Senin, 08 Agustus 2022

Breaking News

  • Kendaraan Roda Dua di Riau sudah Pakai Plat Warna Putih   ●   
  • 8 Kabupaten di Riau sudah Terjangkit PMK   ●   
  • Kaca Mayang Fashion Street Bakal Digelar di Pekanbaru, Terinspirasi CFW   ●   
  • Vaksin Dosis Keempat di Riau Tunggu Arahan Pusat   ●   
  • Sri Indarti Terpilih Sebagai Rektor Unri Periode 2022-2026   ●   
  • Penduduk Miskin Riau Capai 485 Ribu Orang   ●   
  • Komnas HAM Surati Gubri Minta Selesaikan Persoalan 100 Honorer K2 Lulus CPNS 2014   ●   
  • Peresmian Tol Pekanbaru - Bangkinang Tunggu Persetujuan Presiden   ●   
  • Pembunuh Suami Istri di Rohil Terancam Hukuman Mati   ●   
  • Pakai Gelang 20 Emas Rp45 Juta saat Berkendara, Warga Pekanbaru Jadi Korban Jambret
Yamaha 8-10 Agustus 2022
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?


Ini Jawaban Lengkap Gubri Syamsuar atas Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Riau Terkait LKPj 2021
Kamis, 07 April 2022 14:51 WIB
Ini Jawaban Lengkap Gubri Syamsuar atas Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Riau Terkait LKPj 2021
Gubernur Riau, Syamsuar menjawab pandangan umum fraksi - fraksi DPRD Riau terhadap LKPj Kepala Daerah Riau tahun 2021.

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Gubernur Riau, Syamsuar menjawab pandangan umum fraksi - fraksi DPRD Riau terhadap LKPj Kepala Daerah Riau tahun 2021.

Atas pandangan fraksi Golkar yang sebelumnya disampaikan Yanti Komalasari, Pemerintah Provinsi Riau, kata Syamsuar, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Fraksi Partai Golkar yang telah mengingatkan Pemprov untuk menjalankan visi dan misi pembangunan Provinsi Riau sesuai dengan RPJMD Provinsi Riau Tahun 2019-2024.

"Kami sependapat dan mendukung pernyataan Fraksi Partai Golkar bahwa program pembangunan lima tahun harus saling mendukung dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Riau akan terus meningkatkan kualitas PNS melalui pendidikan formal, pelatihan, pengembangan karir dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik," ujar Syamsuar saat membacakan jawaban pemerintah, dalam paripurna DPRD Riau, Kamis (7/4/2022).

Syamsuar mengatakan, terhadap pandangan umum Fraksi Partai Golkar mengenai pencapaian Visi dan Misi dalam RPJMD Provinsi Riau Tahun 2019- 2024 memerlukan dukungan semua pihak, termasuk kerjasama Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemprov sependapat, begitu juga dengan indikator pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Fraksi Partai Golkar atas apresiasinya terhadap pencapaian realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2021. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan Pendapatan dan Belanja Daerah untuk percepatan perwujudan visi dan misi RPJMD Provinsi Riau, walaupun kita masih berada pada kondisi pandemi Covid-19. Pemerintah Provinsi Riau juga mengucapkan terima kasih kepada Fraksi Partai Golkar atas apresiasi yang tinggi terkait upaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Tahun 2021 sambil terus berupaya mengkaji potensi dalam meningkatkan PAD di masa mendatang," ujarnya.

"Terkait dengan Dana Perimbangan, kami sependapat dengan pandanganFraksi Partai Golkar agar terus melakukan komunikasi yang intensif dan jemput bola ke Pemerintah Pusat. Untuk itu kami mengharapkan dukungan dari DPRD Provinsi Riau untuk melakukan koordinasi dengan Anggota DPR RI dan DPD RI asal Pemilihan Provinsi Riau guna mendukung pembangunan Provinsi Riau ke depan. Terima kasih atas dukungan Fraksi Partai Golkar terkait penghargaan dan prestasi yang diperoleh Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2021. Kedepan kami tetap mengharapkan dukungan penuh dari DPRD Provinsi Riau sehingga kinerja Pemerintah Provinsi Riau dapat lebih baik," cakap Syamsuar.

Selanjutnya, terhadap pandangan Fraksi PDI P yang diserahkan oleh Suyadi, Syamsuar berterima kasih Fraksi PDI P atas apresiasi menyangkut pencapaian Pendapatan Daerah Tahun 2021. Pada Tahun Anggaran 2021 capaian pendapatan daerah telah dapat melebihi terget yakni 102,17%.

Capaian ini, kata Syamsuar, merupakan hasil kerja keras semua pihak terkait dalam melaksanakan tugas secara profesional, maksimal dan partisipasi masyarakat serta dunia usaha. Pihaknya terus akan berupaya untuk selalu meningkatkan capaian Pendapatan Daerah terutama yang berasal PAD.

