Selasa, 04 Oktober 2022

Breaking News

  • Operasi Zebra Lancang Kuning 2022 Dimulai, 840 Personel Gabungan Dikerahkan   ●   
  • Nasdem Umumkan Anies Baswedan Sebagai Capres 2024   ●   
  • Bandara SSK II Pekanbaru Tambah Rute Penerbangan ke Kuala Lumpur   ●   
  • Partai Ummat Riau akan Berjuang untuk Anies Baswedan   ●   
  • Pemprov Riau Bakal Beli 13 Unit Kendaraan Operasional Toyota Alphard dan Fortuner,   ●   
  • DBH Migas dan PBB Provinsi Riau 2023 Turun hingga Rp613 Miliar   ●   
  • Vaksinasi Merdeka Pemko Pekanbaru Akhirnya Digelar, 23.880 Dosis Disiapkan   ●   
  • Anggota DPR Tegaskan Rencana Konversi LPG 3 Kg ke Kompor Gas Tidak Sederhana   ●   
  • Galian Pipa PDAM Membahayakan, DPRD Pekanbaru: harus Diperbaiki Seperti Semula   ●   
  • Diduga Bakar Lahan TNTN Seluas 20 Hektare, Dua Warga Ditahan Polisi
Yamaha 29-30 September 2022

CAKAP RAKYAT
Misi Jadikan Melayu Bahasa Pemersatu
Kamis, 07 April 2022 08:27 WIB
Misi Jadikan Melayu Bahasa Pemersatu
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM.

Baru-baru ini Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim terang-terangan menolak usulan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob yang mendorong bahasa Melayu sebagai bahasa perantara dan bahasa resmi ASEAN. Ketimbang bahasa Melayu, Nadiem lebih mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Asia Tenggara tersebut.

"Saya Mendikbudristek, tentu menolak usulan tersebut (usulan Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob agar memperkuat bahasa Melayu sebagai bahasa perantara dan bahasa resmi ASEAN)," demikian ujarnya ke awak media (4/4/2022).

Lebih lanjut sang Menteri berkata bahasa Indonesia lebih layak dikedepankan menimbang aspek historis, hukum, dan linguistik. Nadiem beralasan di tingkat internasional bahasa Indonesia telah menjadi bahasa terbesar di Asia Tenggara dan cakupan penyebaran di 47 negara di seluruh dunia. Berikut pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) telah diselenggarakan 428 lembaga, baik difasilitasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek, maupun diselenggarakan secara mandiri dan lembaga di seluruh dunia. Selain itu, Bahasa Indonesia mata kuliah sejumlah kampus di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, serta di beberapa perguruan tinggi terkemuka di Asia.

Penolakan Mendikbudristek terhadap bahasa Melayu dan memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN sebenarnya sudah tampak saat rapat kerja bersama Komisi X DPR-RI tahun 2020. Waktu itu Nadiem mengutarakan sikap serupa, lebih berkeinginan mempromosikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar kawasan Asia Tenggara. Nadiem juga menyatakan hal tersebut sudah masuk dalam rencana program Badan Bahasa Kemendikbud.

"Ke depannya Badan Bahasa bisa menjadikan bahasa Indonesia salah satu bahasa yang menjadi lingua franca Asia Tenggara. Enggak tahu apa ini bisa tercapai, tapi kita harus punya mimpi yang besar," ujarnya.

Kendati demikian, saat ditagih peta jalan Nadiem beralasan belum bisa membeberkan detail karena baru masih mendalami strategi dan caranya. Dari perspektif kebangsaan, visi sang Menteri patut diapresiasi. Sebagai bentuk rasa patriotik dan nasionalisme. Namun mengulas landasan dan hujjah yang ada, beberapa dirasa kurang mengena dan perlu didiskusikan lebih lanjut. Apalagi secara substansial, visi bahasa Indonesia yang disampaikannya hingga kini belum didukung perencanaan dan kajian di atas kertasnya seperti apa.

Pilihan Rasional

Bagi kita selaku entitas Riau, dukungan terhadap bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN bukan semata nilai sentimen Riau identik dengan budaya melayu. Menjagokan bahasa Melayu bukan pula cerminan tak berjiwa nasionalis. Sentimental boleh tapi tetap harus rasional. Banyak aspek sebagai dasar pijakan kenapa mesti bahasa Melayu. Lagi pula mempertentangkan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia justru kesalahan fatal dan bentuk minimnya wawasan.

