Minggu, 24 Oktober 2021

Breaking News

  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19   ●   
  • Pansus Bisa Jadi Dasar Ketegasan Pemerintah Atasi Konflik Perusahaan Vs Masyarakat Riau   ●   
  • Pekanbaru Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik   ●   
  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen
Yamaha 23 Oktober 2021

CAKAP RAKYAT
Baba dan Nyonya di Malaka
Jum'at, 24 September 2021 19:03 WIB
Baba dan Nyonya di Malaka

(CAKAPLAH) - Sepanjang abad ke-18 hingga abad ke-19 orang-orang Cina yang berasal dari Tanah Besar Cina (The Republic People of China) yang berimigrasi ke Semenanjung Malaya (kini Malaysia) lebih banyak memilih dan mendiami wilayah Malaka (Malacca), Penang dan Tumasik (Singapura).

Sebagai dampaknya, orang-orang Cina Perantauan (Overseas Chinese) tersebut berasimilasi dan bersosialisasi serta menjalin kontak dengan penduduk tempatan. Kesulitan dalam masalah kewarganegaraan yang mana, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang menganut sistem Dwi kewarganegaraan (Ius Sanguinis) telah menjadi masalah bagi kaum pria untuk membawa istri mereka ke Semenanjung Malaya (baca: Malaysia) ketika itu.

Oleh RRT, semua warga negaranya yang berada di luar negeri, dianggap pula sebagai warganegaranya. Akibatnya banyak dari kaum pria tersebut mengawini perempuan melayu setempat. Cucu dan keturunan mereka telah mewariskan sejarah di Tanah Semenanjung Malaya (baca: Malaysia). Yang demikian sering pula disebut dengan “Straits Chinese“ (selat bagi orang-orang Cina).

Cina peranakan di Malaka khususnya dan Malaysia umumnya lebih dikenal dengan sebutan “Babas”dan “Nonyas”. Ini umumnya dapat dijumpai di Bandar Malaka dan sekitarnya. Kajian-kajian kecil pernah penulis lakukan dengan pengamatan langsung dan penerusuran referensi-referensi yang ada. Di Kota Bharu, Kelantan pula, sebutannya disebut dengan “Saudara Baru”. Sebutan “Babas” ini, lebih digunakan untuk pihak laki-laki, sedangkan perempuannya disebut dengan “Nonyas”.

Orang-orang Cina peranakan ini dalam kesehariannya juga selalu menggunakan bahasa Melayu dan Mandarin. Tidak ada kesulitan bagi “Nonyas” dan “Babas” untuk berbicara dalam bahasa keseharian umumnya di Malaka yaitu bahasa Melayu Malaysia yang sudah baku.

Dalam hal menu keseharian, makan dengan menu Melayu serta memakai pakaian serba Melayu dapat dilihat dalam kesehariannya. Bagi mereka, asimilasi sudah berjalan sejak awal sebelum kemerdekaan Malaysia. Tradisi ini dapat dilihat kesehariannya di bandar Malaka dan sekitarnya. Asimilasi dan pencampuran adat dan tradisi merupakan hal yang biasa dan telah berlaku.

Orang Cina (Chinese) sejak abad ke 19 telah berimigrasi secara besar-besaran ke Semenanjung Malaya (sekarang Malaysia) yang mana, Semenanjung Malaya menjanjikan harapan bagi orang-orang Cina tersebut untuk berimigrasi. Diperkirakan lebih kurang 5 ribu jiwa, orang-orang Cina dari Tanah Besar Cina (RRT) telah berimigrasi ke Semenanjung Malaya. Semenanjung Malaya ketika itu, kaya akan sumber daya alam berupa timah.

Awal mulanya, orang-orang Cina tersebut merupakan pekerja kontrak dan setelah kontrak mereka selesai, mereka kembali ke negara asalnya. Namun, setelah ditemukannya sumber daya alam berupa timah di Semenanjung Malaya, imigrasi secara besar-besaran mulai dilakukan secara bergelombang.

Kontak dagang antara orang-orang Tongkok dan Melayu pada abad ke 19 tersebut, diyakini sebagai latar belakang mulainya imigrasi orang-orang Tiongkok ke Semenanjung Malaya. Selain dasar mencari sumber daya alam, faktor yang sangat signifikan mendorong mereka berimigrasi adalah kondisi kehidupan yang sangat miskin di negaranya.

