lain. Jika dia terbentur dengan sistem yang memaksa untuk melanggar prinsip hidupnya, maka dia akan memilih mundur dari jabatannya. Masa depan mereka penuh dengan keberkahan. Keluarga dan generasi ke depan terjamin dari makanan buruk dan haram. Kepribadian ini juga merupakan aset bagi lembaga atau instansi. Karena seiring waktu ia akan terus belajar mengembangkan diri dan pantang menghianati.

Kedua, integritas sedang. Orang-orang yang berintegritas sedang hampir mendekati tipe integritas tinggi. Dia akan berupaya melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. Sangat teliti memilah mana yang menjadi haknya dan mana yang bukan. Dia berusaha menghindari yang subhat apalagi haram. Namun ia kadang berdamai pada kondisi tertentu dan dalam persoalan yang kecil. Jika terbentur kepada sistem yang memaksa dia mendapatkan sesuatu yang bukan haknya, maka ia akan menyalurkannya untuk keperluan sosial. Dia tidak menggangap pemberian itu sebagai sedekah. Dia hanya mengalihkan yang bukan haknya untuk keperluan orang lain yang dianggap membutuhkan. Tipe ini tentu sudah sangat pantas mendapat apresiasi di zaman ini. Jumlahnya pun belum banyak. Jika diupgrade sedikit, mereka akan dapat digolongkan menjadi pribadi yang berintegritas tinggi.

Ketiga, integritas rendah. Orang-orang yang berintegritas rendah secara sadar mengetahui mana yang hak dan bukan hak. Mereka berusaha untuk menunaikan kewajibannya sesuai ketentuan. Dan mereka tidak memiliki upaya untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya. Namun, terkadang mereka lalai dalam tugas dan kewajibannya. Jika ada kesempatan menerima sesuatu melebihi haknya, maka mereka akan menerimanya tanpa rasa bersalah. Tipe ini berada pada posisi yang rentan. Peran di luar dirinya akan sangat berpengaruh terhadap kepribadiannya. Jika mereka berada pada lingkungan orang-orang yang beritegritas, maka ada harapan mereka menjadi orang yang beritegritas pula. Namun, jika mereka berada pada lingkungan orang-orang yang buruk, maka akan terkikislah benih integritas pada dirinya.

Di bawah tingkatan integritas rendah, maka dapat digolongkan seseorang tidak memiliki integritas sama sekali. Dia akan menjadi racun dalam instansi birokrasi negara ataupun swasta. Tipe ini akan berpotensi menjadi penipu atau penghianat bagi teman sendiri. Hati nuraninya tidak dapat lagi dijadikan hakim bagi dirinya sendiri. Karena hatinya telah mati. Dia selalu berusaha menghindar dari kewajibannya. Di sisi yang lain dia berupaya ingin mendapatkan imbalan dari mana saja yang bersumber dari apa saja dan dengan segala cara. Tipe ini dekat dengan istilah 3 H, (Halal, Haram, Hantam).

Yang lebih parah, mereka yang tidak memiliki integritas akan menjadi virus bagi suatu instansi/lembaga. Kehadiran mereka dapat mempengaruhi orang-orang yang lemah integritasnya menjadi sama seperti mereka. Dan menunggu waktu, mereka juga akan mendapatkan balasan di dunia berupa pemecatan atau terjerat pidana. Dalam kondisi tersebut, instansi/lembaga yang menaunginya akan tercoreng dan kehilangan kepercayaan publik. Selain itu, jika ajal datang sebelum bertobat, maka semuanya akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Quran Surat Az-Zalzalah ayat 7 dan 8, “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”

Maka, sudah saatnya kita kembali memperbaiki diri. Menyimak terus-menerus kisah teladan para tokoh yang jujur dan berintegritas. Kepribadian mereka akan menjadi role model bagi kita. Sehingga kita kokoh tak tergoda dengan silau dinia yang tidaklah lama.

Tentu kita sudah bisa meraba tingkat integritas diri. Setelahnya, tinggal kita membangun motivasi dan komitmen untuk menjadi pribadi yang berintegritas. Semoga kita dapat menjadi teladan dan contoh yang akan menebar kebaikan. Menjaga integritas secara konsisten selamanya sampai ajal menutup mata.

Pribadi yang berintegritas akan membentuk keluarga yang berintegritas. Lalu menyebar menjadi masyarakat dan instansi/lembaga yang berintegritas. Setelahnya, akan berkumpul menjadi negara Indonesia yang berintegritas. Anak sekolah, guru, petani, buruh, pelajar, mahasiswa, ASN, Jaksa, Polisi, Hakim, Advokat, DPR dan semuanya sampai kepada Presiden dan Wakil Presiden yang berintegritas. Maka dapat dipastikan negara ini akan menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur.***

Penulis : El Hadi, Staf Hukum Bawaslu Kabupaten Indragiri Hulu
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Kamis, 16 September 2021 21:10 WIB
Mandiri Mengelola Kekayaan Negeri
Jum'at, 03 September 2021 08:02 WIB
Mendulang Berkah Dari Musibah
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Jum'at, 27 Agustus 2021 08:16 WIB
Mengurai “Benang Kusut” Aset Daerah
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Sabtu, 19 Desember 2020 07:01 WIB
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Alarm Meningkatnya Angka Kemiskinan
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Sabtu, 06 Februari 2021 16:44 WIB
Runtuhnya Demokrasi di Myanmar?
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Selasa, 10 November 2020 08:01 WIB
Melestarikan Warisan Pahlawan
Sabtu, 16 Januari 2021 13:27 WIB
Reses Yang Dianak-tirikan
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Sabtu, 17 Oktober 2020 08:54 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Rabu, 28 Oktober 2020 11:23 WIB
Maulid Nabi, Pemuda dan Spirit Perubahan
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria
Selasa, 17 Agustus 2021
Ajak Rakyat Merdeka Dari Pandemi, Aboebakar: Selalu Ada yang Berkhianat Seperti Korupsi Bansos
Sabtu, 14 Agustus 2021
Anggota DPR Ini Sebut Kebijakan PPKM Bawa Indonesia Keluar dari Puncak Kasus Covid-19

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 18 September 2021
Jaga Keamanan Wilayah, Polsek Kerumutan Rutin Lakukan Patroli C3
Sabtu, 18 September 2021
Pantau Titik Api, Polsek Pangkalan Kerinci Patroli di Area Rawan Karhutla
Sabtu, 18 September 2021
Polsek Kuala Kampar Rutin Gelar Yustisi di Pelabuhan
Sabtu, 18 September 2021
Sambangi Warga di Jalan Lintas Bono, Personel Polsek Teluk Meranti Sampaikan Prokes

Serantau lainnya ...
Jumat, 17 September 2021
Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Masuk Bioskop
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru
Selasa, 24 Agustus 2021
Jam Tangan Pria Bermerek yang Sayang Anda Lewatkan

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 15 September 2021
Inovatif, Mahasiswa KKN Unri Buat Handsanitizer Touchless untuk Masyarakat
Selasa, 14 September 2021
Tim PTDM UMRI Diseminasikan Dehydrator Betel Nut kepada Petani Desa Tanjung Alai Kampar
Senin, 13 September 2021
Mahasiswa Umri Ajarkan Pelaku UMKM Bencah Lesung Cara Packing dan Branding Produk
Jumat, 10 September 2021
Kerjasama dengan BI, Fekonsos UIN Suska Riau Gelar Kuliah Umum

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

03

05

HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www