Sabtu, 02 Maret 2024

Breaking News

  • Catatan Banjir Terparah, Bupati Zukri: Ini Harus jadi Perhatian Pemerintah Pusat   ●   
  • Jalan Sudirman Ujung Tergenang Banjir, PUPR Riau Turunkan Ekskavator Amfibi Bersihkan Parit   ●   
  • Akibat Galian IPAL, Jalan Ahmad Dahlan dan Balam Ujung Pekanbaru Ambruk   ●   
  • Berhasrat Ikut Pilgub Riau, Syamsurizal Incar Septina jadi Wakil
Pelantikan Pj Gubri - PT Riau Petroleum

Dari Nol hingga Beromset Ratusan Juta Rupiah, Rumah Batik Binaan RAPP Tingkatkan Taraf Hidup Perempuan Pangkalan Kerinci
Jum'at, 24 Desember 2021 21:37 WIB
Dari Nol hingga Beromset Ratusan Juta Rupiah, Rumah Batik Binaan RAPP Tingkatkan Taraf Hidup Perempuan Pangkalan Kerinci
Proses produksi batik tulis di RBA. FOTO: Facebook Batik Bono

“Batik Bono 'tujuh hantu' memang jadi andalan, karena di Riau ciri khasnya itu”.

Ringkas dan tepat. Begitu cara Siti Nurbaya mengungkap alasan corak gelombang Sungai Kampar itu menjadi ciri khas Rumah Batik Andalan (RBA). Tempat dia sehari-hari mengkoordinir para perajin batik khas Melayu.

Batik Bono adalah batik asal Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Diproduksi oleh RBA yang merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pelalawan, tepatnya di Kota Pangkalan Kerinci. Kota tempat perusahaan kertas terbesar di Asia Tenggara beroperasi, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Sejurus kemudian, Baya, biasa Ia dipanggil, menerangkan bahwa Bono biasa dikaitkan dengan legenda ‘tujuh hantu’.

Cerita orang-orang tua dulu, tujuh hantu itu sering menenggelamkan kapal. Tingginya 4 hingga 5 meter. Bono yang berarti ‘berani’, juga jadi uji nyali para pendekar Melayu zaman dulu.

“Sekarang jadi tempat selancar turis bila datang ke Pelalawan. Ikon untuk Riau,” tambah Baya, ibu dari 3 orang anak ini.

“Ikonik Riau. Maka wajar corak ini jadi andalan di rumah batik kita,” imbuh Baya kepada CAKAPLAH.com.

Batik Bono kerap dikenakan orang-orang penting di Riau. Selain para pejabat di Pelalawan dan Riau, Gubernur Riau Syamsuar juga sering terlihat mengenakan batik motif ini.

“Ini yang saya pakai adalah Batik Riau dan bukan batik Pulau Jawa, atau daerah lain,” ujar Syamsuar kala menjadi keynote speaker pada Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) akhir tahun 2020 silam di Bali.

Alasan orang nomor satu di Riau itu kerap mengenakan Batik Bono adalah untuk mempromosikannya ke luar daerah.

Gubernur Riau Syamsuar mengenakan Batik Bono saat menghadiri Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) akhir tahun 2020 silam di Bali. FOTO: mediacenterriau.go.id

Tamu pemerintah yang datang ke Riau juga sering diberi cenderamata Batik Bono.

Ada juga artis yang pernah mengenakan batik mewah ini. Seperti Gita Gutawa dan Jenita Janet. Warna khas dan motif yang unik memang jadi daya tarik Batik Bono.

Mulai dari Nol

Dulu, nyaris saban hari, Baya, wanita berumur 52 tahun ini akan menyusuri jalanan Kota Pangkalan Kerinci menuju lokasi RBA yang berada di Komplek PT RAPP. Perusahaan yang bisa disebut penggerak nadi kota ini.

