Sabtu, 13 April 2024

Breaking News

  • Catatan Banjir Terparah, Bupati Zukri: Ini Harus jadi Perhatian Pemerintah Pusat   ●   
  • Jalan Sudirman Ujung Tergenang Banjir, PUPR Riau Turunkan Ekskavator Amfibi Bersihkan Parit   ●   
  • Akibat Galian IPAL, Jalan Ahmad Dahlan dan Balam Ujung Pekanbaru Ambruk   ●   
  • Berhasrat Ikut Pilgub Riau, Syamsurizal Incar Septina jadi Wakil
Idul Fitri 1445 / 2024 - PT Riau Petroleum

Andi, Pak Ogah Penakluk Macet Simpang Garuda Sakti yang Selalu Ikhlas dari Hati
Rabu, 22 Juni 2022 17:40 WIB
Andi, Pak Ogah Penakluk Macet Simpang Garuda Sakti yang Selalu Ikhlas dari Hati
Andi, Pak Ogah di persimp ngan Jalan Garuda Sakti yang tidak pernah memaksa pengendara memberikan imbalan kepadanya.

PARA pengatur lalu lintas tidak resmi di persimpangan jalan atau belokan U, kerap disebut 'Pak Ogah' karena kebiasaan mereka meminta 'tip' ke pengendara.

Sebutan itu sesuai dengan karakter Pak Ogah dalam serial anak Laptop Si Unyil, yang kerap meminta imbalan bila dimintai tolong. "Bagi cepek dong den," celetukan Pak Ogah yang terkenal.

Namun di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, ada seorang Pak Ogah yang terkenal di areanya karena tak pernah meminta tip dari pengendara yang dia bantu. Dia sehari-hari beroperasi di persimpangan Jalan Garuda Sakti, Panam.

Seperti sore itu, Senin (20/6/2022), kondisi cuaca yang teduh berawan tak dapat mewakili kondisi perempatan Garuda Sakti kilometer 2 yang gerah, sesak dengan kendaraan yang melimpah ruah hingga ke luar badan jalan.

Tepat di tengah perempatan, muncullah Pak Ogah yang terlihat lihai langsung membantu mengurangi kemacetan lalu lintas sore itu. Dia berulang kali memberikan instruksi 'maju' atau 'berhenti'.

Mengandalkan sebuah peluit tua dan teriakan -untuk mengalahkan bising mesin-mesin kendaraan-, Sang Pak Ogah mengatur arus kendaraan hingga kembali berjalan, walau pelan.

“Maju..Maju..Maju”. Teriaknya ke kanan. Dia memutar badan lalu membuat isyarat dengan tangan. "Terus..terus...terus". Satu Karimun mungil lolos dari jebakan macet itu. Sekeping Rp1000 berpindah ke tangannya.

Pak Ogah itu terus menggerakan tubuhnya dengan cekatan, membelah padatnya antrean kendaraan di jalan dengan mengenakan topi bundar hitam. Pelindung dari terik dan silau matahari Kota Bertuah.

Sesekali dia mengayunkan peluit kuning di tangannya. Hadiah dari seorang aparat yang pernah ia bantu melalui macet di tempat yang sama.

Laki-laki 47 tahun itu menceritakan, dia diberi peluit 'sakti' itu supaya tidak terus-terusan berteriak terus kepada sopir-sopir yang ia bantu.

“Saya dikasih peluit ini sama aparat yang lewat, supaya tak payah teriak-teriak ke pengendara,” ungkapnya dengan senyum tipis.

Sepanjang menunaikan tugasnya mengurai kemacetan di perempatan tanpa lampu lalu lintas ini, tak sekali pun ia terlihat menengadahkan tangan, meminta balas jasa, ke pengendara yang lewat.

"Bila ada yang kasih, kita terima," katanya malu-malu.

Di perempatan ini, sosok Pak Ogah memang berjasa membantu pengguna jalan. Beragam jenis kendaraan dari dan menuju Jalan Garuda Sakti-Jalan Melati bertemu di persimpangan ini.

Kondisi ini diperparah Jalan Garuda Sakti sebagai jalan lintas antar provinsi, yang biasa dilalui jejeran truk besar pengangkut barang. Kondisi jalan yang sempit, rusak, dan bergelombang membuat arus lalu lintas kerap stuck. Bukan sekali dua kali beragam jenis kendaraan bersusun tak bisa bergerak di lokasi ini. Di saat seperti itu, untung ada Pak Ogah.

