Minggu, 25 Juli 2021

Breaking News

  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!   ●   
  • Israel Tawarkan Vaksin yang Nyaris Kedaluwarsa ke Negara Lain   ●   
  • Singkirkan Spanyol Lewat Adu Penalti, Italia Lolos ke Final   ●   
  • Sindikat Vaksin Covid Palsu Ditangkap setelah Suntikkan Air Garam ke 2.000 Warga
Yamaha 17 Juli 2021

Sidang Korupsi Anggaran Rutin Bappeda Siak
Yan Prana: Demi Allah, Saya Tidak Pernah Tahu...
Rabu, 30 Juni 2021 21:15 WIB
Yan Prana: Demi Allah, Saya Tidak Pernah Tahu...

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Yan Prana Jaya Indra Rasyid diperiksa sebagai terdakwa perkara dugaan korupsi anggaran rutin Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Siak 2013-2017 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (30/6/2021). Dia dicecar terkait pemotongan uang perjalanan dinas, makan minum dan alat tulis kantor (ATK).

Sekdaprov Riau nonaktif itu di hadapan majelis hakim yang diketuai Lilin Herlina menjelaskan tentang untuk apa pemotongan 10 persen uang perjalanan dinas yang dipotong ketika dirinya menjabat Kepala Bappeda Siak.

Yan Prana mengatakan, bukan dirinya yang punya ide untuk melakukan pemotongan uang perjalanan dinas. Dia hanya menyampaikan usulan dari Bendahara Pengeluaran, Donna Fitria, ketika rapat.

Yan Prana menjelaskan, tidak memonitor pemotongan 10 persen tersebut. "Hanya saran untuk kegiatan yang tidak tertampung dalam DIPA karena Donna minta disampaikan," ungkap Yan Prana.

Yan Prana menyebut, uang digunakan untuk biaya MTQ, Tunjungan Hari Raya (THR), dan untuk tamu yang datang ke Bappeda Siak. Uang diberikan oleh Bendahara Pengeluaran, baik Donna Fitria maupun Ade Kusendang.

Hakim mempertanyakan apakah Yan Prana juga menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi, dia membantah. Dia menyatakan tahu akibat yang akan diterimanya jika melakukan perbuatan melawan hukum.

"Saya tak gunakan untuk kepentingan pribadi. Saya tahu konsekuensi hukumnya. Untuk memperkaya orang lain saja sudah salah, tapi saya tak bisa tanggung jawab terhadap hal yang dilakukan orang lain," kata Yan Prana.

Tamu yang diberi bantuan umumnya dari Kabupaten Siak. Jumlah uang yang diberikan pun tidak besar. "Kita tak pernah besar-besar bantu. Saya tahu itu," kata Yan Prana.

Yan Prana mengaku tidak bisa menolak orang yang datang meminta bantuan ke kantornya. Bantuan bisa diambil langsung dari dana pribadi Yan Prana. "Kalau kurang, saya minta ke bendahara atau kabid untuk menambah," ucap Yan Prana.

Hakim juga menyinggung terkait keterangan saksi Donna Fitria dan Ade Kusendang yang menyebut Yan Prana memerintahkan agar buku catatan pengeluaran yang dibuat dimusnahkan. Yan Prana menyatakan tidak pernah melakukan hal itu.

"Saya tak pernah lakukan itu. Bagaimana saya perintah kalau saya sendiri tak pernah lihat buku itu. Saya juga tidak tahu ke mana saja aliran dana itu," tutur Yan Prana.

Yan Prana meyakinkan majelis hakim kalau dirinya benar-benar tidak pernah memerintahkan Donna Fitria maupun Ade Kusendang untuk membakar catatan. "Demi Allah, saya tidak pernah tahu soal itu," ucap Yan Prana.

Terkait adanya kunjungan Donna Fitria ke rumah Yan Prana dibantah. Dia menyebut banyak pegawai Bappeda Siak yang datang dan menyampaikan kalau diperiksa kejaksaan.

"Saya sampaikan saja dengan baik. Silahkan kalian jalani itu proses hukum. Kalau tidak bersalah kenapa takut. Saya saja diperiksa juga," ulang Yan Prana..

