Jumat, 30 September 2022

Breaking News

  • Vaksinasi Merdeka Pemko Pekanbaru Akhirnya Digelar, 23.880 Dosis Disiapkan   ●   
  • Anggota DPR Tegaskan Rencana Konversi LPG 3 Kg ke Kompor Gas Tidak Sederhana   ●   
  • Galian Pipa PDAM Membahayakan, DPRD Pekanbaru: harus Diperbaiki Seperti Semula   ●   
  • Diduga Bakar Lahan TNTN Seluas 20 Hektare, Dua Warga Ditahan Polisi   ●   
  • Kunjungan di Mall Vaksinasi Riau Menurun, Rata-rata Cuma 100 Orang Perhari   ●   
  • ASN Meninggal di Basement Kantor DPRD Riau, Polisi: Murni Gantung Diri   ●   
  • 1.353 Orang Terserang DBD di Riau Sepanjang Tahun 2022, Pekanbaru Tertinggi   ●   
  • Tarif Listrik Oktober-Desember 2022 Dipastikan Tidak Naik   ●   
  • Ada Lagi Kasus Meninggal Akibat Covid-19 di Riau, Tetap Waspada   ●   
  • Antisipasi Krisis Pangan, Sorgum Ternyata Cocok Dikembangkan di Riau
Yamaha 29-30 September 2022

G20 Dorong Qolbi Go Global, UMKM Modal Dengkul hingga Omset Ratusan Juta Rupiah
Jum'at, 29 Juli 2022 18:09 WIB
G20 Dorong Qolbi Go Global, UMKM Modal Dengkul hingga Omset Ratusan Juta Rupiah
Khodijah pada stand pameran Semarak Ekspo Syariah Jambi (SERAMBI) 2022, di Jambi Town Square (Jamtos) Mal, Jumat (29/7/2022). Foto: Istimewa

(CAKAPLAH) - Perempuan menjadi salah satu fokus forum G20 (Group of Twenty) tahun 2022 ini. Tepatnya mendukung dan merumuskan perwujudan ekonomi inklusif bagi perempuan.

Presidensi G20 yang dipegang Indonesia saat ini adalah momentum bersejarah bagi bangsa. Forum ini merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi.

Tak berlebihan bila disebut bahwa G20 menjadi harapan bagi para perempuan di tanah air, terlebih bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perempuan.

Bank Indonesia (BI), sebagai bank sentral yang memegang peranan penting sebagai tuan rumah Presidensi G20, juga memiliki peran besar dalam pengembangan UMKM di negeri ini. Termasuk dalam pembinaan UMKM yang dinakhodai para perempuan. Banyak UMKM yang telah merasakan manisnya ‘berkawan’ dengan BI.

Adalah WUBI, Wirausaha Unggulan Bank Indonesia, yang menjadi wadah, tempat berhimpunnya para pelaku UMKM terpilih yang mendapat bimbingan, penguatan, dan dukungan pemaksimalan potensi dari BI.

BI membantu WUBI meningkatkan kapasitas dan kemampuan manajerial, serta inovasi produk setiap UMKM yang dibina. Sebut saja memantapkan soft skill dan hard skil.

Produk WUBI diharapkan mampu bersaing dengan produk lain secara nasional hingga produk ekspor.

Pada momentum G20, BI mendorong agar UMKM anggota WUBI bisa terus melangkah lebih optimis dalam mewujudkan mimpi-mimpinya.

Qolbi adalah salah satunya. UMKM yang jadi bagian dari WUBI sejak 2020 lalu.

“Sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari WUBI. Bertepatan, rezekinya bisa gabung pas di masa-masa Covid-19 kemarin. Jadi ikut seleksi lewat online saja. Yang daftar 200-an orang, yang lolos 20 orang. Alhamdulillah Qolbi salah satunya,” ungkap owner Qolbi, Khodijah, kepada CAKAPLAH.com, Jumat (29/7/2022).

Khodijah adalah perempuan berdarah Batak Mandailing yang merantau ke Jambi. Suratan takdir membawanya menuntut ilmu di Universitas Jambi 2004 silam.

Lulus sebagai Sarjana Pendidikan Kimia sempat membawa wanita ramah ini menjadi tenaga pendidik di Pondok Pesantren Modern Al Hidayah Jambi. Sekolah milik pemerintah daerah setempat.

Menikah dengan pria ganteng nan saleh membuatnya bermastautin di Tanah Melayu ini.

Namun tak lama menjadi pendidik, Khodijah akhirnya memilih mengembangkan bakatnya di dunia bisnis dan fashion. Dengan restu dan dukungan penuh dari sang suami, ia berbulat tekad merintis jalan takdirnya sebagai produsen busana muslim yang sukses.