Sejak di bangku sekolah kita sudah belajar bahwa akar bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu, yang seiring waktu terus tumbuh dan berkembang sesuai keadaan masyarakat Indonesia. Kesimpulan barusan terangkum dalam hasil keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan. Kita menduga, mungkinkah sang Menteri salah tafsir dan menganggap bahwa bahasa Melayu yang diajukan PM Malaysia yakni bahasa Malaysia? Lalu merasa baperan dan spontan merespon dengan penolakan. Wallahualam.

Alasan Menteri soal kepantasan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu ASEAN dari aspek historis, hukum, dan linguistik juga menambah kebingungan. Sebelum Indonesia merdeka dan bahasa persatuan kita diresmikan justru bahasa Melayu akrab di nusantara dan sudah lama dipakai sebagai bahasa perhubungan (lingua franca). Bisa digoogle berbagai sumber literatur, bahasa Melayu bahkan sudah dipakai sejak zaman Sriwijaya abad ke-7 sampai abad ke-13. Mengacu ke latar belakang historis begitu kuat di nusantara, sangat wajar mengapa bahasa Melayu dipilih sebagai akar bahasa Indonesia.

Kalau dikaji lebih luas lagi, terdapat kajian menyebutkan bahasa Melayu salah satu anggota keluarga bahasa Austronesia, yang mana merupakan kumpulan bahasa yang punya hubungan genetik dan terdiri dari lebih 800 bahasa, dituturkan mulai dari Madagaskar di barat sampai Pulau Paskah di timur, dari Taiwan di utara sampai Selandia Baru di Selatan.

Pandangan sang Menteri bahwa bahasa Indonesia punya penyebaran lebih masif di dunia juga perlu dikembalikan ke konteks, bahwa yang dibahas menyoal lingkup ASEAN. Universitas Chulalongkorn Thailand pernah melakukan penelitian untuk mencari kandidat bahasa resmi masyarakat ASEAN.

Mereka mengawali mencari tahu terlebih dahulu bahasa paling banyak dipakai. Hasilnya, dari sisi pengguna bahasa Melayu dipakai oleh 260 juta orang dengan basis penutur tersebar mulai dari Indonesia, Malaysia, Brunei, sebagian Timor Leste dan sebagian Thailand. Secara persentase pengguna bahasa Melayu 45 persen dari seluruh warga negara anggota ASEAN. Berbeda dengan penyebaran bahasa Indonesia seperti disinggung Menteri lebih banyak di dalam lingkup pengajaran, bahasa Melayu dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Berbekal struktur sederhana dan kosakata bersifat terbuka, memudahkan untuk dikuasai.

Paling penting, dukungan terhadap bahasa Melayu bentuk kebanggaan atas sejarah bangsa. Sekaligus terbersit asa mengembalikan kejayaan masa lalu nusantara. Sebab bahasa bukan semata soal lisan dan tulisan, tapi bernilai geostrategi terutama ekonomi. Menilik sejarah, bahasa Melayu pernah menjadi bahasa penghubung di kawasan Asia Tenggara. Oleh sejarawan Anthony Reid disebut sebagai “kurun niaga”.

Masa itu kapal dan pedagang yang datang ke Malaka berasal dari berbagai budaya dan agama atau multi kultur. Untuk itulah perlu penerjemah guna menjalin komunikasi. Bahasa Melayu memegang peranan penting. Sebuah keharusan di zaman itu untuk dapat dipahami serta dikuasai termasuk oleh bangsa Eropa yang berdagang di Malaka. Sebelum kedatangan Belanda di nusantara, pemakaian bahasa Melayu sudah berakar kuat di kota-kota pelabuhan sepanjang pesisir.

Di lini sosial, Pemerintah Belanda memilih bahasa Melayu sebagai penghubung sebab memahami bahasa tersebut dikenal baik penduduk daerah jajahan Belanda. Dalam rangka menegakkan sistem pendidikan, pemerintah kolonial membentuk panitia khusus untuk menentukan jenis bahasa Melayu yang akan digunakan di sekolah-sekolah dasar. Akhirnya, bahasa Melayu Riau dikukuhkan sebagai bahasa Melayu standar dan menjadi bahasa resmi Balai Pustaka. Bahasa Melayu Riau kemudian dikembangkan menjadi bahasa Indonesia.