Tentang usulan pemotongan dana perjalanan dinas, kata Yan Prana, juga sempat dikomunikasikan kepada Wan M Yunus. Pasalnya, Wan M Yunus merupakan orang lama di Bappeda Siak. "Katanya sudah biasa," ucap Yan Prana.

Yan Prana juga menjelaskan terkait anggaran makan minum di Bappeda Siak. Pegawai memang makan di Kantor Bappeda mengingat jarak kantor yang jauh dari pusat kota.

Hal tersebut juga ditanyakan kepada auditor, apakah bisa mengadakan makan minum di Kantor Bappeda dan disebutkan boleh. "Saya tanya, dibolehkan sepanjang tidak ada masalah. Dan kita menggunakan berpedoman kepada Permendagri," tegas Yan Prana.

Pada kesempatan itu, Yan Prana juga menceritakan bagaimana awal dia diangkat jadi Kepala Bappeda Siak. Begitu juga prestasi yang diterimanya dari Menteri Keuangan karena berhasil melakukan perencanaan anggaran dengan baik.

Yan Prana juga menceritakan bagaimana dia terlibat dalam kasus tersebut. Dia menyebut mulai diklarifikasi pada Juni 2020, dan satu bulan kemudian diperiksa dalam status sebagai saksi.

"Desember saya dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi Tiba-tiba jadi tersangka dan ditahan. Saya hanya ditanya soal tupoksi. Saya tidak paham, mengapa saya jadi saksi dan ditahan," ungkap Yan Prana dengan raut sedih.

Setelah diperiksa kesehatan, Yan Prana dengan mengenakan jaket tahanan keluar dari gedung Kejati Riau. "Sudah ada polisi, ada wartawan, saya dibawa ke Rutan," tukasnya.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, banyak yang menyarankan agar Yan Prana mengajukan praperadilan. Namun hal itu ditolaknya karena dia ingin membuktikan di pengadilan kalau dirinya tidak bersalah.

"Setelah sepuluh hari ditahan, saya di BAP sebagai tersangka. Hanya tiga pertanyaan yang diajukan penyidik ketika itu, di antaranya apakah saya ada menggunakan dana DIPA dan saya nyatakan tidak," papar Yan Prana.

Ketika proses penyidikan di Kejati Riau, Yan Prana menyatakan tidak pernah diperlihatkan dokumen-dokumen seperti tabel pemotongan dana dan dokumen lain yang diperlihatkan JPU di pengadilan.

"Saya tidak pernah dilihatkan dokumen-dokumen tebal seperti ini (di sidang). Masih ada ketua tim (penyidik) di sini (yang mengetahui hal itu).

Berdasarkan dakwaan JPU disebutkan, Yan Prana Jaya bersama-sama Donna Fitria (perkaranya diajukan dalam berkas perkara terpisah) dan Ade Kusendang, serta Erita, sekitar Januari 2013 hingga Desember 2017 melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain sebesar Rp2.896.349.844,37.

Berawal pada Januari 2013, saat terjadi pergantian bendahara pengeluaran dari Rio Arta kepada Donna, terdakwa Yan Prana yang ketika itu menjabat Kepala Bappeda Siak mengarahkan untuk melakukan pemotongan biaya sebesar 10 persen dari setiap pelaksanaan kegiatan perjalanan dinas.

Donna Fitria sebagai bendahara pengeluaran, lantas melakukan pemotongan anggaran perjalanan dinas Bappeda Kabupaten Siak tahun anggaran 2013 sampai dengan Maret 2015 pada saat pencairan anggaran SPPD setiap pelaksanaan kegiatan.

Besaran pemotongan berdasarkan total penerimaan yang terdapat dalam Surat Pertanggungjawaban (SPj) perjalanan dinas sebesar 10 persen. Uang yang diterima masing-masing pelaksana kegiatan, tidak sesuai dengan tanda terima biaya perjalanan dinas.

Pemotongan anggaran perjalanan dinas sebesar 10 persen tersebut dilakukan setiap pencairan. Uang dikumpulkan dan disimpan Donna selaku bendahara pengeluaran di brangkas bendahara, Kantor Bappeda Kabupaten Siak

Donna Fitria, mencatat dan menyerahkan kepada terdakwa Yan Prana secara bertahap sesuai dengan permintaannya. Akibat perbuatan terdakwa Yan Prana negara dirugikan Rp2.895.349.844,37.