Sekarang ia memiliki Qolbi. UMKM produsen hijab dan busana muslim handmade di Provinsi Jambi.

Modal Dengkul

Aktif menjadi reseller hijab sejak kuliah untuk menambah biaya hidup sehari-hari, membuat Khodijah memiliki pengetahuan seputar kualitas kain yang sesuai untuk dijadikan jilbab. Ia juga mengerti segmentasi pasar dan mampu mengoperasikan mesin jahit.

Dia pun merintis Qolbi dengan modal dengkul.

Tepat di tahun 2016 silam. Untuk mencari bahan kain untuk jilbab, bersama sang suami dan kedua buah hatinya, mereka akan menyusuri sudut demi sudut salah satu pasar rakyat di Kota Jambi. Bertiga jalan kaki, satu putrinya yang saat itu belum disapih, dibawa dalam gendongan.

“Ke Pasar Siku ramai-ramai. Jalan kaki mencari toko-toko yang menjual bahan jilbab yang kira-kira diminati konsumen. Lalu difoto-foto saja,” katanya mulai berkisah.

Katanya, sebenarnya ada rasa malu saat hanya numpang foto tapi tak beli. Namun itu ia tepis. Tekad bajanya membenamkan gengsinya.

“Lalu foto-foto itu di-upload di Facebook. Kalau ada yang suka dan order, baru kami balik lagi ke toko itu. Beli kainnya. Dijahit jadi jilbab, terus dikirim ke pembeli. Benar-benar modal dengkul,” urainya sembari tertawa.

Sejurus kemudian dia berfikir seperti mengingat-ingat.

“Tak sampai Rp100 ribu lah modalnya,” tambahnya dengan tawa berderai.

Perjuangan tidak mengkhianati hasil. Saat ini Qolbi adalah produsen hijab dan busana muslim handmade yang diperhitungkan di Jambi.

Di tangan Khodijah, Qolbi, yang sempat memakai nama ‘Khodijah Hijab’, memiliki konsumen loyal.

Segmen pasar Qolbi adalah ekonomi menengah atas, dengan banderol produk termurah Rp60.000. Aneka produk Qolbi kerap dikenakan ibu-ibu pejabat dan muslimah fashionista Kota Jambi.

“Qolbi artinya 'Hati'", jelas Khodijah. Qolbi juga penggalan nama putrinya yang sulung. Umurnya masih 10 tahun. Yang bungsu baru 8 tahun.

Kedua putrinya itu juga paham dengan konsep bewirausaha sejak dini. Di bawah bimbingan Khodijah dan suami, mereka sempat membuka usaha ‘Nanas Nian’. Minuman segar dari sari Nanas yang kala itu lumayan mendapat tempat di hati konsumen.

“Tapi sekarang off dulu. Umminya lagi banyak kesibukan,” ungkap Khodijah sembari tertawa tertahan.

Katanya lagi, kedua putrinya juga mulai disibukkan dengan rutinitas di sekolah.

“Mereka mulai sibuk belajar juga. Biar dululah, agar semakin pintar mereka. Agar bisa mencapi cita-cita dan mimpinya masing-masing,” tuturnya.

G20, Pameran, dan Impian

Di momen Indonesia ditunjuk sebagai presidensi G20, impian Khodijah untuk membawa Qolbi Go Global seakan semakin dekat. Betapa tidak, salah satu tujuan utama G20 adalah memberdayakan perempuan. Empowering lewat berbagai aspek yang memungkinkan. Termasuk UMKM perempuan.

Memberikan kesempatan untuk pelaku UMKM mengekspos produknya adalah salah satu cara membantu UMKM semakin berkembang.

Dengan beragam pameran yang bisa Qolbi ikuti, Khodijah yakin kesempatan produknya semakin dikenal akan semakin besar. Termasuk untuk menambah luas jejaring, bahkan, semoga sampai ke luar negeri.

Salah satu impian Khodijah memang menjadikan Qolbi sebagai produsen busana muslim yang bisa merambah pasar luar negeri. Cita-cita ini telah ia masukkan dalam list 100 mimpi yang hendak ia capai saat coaching WUBI.

Khodijah foto bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution di sela-sela Women Enterpreneur Business Opportunity Expo Genpro, Jumat (18/3/2022) Foto: Istimewa

“Walau masuk deretan visual dream yang kesekian, tapi harapan itu selalu ada. Bayangkan, dari modal mengenal mesin jahit, akhirnya bisa Go Global. Kita selalu berdoa,” ungkapnya serius.