Rumah batik ini berbentuk panggung. Di depannya berdiri tegak plang putih bertulis Rumah Batik Andalan Binaan CD PT.RAPP dengan dasar kuning bercampur jingga. Bangunan yang merupakan milik RAPP ini sejak 2014 digunakan RBA. Bersanding dengan bangunan lainnya di komplek yang tampak hijau dan dingin itu.

Memasuki RBA, Baya harus menaiki beberapa anak tangga berkeramik putih. Interior ruangan yang dominan juga berwarna putih menciptakan kesan bersih dan sejuk. Banyak jendela di bangunan ini. Bagus untuk sirkulasi udara.

Berlembar-lembar batik yang tengah di-display menambah kesan artistik di dalam RBA. Beberapa etalase memajang beragam corak yang telah selesai dikerjakan para perajin batik di RBA.

Sejak pagi, 6 orang perempuan bersama-sama menghasilkan helai demi helai batik baru. Prosesnya berjalan dalam pantauan salah satu anggota yang telah diamanahi oleh Baya jadi asistennya. Sebab, sejak pandemi, Baya sudah tak rutin lagi ke RBA di Komplek PT RAPP.

Hanya sepekan sekali. Untuk mengontrol saja. Baya sekarang lebih sering membatik di cabang RBA di luar Komplek PT RAPP.

“Pusatnya tetap di Komplek PT RAPP, di situ ada 6 orang. Cabang kita satu di Jalan Sakinah Ujung, Pangkalan Kerinci. Di sana ada 5 pembatik, termasuk saya,” jelas Baya.

Tahun 2014 lalu, awal RBA dirintis. Baya memulai segalanya dari nol. Tanpa pengetahuan apapun tentang batik. Ia kemudian tertarik mengikuti pelatihan yang diadakan PT RAPP. Selanjutnya, dia ikut lagi pelatihan advanced, bersama beberapa perempuan lainnya yang merupakan warga sekitar Kota Pangkalan Kerinci.

“RAPP bahkan mendatangkan pembatik dari Solo hingga Pekalongan untuk mengajari. Tak lama, kita juga dikirim ke Jawa untuk belajar lebih lanjut,” kenang Baya.

Hasilnya, para perempuan perajin Batik di RBA semakin mahir dan mampu memproduksi batik berkualitas tinggi dengan nilai jual yang semakin baik hari ke hari.

Baya dan perajin lainnya di RBA pun sudah bisa menularkan ilmu membantik ke anggota lainnya yang baru bergabung.

Bahkan saat ini, ada 2 ‘alumni’ RBA yang sudah membuka rumah batik sendiri. Namun, mereka diminta untuk memproduksi motif batik sendiri, di luar yang sudah dipatenkan oleh RBA, termasuk motif Bono. Walau demikian, RBA cabang dan 2 rumah batik ‘alumni’ lainnya tetaplah bagian dari RBA. Sama-sama mitra PT RAPP.

Teknik membatik para perajin di RBA terus dikembangkan. Pada awal tahun 2020 lalu, PT RAPP kembali mendatangkan dua seniman Ananta Hari Noosasetya dan Miriam Veronica Ni Nyoman dari Yogjakarta untuk memantapkan ilmu para perajin RBA.

Saat ini, para perajin RBA terus berkreasi. Sehari-hari, mereka bisa menghasilkan 250-350 helai kain batik. Tidak bisa lebih, karena batik yang dihasilkan adalah handmade, tidak sama dengan printing.

Ada yang bercorak Bono, ada yang Timun Suri. Juga corak lain yang diambil dari alam dan khazanah Riau. Termasuk motif khas rumah penduduk asli Pelalawan.

“Ada 5 corak yang sudah terdaftar di HAKI ‘Hak Atas Kekayaan Intelektual’, yakni Bono, Akasia, Lakum, Timun Suri, dan Eukaliptus,” terang Baya.

Kain yang digunakan di RBA biasanya dari katun dan viscose rayon produksi Asia Pacific Rayon (APR), perusahaan yang juga anak APRIL grup.

