Kamis, 06 Oktober 2022

Breaking News

  • Operasi Zebra Lancang Kuning 2022 Dimulai, 840 Personel Gabungan Dikerahkan   ●   
  • Nasdem Umumkan Anies Baswedan Sebagai Capres 2024   ●   
  • Bandara SSK II Pekanbaru Tambah Rute Penerbangan ke Kuala Lumpur   ●   
  • Partai Ummat Riau akan Berjuang untuk Anies Baswedan   ●   
  • Pemprov Riau Bakal Beli 13 Unit Kendaraan Operasional Toyota Alphard dan Fortuner,   ●   
  • DBH Migas dan PBB Provinsi Riau 2023 Turun hingga Rp613 Miliar   ●   
  • Vaksinasi Merdeka Pemko Pekanbaru Akhirnya Digelar, 23.880 Dosis Disiapkan   ●   
  • Anggota DPR Tegaskan Rencana Konversi LPG 3 Kg ke Kompor Gas Tidak Sederhana   ●   
  • Galian Pipa PDAM Membahayakan, DPRD Pekanbaru: harus Diperbaiki Seperti Semula   ●   
  • Diduga Bakar Lahan TNTN Seluas 20 Hektare, Dua Warga Ditahan Polisi
Yamaha 5-10 Oktober 2022

CAKAP RAKYAT
Menggali Unsur Kebangkitan Nasional
Sabtu, 21 Mei 2022 07:00 WIB
Menggali Unsur Kebangkitan Nasional
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM.

Hari Kebangkitan Nasional (HKN) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei bukan sekedar momentum mengingat kembali sejarah bangsa. Tapi paling mendasar kesempatan untuk mengenali unsur utama menuju kemerdekaan bangsa. Mengulas sekilas sejarah HKN, kita akan mengidentikan peristiwa tumbuhnya rasa kesadaran rakyat sebagai "orang Indonesia" saat itu dengan berdirinya Boedi Oetomo (Budi Utomo). Karena memang pada 20 Mei 1908 itulah lahir organisasi Budi Utomo.

Di masa itu, yang bisa mengenyam pendidikan sangat terbatas. Kemudian Politik Etis memungkinkan perluasan kesempatan pendidikan bagi penduduk asli Indonesia. Meski penerapan Politik Etis di bidang pendidikan kala itu hanya bisa diakses oleh anak-anak elit pribumi dan ditujukan untuk menyediakan tenaga kerja untuk birokrasi kolonial yang sedang tumbuh, sedikit banyak mempengaruhi penyebaran ide-ide politik tentang kebebasan dan kemerdekaan. Sehingga dari kelompok elit hasil pendidikan ini perlahan ikut andil dalam kebangkitan anti-kolonialisme dan kesadaran nasional.

Namun menggali dari berbagai sumber sejarah, banyak juga berpendapat bahwa Budi Utomo bukan satu-satunya gerakan yang patut diberi apresiasi atas tumbuhnya kesadaran berbangsa. Tanpa bermaksud mendiskreditkan, dasar pemilihan Budi Utomo sebagai pelopor kebangkitan nasional berulang kali dipertanyakan lantaran keanggotaan Budi Utomo hanya sebatas etnis dan teritorial Jawa. Ini terbukti pada kongres pertama di Yogyakarta pada 3-5 Oktober 1908, Dokter Tjipto Mangunkusumo yang waktu itu sudah menjadi dokter pribumi di Demak dengan keras mengemukakan pentingnya pendidikan bukan hanya untuk priyayi dan masyarakat Jawa tapi menyasar seluruh masyarakat Hindia Belanda. Ia mengusulkan lebih lanjut agar Budi Utomo mengorganisasikan diri secara politik untuk meningkatkan perannya. Namun usulan beliau malah ditolak oleh kongres. Sebab dalam anggaran dasar Budi Utomo tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis”.