Dari sisi keuangan, disadari bahwa tingkat kemandirian daerah belumlah dapat dikatakan mandiri. Oleh sebab itu, kata Syamsuar, pihaknya terus mengkaji potensi daerah dalam rangka untuk meningkatkan PAD. Di samping itu Pemerintah Provinsi Riau tetap akan melakukan intensifikasi terhadap sumber-sumber PAD yang sudah ada.

"Pemprov Riau dalam penanganan infrastruktur berpedoman pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyangkut kewenangan Pemrov Riau. Perlu kami informasikan bahwa panjang ruas jalan dan jumlah jembatan yang ditangani oleh Pemerintah Provinsi yang berada di Kabupaten/Kota sangat bervariasi. Kemampuan pendanaan untuk penanganan infrastruktur jalan dan
jembatan terus mengalami penurunan untuk mengatasi ketimpangan pembangunan infrastruktur antar kabupaten/kota maka terus berupaya mencari sumber-sumber pendanaan lain selain APBD, seperti mengusulkan penanganan jalan melalui Hibah Millenium Challenge Compact, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, optimalisasi Corporate Social Responsibility dan mengusulkan penanganan jalan dan jembatan melalui availability payment," kata Syamsuar.

Lebih lanjut, menyangkut dengan persentase BUMDes yang masih berjalan, Syamsuar mengatakan, bahwa secara umum saat ini seluruh BUMDes yang ada di Provinsi Riau telah dapat menjalankan usahanya dengan baik. Memang terdapat beberapa BUMDes yang unit usahanya mengalami kendala operasional, namun usaha unit lainnya masih tetap berjalan.

Mengenai kontribusi BUMDes terhadap APBDes diakui bahwa belum semua BUMDes yang memberikan kontribusi terhadap APBDes, namun sebagian dari BUMDes telah dapat meningkatkan omzetnya, dan memberikan kontribusi bagi PADes.

"Misalnya BUMDes Kembang Kenanga di Kuantan Singingi omzetnya dari Rp 2,6 miliar Tahun 2020 meningkat menjadi Rp 4,3 miliar Tahun 2021, BUMDes Bina Harapan di Kuantan Singingi dengan capaian omzet Rp 1,9 miliar pada Tahun 2021, BUMDes Seminai Jaya Kabupaten Siak dengan laba sebesar Rp 907 juta dan Sumbangan PADes Rp 205 juta, BUMDes Bina Sejahtera Kabupaten Siak laba sebesar Rp 600 juta dengan kontribusi PADes Rp 60 juta, BUMDes Bina Mulya Kabupaten Inderagiri Hulu laba Rp347 juta dengan sumbangsih PADes sebesar Rp 54 juta. Dapat juga kami sampaikan keberadaan BUMDes saat ini juga dapat berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja lokal," paparnya.

Mengenai keberadaan BUMDes, Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan klasifikasi terhadap 1.591 BUMDes, dengan rincian 561 BUMDes Klasifikasi Dasar, 442 BUMDes Klasifikasi Tumbuh, 386 BUMDes Klasifikasi Berkembang dan 202 BUMDes Klasifikasi Maju Dengan telah tersusunnya data klasifikasi BUMDes tersebut diatas, diharapkan memudahkan Pemerintah Provinsi Riau dan Instansi terkait untuk melakukan pembinaan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa yang ada.

Menyangkut langkah-langkah strategis dalam mengontrol terhadap bantuan keuangan khusus kepada desa, dapat disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil telah melakukan monitoring dan evaluasi secara berjenjang dan berkala dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten se Provinsi Riau. Mengingat banyaknya Bumdes yang ada di Riau, ke depannya pelaksanaan monitoring dan evaluasi akan terus diperbaiki.

Selanjutnya berkenaan dengan keberadaan Tim Asistensi dapat kami jelaskan bahwa personel Tim Asistensi berasal dari akademisi, praktisi yang berasal dari mantan birokrat dan mantan pendamping desa, dan semua anggota tim sudah memiliki kualifikasi pendidikan serta pengalaman.

"Tim ini dibutuhkan untuk membantu Pemerintah Provinsi Riau dalam perumusan kebijakan dan membantu mengatasi permasalahan baik dalam penyaluran dan efektivitas penggunaan dana bantuan keuangan khusus. Sejauh ini, menurut hemat kami Tim Asistensi sudah memberikan kontribusi membantu pemerintahbdaerah misalnya dalam perumusan indikator klasifikasi BUMDes, menentukan model alokasi bantuan keuangan kepada desa, merumuskan petunjuk tenis bantuan keuangan khusus setiap tahun, dan memberikan saran dan masukan terhadap masalah bantuan keuangan khusus," ujar Syamsuar.

"Kami sependapat bahwa untuk pencapaian Visi dan Misi RPJMD Provinsi Riau 2019-2024 diperlukan sumber daya manusia Aparatur yang berdisiplin, berintegritas dan memiliki kompetensi yang tinggi. Untuk itu kami akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja Perangkat Daerah," cakapnya.

