Minggu, 14 Agustus 2022

Breaking News

  • Realisasi APBD Riau: Keuangan Baru Rp3,7 Triliun   ●   
  • Riau Belum Berlakukan Penghapusan STNK Mati Pajak 2 Tahun   ●   
  • Kenaikan Tarif Ojol Berpotensi Buat Inflasi Indonesia Makin Tinggi   ●   
  • Penambahan Kuota Belum Disetujui, Stok Pertalite di Riau Bakal Habis Oktober 2022   ●   
  • Pertama di Indonesia, Riau Buka Mall Vaksinasi dan Imunisasi   ●   
  • MA Vonis Bebas Dekan FISIP Unri Nonaktif Syafri Harto   ●   
  • Bermain di Sungai, Bocah 7 Tahun di Kuansing Tewas Tenggelam   ●   
  • Peresmian Tol Pekanbaru-Bangkinang Tunggu Jadwal Presiden   ●   
  • Kasus Covid-19 di Sekolah Naik, Diskes Riau Minta Sekolah Tidak Full Day   ●   
  • BPBD Riau Water Boombing Karhutla 25 Hektare di Rohul
Yamaha 14-25 Agustus 2022
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?


CAKAP RAKYAT
Revitalisasi Nilai Pancasila
Rabu, 01 Juni 2022 17:46 WIB
Revitalisasi Nilai Pancasila
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi Riau)

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Pancasila. Memang ada perdebatan seputar penetapan tanggal mengingat versi lain sejarah menuturkan bahwa lahirnya Pancasila sebagai dasar negara tanggal 18 Agustus 1945, tepat ketika PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) mengesahkan konstitusi negara yakni UUD 1945 yang dalam Pembukaan tercantum Pancasila. Masing-masing punya hujjah dan narasi menarik. Kalau mengacu ke peristiwa 1 Juni 1945 dasarnya pertama kali ide dasar Negara dilontarkan Presiden Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

18 Agustus 1945 lebih menonjolkan esensi lahirnya Pancasila melalui berbagai dinamika dan hasil pemikiran tokoh-tokoh bangsa, jadi proses yang ditonjolkan. Meski begitu tak ada ruginya memanfaatkan momentum guna menggali sejarah dan esensi nilai Pancasila serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai filosofi berbangsa dan bernegara memang selalu jadi topik kontemporer.

Setiap diskusi, silang pendapat dan argumentasi yang muncul baik itu kala Hari Pancasila dan di luar hari itu merupakan hal positif untuk membangun kesadaran dan memperkaya khazanah. Harapannya hadir upaya untuk merevitalisasi pancasila sebagai dasar negara berikut rujukan serta inspirasi untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan bangsa.

Sayangnya beberapa tahun belakangan muncul fenomena yang mengundang kekhawatiran. Berbeda dengan kisah bapak bangsa terdahulu merumuskan dan mendiskusikan masalah penetapan dasar lima pilar dasar berdirinya NKRI secara negarawan, cerdas, intelek dan lepas dari kesan emosi serta memaksakan kehendak, dewasa ini diskusi tentang Pancasila seolah sesuatu yang terkesan berbahaya, disikapi emosional, berhati-hati dan senantiasa diarahkan ke satu kesimpulan yang tak boleh dibantah.

Jika dulu para bapak bangsa memformulasikan Pancasila sebagai alat menyatukan Indonesia, sekarang muncul kubu menjadikan Pancasila sebagai alat afirmasi politik, tameng pelindung kepentingan atau demi mengamankan kekuasaan. Paling fatal Pancasila dipakai untuk memecah belah bangsa. Istilah seperti “anti Pancasila” begitu mudah dilontarkan untuk menyerang pihak lain berbeda pendapat. Cara-cara barusan bukannya memperkuat, sebaliknya justru memperlemah Pancasila itu sendiri. Padahal sejarah menuturkan betapa Pancasila lahir dari tolerasi tingkat tinggi.