Minat tinggi terhadap fashion dikombinasikan dengan bakat bisnis yang mumpuni, dan kemampuan komunikasi yang baik, bukan tidak mungkin impian itu terwujud. Buktinya, dengan bakat dan tekad kuat, Khodijah sukses menumbuhkan usahanya hingga saat ini. Baik di pasar offline maupun online.

“Sejak kecil, saya memang tertarik dengan dunia menjahit. Ibu saya adalah tukang jahit di kampung. Dari 8 bersaudara, hanya saya yang meneruskan bakat ibu,” kata Khodijah saat ditanya tentang minatnya pada industri fashion.

Produk Qolbi kini tak hanya dikenal di Provinsi Jambi, tapi sudah kemana-mana. Nyaris ke seantero tanah air dan telah merambah Malaysia, Taiwan, hingga Turki.

“Yang terbaru, kemarin kirim ke Jerman. Walau masih kecil-kecilan, tapi alhamdulillah langkah awal Qolbi,” harapnya, sembari menyebut ada juga customer-nya yang sengaja memesan produk Qolbi untuk dibawa ke tanah suci Mekkah.

Bila dikilas balik ke 2016 silam, hanya hitungan bulan sejak dirintis, usaha Khodijah mulai banjir order. Notifikasi pelanggan yang Chek out di berbagai marketplace dan inbox di sosial media berbunyi bersahut-sahutan.

Tak bisa lagi memenuhi ritme produksi seorang diri, akhirnya Khodijah meminta bantuan Wulan. Anggota timnya yang pertama kali bergabung di masa awal merintis usaha ini.

Seiring waktu, produksi Khodijah tak hanya meningkat, tapi juga beragam. Selain jilbab, Khodijah mulai mengeluarkan produk berupa gamis, tunik, celana kulot, hingga seragam sekolah. Timnya pun semakin bertambah. Semua perempuan.

Usaha tak mengkhianati hasil. Selain pundi-pundi Rupiah yang semakin mengalir, di tahun 2017, berkali-kali Khodijah meraih prestasi di sektor UMKM. Diantaranya adalah Al Ahmadi Award. Penghargaan untuk para pelaku usaha se-Pulau Sumatera.

Di tahun ini juga, omset Khodijah Hijab pun melejit hingga Rp80 juta per bulan. Reseller yang bergabung mencapai 250 orang, yang berasal dari seluruh pulau di tanah air. Kecuali Bali dan Papua.

Kesuksesan itu terus mengalir. Khodijah mengaku omsetnya perbulan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Produksi setiap harinya bisa mencapai ratusan helai.

“Kala itu omset meningkat drastis, bahkan pernah mencapai Rp200 juta di saat Ramadan,” sebutnya.

“Namun itu sebelum pandemi ya,” katanya tersenyum pahit sembari merapikan tumpukan jilbab yang baru selesai di-packing

Ada 300 pieces yang harus dia kirimkan segera ke pemesan. Sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Padangsidempuan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Sekolah yang sudah langganan ke Qolbi. Selain sekolah ini, ada sederet lainnya yang juga mempercayakan Qolbi sebagai rekanan penyedia seragam para siswanya. Baik di Sumut maupun Jambi. 

Dia bergerak lincah. Dibantu tim Qolbi lainnya, ia kembali melanjutkan proses pilah dan pilih. Kali ini ia mengumpulkan beragam produk batik yang akan dibawa ke pameran Semarak Ekspo Syariah Jambi (SERAMBI) 2022 bertempat di Jambi Town Square (Jamtos) Mal.

Ekspo ini dimulai Jumat, 29 Juli 2022. Berlangsung 3 hari, hingga 31 Juli 2022.

“Seperti biasa, Qolbi membawa 100-200 pieces ke stand pameran di Jamtos,” terang Khodijah.

SERAMBI adalah bagian dari Road to Festival Syariah (FESyar) 2022. Festival tahunan yang digawangi BI.

Katanya, pihak BI juga memintanya menyiapkan produk Qolbi untuk dibawa ke Aceh. Produk Qolbi akan dipamerkan juga di FESyar 2022 regional Sumatera yang tahun ini digelar di daerah istimewa itu.

"Gak apa-apa barang Qolbi aja yang 'mejeng' di Aceh. Orangnya belum bisa ikut," katanya sembari tersenyum.

FESyar dan SERAMBI sama-sama tajaan BI. Beragam kegiatan digelar pada event yang rutin dihelat tahunan ini. Termasuk aneka lomba dan pameran UMKM.