Selanjutnya, Syamsuar mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas masukan yang disampaikan oleh Fraksi PDI Perjuangan terkait kurangnya komunikasi efektifbantara eksekutif dan legislatif. Kedepan akan menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Provinsi Riau sehingga kita dapat membangun Riau secara bersinergi

Selanjutnya, terhadap pandangan Fraksi Demokrat, yang disampaikan Eddy A Mohd Yatim, Syamsuar mengatakan, pandangan yang disampaikan tersebut tentunya bertujuan agar pembangunan yang kita laksanakan ini dapat mensejahterakan masyarakat Riau.

Berkenaan dengan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Riau pada Tahun 2021, telah dilaksanakan program dan kegiatan yang disepakati bersama Pemerintah Daerah dan DPRD Provinsi Riau sejauh mungkin telah diusahakan menyentuh yang dapat membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk melihat hasil pembangunan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, dapat dilihat dari berbagai capaian indikator makro yang dirilis oleh BPS.

Yakni, Pertumbuhan Ekonomi Riau meningkat dari sebesar -1,13% pada Tahun 2020 menjadi sebesar 3,69% pada Tahun 2021 (2) Indek Pembangunan Manusia meningkat dari 72,71 pada Tahun 2020 menjadi 72,94 pada Tahun 2021. (3) Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari sebesar 6,32% pada Tahun 2020 menjadi sebesar 4,42% pada Tahun 2021. (4) Tingkat kemiskinan menurun dari sebesar 7,04% pada Tahun 2020 menjadi sebesar 7,00% pada Tahun 2021, namun (5) Ratio meningkat sedikit dari sebesar 0,321 pada Tahun 2020 menjadi sebesar 0,324 pada Tahun 2021. Selain itu, Nilai Tukar Petani meningkat dari sebesar 118,77 tahun 2020 menjadi sebesar 138,66 pada Tahun 2021

"Kami menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mampu disentuh oleh berbagai hasil pembangunan. Oleh sebab itu kami mengharapkan dukungan dari DPRD Provinsi untuk bersama sama berkolaborasi mensejahterakan masyarakat Riau secara berkelanjutan. Dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap penerimaan dari pusat pemerintah Provinsi Riau telah melakukan berbagai upaya den langkah konkrit untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk penerimaan daerah yang berasal dari pajak, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan target penerimaan dari pajak daerah didasarkan pada pemetaan perhitungan potensi penerimaan pajak terlebih dahulu agar kenaikan yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan Strategi utama pemerintah dalam meningkatkan penerimaan PAD dilakukan melalui kebijakan interstikasi dan ekstensifikasi pajak serta optimalisasi peran BUMD," cakap Syamsuar.

Terkait dengan saran Fraksi Partai Demokrat terhadap evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD dalam upaya meningkatkan PAD, Pemerintah Provinsi Riau, sambung Syamsuar telah melakukan upaya-upaya, diantaranya untuk memperbaiki kinerja BUMD melaksanakan fit and proper test bagi seluruh pengurus BUMD dengan berpedoman Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah Selain itu.

"Pemerintah Provinsi Riau bersama tenaga ahli telah melakukan evaluasi berkala secara tertulis serta ekspose kinerja dan keuangan setiap triwulan berdasarkan laporan hasil pengawasan komisaris dan mengacu pada pedoman penilaian kinerja BUMD. Kami juga sependapat bahwa dengan keterbatasan anggaran pembangunan saat ini, maka perlu dilakukan scheme pendanaan lain, seperti Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, optimalisasi Corporate Social Responsibility dan joint operation antara BUMD dan private sector. Kami sangat sependapat dengan Fraksi Partai Demokrat bahwa RPJMD Provinsi Riau merupakan pedoman dalam pelaksanaan belanja pembangunan daerah, dengan mengacu kepada berbagai indikator pembangunan yang tertuang di dalamnya," katanya.

"Dengan telah disahkannya Perubahan RPJMD Provinsi Riau Tahun 2019-2024 oleh DPRD Provinsi Riau, maka Pemprov akan berupaya semaksimal mungkin mengalokasikan belanja pembangunan yang ada di setiap Perangkat Daerah secara efektif, efisien, tepat sasaran melalui Money Follows Programme untuk program-program Prioritas Daerah, sehingga Visi dan Misi Daerah pada Tahun 2024 dapat kita capai," paparnya

Selanjutnya, terhadap Fraksi Gerindra yang disedahkan Syafruddin Iput, Syamsuar mengapresiasi penyampaian LKPJ Kepala Daerah Tahun 2021 yang tepat waktu. Semua itu tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak, termasuk DPRD Provinsi Riau sebagai partner Pemerintah Provinsi Riau. Melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Riau, DPRD dan semua lapisan masyarakat.

Terkait dengan belum tercapainya target dari Retribusi Daerah, Syamsuar menjelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19, penggunaan pelayanan yang dipungut retribusinya mengalami penurunan terutama terhadap penggunaan Kekayaan Milik Daerah sehingga berdampak pada belum tercapainya target Retribusi Daerah.