Pemerintahan (dinasti) Manchu (1644-1911) ketika itu sangat korup dan tidak efisien dalam mengelola pemerintahan. Lahan pekerjaan bagi penduduk setempat sangat langka. Banyak rakyat khususnya petani dieksploitasi. Pemberontakan terhadap pemerintah telah terjadi pada tahun 1850 khususnya di wilayah provinsi selatan.

Akibat dari masalah tersebut, banyak rakyatnya melarikan diri ke Semenanjung Malaya untuk menghindari perlakuan kasar dari pemerintahan Manchu. Akibat kemiskinan itu pula, pemerintah sukar untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya, yang mana jumlah populasi penduduk semakin meningkat yang tidak diikuti oleh ketersediaan lahan pekerjaan yang memadai. Akibat dari semua itu, pengangguran semakin menjadi permasalahan yang cukup serius. Selain faktor tersebut, juga faktor berupa bencana alam sering pula melanda wilayah Tiongkok dan juga wabah penyakit dan kurangnya bahan sandang dan pangan.

Umumnya, orang-orang Cina yang berimigrasi ke Semenanjung Malaya tersebut, mendiami daerah yang bernama Tumasik yang sekarang dikenal dengan negara Singapura, wilayah Malaka (Malacca) dan wilayah Penang. Tumasik (Singapura) dulunya merupakan bagian dari Federasi Malaya sebelum Singapura memisahkan diri dari Semenanjung Malaya pada 9 Agustus 1965. Diperkirakan 2 ribu telah berimigrasi ke Malaka dan 6 ribu ke Penang. Oleh yang demikian, tingkat populasi di ke-2 wilayah tersebut, meningkat dengan pesat. 60% hingga 70% mayoritas penduduk di ke-2 wilayah tersebut merupakan etnis tiongkok.

Malaysian Chinese Association

Jauh sebelum Semenanjung Malaya (Malaysia) merdeka pada 31 Agustus 1957 yang dilakukan oleh Tunku Abdul Rahman dalam perayaan seromonial di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, partisipasi politik masyarakat Cina Malaysia telah disalurkan dalam partai
politik yang mewakili dari kaum etnis Cina Malaysia. Partai politik tersebut adalah MCA (Malayan Chinese Association) atau Asosiasi Cina Malaysia. Kata Malayan telah diganti dengan Malaysian sehubungan dengan penggantian Malaya dengan Malaysian
(Malaysia).

MCA dibentuk pada tahun 1946 oleh Tan Cheng Lock yang awal mulanya disebut Dewan Pan-Malaya yang bertujuan untuk melindungi kepentingan orang Cina Malaysia terhadap keputusan pemerintah Inggris bagi pembentukan Kesatuan Malaya (Malayan Union). Namun secara resminya, Malayan Chinese Association ini terbentuk pada tahun 1949 dengan Presiden pertamanya, Tan Cheng Lock. Partai MCA ini dibentuk antara lain dengan berbagai macam pertimbangan salah satunya adalah melindungi kepentingannya baik secara politik maupun ekonomi.

Partai politik MCA memiliki peran yang cukup besar dalam Koalisi Barisan Nasional yang telah memberikan kontribusi kemenangan dalam mendapatkan kursi bagi koalisi Barisan Nasional, khususnya bagi Partai UMNO yang juga tergabung dalam koalisi Barisan Nasional. Di bidang Pendidikan, orang Cina Malaysia yang bernaung ke dalam Partai MCA berhasil meyakinkan pemerintah Federal Malaysia untuk dipercayai membuka universitas yaitu Tunku Abdul Rahman University (UTAR) Kuala Lumpur.

Nama Tunku Abdul Rahman diambil sebagai menghormati nama Bapak pendiri Malaysia yang sekaligus sebagai Perdana Menteri Pertama Malaysia. Oleh sebab itu, Partai MCA merupakan salah satu partai politik yang berperan dalam mendukung keberhasilan di
bidang pendidikan khususnya di Malaysia yang berbilang kaum (multikultural etnis).***