SERAMBI adalah wujud komitmen BI untuk terus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru dan mendorong UMKM naik kelas. Selaras dengan salah satu misi G20, mendorong UMKM untuk terus bertransformasi, beradaptasi ke dunia digital, dan inklusi keuangan.

Khodijah telah familier dengan sistem keuangan digital. Saat pameran misalnya, konsumen Qolbi bisa melakukan transaksi dengan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) dan BI-Fast. Simpel dan cepat.

“Pembeli tinggal scan barcode. Cepat dan praktis tanpa potongan biaya. Kita juga gak repot cari uang kembalian. Terhindar dari kemungkinan uang lecek atau palsu,” kata Khodijah menerangkan keunggulan pembayaran digital.

Salah satu pengunjung stand Qolbi, Ika Efrida mengakui sistem pembayaran ala digital sangat membantu bagi orang-orang yang lebih suka kepraktisan. 

"Saat tak bawa uang di dompet pun, kita tetap bisa belanja dengan QRIS. Tingga scan. Tidak ada potongan biaya," kata guru SMP IT Nurul 'Ilmi 2 Jambi ini. 

Perempuan yang juga mahasiswi pascasarjana di UNJA ini adalah salah satu pelanggan setia Qolbi sejak lama. 

"Khodijah dan saya sudah sohib sejak SMA. Sama-sama kuliah S-1 di UNJA juga. Saat tahu Qolbi ada pameran, saya sempatkan ke Jamtos," terangnya dengan suara lembut.

Sistem pembayaran digital memang mulai umum digunakan para pelaku UMKM, termasuk di stand-stand SERAMBI.

UMKM yang ikut SERAMBI adalah pilihan BI dari anggota WUBI.

"Tidak semua bisa ikut. Dengan terpilih sebagai salah satunya, saya berharap Qolbi semakin dikenal dan pemasarannya lebih luas,” harap Khodijah.

Sebelum SERAMBI 2022, Qolbi juga menjadi peserta pameran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GERNAS BBI).

Rangkaian GERNAS BBI dan Gerakan Wisata Indonesia (WI) Jambi dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Meko Marves) Luhut B. Pandjaitan, Rabu (19/1/2022) lalu. Event ini berlangsung dari Januari hingga Maret 2022. Pameran khusus UMKM dihelat dua kali, yakni di Bandara Sultan Thaha dan di Jamtos.

Khodijah foto bersama istri Gubernur Jambi Hj Hesnidar Haris pada malam puncak penutupan Gernas BBI 2022, Kamis (14/4/2022). Foto: Istimewa

“Dalam pameran-pameran yang baru-baru ini, Qolbi sengaja mengangkat pesona Batik Jambi. Bila selama ini kita lebih banyak ekspos produk kita yang general, nah sekarang kita akan gencarkan promosi produk kita yang mengusung kearifan lokal,” jelasnya.

Segmen yang Khodijah sasar adalah batik kombinasi simpel yang bisa untuk kesempatan kasual, semi formal, dan formal.

“Karena saya melihat masih jarang pelaku UMKM Jambi yang melirik inovasi ini,” katanya memberi alasan.

Belum lama ini, Qolbi juga mengikuti pameran yang digelar Forum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jambi dengan tema ‘UMKM Market Club Expo 2022’. Ada 100 pelaku UMKM yang ambil bagian dalam ekspo yang digelar 28-30 Maret 2022 tersebut.

“Alhamdulillah, saat itu Qolbi meraih penghargaan sebagai UMKM ‘Highest Transaction Category Fashion’,” jelas Khodijah lagi tanpa berniat sombong.

Dengan mengikuti beragama pameran, Khodijah yakin, tapak demi tapak langkahnya semakin dekat menuju impian yang lebih besar. Menjangkau segmen pasar yang lebih jauh. Sejalan dengan harapannya terhadap gaung G20 yang sangat terasa bahkan hingga ke daerah yang jauh dari lokasi main events G20.

“Qolbi juga jadi finalis Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022. Kita mengikuti bootcamp yang sangat menarik. Kami ada 5 orang dari bidang fashion. Kami dimentori langsung oleh pakar fashion dari ibukota,” jelas Khodijah.

Pada Bulan September nanti, Jambi mendapat jadwal untuk mengikuti pameran yang digelar AKI. AKI akan dihadiri langsung oleh Menteri Parisiwata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

“Dari 16 kabupaten kota itu, dari para finalis akan dipilih 1 mewakili setiap kota untuk mengikuti festival nasional nantinya. Kita berdoa saja semoga lolos,” kata Khodijah sembari menyebut tak mau berharap terlalu tinggi, karena finalis UMKM lainnya sangat hebat dan keren.