Dasar yang ditampilkan menggunakan warna-warna berani, seperti merah, hijau terang, kuning, hingga biru muda. Ini pembeda batik khas Riau dengan daerah lain di tanah air yang cenderung berwarna kalem.

Di RBA, para perajin juga menggunakan bahan pewarna alami yang diramu dari dedaunan sekitar. Namun tetap ada juga dari bahan kimia. Karena untuk menghasilkan yang alami butuh waktu lebih lama.

“Bila ada yang minta pakai bahan alami, kita penuhi,” jelas Baya lagi.

Metode membatik di RBA adalah cap dan tulis. Tapi yang tulis hanya kadang-kadang, karena prosesnya yang butuh ketelitian tinggi dan waktu lama. Maka wajar batik tulis RBA dibanderol lebih mahal, yakni mulai Rp1 juta perhelai. Sementara yang batik cap dipasarkan di kisaran harga Rp250 ribu per helai.

Saat ditanya omset perbulan, dengan tertawa ringan, Baya meminta menghitung sendiri. Bila perbulan bisa produksi 250-350 helai dengan kisaran harga Rp250 ribu hingga Rp1 juta, maka per bulan bisa sekitar Rp100 juta bahkan lebih. Angka yang cukup fantastis.

Menariknya lagi, RBA nyaris tidak terimbas pandemi Covid-19 yang sempat meluluh lantakkan ekonomi negeri sejak 2019.

“Covid-19 tidak terlalu pengaruh karena sampai hari ini saja, pesanan kita ada terus. Bahkan untuk penuhi stok kita sampai kewalahan,” sebut Baya penuh syukur.

Dengan target pasar tak hanya di Riau, tapi juga merambah Pulau Sumatera, hingga luar negeri, wajar omset setinggi itu bisa dicapai.

Terlebih, PT RAPP juga berperan membantu pemasaran batik RBA.

“Sampai ke Malaysia, Prancis, China, Hongkong, Brasil, hingga Afrika. RAPP kerap bantu memperkenalkan kepada tamu-tamu perusahaan. Kita juga sering difasilitasi pameran, tak hanya di Riau, sampai ke tingkat nasional,” jelas Baya.

Seiring waktu, minat pecinta batik terhadap produksi RBA semakin membaik. Bahkan pada Anugerah Pesona Indonesia Tahun 2021 yang dihelat akhir November kemarin, Batik Bono meraih penghargaan sebagai Cenderamata Populer.

Dengan omset yang terus membaik, RBA pun semakin tegak di kaki sendiri. Taraf ekonomi para perajin di RBA ikut terdongkrak. Dalam sebulan mereka bisa mengantongi ‘gaji’ Rp2 juta hingga Rp5 juta. Sangat berarti untuk membantu ekonomi keluarga.

Ibu rumah tangga di RBA bisa meningkatkan taraf ekonomi keluarga. FOTO: Dok. APRIL

“Dulu rata-rata anggota RBA ikut suami saja. Mereka adalah masyarakat sekitar PT RAPP dengan ekonomi lemah. Sekarang sudah bisa lebih baik. Bisa menaikkan taraf ekonomi keluarga,” ungkap Baya.

Ia juga bercerita, salah satunya adalah anggota RBA bernama Ni’mah. Perempuan itu awalnya hanya ikut sang suami yang merupakan pekerja di sebuah kebun sawit. Saat bergabung dengan RBA, ‘dunia’ Ni’mah mulai berubah.

“Dulu mereka tinggal di tengah kebun sawit tempat suaminya bekerja. Kita ajak gabung RBA, Dia paling gigih. Setiap hari datang melakukan apa yang Dia bisa. Walau belum langsung membatik, tapi Dia mau belajar. Hingga saat ini masih di RBA,” jelas Baya yang tak menutup kekagumannya terhadap tekad Ni’mah.

Tak sia-sia. Ni’mah yang sudah mahir membatik akhirnya berhasil mengangkat taraf hidup keluarganya. Anaknya bahkan bisa kuliah hingga lulus dan bisa membeli rumah. Tak perlu lagi tinggal di tengah kebun sawit.