"Upaya lain yang dilakukan dalam meningkatkan pendapatan dari Retribusi Daerah adalah dengan meningkatkan pengelolaannya yang berbasis elektronik. Kedepannya kita tetap berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan dari Retribusi Daerah dengan melakukan kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi. Sedangkan terkait evaluasi dan pemberdayaan BUMD guna peningkatan PAD, Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki kinerja BUMD diantaranya adalah melaksanakan fit and proper test bagi seluruh pengurus BUMD dengan berpedoman Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja BUMD setiap triwulan," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Riau sependapat dengan pandangan Fraksi Gerindra, kata Syamsuar, bahwa perlu penajaman skala prioritas dalam mengoptimalkan penyerapan Belanja Daerah.

Di samping itu, dilakukan pemantapan kualitas perencanaan evaluasi secara komprehensif terhadap pelaksanaan program prioritas dan kinerja OPD Berkenaan dengan itu saat ini anggaran dan Pemerintah Provinsi Riau sedang mempersiapkan dokumen rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan keuangan Daerah dengan merujuk kepada regulasi keuangan terbaru. Kebijakan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas perencanaan, penatausahaan maupun pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran.

"Selanjutnya terhadap pelaksanaan program/kegiatan pada urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib non pelayanan dasar, urusan pilihan maupun penunjang, terkait pengelolaan pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis akibat bencana dan/atau berpotensi bencana bahwa trend kasus Covid-19 di Provinsi Riau terjadi penurunan mulai pertengahan September 2021, sehingga RS Darurat tidak jadi di operasionalkan. Hal ini menyebabkan pembiayaan untuk penanganan Covid-19 berkurang sehingga terjadi penghematan Belanja Operasi. Terkait penyelenggaraan Jalan Provinsi dapat kami jelaskan bahwa terdapat beberapa kendala teknis, mulai dari proses pengadaan, pelaksanaan kegiatan dan belum optimalnya pengawasan teknis di lapangan. Terkait pembinaan dan pengembangan organisasi keolahragaan tidak terealisasi secara maksimal karena terdapat dua kegiatan yang tidak dilaksanakan yakni Musyawarah KONI Provinsi Riau Tahun 2021 dan ASEAN ParaGames di Filipina serta efisiensi anggaran pada Sekretariat berupaya menekankan kepada Perangkat Daerah agar dapat lebih baik," cakapnya.

Kedepannya, kata Syamsuar, pihakmya akan melakukan evaluasi mulai pelaksanaan kegiatan secara berkala.

Syamsuar juga mengucapkan, terima kasih atas pandangan Fraksi Gerindra terhadap kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Riau di Bidang Kesehatan, Pendidikan, Sosial dan Pemerintah Provinsi Riau sepakat akan tetap mengedepankan dimensi edukatif, solutif, dan produktif dalam membuat kebijakan yang strategis.

"Terhadap ukuran capaian prestasi kami sependapat tidak hanya diukur dari penghargaan semata. Pemerintah Provinsi Riau terus bertekad untuk melaksanakan program dan kegiatan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan penghargaan yang diterima merupakan nilai tambah yang diharapkan dapat memberikan motivasi bagi Pemerintah Provinsi Riau untuk bekerja lebih baik ke depannya," ujarnya.

Terhadap Pandangan Fraksi PKS, yang diserahkan oleh Markarius Anwar, Syamsuar sependapat dengan pandangan umum Fraksi PKS bahwa LKPJ Kepala Daerah merupakan wujud dari akuntabilitas pengelolaan, pelaksanaan dan penggunaan anggaran setiap tahunnya, serta merupakan evaluasi dari penyelenggaraan Pemerintahan Daerah agar efektif dan efisien serta dapat dikontrol oleh publik. Atas masukan konstruktif terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Riau Syamsuar mengatakan, terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau untuk memenuhi kebutuhan pokok yang mahal dan langka melalui Operasi Pasar Murah di Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.

Di samping itu, Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat antara lain melalui berbagai kebijakan strategis seperti memberikan bantuan modal usaha bagi pelaku usaha kecil Mikro yang terdampak Covid-19; pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19; memberikan relaksasi pajak kendaraan bermotor, serta penyediaan jaring pengaman sosial.

"Kami sangat berterima kasih atas saran yang sampaikan oleh Fraksi PKS terkait berbagai program pembangunan yang kita laksanakan tentunya harus mampu meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan. Pada kesempatan ini dapat kami jelaskan bahwa perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah yang kita laksanakan setiap tahun berpedoman pada dokumen RKPD dan RPJMD, Di dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah tersebut telah ditetapkan Tema, Prioritas Daerah, Prioritas Pembangunan Daerah, Program Proritas Daerah," jelasnya.