Menolong dan Berizin

Andi sudah 4 tahun melakoni peran sebagai Pak Ogah. Simpang empat Garuda Sakti jadi 'pentas'-nya.

Saat ditemui CAKAPLAH.com, Senin (20/6/2022), usai Magrib, Andi mengisahkan alasan ia memutuskan berkarir sebagai Pak Ogah.

Dengan peluh di dahi dan wajahnya, jelas terlihat semangatnya masih on fire untuk berkisah.

"Inisiatif saya aja, karena pernah ada tabrakan di depan saya. Di sini," katanya mulai bercerita. Dia memberi isyarat menunjuk ke perempatan Garuda Sakti. Lokasi seorang ibu pernah terjatuh dari sepeda motor dan ia menyaksikannya secara langsung.

"Tersenggol mobil yang lewat," tambahnya. Saat itu macet parah. Tak ada petugas yang mengatur lalu lintas.

"Coba keluarga kita yang kena, kan susah juga. Itulah, karena inisiatif hati," tutur Andi sembari mengangkat bahunya sekilas. Bajunya masih basah oleh keringat.

Dia meneguk minuman yang tersaji, lalu setuju untuk ditanya lebih lanjut.

Pria dengan 9 anak itu kerap dijumpai saat jam rawan macet lalu lintas di persimpangan Garuda Sakti. Sebut saja sekitar pukul 16.00 wib. Saat jalan dipenuhi oleh truk pengangkut barang dan pengendara motor atau mobil yang semua pengendaranya seolah diburu agar sampai ke tujuan masing-masing.

"Jalan padat bisa sampai Magrib," kata dia lagi.

Selama tiga atau empat jam, Andi akan menyatu dalam bisingnya kendaraan serta asap dan debu jalanan. Sigap bergerak dan menyelip di antara puluhan kendaraan yang nyaris berhimpitan.

Tidak pernah ada tarif khusus yang dia patok. Murni menolong. Begitu katanya. "Takut kejadian tabrakan itu terulang lagi," katanya menekankan alasan betah menjadi Pak Ogah hingga bertahun-tahun.

“Saya sudah izin sama Babinsa dan RT-RW setempat. Alhamdulillah mereka mengizinkan, asal saya tidak anarkis dan memaksa meminta uang,” sebut Andi.

Semenjak ia 'terjun' di perempatan itu, Andi mengatakan tidak pernah lagi ada kejadian tabrakan.

Bahkan, ia mengklaim warga sekitar bersyukur akan kehadirannya.

Selain Andi, terkadang ada orang lain yang membantu mengatur jalan, hanya saja warga sekitar kerap mengusir mereka karena konon tidak ahli mengurai macet. Bukan mengurangi kemacetan malah memperparah.

Dimaki Lalu Dibela Polisi

Selain beramal dengan membebaskan para pengendara dari kemacetan di simpang Garuda Sakti, Andi juga melakoni pekerjaan lainnya. Sesekali ia menjadi supir atau melakukan pekerjaan apa saja. Yang penting halal.

Namun, beberapa bulan belakangan ini, kemacetan di perempatan Garuda Sakti bertambah. Praktis, jadwal Andi sebagai Pak Ogah semakin padat.

Tak hanya sore hingga lepas Magrib. Jam terbang Pak Ogah yang murah senyum ini juga bertambah di kala pagi hari.

"Sekarang di jam jelang sekolah dan orang-orang berangkat kerja juga," jelasnya.

Selama melakoni peran sebagai Pak Ogah, bukan sekali dua kali Andi mengalami hal kurang mengenakkan. Beberapa kali ia dimarahi dan dimaki pengguna jalan.

“Dimarahi pernah, tapi tidak sering. Pernah sekali ada pengendara mobil yang memaki saya. Tetapi saya dibela oleh polisi bermotor di belakang saya,” ujarnya.

Polisi baik itu mengerti kondisi jalan. Paham kalau Andi hanya berusaha membantu mengurai macet.

“Tak pakai seragam polisinya, cuman lagi lewat biasa,” jelasnya lagi.

Saat ditanya soal pemasukannya sebagai Pak Ogah. Andi tersipu. "Tak banyak, karena kan tujuannya memang menolong," katanya.

Kadang pengendara menyelipkan uang Rp2000 ke tangannya saat nyaris berlalu dari jebakan macet. Kadang ada juga yang mengangsurkan Rp10.000.