Lebih jauh diterangkan Baya, Ni’mah bahkan sudah berangkat umrah berkat bergabung dengan RBA.

“Alhamdulillah, RBA sudah mengirim 5 orang pembatik kita untuk umrah, termasuk Ni’mah,” sebut Baya.

Tak mudah puas dengan produksi yang ada, perajin RBA kini juga membuat aneka cenderamata bermotif batik khas Riau. Seperti scraft, dompet, tas, dan lainnya.

“Cenderamata saat ini bila ada yang order. Untuk baju juga sekarang lebih banyak yang pesan,” masih kata Baya.

Dengan variasi ini, diharap jangkauan pasar RBA bisa lebih luas.

Komitmen PT RAPP

RBA tidak akan ada dan bisa semandiri saat ini, bila tanpa bantuan PT RAPP. Tak hanya memfasilitasi pelatihan, PT RAPP juga memberi bantuan perlengkapan di awal merintis RBA. Tapi hanya di awal. Karena seiring waktu, RBA mampu memenuhi sendiri kebutuhan bahan baku untuk produksi.

Saat ini, selain konsumen tetap, PT RAPP aktif memberikan bantuan promosi dan pemasaran hingga semakin dikenal dunia. Salah satunya berkolaborasi dengan APR dalam menggandeng desainer dan seniman profesional di tanah air.

RBA hanyalah salah satu hasil dari komitmen PT RAPP memberdayakan dan membantu masyakarat sekitarnya agar memiliki taraf hidup yang lebih baik.

Seperti dituturkan Community Development (CD) Head PT RAPP, Hasto Teguh Kuncoro, PT RAPP tak hanya fokus ke bisnis semata. Peduli kepada masyarakat adalah salah satu filosopi bisnis Asia Pacific Resources International Holdings Ltd (APRIL), induk dari PT RAPP.

Good for community, good for country, good for climate, good for customer, and good for company.

‘Baik untuk masyarakat’ bahkan disebut pertama. Prioritas. Itulah yang dilakukan PT RAPP selama ini. Membangun kemitraan dengan masyarakat sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan. Memberdayakan dan mendorong kemandirian masyarakat sekitar perusahaan.

Komitmen ini menegaskan tujuan PT RAPP mewujudkan bisnis berkelanjutan sekaligus mendorong tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan ‘Sustainable Development Goals’ (SDGs) di Indonesia.

Tak heran, sejak beroperasi di Provinsi Riau, PT RAPP telah mendorong pertumbuhan Kota Pangkalan Kerinci, yang awalnya hanya sebuah desa kecil dihuni 200 kepala keluarga, dengan jalanan berlapis tanah kuning. Kini dihuni 100 ribu orang penduduk dengan mata pencarian beragam dan taraf kehidupan yang meningkat.

Pengusaha lokal diberi bantuan pelatihan dan dana untuk membangun usaha mereka. Petani diajari Sistem Pertanian Terpadu agar panen mereka berkali lipat. PT RAPP juga menyediakan pusat pelatihan agar para petani itu semakin berhasil memanfaatkan ribuan hektar lahan yang mereka kelola.

Selain itu, para perempuan di lingkungan operasional perusahaan juga diberdayakan untuk mendorong peningkatan ekonomi keluarga. Salah satunya dengan program menenun dan membatik. Dua hal yang memang telah jadi budaya melayu sejak dulu kala.

Apresiasi Pemerintah

Apa yang dilakukan PT RAPP terus mendapat apresiasi dari pemerintah. Kala Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berkunjung ke Riau Juni 2021 kemarin, Ia mengapresiasi kiprah PT RAPP yang telah bermitra dengan masyarakat Riau membangun sejumlah UMKM.

Bamsoet didampingi Gubri Syamsuar, Bupati Pelalawan Zukri Misran, Presdir PT RAPP Sihol Aritonang, dan Presdir RGE Indonesia Irsan Syarief memperlihatkan salah satu Batik Bono produksi RBA.

