Minggu, 14 Agustus 2022

Breaking News

  • Realisasi APBD Riau: Keuangan Baru Rp3,7 Triliun   ●   
  • Riau Belum Berlakukan Penghapusan STNK Mati Pajak 2 Tahun   ●   
  • Kenaikan Tarif Ojol Berpotensi Buat Inflasi Indonesia Makin Tinggi   ●   
  • Penambahan Kuota Belum Disetujui, Stok Pertalite di Riau Bakal Habis Oktober 2022   ●   
  • Pertama di Indonesia, Riau Buka Mall Vaksinasi dan Imunisasi   ●   
  • MA Vonis Bebas Dekan FISIP Unri Nonaktif Syafri Harto   ●   
  • Bermain di Sungai, Bocah 7 Tahun di Kuansing Tewas Tenggelam   ●   
  • Peresmian Tol Pekanbaru-Bangkinang Tunggu Jadwal Presiden   ●   
  • Kasus Covid-19 di Sekolah Naik, Diskes Riau Minta Sekolah Tidak Full Day   ●   
  • BPBD Riau Water Boombing Karhutla 25 Hektare di Rohul
Yamaha 14-25 Agustus 2022
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?


CAKAP RAKYAT
Mengatasi Kesenjangan Dunia Pendidikan
Jum'at, 10 Juni 2022 10:21 WIB
Mengatasi Kesenjangan Dunia Pendidikan
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau membentuk tim Pengentasan Anak Tidak Sekolah (PANTAS). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Provinsi Riau, M Job Kurniawan mengatakan bahwa program tadi merupakan salah satu program Kepala Daerah dalam rangka menuntaskan wajib belajar 12 tahun. Adapun program PANTAS berupaya mengotimalkan pusat kegiatan belajar masyarakat PKBM lewat paket C dan mengoptimalkan program SMA terbuka khusus di daerah 3T terpencil, serta memotivasi masyarakat orang tua bagaimana anak bisa bersekolah.

Adapun kegiatan meliputi pendataan dan menginventarisasi agar dapat diketahui latar belakang dan penyebab kenapa anak tidak sekolah, sebagai bahan untuk mengambil solusi dan kebijakan. Dalam implementasi, tim PANTAS juga melibatkan seluruh stokeholder seperti BKKBN, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Riau, dinas pendidikan kabupaten/kota, akademisi, tokoh masyarakat, cabang dinas dan lainnya.

Langkah Pemprov di atas patut diapresiasi. Sebagaimana kita ketahui, pendidikan merupakan proses sangat penting dalam pembentukan pola pikir dan karakter manusia. Selain menjadi sarana menambah wawasan dan meningkatkan kualitas SDM, pendidikan juga faktor yang dapat menempa kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah. Di tataran praktis lumrah ada pemikiran awam mengganggap pendidikan ibarat tiket menuju pencapaian lebih baik dari sisi perekonomian atau sederhananya membuka peluang kesempatan kerja.

Adapun bagi kepentingan bangsa, semakin baik kualitas SDM maka semakin maju dan berkembang bangsa tersebut. Berangkat dari urgensi pendidikan itulah Pemerintah mengusung program Wajib Belajar 12 Tahun, sebuah program lanjutan dari program Wajib Belajar 9 Tahun yang mana menurut Undang-Undang (UU) No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) adalah program pendidikan minimal yang seharusnya dapat diikuti oleh warga negara Indonesia. Tugas ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Kronis

kita berharap ikhtiar Pemprov Riau berujung langkah konkrit mengatasi akar permasalahan. Tak bisa dipungkiri sektor pendidikan punya masalah tersendiri di negeri ini. Paling mengemuka soal kesenjangan. Ini sebenarnya klise tapi hingga kini masih menghantui dunia pendidikan kita. Paling ketara perihal sarana dan fasilitas. Jangankan antara swasta dengan negeri, sesama sekolah negeri juga alami hal sama. Sebut saja antara sekolah negeri kota dan desa; sekolah “favorit” dan “non favorit” dan lain-lain.

Siswa dari keluarga kelompok ekonomi ke bawah kesulitan mendapat kesempatan pendidikan lebih baik. Ketika anak usia sekolah idealnya menghabiskan waktu untuk belajar, masih banyak anak harus berjuang nyambi bekerja untuk lanjutkan sekolah sekaligus bantu menghidupi keluarga. Persoalan ekonomi bukan faktor tunggal penghambat mereka bersekolah. Seringkali komplikasi keterbatasan ekonomi yang mereka alami dibenturkan dengan tuntutan pengeluaran untuk bersekolah. Mulai keperluan operasional ke sekolah sampai kutipan uang atau biaya yang memberatkan dan terkadang dilakukan secara serampangan. Sebagian dapat ditanggulangi setelah viral di berita dan sosial media.