"Paling besar pernah dapat Rp100 ribu dari Asar ke Magrib," katanya tertawa. Tapi itu tak sering.

"Berapapun hasilnya saya sukuri saja," imbuh dia.

Katanya, yang penting bisa membantu mengurangi kemacetan dan membeli rokok atau jajanan untuk anaknya.

"Yang terpenting saya tidak pernah meminta dan memaksa pengendara untuk memberikan upah. Sesuai wejangan aparat ke saya," tambahnya lagi.

Mulai dengan Niat, Akhiri dengan Ikhlas

Selama 4 tahun menjadi Pak Ogah, Andi kerap mendapat apresiasi dari para aparat di sekitar simpang Garuda Sakti. Bukan berbentuk benda atau lainnya. Namun berupa acungan jempol dan dukungan dalam menjalankan perannya sebagi Pak Ogah.

Ia juga bersyukur orang-orang di sekitarnya banyak yang memberi dukungan.

Saat ditanya apakah ada bentuk apresiasi resmi dari instansi terkait atas niat baiknya selama ini, ia menggeleng.

Menurutnya, penghargaan bukan masalah. "Kan sukarela," katanya. Kembali lagi, sedari awal memang niatnya hanyalah untuk membantu, ikhlas semata.

Cukup dengan apresiasi personal seperti acungan jempol dan senyum ramah dari pengendara dan aparat yang lewat, Ia sudah senang.

Andi sendiri mengaku tidak tahu sampai kapan akan menjadi Pak Ogah. Tetapi, ia akan menuruti perintah pemerintah atau instansi terkait. Apabila ada larangan baginya untuk mengatur jalan, ia akan serta merta berhenti.

“Saya membantu ikhlas, kalau nanti disuruh berhenti, tentu saya turuti. Yang penting niat saya dari hati,” ujarnya.

“Mungkin kalau jalan sudah tidak macet lagi saya berhenti,” sambungnya sejuru kemudian.

Andi berharap, pemerintah atau instansi terkait benar-benar melakukan apa yang terbaik menurut mereka untuk mengatasi kemacetan di perempatan Garuda Sakti.

Selain itu, ia juga menitip pesan kepada pengendara yang kerap melewati jalan ini, khususnya truk-truk pengangkut, untuk lebih berhati-hati dan menaati peraturan lalu lintas. Jangan sampai terjadi kemacetan parah yang merugikan, terlebih kecelakaan lalu lintas.

Penulis : Susan/Salma Rahma Dewi
Editor : Yusni
Kategori : Serba Serbi, Kota Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Jumat, 29 September 2023
Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah
Jumat, 29 September 2023
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan Melalui P3S
Kamis, 28 September 2023
TikTok Shop Cs Dilarang, Ketua DPR Berharap Aturan Baru Ciptakan Keseimbangan Pasar Digital dan Konvensional
Kamis, 21 September 2023
Ancaman DBD Meningkat, Puan Dorong Sosialisasi Masif Tekan Risiko Kematian

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 07 November 2023
Riau Terima Penghargaan Bhumandala Award 2023
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 11 April 2024
Ribuan Warga Salat Idul Fitri di Polres Siak
Rabu, 10 April 2024
Pernah Bikin Heboh Gegara Berkelahi, Bupati Rohil dan Wakilnya Lepas Pawai Takbir Idulfitri
Senin, 08 April 2024
Polsek Kampar Kiri Bagi-bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim 
Minggu, 07 April 2024
MPW Pemuda Pancasila Riau Santuni 500 Anak Panti Asuhan

Serantau lainnya ...
Minggu, 07 April 2024
Pererat Silaturahmi, Siwo PWI Riau Gelar Buka Bersama BJB dan PSSI
Kamis, 04 April 2024
5 Ide Resep Masakan Pakai Rice Cooker, Cocok untuk Anak Kos!
Kamis, 04 April 2024
Rekomendasi Fashion Wanita Zaman Sekarang
Jumat, 29 Maret 2024
Pengusaha Wanita di Riau Bagi-bagi Takjil Gratis kepada Pengguna Jalan