Kata Bamsoet saat itu, pemberdayaan UMKM itu sejalan dengan SDGs guna mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kita apresiasi komitmen dan aksi nyata RAPP atau grup APRIL dalam menjawab tantangan SDGs 2030,” sebutnya.

Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, menilai keberadaan APRIL grup konsisten berkontribusi terhadap perekonomian lokal, daerah, dan nasional.

Katanya, dari hasil studi Unite Peneliti Ekonomi dan Sosial Universitas Indonesia (UI), APRIL grup berkontribusi dalam 6,9 persen ekonomi Riau. Angka yang cukup besar.

Di lain kesempatan, Gubernur Riau Syamsuar berharap, apa yang dilakukan PT RAPP bisa ditiru perusahaan lain yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning. Yakni, tak hanya komit memajukan bisnisnya, tapi juga masyarakat di Riau.

“Ini sebenarnya ingin kami jadikan role model bagi perusahaan lain. Karena anggaran pemerintah terbatas, maka perusahaan lain kami harapkan juga begitu,” ungkap Syamsuar dalam pertemuan dengan Direktur Utama PT RAPP Sihol Aritonang, Oktober 2021 kemarin.

Syamsuar ingin, perusahaan lain juga seperti PT RAPP, bisa bersinergi dengan pemerintah setempat guna mencapai dan mewujudkan apa yang dibutuhkan masyarakat Riau.

Presiden Direktur RAPP, Sihol Aritonang, dalam kesempatan yang sama mengungkap bahwa PT RAPP adalah bagian dari Riau.

Maka, diluncurkanlah ‘APRIL 2030’ merupakan wujud nyata PT RAPP untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan nasional yang ramah lingkungan dan menjalin kemitraan dengan masyarakat, hingga membuka kesempatan yang sama untuk perempuan.

Penulis : Yusni Fatimah Lubis
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Ekonomi, Kabupaten Pelalawan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Jumat, 29 September 2023
Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah
Jumat, 29 September 2023
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan Melalui P3S
Kamis, 28 September 2023
TikTok Shop Cs Dilarang, Ketua DPR Berharap Aturan Baru Ciptakan Keseimbangan Pasar Digital dan Konvensional
Kamis, 21 September 2023
Ancaman DBD Meningkat, Puan Dorong Sosialisasi Masif Tekan Risiko Kematian

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 07 November 2023
Riau Terima Penghargaan Bhumandala Award 2023
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 01 Maret 2024
Sambut Ramadan, Advokat Ladies Riau Bagikan Ratusan Sembako ke Warga Kurang Mampu
Jumat, 01 Maret 2024
Bawaslu Tak Punya Kewenangan Rekomendasikan PSU saat Rekapitulasi Tingkat Kabupaten
Jumat, 01 Maret 2024
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Pekanbaru Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat
Jumat, 01 Maret 2024
Pemuda Pancasila Riau Siap Dukung Kepemimpinan Pj Gubri SF Hariyanto Wujudkan Pembangunan

Serantau lainnya ...
Kamis, 04 Januari 2024
FoodPedia Tanjung Datuk Berubah Menjadi "Aurora 86 Caffee and Resto", Suasana Nongkrong Jadi Lebih Seru!
Minggu, 17 Desember 2023
7 Fashion Item wanita populer Dari 9 to 12
Selasa, 12 Desember 2023
7 Tips Memilih Stroller Bayi yang Tepat, Beli Pakai Promo Year End Sale Blibli Biar Makin Hemat!
Jumat, 24 November 2023
Modena Luncurkan Purifier Hood Series, Gabungan Cooker Hood dan Air Purifier Pertama di Indonesia