Kita ketahui bersama walau dalam sidang BPUPKI kubu Islam unggul dan terbesar dengan 35 orang anggota, namun ketika terjadi perdebatan dan perbedaan tajam dengan kubu sekuler dan selain Islam soal dasar negara Indonesia berdasarkan Islam, kubu Islam rela berkorban dan berkompromi untuk membangun cita-cita negara Indonesia yang hendak dicapai bersama.

Merujuk ke aspek historis, mengeksploitasi Pancasila sebagai alat kepentingan kelompok dan memicu kebencian jelas merupakan bentuk pengulangan kegagalan pemikiran dan tindakan. Sejarah terus berulang dimana Pancasila sekedar tameng. Sebut saja DN Aidit, seorang pentolan PKI yang mengarang buku berjudul Aidit Membela Pantja Sila.

Mengutip dokumen di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dalam wawancara yang dimuat oleh sebuah media kala itu yakni Majalah Pembina, Aidit pernah berkata bahwa PKI menerima Pancasila sebagai dasar NKRI dan menentang pemretelan sila-silanya terutama terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun seiring berjalannya waktu, ide tadi ternyata hanya selubung dan kedok semata.

Kala itu di kesempatan lain terkuak pidato Aidit menyatakan bahwa bila sosialisme Indonesia tercapai, Pancasila tidak dibutuhkan lagi. Titik kulminasinya adalah peristiwa pemberontakan disertai berbagai pembunuhan oleh PKI untuk memuluskan agendanya. Begitujuga di era Orde Baru, Pancasila juga dipakai untuk melindungi kepentingan penguasa.   

Revitalisasi

Peristiwa sejarah akan kembali berulang apabila Pancasila hanya dianggap pajangan dan slogan. Padahal Pancasila sejatinya produk hasil penelaahan watak dan jiwa Indonesia serta inti budaya Indonesia. Dulu bapak bangsa melahirkan Pancasila sebagai bentuk upaya untuk membebaskan manusia Indonesia dari dua penyakit bangsa kala itu, yakni pertama peniru cara berpikir dan gaya hidup bangsa luar. Kedua, kecenderungan terbelenggu kepada sesuatu yang konvensional dan tak berani progresif.

Melalui Pancasila, para pemimpin bangsa menemukan kekuatan kepribadian dan karakter NKRI yang orisinil. Kearifan macam inilah yang sekarang mati suri. Itulah kenapa kini seolah Pancasila bukan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah lebih baik, malah dibuat polemik atau bak properti yang punya hak milik. Pancasila bukan label yang seenaknya disematkan. Penentu seseorang berjiwa Pancasila adalah individu yang dapat menerapkan dalam kehidupan tanpa pandang status sosial, ekonomi dan profesi.

Oleh karenanya, setiap kekisruhan, eksploitasi dan klaim paling pancasilais harus dihentikan. Sebab hanya akan menghantarkan bangsa ke perpecahan. Alih-alih merasa pancasilais, menklaim sepihak dan menyudutkan pihak lain sudah jelas sebuah pengkhianatan terhadap nilai Pancasila.

Menyoal praktik, paling urgen melihat bagaimana penerapan di tataran kebijakan. Percuma pidato panjang lebar setiap 1 Juni jika kenyataan berkata lain. Tataran implementasi, ranah regulasi dan kebijakan Pancasila belum utuh dipakai sebagai referensi. Tak sedikit peraturan perundang-undangan dibuat justru berujung gugatan karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan dianggap condong ke oligarki. Paling heboh UU Cipta Kerja yang diputus inkonstitusi oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Lepas itu, baru-baru ini revisi UU 12 tahun 2011 resmi disahkan melalui rapat paripurna DPR-RI. Revisi UU dimaksud lagi-lagi menuai tanggapan negatif sebab tujuannya agar pembentukan UU menggunakan metode Omnibus Law punya landasan hukum dan pedoman. Sekaligus untuk “menyelamatkan” UU Cipta Kerja paska putusan MK. Pertanyaan wajar berdatangan, kok bisa pihak penyelenggara pemerintahan mengusulkan dan menetapkan sebuah UU tanpa ada pedoman terlebih dahulu?