Fakta di atas membuat tujuan Budi Utomo memang bersifat Jawa-Madura sentris, bukan nasional. Mungkin ada alasan kenapa begitu. Perihal sumbangsih disamping peran Budi Utomo, tak kalah penting diangkat adalah peran perkumpulan lain yang dianggap mewakili upaya membangun kesadaran dan kebangkitan nasional. Salah satunya kehadiran Sarekat Islam (SI). Berbeda dengan Boedi Oetomo, SI tidak membatasi keanggotaan hanya untuk masyarakat Jawa dan Madura. Hal ini terlihat pada susunan para pemimpinnya: Haji Samanhudi dan HOS Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku. Keanggotaan organisasi pun mencakup lintas wilayah Hindia Belanda. Tidak seperti Budi Utomo yang hanya berkutat di bidang pendidikan dan kebudayaan, cakupan aktifitas SI merambah ke ranah politik. Meski organisasi SI berlabel agama bukan berarti SI tidak peka terhadap perbedaan. Tujuan utama pembentukan SI justru untuk membangun persaudaraan, persahabatan dan tolong-menolong serta mengembangkan perekonomian rakyat. Keanggotaan SI juga terbuka untuk semua lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan elit.

Sumber Kekuatan

Berangkat dari pemaparan sejarah di atas, HKN dapat dimanfaatkan untuk mengenali unsur-unsur penting meraih kesadaran nasional sebagai bekal menghadapi tantangan di masa kini dan mendatang. Diantara unsur penumbuh nasionalisme kebangsaan di masa lalu yang membentuk mentalitas dan perjuangan melawan kolonialisme tidak bisa dilepaskan dari unsur primordial yakni agama. Bahkan bisa dibilang faktor penting sebagai pembangkit kesadaran nasional dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Peran agama dalam konteks kesadaran nasional kemudian diwujudkan dalam bentuk gerakan lebih konkret. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di belahan dunia lain.  Sebut saja gerakan revolusi Belanda melawan Spanyol pada abad ke-16 merupakan gerakan keagamaan. Begitu juga gerakan nasionalisme Inggris di abad ke-17 sebagai suatu gerakan nasionalis teramat penting di Eropa yang melahirkan revolusi kaum Puritan. Demikian juga revolusi di Amerika Utara dipelopori kaum Puritan. Adapun di Indonesia, konsekuensi logis dari mayoritas penduduknya, maka Islam faktor pendorong terbentuknya nasionalisme.

Namun patut disayangkan, belakangan muncul upaya-upaya yang justru mencitrakan agama sebagai biang pemecah belah bangsa atau anti nasionalisme. Istilah seperti radikal cenderung diarahkan ke satu agama. Dari sini lalu sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk membangun sentimen dan opini kebencian terhadap ajaran Islam.

Melihat lebih dalam, sebenarnya bukan agama sumber masalahnya. Namun ketika ajaran agama kerap disuarakan untuk menentang kezaliman dan ketidakadilan yang terang-terangan dipertontonkan oleh kaum kuat atau menyinggung  kepentingan pihak tertentu, ketika itulah agama dan tokoh-tokohnya bakal dimusuhi. Persis sikap para penjajah terhadap gerakan perjuangan kemerdekaan berbasis agama.

Belakangan, munculnya istilah mendiskreditkan agama dirasa sudah kelewat batas. Peristiwa cukup relevan sebagaimana dialami Ustad Abdul Somad (UAS) yang ditolak saat berkunjung ke Singapura dan sempat ditahan dalam ruangan dengan dalih UAS dituduh ekstrimis dan segregasionis. Meski Singapura punya otoritas, namun alasan penolakan dinilai sangat tendesius dan tanpa dasar. Apalagi UAS penceramah dan tokoh pendidik yang kerap berkunjung hingga ke wilayah pedalaman dan terisolir mengajar ilmu agama sampai tema kebangsaan.

Dalam konteks Riau, tokoh mendapat penambalan gelar adat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) sebagai Datuk Seri Ulama Setia Negara. Secara nasional UAS juga kerap diundang ke berbagai instansi dan lembaga termasuk berceramah di Mabes TNI tentang nasionalisme, Beliau juga diberi penghargaan oleh media massa nasional Republika sebagai Tokoh Perubahan. Bukannya UAS, sikap Singapura justru dianggap berbahaya dan bisa memicu segregasi atas tuduhan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Tuduhan berujung serius karena setiap pihak yang hadiri kajian atau mengundang UAS bisa-bisa ikut dicap terpapar ekstrimisme dan segregasionisme.

Akhir tulisan, kembali ke tema HKN, peran agama pembentuk kesadaran nasional di masa lalu sekaligus kunci menghadapi tantangan ke depan. Memojokkan ajaran agama dan pemukanya ketika dianggap berseberangan dengan kelompok tertentu atau karena berani mengkritik kezaliman dan ketidakadilan yang terjadi, justru bentuk pengulangan kekeliruan. Agama dan nilai normatif akan selalu hadir untuk meluruskan yang bengkok dan penyimpangan dalam  tatanan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena itulah esensi dari eksistensinya.