Adapun capaian pembangunan daerah pada Tahun 2021 antara lain, Pertumbuhan Ekonomi Riau meningkat dari sebesar 1,13% pada Tahun 2020 menjadi sebesar 3,69% pada Tahun 2021;, Indek Pembangunan Manusia meningkat dari 72,71 pada Tahun 2020 menjadi 72,94 pada Tahun 2021;, Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari sebesar 6,32% pada Tahun 2020 menjadi sebesar 4,42% pada Tahun 2021; Tingkat kemiskinan menurun dari sebesar 7,04% pada Tahun 2020 menjadi sebesar 7,00% pada Tahun 2021, namun ratio meningkat sedikit dari sebesar 0,321 pada Tahun 2020 menjadi sebesar 0,324 pada Tahun 2021.

Selain itu, Nilai Tukar Petani meningkat dari sebesar 118,77 tahun 2020 menjadi sebesar 138,66 pada Tahun 2021.

"Terkait dengan kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Riau dapat kami jelaskan bahwa panjang jalan Provinsi Riau yaitu 2.799,81 km dengan kondisi jalan 50,08% baik, 11,58% sedang, 15,74% rusak ringan dan 22,60% rusak berat. Untuk penyediaan infrastruktur jalan yang mantap dibutuhkan anggaran yang cukup besar sementara alokasi anggaran untuk infrastruktur jalan dari tahun ke tahun cenderung menurun. Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalah tersebut Pemerintah Provinsi Riau berupaya mendapatkan sumber pendanaan lain antara lain dan secara mengusulkan penanganan jalan melalui Hibah Millenium Challenge Compact, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, optimalisasi Corporate Social Responsibility dan mengusulkan penanganan jalan melalui availability payment," kata Syamsuar.

Pada prinsipnya Pemerintah Provinsi Riau, kata Syamsuar, setuju memberikan apresiasi atas pandangan umum Fraksi PKS terkait pembangunan sekolah terutama di daerah padat penduduk. Untuk itu pihaknya akan melakukan perencanaan komprehensif sesuai kebutuhan daerah.

Adapun terkait dengan pembangunan dibidang kesehatan, Syamsuar juga sependapat dan mendukung saran Fraksi PKS dalam hal penyediaan sarana dan prasarana kegiatan yang berkualitas. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Provinsi Riau langkah-langkah konkrit yang kami lakukan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal di bidang kesehatan, untuk pelayanan kesehatan masyarakat miskin dilakukan melalui Program Pemberian Bantuan luran dan Jaminan Kesehatan Nasional untuk pemenuhan Universal Health Coverage.

"Kami sepakat bahwa Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari Retribusi Daerah harus dioptimalkan dan dikelola secara baik melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sejak terjadinya pandemi Covid-19, penggunaan layanan yang disediakan oleh Pemerintah yang dipungut retribusinya berkurang sehingga berdampak pada penurunan PAD secara keseluruhan. Namun ke depan untuk meningkatkan Retribusi Daerah, Pemerintah Provinsi Riau menetapkan arah dan pedoman kebijakan dalam pungutan pajak dan Retribusi Daerah diantaranya meningkatkan," tukasnya.

Selanjutnya, terhadap pandangan Fraksi PAN, yang diserahkan Mardianto Manan, terkait dengan visi dan misi pembangunan daerah dapat dielaskan bahwa pencapaian indikator pada Misi mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata, yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, dapat kami jelaskan bahwa kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Riau yaitu sepanjang 2.799,81 km dengan kondisi jalan rusak ringan 15,74% dan rusak berat 22,60%.

Oleh sebab itu, kata Syamsuar, Pemerintah Provinsi Riau berupaya untuk menggurangi jumlah kondisi jalan yang rusak melalui pemeliharaan jalan dan jembatan.

Terkait dengan pencantuman pertumbuhan ekonomi dalam LKPJ Kepala Daerah kami sependapat dengan pandangan umum Fraksi PAN. Namun demikian, tidak dimuatnya pertumbuhan ekonomi dalam dokumen LKPJ Kepala Daerah sesuai dengan sistematika yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah.

Terkait dengan pengentasan kemiskinan, pihaknya sependapat bahwa potensinya terus meningkat apabila Pemerintah lalai dalam penanganan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Namun dapat kami jelaskan alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas dengan merujuk pada mandatory yang ada. Terhadap pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas kita karena hal tersebut merupakan bagian dari pencapaian Visi dan Misi Provinsi Riau.

"Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan, Fraksi PAN terhadap pencapaian Pendapatan Daerah, hal tersebut tentunya tidak terlepas dari dukungan dari DPRD Provinsi Riau dan berbagai pihak. Ke depan kita tetap terus berupaya meningkatkan dan menggali sumber-sumber pendapatan lain untuk melaksanakan berbagai program yang masih menjadi tugas kita bersama. Terkait dengan PPDB, Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan perbaikan. Pada penerimaan siswa Tahun 2022, telah membangun aplikasi PPDB. Pada 4 April 2022 lalu telah dilakukan uji coba internal aplikasi dengan minor error atau tingkat kesalahan yang minim. Pada Tanggal 14 April 2022 nanti akan dilakukan simulasi pertama yang akan melibatkan Tim ANBK 12 Kabupaten/Kota dengan 20 SMA dan SMK perwakilan. Aplikasi tersebut menggunakan perangkat dari Pusat Data Nasional di bawah Kementerian Komunikasi dan Informasi dengan back up google cloud. Jika simulasi berjalan dengan lancar, maka Pemerintah Provinsi Riau telah siap melaksanakan PPDB Tahun 2022," cakapnya