Sementara kami selaku anggota Bapemperda di DPRD Riau menganggap peristiwa tersebut bentuk kegagalan pusat memberi teladan ke daerah. Mustahil sebuah UU mewakili nilai Pancasila ketika proses pembentukan tak sejalan dengan konstitusi. Di tataran kebijakan juga sama. Contoh kebijakan ekonomi diantaranya tax amnesty cenderung memfasilitasi kalangan tertentu. Mengundang kecemburuan dan dianggap tidak adil bagi warga yang sudah taat pajak. Lebih menyakitkan bagi kalangan masyarakat yang menanggung beban makin berat seiring kenaikan PPN. Begitujuga dalam pembangunan, tak sedikit proyek pemerintah diprotes warga tempatan yang merasa kegiatan merugikan akibat potensi kerusakan lingkungan dan lain-lain.

SDM

Pendekatan signifikan lainnya dalam hal merevitalisasi Pancasila adalah melalui pembangunan SDM. Selama ini paradigma pembangunan dinilai belum komprehensif. Lebih memandang fisik dan konstruksi. Meski urgen, pembangunan manusia semestinya sama-sama prioritas. Sehebat apapun fisik dibangun jika tak disertai pembangunan manusia ujungnya sia-sia. Pembangunan manusia memunculkan kesadaran dan rasa memiliki. Dengan begitu pemanfaatan infrastruktur akan optimal. Beranjak ke skala lokal, sudah tepat misi pasangan Kepala Daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Provinsi Riau yakni: mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, berkualitas dan berdaya saing global melalui pembangunan manusia seutuhnya.

Sekarang tinggal realisasi. Kita menghendaki pembangunan terkonsentrasi pada rakyat, dengan memandang mereka sebagai subjek pembangunan serta berorientasi pemberdayaan bukan objek kegiatan. Selain penguatan sektor pendidikan, kesehatan terdapat sektor lain dalam pemenuhan pembangunan manusia seutuhnya.

Berangkat dari misi, fasilitasi dan penguatan nilai Pancasila terhadap modal sosial juga perlu diprioritaskan. Terutama unsur agama sebagai pondasi Pancasila. Kendati demikian kami di DPRD Riau selalu menerima keluhan masyarakat perihal sulitnya mengajukan program-program berorientasi sosial dan keagamaan, paling simpel berupa usulan pembangunan atau perbaikan rumah ibadah.

Disamping memfasilitasi umat agama beribadah, pembangunan manusia juga dapat ditempuh melalui penguatan Ormas dan perkumpulan. Mengingat mereka elemen penting dan aktor utama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan termasuk menginisiasi lahirnya Pancasila. Pendekatan terhadap Ormas harus diubah, membina bukan menganggapnya sebagai beban. Pendekatan terhadap mereka juga tak melulu soal anggaran. Banyak cara yang bisa ditempuh.

Ironisnya, di saat banyak masyarakat butuh rumah ibadah yang layak dan perhatian terhadap modal sosial lain masih minim, anggaran besar kerap dialokasi untuk mempercantik perkantoran atau membangun gedung instansi yang sama sekali di luar kewenangan daerah bahkan sempat mendapat kritikan elemen masyarakat mengingat menambah beban APBD. Masyarakat bisa saja memandang ini tidak adil.

Terakhir, pemaparan di atas sedikit dari sekian banyak hal dirasa perlu diberi perhatian dalam rangka menjaga nilai-nilai Pancasila. Intisarinya, Pancasila bukan sekedar falsafah kehidupan. Tapi akumulasi dari ajaran agama dan norma serta kearifan. Inilah modal sesungguhnya yang bisa menghantarkan bangsa ini menuju capaian terbaiknya. Masing-masing kita berkewajiban menerapkan melalui aksi konkrit melestarikan nilai-nilainya dalam kehidupan dan menjaganya dari pihak yang nyata-nyata merongrong eksistensinya.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?