Ketika nilai dan suara kebenaran distigmatisasi bahkan sampai dianggap ujaran kebencian hanya karena menyinggung para elit dan penguasa, sementara di sisi lain praktik ketidakadilan, kezaliman dan kecurangan terus terjadi dan dipoles supaya tampak baik, maka siap-siap saja bak kata pepatah sejarah akan berulang. Karena kebatilan tidak akan pernah menang atas kebenaran sehebat apapun kuasa dan harta. Ingat sejarah kebangkitan nasional yang sanggup menaklukan para penjajah.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Rabu, 05 Oktober 2022 11:49 WIB
Darurat Benahi Sepakbola Tanah Air
Jum'at, 02 September 2022 14:49 WIB
One Command Center Solusi Kegawatdaruratan di Riau
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Jum'at, 09 September 2022 14:10 WIB
Gotong Royong Perkuat Daya Saing SDM
Sabtu, 01 Oktober 2022 15:35 WIB
Belajar Setia Dari Sejarah
Selasa, 30 Agustus 2022 11:48 WIB
Pendidikan Ruh Pembangunan
Senin, 15 Agustus 2022 19:21 WIB
Kesetaraan Kunci Bangun Bangsa
Rabu, 17 Agustus 2022 12:35 WIB
Mari Jaga Warisan Kemerdekaan
Kamis, 22 September 2022 08:16 WIB
Meneroka RUU Sisdiknas
Minggu, 18 September 2022 08:16 WIB
Karena Satu Nyawa Begitu Berharga
Rabu, 03 Agustus 2022 09:37 WIB
Pembangunan yang Memajukan
Jum'at, 09 September 2022 11:23 WIB
Ada Apa Menjelang Pilihan Raya Umum ke-15 Malaysia?
Sabtu, 30 Juli 2022 08:04 WIB
Kekuatan Di Balik Hijrah
Kamis, 25 Agustus 2022 10:07 WIB
BRK Syariah: Lembar Baru, Semangat Baru
Senin, 22 Agustus 2022 10:01 WIB
Ketika Pendidikan Hilang Arah
Sabtu, 09 Juli 2022 19:29 WIB
Idul Adha: Ketakwaan Berbuah Kepedulian
Minggu, 04 September 2022 17:36 WIB
BBM Naik Rakyat Tercekik
Senin, 28 Maret 2022 08:45 WIB
Keberpihakan Kunci Kebangkitan
Kamis, 05 Mei 2022 20:38 WIB
Aspirasi Kunci Pembangunan
Sabtu, 28 Mei 2022 07:01 WIB
Jalan Menuju Berkah Tidak Mudah
Selasa, 24 Mei 2022 08:01 WIB
Toleransi Bukan Untuk Mengebiri
Kamis, 31 Maret 2022 08:23 WIB
Ramadhan Dan Momentum Ekonomi Syariah
Rabu, 30 Maret 2022 17:01 WIB
Rohingya dan Permasalahannya
Selasa, 05 Juli 2022 20:03 WIB
Berkolaborasi Penuhi Hajat Publik
Sabtu, 25 Juni 2022 20:44 WIB
Pendidikan Yang Berkeadilan
Kamis, 23 Juni 2022 16:25 WIB
Pekanbaru Butuh Mindset Baru
Kamis, 30 Desember 2021 12:58 WIB
Riau Menatap 2022
Kamis, 10 Maret 2022 12:27 WIB
Energi Dan Kebangkitan Ekonomi
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 06 Oktober 2022
66 Nama Penuhi Syarat Bakal Calon Anggota PW Muhammadiyah Riau
Rabu, 05 Oktober 2022
Kejar Rekor Muri, Golkar Kampar akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Sepeda Motor
Rabu, 05 Oktober 2022
Selain Pekanbaru, BPBD Riau Belum Terima Laporan Daerah Lain Alami Banjir Serius
Rabu, 05 Oktober 2022
Hadiri Perayaan HUT TNI di Meranti, Wabup Asmar Minta Jaga Kekompakan