Pemerintah Provinsi Riau, sambung Syamsuar, terus mendukung upaya peningkatan pelayanan kesehatan di kabupaten/kota melalui Puskesmas pada semua kecamatan. Menyangkut penyediaan obat, Pemerintah Provinsi Riau menyediakan obat Buffer sebagai penyangga bila Kabupaten/Kota mengalami kekurangan obat.

Terkait ketersediaan tenaga medis yang sangat minim, Pemerintah Provinsi Riau senantiasa mengoptimalkan usulan kebutuhan untuk penempatan Tenaga Nusantara Sehat baik secara Tim maupun individu untuk ditempatkan di Puskesmas sesuai usulan dari Kabupaten/Kota termasuk Puskesmas yang berada di Daerah terpencil, terluar dan perbatasan.

Terhadap pandangan fraksi PKB, Syamsuar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Fraksi PKB yang telah memberikan apresiasi terhadap realisasi Pendapatan Daerah. Tentu hal ini menjadi acuan dan motivasi Pemerintah Daerah untuk terus Penerimaan Daerah dan menggali berbagai potensi merealisasikannya secara maksimal.

"Berkenaan dengan penjelasan anggaran untuk penanganan Covid- 19 dan beberapa manfaat atas program yang telah dilaksanakan, dapat kami sampaikan bahwa salah satu pembiayaan yang dialokasikan cukup besar dalam penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Riau adalah untuk pemberian insentif bagi tenaga kesehatan, tenaga pendukung, dan tenaga bukan kesehatan yang menangani Covid-19 di RS Rujukan Covid-19 serta Isolasi Terpusat Tahun 2021 yaitu sejumlah Rp 77 miliar lebih dengan realisasi sejumlah Rp 50 miliar lebih atau 65,48%. Rendahnya realisasi anggaran penanganan Covid-19 dipengaruhi oleh penurunan kasus yang terjadi pada periode triwulan IV secara signifikan yang berdampak pada berkurangnya realisasi pemberian insentif, berkurangnya pembiayaan untuk makan minum, limbah dan bahan habis pakai," paparnya.

Berkenaan dengan Tugas Pembantuan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Riau yang dinilai masih sangat kecil, kata Syamsuar, dapat dijelaskan bahwa Tugas Pembantuan yang diterima daerah merupakan penugasan dari Pemerintah Pusat kepada Daerah, dimana seluruh program maupun anggaran disusun direncanakan oleh pihak Kementerian maupun Lembaga.

Adanya kebijakan refocusing anggaran Tugas Pembantuan pada beberapa Kementerian, turut mempengaruhi besaran yang diterima daerah pada tahun 2021 yang lalu. Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya melakukan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait untuk mendapatkan alokasi anggaran yang proporsional.

"Kami mengharapkan dukungan dari DPRD Provinsi Riau untuk melakukan koordinasi dengan Anggota DPR RI dan DPD RI asal Pemilihan Provinsi Riau guna mendukung pembangunan Provinsi Riau ke depan," kata Syamsuar lagi.

Terakhir, terhadap frakai gabungan PPP, Nasdem Hanura, Syamsuar mengatakan, berkenaan dengan Pendapatan Daerah, Pemerintah Provinsi Riau akan terus berupaya untuk meningkatkannya. Terdapat beberapa sektor Pendapatan Daerah pada tahun 2021 yang tidak mencapai target seperti retribusi daerah dan Dana Alokasi Khusus.

Terhadap retribusi daerah, upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pengelolaan penerimaan Retribusi Daerah berbasis elektronik dan ekstensifikasi.

"Sedangkan Dana Alokasi Khusus, Pemerintah Provinsi Riau akan terus memperbaiki data untuk meyakinkan Pemerintah Pusat terutama terhadap usulan program dan kegiatan yang akan didanai," cakapnya.

Terkait SAMSAT TANJAK, Syamsuar mengatakan, bahwa sampai dengan Tahun 2021 sudah terdapat di 7 Kabupaten/Kota. 12 Unit Pelaksana Teknis. Pemerintah Provinsi Riau ke depannya terus akan menambah di semua Kabupaten/Kota.

"Terhadap keberadaan Gerai Samsat Drive Thru kami sependapat untuk melakukan penambahan dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan sekaligus meningkatkan Pendapatan Daerah. Sementara itu, untuk penerapan pajak progresif kendaraan bermotor belum dapat dilaksanakan. Hal ini disebabkan karena belum sinkronnya data antara Kepolisian yang memiliki Data Kendaraan dan Bapenda yang memiliki Data Transaksi sehingga perlu memerlukan rekonsiliasi data terkait perbedaan data. Kami terus berupaya mempercepat rekonsiliasi data tersebut," katanya.