Kembali menyoal Riau, problem pendidikan boleh dibilang cukup kronis. Paling gerah tentunya kabar Riau menempati rangking ketiga nasional persentase tertinggi angka putus sekolah. Secara garis besar ada beberapa faktor penyebab anak tidak sekolah atau putus sekolah di Riau. Mulai persoalan geografi, ekonomi, sosial dan kesenjangan antar sekolah SMP dengan SMA serta sarana. Yang disinggung terakhir termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2019-2024 mengungkap kondisi bangunan sekolah di Riau sebagian besar dalam keadaan rusak. Selama tahun 2021 Pemprov Riau berupaya membangun ratusan Ruang Kelas Baru (RKB) di berbagai daerah.

Namun pembangunan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan. Karena ini tak hanya menyoal kualitas berupa perbaikan tapi juga kuantitas. Terutama pelosok desa, masih banyak jauh dari jangkauan sekolah. Laporan dinas terkait menyebut bahwa dari Angka Partisipasi Sekolah (APK) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA mengungkap bahwa masih ada puluhan ribu siswa tak tertampung setiap tahunnya.

Temuan barusan bukan informasi baru. Di sisi lain, implikasi belum meratanya sarana-prasarana sekolah negeri memicu gejolak tiap tahun manakala Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Belum memadainya jumlah sekolah negeri di zonasi berdampak pada tidak terpenuhinya hak pendidikan bagi setiap anak. Berkaca dari PPDB sistem zonasi telah berjalan, eksekusinya boleh dibilang kurang terukur. Terkesan Pemda kurang paham daerahnya sendiri. Baik itu lalai mempertimbangkan jumlah dan penyebaran sekolah negeri, kepadatan penduduk di suatu tempat dengan ketersediaan jumlah sekolah negeri dan aspek lainnya.

Penghambat

Problematika kesenjangan di sektor pendidikan jelas penghambat utama mewujudkan kemajuan daerah jika tidak ditanggulangi secara sistematis dan responsif. Pengalaman selama pandemi yang mengungkap berbagai kekurangan selama ini luput dari perhatian semestinya menyadarkan pemangku kepentingan untuk berbenah. Selama pandemi terbukti kesenjangan dihadapkan perubahan metode pembelajaran berbasis daring menghasilkan shock nasional. Kebijakan dipaksakan jalan secara mendadak tanpa didahului penguatan unsur utama pendidikan seperti sarana dan prasarana serta tenaga pengajar.

Mengacu ke fenomena tersebut, kebijakan merdeka belajar yang pernah dicanangkan Menteri Nadiem Makarim dipertanyakan. Karena istilah "merdeka belajar" bermakna bebas, independen, tanpa ada tekanan. Namun nyatanya di lapangan justru menambah beban. Meski konsep pembelajaran daring punya nilai positif, tapi pelaksanaannya terkesan latah dan sekedar ikut-ikutan tren online. Padahal pelaksanaan daring butuh penguasaan mumpuni. Bagi para siswa di pedalaman tentu makin kesulitan dan membuat mereka makin tertinggal.

Kita berharap upaya pusat dan daerah membenahi pendidikan realistis. Seringkali perubahan kebijakan mengundang kontroversi. Habis dibuat lalu diralat. Sementara akar permasalahan pendidikan terlupakan. Termasuk paling hangat rencana revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Mengutip pemberitaan media massa, ada hal menarik saat Aliansi Penyelenggara Pendidikan Indonesia (APPI) bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan kritik terhadap rencana revisi UU tersebut. Dalam kesempatan itu, APPI terkejut ternyata Presiden Jokowi belum mengetahui proses perubahan UU Sisdiknas. Setelah mendengar masukan, Presiden Jokowi setuju membuat kajian sebelum revisi UU Sisdiknas, supaya ada perumusan peta jalan pendidikan sebelum pemerintah dan DPR mengubah UU.

Meski respon Presiden bagus, tapi agak lucu rasanya revisi UU substansial ditempuh tanpa kajian komprehensif. Sedari awal revisi UU Sisdiknas menuai polemik sebab dianggap jauh dari semangat gotong royong dan kontraproduktif dengan visi Jokowi membangun SDM unggul. Belum lagi tudingan lain terhadap muatan RUU seperti isu permulaan penghapusan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), penghapusan frasa madrasah dan sejumlah isu krusial lain.

Membahas langkah realistis, pembenahan kesenjangan sarana dan prasarana serta penguatan aktor utama di bidang pendidikan harusnya diprioritaskan. Di lingkup daerah, Pendekatan Pemprov di tahun 2021 sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) menyasar permasalahan pembangunan SDM dipandang sudah oke. Sekarang tinggal konsistensi. Terutama pembenahan akses pelayanan pendidikan masih rendah dan rasio ketersediaan sekolah belum memenuhi standar berikut memfasilitasi guru yang belum berkualifikasi S1/DIV dan akses pendidikan lebih baik bagi penyandang disabilitas.