Berkaca dari pemaparan sederhana aspek historis di atas, bukan hanya kebanggaan apabila bahasa Melayu dinobatkan sebagai bahasa pengantar di ASEAN. Lebih dari itu, ada keuntungan lain dan membawa peluang bagi kepentingan nasional.

Bukan mustahil misi mengulang kembali sejarah kedigdayaan masa lalu. Teristimewa bagi Bumi Lancang Kuning, mengingat posisi Riau secara geografis sangat strategis, terbuka peluang mengambil peran sentral dalam sektor perekonomian dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Terlebih ketika dapat memadukan limpahan anugerah sumber daya alam dan kecakapan memperkuat nilai tambah bagi daerah.

Dengan begitu terbentang jalan merealisasikan visi RPJPD Provinsi Riau 2005-2025 yang dulu getol dikampanyekan: mewujudkan Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Bathin, di Asia Tenggara.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Jum'at, 02 September 2022 14:49 WIB
One Command Center Solusi Kegawatdaruratan di Riau
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Sabtu, 01 Oktober 2022 15:35 WIB
Belajar Setia Dari Sejarah
Jum'at, 09 September 2022 14:10 WIB
Gotong Royong Perkuat Daya Saing SDM
Selasa, 30 Agustus 2022 11:48 WIB
Pendidikan Ruh Pembangunan
Senin, 15 Agustus 2022 19:21 WIB
Kesetaraan Kunci Bangun Bangsa
Rabu, 17 Agustus 2022 12:35 WIB
Mari Jaga Warisan Kemerdekaan
Kamis, 22 September 2022 08:16 WIB
Meneroka RUU Sisdiknas
Minggu, 18 September 2022 08:16 WIB
Karena Satu Nyawa Begitu Berharga
Rabu, 03 Agustus 2022 09:37 WIB
Pembangunan yang Memajukan
Sabtu, 21 Mei 2022 07:00 WIB
Menggali Unsur Kebangkitan Nasional
Jum'at, 09 September 2022 11:23 WIB
Ada Apa Menjelang Pilihan Raya Umum ke-15 Malaysia?
Sabtu, 30 Juli 2022 08:04 WIB
Kekuatan Di Balik Hijrah
Kamis, 25 Agustus 2022 10:07 WIB
BRK Syariah: Lembar Baru, Semangat Baru
Senin, 22 Agustus 2022 10:01 WIB
Ketika Pendidikan Hilang Arah
Minggu, 04 September 2022 17:36 WIB
BBM Naik Rakyat Tercekik
Sabtu, 09 Juli 2022 19:29 WIB
Idul Adha: Ketakwaan Berbuah Kepedulian
Senin, 28 Maret 2022 08:45 WIB
Keberpihakan Kunci Kebangkitan
Sabtu, 28 Mei 2022 07:01 WIB
Jalan Menuju Berkah Tidak Mudah
Kamis, 05 Mei 2022 20:38 WIB
Aspirasi Kunci Pembangunan
Selasa, 24 Mei 2022 08:01 WIB
Toleransi Bukan Untuk Mengebiri
Kamis, 31 Maret 2022 08:23 WIB
Ramadhan Dan Momentum Ekonomi Syariah
Selasa, 05 Juli 2022 20:03 WIB
Berkolaborasi Penuhi Hajat Publik
Rabu, 30 Maret 2022 17:01 WIB
Rohingya dan Permasalahannya
Sabtu, 25 Juni 2022 20:44 WIB
Pendidikan Yang Berkeadilan
Kamis, 23 Juni 2022 16:25 WIB
Pekanbaru Butuh Mindset Baru
Kamis, 30 Desember 2021 12:58 WIB
Riau Menatap 2022
Kamis, 10 Maret 2022 12:27 WIB
Energi Dan Kebangkitan Ekonomi
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 03 Oktober 2022
BPBD Riau Tak Turunkan Tim Atasi Banjir Rob Dumai, Ini Sebabnya
Senin, 03 Oktober 2022
Awal Oktober, Capaian Vaksinasi Booster di Riau Baru 23 Persen
Senin, 03 Oktober 2022
Kajati Riau Harap Dukungan dan Kerja Sama dari BPKP dalam Penegakan Hukum
Sabtu, 01 Oktober 2022
Bupati Rohil Ajak Masyarakat Refleksikan Nilai-nilai Pancasila