Berita Terkait
Rabu, 03 Agustus 2022 09:37 WIB
Pembangunan yang Memajukan
Sabtu, 21 Mei 2022 07:00 WIB
Menggali Unsur Kebangkitan Nasional
Sabtu, 30 Juli 2022 08:04 WIB
Kekuatan Di Balik Hijrah
Selasa, 09 Agustus 2022 07:02 WIB
Bersama Kita Unggul
Sabtu, 28 Mei 2022 07:01 WIB
Jalan Menuju Berkah Tidak Mudah
Sabtu, 09 Juli 2022 19:29 WIB
Idul Adha: Ketakwaan Berbuah Kepedulian
Selasa, 05 Juli 2022 20:03 WIB
Berkolaborasi Penuhi Hajat Publik
Sabtu, 25 Juni 2022 20:44 WIB
Pendidikan Yang Berkeadilan
Senin, 28 Maret 2022 08:45 WIB
Keberpihakan Kunci Kebangkitan
Jum'at, 10 Juni 2022 10:21 WIB
Mengatasi Kesenjangan Dunia Pendidikan
Selasa, 24 Mei 2022 08:01 WIB
Toleransi Bukan Untuk Mengebiri
Kamis, 05 Mei 2022 20:38 WIB
Aspirasi Kunci Pembangunan
Rabu, 30 Maret 2022 17:01 WIB
Rohingya dan Permasalahannya
Kamis, 23 Juni 2022 16:25 WIB
Pekanbaru Butuh Mindset Baru
Kamis, 31 Maret 2022 08:23 WIB
Ramadhan Dan Momentum Ekonomi Syariah
Selasa, 10 Mei 2022 21:49 WIB
Menjawab Dilema Para Buruh
Selasa, 05 April 2022 16:22 WIB
Impor dan Kemandirian Bangsa
Kamis, 10 Maret 2022 12:27 WIB
Energi Dan Kebangkitan Ekonomi
Sabtu, 23 April 2022 06:18 WIB
Pentingnya Iqro’
Kamis, 30 Desember 2021 12:58 WIB
Riau Menatap 2022
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Selasa, 12 April 2022 16:00 WIB
Komitmen Setengah Hati Urus BUMD
Rabu, 10 November 2021 17:29 WIB
Warisan Berharga Para Pahlawan
Kamis, 07 April 2022 08:27 WIB
Misi Jadikan Melayu Bahasa Pemersatu
Minggu, 17 April 2022 14:52 WIB
Ekonomi Hijau Demi Riau Berkilau
Senin, 09 Mei 2022 20:46 WIB
G20 dan Politik Luar Negeri Indonesia
Kamis, 17 Februari 2022 12:30 WIB
Maksimalkan Perlindungan Pekerja
Senin, 27 Desember 2021 08:02 WIB
Revitalisasi Desa Sebagai Pilar Bangsa
Kamis, 09 Desember 2021 21:00 WIB
Memaknai Hari Antikorupsi Sedunia
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 14 Agustus 2022
BKNDI Bengkalis Apresiasi Semarak Kampung Simpang Ayam, Terobosan Geliatkan Ekonomi
Minggu, 14 Agustus 2022
Sebelum Minta Penambahan, Stok Vaksin PMK di Riau Harus Dimaksimalkan Lebih Dulu
Sabtu, 13 Agustus 2022
Meriahkan HUT 65 Riau, Misnarni Syamsuar Berbagi Resep Masakan Bersama Masyarakat
Sabtu, 13 Agustus 2022
Imigran Ilegal Diamankan di Dumai, Dewan Minta 'Pelabuhan Tikus' Diawasi

Serantau lainnya ...
Kamis, 04 Agustus 2022
Nasabah Unit Imambonjol Dapat Honda Brio pada Pengundian PHS BRI
Minggu, 31 Juli 2022
Hadir di Pekanbaru, HijabChic Sambut Antusiasme Fashion Kaum Hawa dengan Tema Romantis
Sabtu, 30 Juli 2022
Ingin Make Over Gaya Rambut Ala Korea atau Jepang? Yuk.. Ke Haoon Hair Dressing
Kamis, 21 Juli 2022
Armada Band akan Meriahkan Hiburan Rakyat Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau

Gaya Hidup lainnya ...
Sabtu, 13 Agustus 2022
Momen HUT Riau dan HUT RI, Hj Misnarni Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan
Rabu, 10 Agustus 2022
Peringatan HUT ke-65 Riau, Momentum Perkuat Sinergi Bersatu Bangun Riau
Selasa, 26 Juli 2022
Hari Mangrove Sedunia, Gubri Tanam 200.000 Bibit Mangrove di Bengkalis
Senin, 25 Juli 2022
GALERI FOTO: Buka MTQ XL Provinsi Riau di Rohil, Gubri: Mari Syiarkan Alquran di Bumi Melayu

Advertorial lainnya ...
Minggu, 07 Agustus 2022
iPhone 14 Pro Ucapkan Selamat Tinggal Notch
Kamis, 04 Agustus 2022
Sukses Dihelat di Pekanbaru, STEAM Cup Sumatera Direncanakan Digelar Setiap Tahun
Selasa, 19 Juli 2022
Bengkalis Creative Network MoU dengan Meet Up Co-Working dan Founders Live
Senin, 27 Juni 2022
Fenomena Planet Sejajar Akan Terjadi Lagi 28 Juni 2022!

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 12 Agustus 2022
52 Nakes di Pulau Terluar Rupat Dilatih Tangani Kasus Darurat Ibu Hamil dan Bayi
Kamis, 07 Juli 2022
Permudah Pasien, Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Buka Layanan Poliklinik Sore
Rabu, 06 Juli 2022
Pemko Pekanbaru Kejar Target Angka Stunting 6 Persen di 2024, Optimis Tercapai
Minggu, 03 Juli 2022
Penyebab Keputihan Darah yang Perlu Anda Ketahui

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 12 Agustus 2022
CAKAPLAH.COM Menerima Kunjungan Silaturahmi dari Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI
Jumat, 12 Agustus 2022
Gubernur Usulkan Pendirian LLDikti XVII di Riau ke Menko PMK
Kamis, 11 Agustus 2022
Kukerta BK UNRI Buat Plang Nama dan Petunjuk Arah Wisata Alam Air Terjun Lubuok Nginio
Rabu, 10 Agustus 2022
Mahasiswa Kukerta Unri Serahkan Peta Desa untuk Merempan Hulu

Kampus lainnya ...
Selasa, 07 Juni 2022
7 Perusahaan Keroyokan Bersihkan Sungai Kerumutan Sepanjang 30 Kilometer
Rabu, 01 Juni 2022
MTSN 2 Pangkalan Lesung Dapat Bangunan Baru dari PT Musim Mas
Selasa, 24 Mei 2022
Pentingnya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Asian Agri Gelar Pelatihan Bagi UMKM Riau, Sumut, dan Jambi
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat

CSR lainnya ...
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?


HUT Riau 2022 - April RAPP
Terpopuler
PCR 2022
Foto
Khas Agustus 2022
Diskes Rohul Agustus 2022
Minggu, 15 Mei 2022
Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima, Burjobar dan Roti Cha Milik Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Hadir di Pekanbaru
Jumat, 13 Mei 2022
Beredar Foto Menag Yaqut Rangkul 'Ragil Mahardika', Ansor: 1000% Editan!
Jumat, 06 Mei 2022
Cantiknya Sophia Latjuba saat Lebaran, Tetap Stylish Walau Pakai Sarung
Rabu, 27 April 2022
Dikira Mualaf, Ternyata Ini Alasan Celine Evangelista Sering Pakai Baju Muslim

Selebriti lainnya ...
HUT Riau 2022 - PT SPR
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 04 Juli 2022
FPKB Kembali Salurkan Alquran Untuk Anak - Anak Mengaji di Pekanbaru
Minggu, 26 Juni 2022
Tinjau Kelayakan Pendidikan, Gubri Sambangi Pondok Tahfidz Quran Bengkalis
Jumat, 24 Juni 2022
Peduli Masyarakat Kurang Mampu, LAZISMu Riau Launching Warung Makan 2000
Rabu, 27 April 2022
Dompet Dhuafa Volunteer Riau Gelar Puncak Serambi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www