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 02 Maret 2023
Wadah Menyalurkan Bakat, Ketua DPRD Riau Yulisman Hadiri Festival Musik Akustik di SMA Negeri 1 Pasir Penyu Inhu
Rabu, 01 Maret 2023
Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Riau Umumkan Reses Masa Persidangan I Tahun 2023
Selasa, 28 Februari 2023
Kunjungi Kemendikbud, Komisi V DPRD Riau Bahas Persoalan PPDB
Kamis, 23 Februari 2023
Disdik Gelar Pelatihan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru SD Se-Kota Pekanbaru

Advertorial lainnya ...
Kamis, 29 Februari 2024
Telkomsel dan ZTE Wujudkan Pengalaman Gigabit yang Andal dan Efisien
Selasa, 20 Februari 2024
Samsung Hadirkan Galaxy S24 Series dengan Kecerdasan Software Canggih
Jumat, 09 Februari 2024
Apple Kembangkan 2 Prototipe iPhone Lipat Bergaya Flip
Kamis, 01 Februari 2024
Samsung Buka-bukaan Soal Keunggulan Exynos 2400 di Galaxy S24 dan S24+

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 22 Februari 2024
Pemula di Dunia Yoga? Inilah Panduan Cara Memilih Matras Yoga yang Tepat
Sabtu, 27 Januari 2024
Cegah Resistensi, Gunakan Obat Antibiotik dengan Bijak
Senin, 15 Januari 2024
14 Persiapan Penting Awal Kehamilan untuk Calon Ibunda dan Buah Hati
Minggu, 17 Desember 2023
Liburan Sekolah Makin Meriah, Ratusan Peserta Ikuti Khitanan Massal

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 01 Maret 2024
Tim Evaluasi Lapangan Visitasi Usulan Pembukaan Prodi Kebidanan Umri
Jumat, 01 Maret 2024
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Abdurrab Juara 1 Tingkat Nasional Seminar Hasil Kosabangsa Kemenristek Dikti 2023
Rabu, 28 Februari 2024
Keren, Universitas Abdurrab Kini Punya Alat High Performance Liquid Chromatography
Rabu, 28 Februari 2024
Buka Fakultas Kedokteran, Tim Evaluasi Lapangan Visitasi ke Kampus Universitas Muhammadiyah Riau

Kampus lainnya ...
Rabu, 03 Mei 2023
Kompilasi Semarak Silaturahmi Satu HATI, CDN Bangkinang Santuni Anak Yatim
Rabu, 05 April 2023
Safari Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin
Selasa, 04 April 2023
Telkomsel Siaga Rafi Sumbagteng Salurkan CSR untuk Panti Jompo bersama Dompet Dhuafa Riau
Jumat, 03 Maret 2023
Tingkatkan Kesehatan dan Budaya Lokal, Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Posyandu dan Grup Rebana

CSR lainnya ...

Iklan CAKAPLAH
Terpopuler

01

Foto
Jumat, 09 Februari 2024
Lika-liku 7 Perjalanan Asmara Ayu Ting Ting hingga Tunangan dengan Anggota TNI
Minggu, 28 Januari 2024
Huh Yunjin Bak Sehati Dengan Han So Hee Kala Cuma Pakai Dalaman Di Trailer LE SSERAFIM
Sabtu, 27 Januari 2024
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Tak Sungkan Perlihatkan Kemesraan
Rabu, 24 Januari 2024
Park Ji-hyun Ungkap Persiapan Membinangi Drama Terbarunya

Selebriti lainnya ...
Senin, 28 Agustus 2023
Ketua DPRD Siak Ikut Gerakan Tanam Ribuan Bibit Pohon bersama Polri
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 14 Agustus 2023
Pengurus Masjid Nurul Ikhlas Kubang Minta Tunjuk Ajar ke Wagubri
Sabtu, 12 Agustus 2023
Gebyar Kandis Bersholawat Bakal Dihadiri Ribuan Jemaah NU
Senin, 31 Juli 2023
Mualaf Riau Butuh Pembinaan, Begini Caranya...
Sabtu, 29 Juli 2023
Mantan Wawako Pekanbaru, Ayat Cahyadi Turut Saksikan Pengukuhan Pengurus Masjid Al-Hamidah Rejosari

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www