Serantau lainnya ...
Minggu, 02 Oktober 2022
Hadir dengan 30 Brand Ternama, FCL Jadi Surga Belanja Muslimah Pekanbaru
Selasa, 20 September 2022
Buka Rekening bank bjb Bisa Dapat Tiket Nonton Solo Batik Music Festival
Selasa, 20 September 2022
Terobosan Baru AsmaraNur Modeling School Terbukti Antarkan Naomy Angelica Raih 4th Runer Up Miss Indonesia 2022
Senin, 19 September 2022
Wakili Riau, Naomy Angelica Dari AsmaraNur Modeling School Raih 4th Runner Up Miss Indonesia 2022

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif
Sabtu, 13 Agustus 2022
Momen HUT Riau dan HUT RI, Hj Misnarni Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan

Advertorial lainnya ...
Senin, 03 Oktober 2022
Spesifikasi, Kelebihan, dan Kekurangan Vivo Y33T
Jumat, 30 September 2022
Wujud Dukungan “Green Energy”, DPR Siapkan 55 Mobil Listrik di Acara P20
Rabu, 28 September 2022
PKM Penangan Limbah Ternak Sapi dan Psikoedukasi Pasca Covid-19
Senin, 19 September 2022
Anak Muda Riau Didukung Melek Dunia Digital, LAM: Peluang Kerja Masa Depan Bukan Lagi di Kantor Camat

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 26 September 2022
Yayasan SIKLUS Melayani Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Napza
Rabu, 21 September 2022
Peringati Milad ke-42 Tahun RSI Ibnu Sina, 40 Peserta Ikuti Seminar Awam Kesehatan Ibu dan Anak
Selasa, 20 September 2022
Anak Kejang-kejang Hendak Dibawa ke Rumah Sakit tapi Jalanan Macet, Untung Polisi Turun Tangan
Rabu, 14 September 2022
Jangan Lewatkan! RSI Ibnu Sina Gelar Seminar Awam Gratis 'Ibu Cerdas Anak Sehat'

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 01 Oktober 2022
Melestarikan Budaya dan Kearifan Lokal melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Kamis, 29 September 2022
Umri Puncaki Ranking LL DIKTI Wilayah X Versi UniRank Edisi 2022
Rabu, 28 September 2022
Unilak Masih Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru hingga 1 Oktober 2022
Selasa, 27 September 2022
Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UMRI Kampung Rantau Panjang 2022 Tanam 100 Bibit Pohon Buah

Kampus lainnya ...
Selasa, 13 September 2022
PHE Kampar Sosialisasi Kegiatan Hulu Migas dan Serahkan Beasiswa di Kerumutan
Selasa, 07 Juni 2022
7 Perusahaan Keroyokan Bersihkan Sungai Kerumutan Sepanjang 30 Kilometer
Rabu, 01 Juni 2022
MTSN 2 Pangkalan Lesung Dapat Bangunan Baru dari PT Musim Mas
Selasa, 24 Mei 2022
Pentingnya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Asian Agri Gelar Pelatihan Bagi UMKM Riau, Sumut, dan Jambi

CSR lainnya ...

Khas 1 September 2022
Terpopuler
Pegadaian Oktober 2022
Foto
Pertamina
Diskes Rohul Agustus 2022
Selasa, 20 September 2022
KODEgroup Sukses Gelar DO Music Festival 2022 di Alam Mayang
Selasa, 13 September 2022
Ribut-ribut Wudu Nagita Slavina Disebut Salah Semua, Ini Kata Ustadz Adi Hidayat
Minggu, 15 Mei 2022
Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima, Burjobar dan Roti Cha Milik Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Hadir di Pekanbaru
Jumat, 13 Mei 2022
Beredar Foto Menag Yaqut Rangkul 'Ragil Mahardika', Ansor: 1000% Editan!

Selebriti lainnya ...
HUT Riau 2022 - PT SPR
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
HUT Riau 2022 - April RAPP
Rabu, 21 September 2022
Sambangi Muslim World League, Gubri Bahas Pengembangan Quran Center
Sabtu, 20 Agustus 2022
Meriahkan HUT RI, Ribuan Warga Desa Suka Mulya Kampar Ikuti Salawat Akbar Kebangsaan
Senin, 04 Juli 2022
FPKB Kembali Salurkan Alquran Untuk Anak - Anak Mengaji di Pekanbaru
Minggu, 26 Juni 2022
Tinjau Kelayakan Pendidikan, Gubri Sambangi Pondok Tahfidz Quran Bengkalis

Religi lainnya ...
HUT RI 77 - APRIL RAPP
Indeks Berita
www www