Syamsuar sependapat dengan pandangan umum Fraksi Gabungan terkait perlunya peningkatan rasio Belanja Modal terhadap total belanja yang pada Tahun 2021 baru mencapai 11,40%. Terhadap alokasi anggaran sub kegiatan Operasi Pasar dalam rangka stabilisasi harga pangan pokok yang masih sangat sedikit, kami sependapat dengan pandangan umum Fraksi Gabungan.

Ke depannya akan menjadi perhatian untuk ditingkatkan mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih ditengah harga bahan pokok yang semakin melonjak.

"Terkait dengan pelaksanaan SMS Gateway dapat kami informasikan bahwa telah dilaksanakan berupa pengiriman sms kepada wajib pajak yang akan jatuh tempo. Jangkauan penerima SMS Gateway meliputi wajib pajak kendaraan bermotor di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Riau. Sedangkan jumlah wajib pajak yang menerima SMS ini disesuaikan dengan jumlah pagu yang ada di DPA.

Terhadap perkembangan investasi di Provinsi Riau, semenjak adanya online single submission terjadi peningkatan nilai realisasi investasi pada Tahun 2021 yang ditargetkan sejumlah Rp 49 triliun, terealisasi sejumlah Rp 53,05 triliun.

Terkait dengan Bantuan Keuangan terhadap Pemerintahan Desa dapat kami sampaikan bahwa pada Tahun 2022 tidak lagi disamaratakan, tetapi sudah berdasarkan pada peringkat perkembangan BUMDesa yaitu BUMDes Dasar, Tumbuh, Berkembang dan Maju. BUMDes yang peringkatnya lebih tinggi akan mendapatkan alokasi bantuan yang lebih banyak.

"Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka upaya penanggulangan bencana banjir dan longsor Tahun 2021 telah menyusun dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Provinsi Riau. Sedangkan untuk bencana yang telah terjadi, Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan langkah-langkah penanganan. Antara lai, Pemberian bantuan logistik, Pendirian tenda posko dan pengungsi bagi evakuasi warga korban bencana banjir dan longsor di Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu, kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Indragiri Hilir Pembangunan kembali rumah korban bencana longsor di Kabupaten Indragiri Hilir," kata Syamsuar.

Terkait penyalahgunaan Dana Zakat ASN serta upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi bagi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan pemeriksaan terhadap oknum ASN tersebut.

Tindaklanjut hasil pemeriksaan oknum ASN diwajibkan untuk mengembalikan dan yang bersangkutan telah mengembalikan Dana Zakat ke Basnaz Provinsi Riau pada tanggal 31 Maret 2022. Sementara tindakan administrasi pelanggaran disiplin sedang ditangani oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau.

"Terkait program unggulan BRCN yang telah dilaksanakan antara lain Road show Pembinaan Bisnis Ekraf 12 Kabupaten/Kota se Provinsi Riau dan kegiatan Indonesia Creative Cities Festival di Kota Pekanbaru sebagai salah satu Kota Kreatif di Indonesia, dapun manfaat dan dampak dari program BRCN tersebut antara lain munculnya Start Up baru, bangkitnya Event Kreatif, bertambahnya Kreatifitas dan jumlah Pelaku Ekraf se Provinsi Riau serta menggeliatnya Daya Kreatifitas Pemuda-pemudi Riau di kancah Nasional serta Internasional," ulasnya.

Terkait dengan bantuan Rumah Ibadah, Pemerintah Provinsi Riau, kata Syamsuar lagi, tetap berkomitmen untuk membantu Rumah Ibadah hanya saja terkendala dengan regulasi yang ada. Saat ini Pemerintah Provinsi Riau sedang mencari solusi yang tepat. Namun demikian, Pemerintah Provinsi Riau telah mendorong perusahaan melalui program CSR untuk membantu Rumah Ibadah.

"Mudah-mudahan ke depannya kita menemukan regulasi yang tepat sehingga kita bisa membantu Rumah Ibadah melalui APBD," katanya.

Berkenaan dengan realisasi Tugas Pembantuan pada Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Dinas Perkebunan yang masih rendah, disebabkan karena adanya kebijakan Refocussing anggaran serta beberapa kegiatan tidak dapat dilaksanakan karena keterlambatan informasi dari Pemerintah Pusat.

Untuk diketahui, paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Riau, Yulisman.

Dalam paripurna tersebut juga dibentuk Panitia khusus LKPj Gubri tahun 2021 dan terpilih Kelmi Amri sebagai ketua dan Karmila Sari sebagai wakil ketua.

Penulis : Satria Yonela
Editor : Yusni
Kategori : Pemerintahan, Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?

Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 08 Agustus 2022
Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games 2022, Puan: Terima Kasih Pahlawan Olahraga
Senin, 08 Agustus 2022
Sempat Misterius, Akhirnya Manajemen PT TUM Menunjukkan Diri
Senin, 08 Agustus 2022
Bertemu Investor Jepang, Bupati Rohil Sebut Tahun 2023 Internasional Fish Market akan Dibangun di Bagansiapiapi
Senin, 08 Agustus 2022
Hingga Juli 2022, Serapan APBD Pelalawan Rp 668 Miliar dari Total Rp1,5 Triliun

Serantau lainnya ...
Kamis, 04 Agustus 2022
Nasabah Unit Imambonjol Dapat Honda Brio pada Pengundian PHS BRI
Minggu, 31 Juli 2022
Hadir di Pekanbaru, HijabChic Sambut Antusiasme Fashion Kaum Hawa dengan Tema Romantis
Sabtu, 30 Juli 2022
Ingin Make Over Gaya Rambut Ala Korea atau Jepang? Yuk.. Ke Haoon Hair Dressing
Kamis, 21 Juli 2022
Armada Band akan Meriahkan Hiburan Rakyat Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 26 Juli 2022
Hari Mangrove Sedunia, Gubri Tanam 200.000 Bibit Mangrove di Bengkalis
Senin, 25 Juli 2022
GALERI FOTO: Buka MTQ XL Provinsi Riau di Rohil, Gubri: Mari Syiarkan Alquran di Bumi Melayu
Jumat, 10 Juni 2022
Tutorial Mengubah Alamat Warga di Kecamatan Pemekaran, Disdukcapil Pekanbaru Beri Kemudahan
Kamis, 09 Juni 2022
Disdukcapil Pekanbaru Gencar Sosialisasikan Perubahan Adminduk

Advertorial lainnya ...
Minggu, 07 Agustus 2022
iPhone 14 Pro Ucapkan Selamat Tinggal Notch
Kamis, 04 Agustus 2022
Sukses Dihelat di Pekanbaru, STEAM Cup Sumatera Direncanakan Digelar Setiap Tahun
Selasa, 19 Juli 2022
Bengkalis Creative Network MoU dengan Meet Up Co-Working dan Founders Live
Senin, 27 Juni 2022
Fenomena Planet Sejajar Akan Terjadi Lagi 28 Juni 2022!

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 07 Juli 2022
Permudah Pasien, Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Buka Layanan Poliklinik Sore
Rabu, 06 Juli 2022
Pemko Pekanbaru Kejar Target Angka Stunting 6 Persen di 2024, Optimis Tercapai
Minggu, 03 Juli 2022
Penyebab Keputihan Darah yang Perlu Anda Ketahui
Selasa, 28 Juni 2022
Sosialisasi Layanan Kaki Palsu RS Awal Bros, Gubri Serahkan Kaki Palsu ke Pasien

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 08 Agustus 2022
Mahasiswa KKN Integrasi Unri Bumikan Eco-Enzyme di Kelurahan Air Putih
Minggu, 07 Agustus 2022
Gandeng RRI Pekanbaru, HIMA Humas UMRI Gelar Pelatihan Penyiaran
Sabtu, 06 Agustus 2022
Mahasiwa Kukerta Unri Edukasi Warga Pekanbaru Tentang Stunting
Rabu, 03 Agustus 2022
Paska Kunjungan KKN, Bupati Pelalawan Ingin Kerjasama dengan IPB University

Kampus lainnya ...
Selasa, 07 Juni 2022
7 Perusahaan Keroyokan Bersihkan Sungai Kerumutan Sepanjang 30 Kilometer
Rabu, 01 Juni 2022
MTSN 2 Pangkalan Lesung Dapat Bangunan Baru dari PT Musim Mas
Selasa, 24 Mei 2022
Pentingnya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Asian Agri Gelar Pelatihan Bagi UMKM Riau, Sumut, dan Jambi
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat

CSR lainnya ...
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?


PCR 2022
Terpopuler
Khas Agustus 2022
Foto
HUT Riau 2022 - PT SPR
Diskes Rohul Agustus 2022
Minggu, 15 Mei 2022
Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima, Burjobar dan Roti Cha Milik Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Hadir di Pekanbaru
Jumat, 13 Mei 2022
Beredar Foto Menag Yaqut Rangkul 'Ragil Mahardika', Ansor: 1000% Editan!
Jumat, 06 Mei 2022
Cantiknya Sophia Latjuba saat Lebaran, Tetap Stylish Walau Pakai Sarung
Rabu, 27 April 2022
Dikira Mualaf, Ternyata Ini Alasan Celine Evangelista Sering Pakai Baju Muslim

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 04 Juli 2022
FPKB Kembali Salurkan Alquran Untuk Anak - Anak Mengaji di Pekanbaru
Minggu, 26 Juni 2022
Tinjau Kelayakan Pendidikan, Gubri Sambangi Pondok Tahfidz Quran Bengkalis
Jumat, 24 Juni 2022
Peduli Masyarakat Kurang Mampu, LAZISMu Riau Launching Warung Makan 2000
Rabu, 27 April 2022
Dompet Dhuafa Volunteer Riau Gelar Puncak Serambi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www