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 02 Maret 2023
Wadah Menyalurkan Bakat, Ketua DPRD Riau Yulisman Hadiri Festival Musik Akustik di SMA Negeri 1 Pasir Penyu Inhu
Rabu, 01 Maret 2023
Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Riau Umumkan Reses Masa Persidangan I Tahun 2023
Selasa, 28 Februari 2023
Kunjungi Kemendikbud, Komisi V DPRD Riau Bahas Persoalan PPDB
Kamis, 23 Februari 2023
Disdik Gelar Pelatihan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru SD Se-Kota Pekanbaru

Advertorial lainnya ...
Kamis, 29 Februari 2024
Telkomsel dan ZTE Wujudkan Pengalaman Gigabit yang Andal dan Efisien
Selasa, 20 Februari 2024
Samsung Hadirkan Galaxy S24 Series dengan Kecerdasan Software Canggih
Jumat, 09 Februari 2024
Apple Kembangkan 2 Prototipe iPhone Lipat Bergaya Flip
Kamis, 01 Februari 2024
Samsung Buka-bukaan Soal Keunggulan Exynos 2400 di Galaxy S24 dan S24+

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 22 Februari 2024
Pemula di Dunia Yoga? Inilah Panduan Cara Memilih Matras Yoga yang Tepat
Sabtu, 27 Januari 2024
Cegah Resistensi, Gunakan Obat Antibiotik dengan Bijak
Senin, 15 Januari 2024
14 Persiapan Penting Awal Kehamilan untuk Calon Ibunda dan Buah Hati
Minggu, 17 Desember 2023
Liburan Sekolah Makin Meriah, Ratusan Peserta Ikuti Khitanan Massal

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 06 April 2024
Rangkaian Ramadan Ceria Umri Berakhir, 5.000 Orang Terima Manfaat
Selasa, 26 Maret 2024
BPH UMRI Gelar Lomba Ibadah Praktis Sesuai Tuntunan HPT
Senin, 25 Maret 2024
Berhadiah Umrah dan Beasiswa, Umri Gelar Lomba Tahfidz Alquran
Kamis, 21 Maret 2024
UPT Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru UMRI Taja Ifthor Jama’i

Kampus lainnya ...
Rabu, 03 Mei 2023
Kompilasi Semarak Silaturahmi Satu HATI, CDN Bangkinang Santuni Anak Yatim
Rabu, 05 April 2023
Safari Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin
Selasa, 04 April 2023
Telkomsel Siaga Rafi Sumbagteng Salurkan CSR untuk Panti Jompo bersama Dompet Dhuafa Riau
Jumat, 03 Maret 2023
Tingkatkan Kesehatan dan Budaya Lokal, Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Posyandu dan Grup Rebana

CSR lainnya ...
Jumat, 09 Februari 2024
Lika-liku 7 Perjalanan Asmara Ayu Ting Ting hingga Tunangan dengan Anggota TNI
Minggu, 28 Januari 2024
Huh Yunjin Bak Sehati Dengan Han So Hee Kala Cuma Pakai Dalaman Di Trailer LE SSERAFIM
Sabtu, 27 Januari 2024
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Tak Sungkan Perlihatkan Kemesraan
Rabu, 24 Januari 2024
Park Ji-hyun Ungkap Persiapan Membinangi Drama Terbarunya

Selebriti lainnya ...

Iklan CAKAPLAH
Terpopuler
Foto
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 14 Agustus 2023
Pengurus Masjid Nurul Ikhlas Kubang Minta Tunjuk Ajar ke Wagubri
Sabtu, 12 Agustus 2023
Gebyar Kandis Bersholawat Bakal Dihadiri Ribuan Jemaah NU
Senin, 31 Juli 2023
Mualaf Riau Butuh Pembinaan, Begini Caranya...
Sabtu, 29 Juli 2023
Mantan Wawako Pekanbaru, Ayat Cahyadi Turut Saksikan Pengukuhan Pengurus Masjid Al-Hamidah Rejosari

Religi lainnya ...
Rabu, 13 Maret 2024
Kepala BKPSDM Pekanbaru Harapkan Kinerja ASN Maksimal Selama Bulan Ramadan
Jumat, 08 Maret 2024
Pemko Pekanbaru Sudah Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1445 H
Rabu, 28 Februari 2024
Pemko Pekanbaru Masih Tunggu Juknis Pusat Terkait Seleksi CPNS dan PPPK
Selasa, 27 Februari 2024
Kepala BKPSDM Dampingi Pj Walikota Terima Penghargaan Anugerah Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Tahun 2023

Galeri Foto lainnya ...
Indeks Berita
www www