Penulis : Hasrul Sani Siregar, S.IP, MA; Alumni IKMAS, Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Internasional, Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Minggu, 19 September 2021 19:24 WIB
Menata Bahasa demi Alam Semesta
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Jum'at, 03 September 2021 08:02 WIB
Mendulang Berkah Dari Musibah
Kamis, 16 September 2021 21:10 WIB
Mandiri Mengelola Kekayaan Negeri
Kamis, 23 September 2021 20:46 WIB
Misi Penyelamatan UMKM
Kamis, 16 September 2021 11:26 WIB
Hari Malaysia
Rabu, 06 Oktober 2021 08:02 WIB
RTRW Dan Arah Pembangunan Riau
Minggu, 10 Oktober 2021 07:01 WIB
Mengawal Spirit Otonomi Daerah
Jum'at, 27 Agustus 2021 08:16 WIB
Mengurai “Benang Kusut” Aset Daerah
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Rabu, 13 Oktober 2021
Semua Orang Sama Dimuka Hukum, Junimart : Penegak Hukum Mosok Dibiarkan Melanggar Hukum
Rabu, 06 Oktober 2021
Banyak Permasalahan di DKI Jakarta, Alasan Baleg DPR Dukung Pemindahan Ibukota Baru
Senin, 04 Oktober 2021
Ketua MPR: PPHN Keniscayaan Diamanatkan Oleh Konstitusi
Selasa, 28 September 2021
Letjen TNI Mar (Purn) Nono Sampono Sebut Indonesia Negara Maritim yang Kekuatan Lautnya Lemah

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 23 Oktober 2021
Konferkab PWI Bengkalis Digelar, Ini Harapan Bupati Kasmarni
Sabtu, 23 Oktober 2021
Polsek Pangkalan Kuras Kerahkan Personel untuk Pantau Vaksinasi di Desa Sido Mukti
Sabtu, 23 Oktober 2021
Dukung Kebijakan Pemerintah, Polsek Ukui Gelar Vaksinasi di Desa Ukui Dua
Sabtu, 23 Oktober 2021
Personel Polsek Pangkalan Lesung Kembali Gelar Patroli Karhutla

Serantau lainnya ...
Kamis, 14 Oktober 2021
Kini Semakin Mudah Miliki Rumah di D'Village Regency 3, Ada Promo Bunga Hanya 2,3% Fixed 3 Tahun
Senin, 04 Oktober 2021
Memukau, Model AMS Sukses Peragakan Rancangan Busana Siswa SMKN 3 Pekanbaru
Senin, 04 Oktober 2021
Dea Gita Ningsih, Penulis Asal Pekanbaru yang Merangkum Senja dalam Sebuah Buku
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Kamis, 21 Oktober 2021
Ubah Citra, Facebook akan Ganti Nama Perusahaan?
Senin, 04 Oktober 2021
Trump Minta Hakim Paksa Twitter Kembalikan Akunnya
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 23 Oktober 2021
Kisah Penyintas Covid-19, Berpikiran Positif dan Bermental Baja hingga Sembuh
Senin, 04 Oktober 2021
Gaya Hidup Tak Sehat Biang Banyak Anak Muda Derita Penyakit Jantung
Minggu, 26 September 2021
Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui, Demi Menjaga Buah Hati dan Kesehatan Keluarga
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 22 Oktober 2021
Fakultas Pertanian Unri Jalin Kerjasama Kewirausahaan dengan Kadin Riau
Jumat, 22 Oktober 2021
Sempat Tertunda, BEM Institut Master Sukses Gelar Lomba Pildacil Virtual 2021
Rabu, 20 Oktober 2021
UIR Kuasai Dua Nomor di Kompetisi Entrepreunership Award V LLDIKTI X
Selasa, 19 Oktober 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan FAI UIR

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

April HUT 3 Kabupaten 12 Oktober 2021
Terpopuler
DPRD Riau - Maulid Nabi Muhammad SAW
Foto
DPRD Riau - Sekwan - Maulid Nabi Muhammad SAW
DPRD Riau
Kamis, 21 Oktober 2021
Penampilan Terbaru Ivan Gunawan Ramai Disebut Mirip Nikita Mirzani
Senin, 04 Oktober 2021
Pernah Dimiliki Aktor Terkenal, Ini Penampakan Jam Tangan Termahal di Dunia yang Dihargai Rp243 Miliar
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama

Selebriti lainnya ...
HUT SIAK - 12 Oktober 2021 - Kabag
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
DPRD Riau
Senin, 04 Oktober 2021
Kepengurusan Amphuri Riau-Kepri Resmi Dilantik, Berkhidmat untuk Umat
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos

Religi lainnya ...
DPRD Riau
Indeks Berita
DPRD Riau Ucapan Duka 1DPRD Riau Ucapan Duka 2Pelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakBhayangkara 2021 CAKAPLAHHUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www