Mengenai tenaga pengajar, dari publikasi statistik pendidikan Provinsi Riau didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau bahwa ada kesenjangan persentase guru layak mengajar di Riau. Guru yang telah memenuhi syarat kualifikasi akademik tersebut dikelompokkan sebagai guru layak mengajar oleh Kemendikbud. Berdasarkan jenjang pendidikan, terjadi kesenjangan persentase guru layak mengajar antara jenjang pendidikan SMA dan SMK. Selain kualitas, beban kerja guru juga turut mempengaruhi bagaimana kualitas proses belajar mengajar di dalam kelas. Beban kerja guru tersebut dapat dilihat dengan menghitung rasio murid-guru yang menggambarkan jumlah murid terhadap jumlah guru pada jenjang pendidikan tertentu. Hal-hal mendasar inilah seharusnya mendapat porsi perhatian dalam kebijakan ke depan.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM. (Anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?

Berita Terkait
Rabu, 03 Agustus 2022 09:37 WIB
Pembangunan yang Memajukan
Sabtu, 21 Mei 2022 07:00 WIB
Menggali Unsur Kebangkitan Nasional
Sabtu, 30 Juli 2022 08:04 WIB
Kekuatan Di Balik Hijrah
Selasa, 09 Agustus 2022 07:02 WIB
Bersama Kita Unggul
Sabtu, 28 Mei 2022 07:01 WIB
Jalan Menuju Berkah Tidak Mudah
Sabtu, 09 Juli 2022 19:29 WIB
Idul Adha: Ketakwaan Berbuah Kepedulian
Selasa, 05 Juli 2022 20:03 WIB
Berkolaborasi Penuhi Hajat Publik
Sabtu, 25 Juni 2022 20:44 WIB
Pendidikan Yang Berkeadilan
Senin, 28 Maret 2022 08:45 WIB
Keberpihakan Kunci Kebangkitan
Selasa, 24 Mei 2022 08:01 WIB
Toleransi Bukan Untuk Mengebiri
Kamis, 05 Mei 2022 20:38 WIB
Aspirasi Kunci Pembangunan
Rabu, 30 Maret 2022 17:01 WIB
Rohingya dan Permasalahannya
Rabu, 01 Juni 2022 17:46 WIB
Revitalisasi Nilai Pancasila
Kamis, 23 Juni 2022 16:25 WIB
Pekanbaru Butuh Mindset Baru
Kamis, 31 Maret 2022 08:23 WIB
Ramadhan Dan Momentum Ekonomi Syariah
Selasa, 10 Mei 2022 21:49 WIB
Menjawab Dilema Para Buruh
Selasa, 05 April 2022 16:22 WIB
Impor dan Kemandirian Bangsa
Kamis, 10 Maret 2022 12:27 WIB
Energi Dan Kebangkitan Ekonomi
Sabtu, 23 April 2022 06:18 WIB
Pentingnya Iqro’
Kamis, 30 Desember 2021 12:58 WIB
Riau Menatap 2022
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Selasa, 12 April 2022 16:00 WIB
Komitmen Setengah Hati Urus BUMD
Rabu, 10 November 2021 17:29 WIB
Warisan Berharga Para Pahlawan
Kamis, 07 April 2022 08:27 WIB
Misi Jadikan Melayu Bahasa Pemersatu
Minggu, 17 April 2022 14:52 WIB
Ekonomi Hijau Demi Riau Berkilau
Senin, 09 Mei 2022 20:46 WIB
G20 dan Politik Luar Negeri Indonesia
Kamis, 17 Februari 2022 12:30 WIB
Maksimalkan Perlindungan Pekerja
Senin, 27 Desember 2021 08:02 WIB
Revitalisasi Desa Sebagai Pilar Bangsa
Kamis, 09 Desember 2021 21:00 WIB
Memaknai Hari Antikorupsi Sedunia
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 14 Agustus 2022
Semarakkan HUT RI ke 77, Warga Kampung Baru Gelar Lomba Sepeda Hias
Minggu, 14 Agustus 2022
BKNDI Bengkalis Apresiasi Semarak Kampung Simpang Ayam, Terobosan Geliatkan Ekonomi
Minggu, 14 Agustus 2022
Sebelum Minta Penambahan, Stok Vaksin PMK di Riau Harus Dimaksimalkan Lebih Dulu
Sabtu, 13 Agustus 2022
Meriahkan HUT 65 Riau, Misnarni Syamsuar Berbagi Resep Masakan Bersama Masyarakat