Serantau lainnya ...
Rabu, 05 Oktober 2022
Viral Video Guru Dinyanyikan Murid 'Gajinya Kecil', Warganet: Dia Tahu Derita Gurunya
Minggu, 02 Oktober 2022
Hadir dengan 30 Brand Ternama, FCL Jadi Surga Belanja Muslimah Pekanbaru
Selasa, 20 September 2022
Buka Rekening bank bjb Bisa Dapat Tiket Nonton Solo Batik Music Festival
Selasa, 20 September 2022
Terobosan Baru AsmaraNur Modeling School Terbukti Antarkan Naomy Angelica Raih 4th Runer Up Miss Indonesia 2022

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif
Sabtu, 13 Agustus 2022
Momen HUT Riau dan HUT RI, Hj Misnarni Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan

Advertorial lainnya ...
Kamis, 06 Oktober 2022
Ilmuwan Jadikan Nyamuk Alat Pengirim Vaksin ke Manusia
Rabu, 05 Oktober 2022
Peneliti Ungkap Fakta Mengerikan! Kota Suku Maya ternyata Diselimuti Racun Merkuri Mematikan
Rabu, 05 Oktober 2022
Dorong Digitalisasi UMKM Lokal dan Pedagang Pasar Tradisional, Pemko Pekanbaru Dukung Program Kota Masa Depan
Senin, 03 Oktober 2022
Spesifikasi, Kelebihan, dan Kekurangan Vivo Y33T

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 26 September 2022
Yayasan SIKLUS Melayani Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Napza
Rabu, 21 September 2022
Peringati Milad ke-42 Tahun RSI Ibnu Sina, 40 Peserta Ikuti Seminar Awam Kesehatan Ibu dan Anak
Selasa, 20 September 2022
Anak Kejang-kejang Hendak Dibawa ke Rumah Sakit tapi Jalanan Macet, Untung Polisi Turun Tangan
Rabu, 14 September 2022
Jangan Lewatkan! RSI Ibnu Sina Gelar Seminar Awam Gratis 'Ibu Cerdas Anak Sehat'

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 05 Oktober 2022
UMRI Gelar Workshop Bagi Peraih Hibah P2MW
Sabtu, 01 Oktober 2022
Melestarikan Budaya dan Kearifan Lokal melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Kamis, 29 September 2022
Umri Puncaki Ranking LL DIKTI Wilayah X Versi UniRank Edisi 2022
Rabu, 28 September 2022
Unilak Masih Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru hingga 1 Oktober 2022

Kampus lainnya ...
Selasa, 13 September 2022
PHE Kampar Sosialisasi Kegiatan Hulu Migas dan Serahkan Beasiswa di Kerumutan
Selasa, 07 Juni 2022
7 Perusahaan Keroyokan Bersihkan Sungai Kerumutan Sepanjang 30 Kilometer
Rabu, 01 Juni 2022
MTSN 2 Pangkalan Lesung Dapat Bangunan Baru dari PT Musim Mas
Selasa, 24 Mei 2022
Pentingnya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Asian Agri Gelar Pelatihan Bagi UMKM Riau, Sumut, dan Jambi

CSR lainnya ...

Khas 1 September 2022
Terpopuler
Pegadaian Oktober 2022
Foto
Pertamina
Diskes Rohul Agustus 2022
Kamis, 06 Oktober 2022
NCT 127 Jadi Grup Kpop Pertama yang Diundang ke The Jennifer Hudson Show
Selasa, 20 September 2022
KODEgroup Sukses Gelar DO Music Festival 2022 di Alam Mayang
Selasa, 13 September 2022
Ribut-ribut Wudu Nagita Slavina Disebut Salah Semua, Ini Kata Ustadz Adi Hidayat
Minggu, 15 Mei 2022
Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima, Burjobar dan Roti Cha Milik Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Hadir di Pekanbaru

Selebriti lainnya ...
HUT Riau 2022 - PT SPR
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
HUT Riau 2022 - April RAPP
Rabu, 21 September 2022
Sambangi Muslim World League, Gubri Bahas Pengembangan Quran Center
Sabtu, 20 Agustus 2022
Meriahkan HUT RI, Ribuan Warga Desa Suka Mulya Kampar Ikuti Salawat Akbar Kebangsaan
Senin, 04 Juli 2022
FPKB Kembali Salurkan Alquran Untuk Anak - Anak Mengaji di Pekanbaru
Minggu, 26 Juni 2022
Tinjau Kelayakan Pendidikan, Gubri Sambangi Pondok Tahfidz Quran Bengkalis

Religi lainnya ...
HUT RI 77 - APRIL RAPP
Indeks Berita
www www