Tidak hanya perjalanan dinas, dalam kasus ini juga terjadi penyimpangan dalam mengelola anggaran atas kegiatan pegadaan alat tulis kantor (ATK) pada Bappeda Kabupaten Siak TA 2015 sampai dengan TA 2017 dan melakukan pengelolaan anggaran makan minum pada Bappeda Kabupaten Siak TA 2013 - 2017.

Atas kasus itu, JPU menjerat Yan Prana dengan Pasal 2 ayat (1), jo Pasal 3, Pasal 10 huruf (b), Pasal 12 huruf (f) Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis : CK2
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Hukum, Riau, Kabupaten Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Selasa, 26 November 2019 13:10 WIB
APBD Riau 2020 Disahkan Besok Malam
Selasa, 16 Februari 2021 22:03 WIB
Jaksa Teliti Berkas Korupsi Yan Prana Jaya
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Kamis, 22 Juli 2021
MPR Desak Vaksin Dosis Ketiga untuk Nakes Dilakukan Secepatnya
Rabu, 14 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemerintah Telah Tetapkan PPKM Darurat MPR Minta Semua Harus Berdoa
Senin, 12 Juli 2021
MPR: Koperasi Sebagai Panglima Menjaga Ketahanan Ekonomi Nasional
Jumat, 09 Juli 2021
MPR: Penting untuk Hadirkan Kolaborasi dalam Hadapi Covid-19

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 25 Juli 2021
Polsek Langgam Kembali Pantau Kampung Tangguh di Desa Segati
Minggu, 25 Juli 2021
Polsek Pangkalan Kuras Kembali Patroli Karhutla dan Sebarkan Maklumat Kapolda Riau
Minggu, 25 Juli 2021
Polsek Ukui Patroli Sambangi Objek Vital untuk Cegah Kejahatan C3
Minggu, 25 Juli 2021
Cegah Kejahatan C3, Polsubsektor Pelalawan Rutin Patroli

Serantau lainnya ...
Rabu, 21 Juli 2021
Anak Didik AMS Juarai Pemilihan Bujang Dara Pekanbaru 2021
Selasa, 13 Juli 2021
Famys Hijab, Pilihan Tepat untuk Tampil Cantik Saat Idul Adha
Jumat, 09 Juli 2021
Berkembang Pesat, Irvan Asmara Sukses Dirikan AMS Modelling School
Kamis, 08 Juli 2021
DRV Beauty Store Jadi Ikon Kosmetik di Sungai Penuh, Produknya Lengkap dan Original

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas

Advertorial lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?
Jumat, 02 Juli 2021
Heboh Bill Gates dan Istrinya Sebenarnya sudah Meninggal Tahun 2013 Lalu
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 23 Juli 2021
Gelar FGD, Unilak Hadirkan Pakar dari Berbagai Disiplin Ilmu
Jumat, 23 Juli 2021
Dorong Terbentuk Presedium IKA UIN Kabupaten/kota, Abdul Wahid Roadshow ke Daerah
Sabtu, 17 Juli 2021
36 Lulusan STIA-I Diwisuda
Sabtu, 17 Juli 2021
Digembleng Selama Enam Bulan, Shifthink Ingin Ciptakan Para Programer Handal

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

PCR 15 Juli 2021
Terpopuler

02

Kamis, 22 Juli 2021 16:08 WIB
Ditahan Jaksa, Donna Fitria Menangis
Permata
Foto
Unilak 1 Juni 2021
Pelantikan Bupati Siak - Pemkab Siak
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 01 Juli 2021
Peramal Mbak You Meninggal Dunia
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit

Selebriti lainnya ...
Bhayangkara 2021 CAKAPLAH
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
UIR 2021
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban
Jumat, 02 Juli 2021
Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Seperti Apa yang Bisa Disebut Syahid?
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman
Selasa, 18 Mei 2021
Hukum Menggabung Puasa Qada Ramadan dan Syawal

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Indeks Berita
Idul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www