Serantau lainnya ...
Kamis, 04 Agustus 2022
Nasabah Unit Imambonjol Dapat Honda Brio pada Pengundian PHS BRI
Minggu, 31 Juli 2022
Hadir di Pekanbaru, HijabChic Sambut Antusiasme Fashion Kaum Hawa dengan Tema Romantis
Sabtu, 30 Juli 2022
Ingin Make Over Gaya Rambut Ala Korea atau Jepang? Yuk.. Ke Haoon Hair Dressing
Kamis, 21 Juli 2022
Armada Band akan Meriahkan Hiburan Rakyat Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau

Gaya Hidup lainnya ...
Sabtu, 13 Agustus 2022
Momen HUT Riau dan HUT RI, Hj Misnarni Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan
Rabu, 10 Agustus 2022
Peringatan HUT ke-65 Riau, Momentum Perkuat Sinergi Bersatu Bangun Riau
Selasa, 26 Juli 2022
Hari Mangrove Sedunia, Gubri Tanam 200.000 Bibit Mangrove di Bengkalis
Senin, 25 Juli 2022
GALERI FOTO: Buka MTQ XL Provinsi Riau di Rohil, Gubri: Mari Syiarkan Alquran di Bumi Melayu

Advertorial lainnya ...
Minggu, 07 Agustus 2022
iPhone 14 Pro Ucapkan Selamat Tinggal Notch
Kamis, 04 Agustus 2022
Sukses Dihelat di Pekanbaru, STEAM Cup Sumatera Direncanakan Digelar Setiap Tahun
Selasa, 19 Juli 2022
Bengkalis Creative Network MoU dengan Meet Up Co-Working dan Founders Live
Senin, 27 Juni 2022
Fenomena Planet Sejajar Akan Terjadi Lagi 28 Juni 2022!

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 12 Agustus 2022
52 Nakes di Pulau Terluar Rupat Dilatih Tangani Kasus Darurat Ibu Hamil dan Bayi
Kamis, 07 Juli 2022
Permudah Pasien, Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Buka Layanan Poliklinik Sore
Rabu, 06 Juli 2022
Pemko Pekanbaru Kejar Target Angka Stunting 6 Persen di 2024, Optimis Tercapai
Minggu, 03 Juli 2022
Penyebab Keputihan Darah yang Perlu Anda Ketahui

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 12 Agustus 2022
CAKAPLAH.COM Menerima Kunjungan Silaturahmi dari Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI
Jumat, 12 Agustus 2022
Gubernur Usulkan Pendirian LLDikti XVII di Riau ke Menko PMK
Kamis, 11 Agustus 2022
Kukerta BK UNRI Buat Plang Nama dan Petunjuk Arah Wisata Alam Air Terjun Lubuok Nginio
Rabu, 10 Agustus 2022
Mahasiswa Kukerta Unri Serahkan Peta Desa untuk Merempan Hulu

Kampus lainnya ...
Selasa, 07 Juni 2022
7 Perusahaan Keroyokan Bersihkan Sungai Kerumutan Sepanjang 30 Kilometer
Rabu, 01 Juni 2022
MTSN 2 Pangkalan Lesung Dapat Bangunan Baru dari PT Musim Mas
Selasa, 24 Mei 2022
Pentingnya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Asian Agri Gelar Pelatihan Bagi UMKM Riau, Sumut, dan Jambi
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat

CSR lainnya ...
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?


HUT Riau 2022 - April RAPP
Terpopuler
PCR 2022
Foto
Khas Agustus 2022
Diskes Rohul Agustus 2022
Minggu, 15 Mei 2022
Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima, Burjobar dan Roti Cha Milik Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Hadir di Pekanbaru
Jumat, 13 Mei 2022
Beredar Foto Menag Yaqut Rangkul 'Ragil Mahardika', Ansor: 1000% Editan!
Jumat, 06 Mei 2022
Cantiknya Sophia Latjuba saat Lebaran, Tetap Stylish Walau Pakai Sarung
Rabu, 27 April 2022
Dikira Mualaf, Ternyata Ini Alasan Celine Evangelista Sering Pakai Baju Muslim

Selebriti lainnya ...
HUT Riau 2022 - PT SPR
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 04 Juli 2022
FPKB Kembali Salurkan Alquran Untuk Anak - Anak Mengaji di Pekanbaru
Minggu, 26 Juni 2022
Tinjau Kelayakan Pendidikan, Gubri Sambangi Pondok Tahfidz Quran Bengkalis
Jumat, 24 Juni 2022
Peduli Masyarakat Kurang Mampu, LAZISMu Riau Launching Warung Makan 2000
Rabu, 27 April 2022
Dompet Dhuafa Volunteer Riau Gelar Puncak Serambi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www