AKI adalah side event G20 yang digelar Kementerian Parisiwata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Bertujuan memperlihatkan citra positif dan mempromosikan keragaman budaya dan pariwisata di Indonesia.

Side event G20 juga diharap dapat menjadi momen untuk pulih bersama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat paska pandemi Covid-19. Sejalan dengan tema G20 Recover Together, Recover Stronger.

Khodijah foto bersama finalis Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 saat menjalani bootcamp. Foto: Istimewa

Bagi Khodijah, beragam pameran, bootcamp, dan seleksi, yang diikuti, hingga penghargaan yang diterima adalah bekal untuk melangkah lebih dekat ke arah impiannya. Terutama setelah ia mampu menunjukkan bahwa di bawah tangan dinginnya, Qolbi menjadi UMKM yang tak hanya berkualitas, berkembang pesat, tapi juga mampu bertahan di tengah bencana Covid-19.

Melewati Pandemi

Saat wabah asal Wuhan merobek-robek ekonomi seluruh dunia, termasuk Indonesia, Qolbi ikut terpuruk bersama ribuan industri fashion lainnya.

“Kala itu banyak teman-teman UMKM lain yang terpaksa tutup. Mau bagaimana lagi, gak ada yang beli,” kisahnya dengan suara pelan.

Di tengah cobaan itu, Khodijah masih sempat merasakan nikmatnya bersyukur dan pantang menyerah. Saat pemerintah mengumumkan virus Covid-19 bisa dicegah dengan memakai masker kain, celah rezeki untuk Qolbi kembali muncul.

"Alhamdulillah, untuk masker kain Qolbi termasuk yang pertama muncul di pasaran. Kita adalah pemain awal kala itu. Sumber rezeki," kenang Khodijah riang.

Namun, tetap saja, lamanya penuntasan Covid-19 di tanah air mau tak mau turut meredupkan usaha Qolbi.

Omset memang menurun drastis dan tak ada pergerakan barang di toko. Karena semua orang lebih fokus menjaga dapur masing-masing tetap ngebul daripada belanja baju atau jilbab.

Tapi yang namanya tekad. Khodijah tak mau menghentikan gerak mesin jahitnya di ruang produksi. Rekan-rekannya di Qolbi--yang ia sebut tim-- tetap datang seperti biasa. Walau tak banyak yang bisa mereka kerjakan.

Terlebih, saat itu salah satu timnya sempat menghampiri dia dengan wajah sendu.

"Kak, kita jangan tutup ya," ungkap Safitri, salah satu tim Qolbi yang masih setia bergabung hingga saat ini. Suaranya pelan, Khodijah lebih pelan.

"Insya Allah gak dek". Khodijah berusaha tetap memperlihatkan senyumnya yang selalu terbakar semangat.

Padahal prasangka Khodijah terhadap jalan takdir kala itu tak menentu. Walau tekadnya kuat tak akan menutup Qolbi, namun nyalinya memang sempat gentar.

Saat itu, penjualan turun hingga 70 persen. Omset Qolbi seret di angka Rp 20 juta per bulan.

"Kita memang bisa dibilang ‘habis’ di masa itu. Namun gaji tim tidak kita kurangi. Karena kita memikirkan keluarga mereka juga kan. Kita tetap berusaha bertahan. Yang penting bisa nafas. Asal tidak tutup saja. Kasihan tim Qolbi," kenang Khodijah.

Waktu bergulir. Negeri ini mulai bangkit dari keterpurukan pandemi. Publik mulai beradaptasi. Ekonomi bergerak kian pasti.

Khodijah tak mau Qolbi ketinggalan gerak. Walau omset masih naik turun. Khodijah dan tim Qolbi terus berupaya melakukan yang terbaik.

Ia mulai menerapkan sungguh-sungguh ilmu-ilmu yang baru didapat, termasuk pengelolaan modal. Penyediaan saving untuk keadaan darurat.

“Sekarang Qolbi mulai menyiapkan dana-dana darurat. Persiapan untuk menghadapi kejadian di luar dugaan. Manejemen keuangan lah,” sebutnya.

Khodijah juga mulai menerapkan sistem pre-order untuk orderan skala besar. Dia menerapkan Down Payment (DP) 70 persen untuk modal produksi.

“Jadi kita tidak pusing lagi memutar modal. Tidak tercampur lagi biaya produksi dan dana lainnya,“ urainya.

Langkah lainnya adalah lebih menggencarkan jajakan di platform digital. Walau sebenarnya ini bukanlah hal baru bagi Qolbi.

Yang terbaru, Qolbi sudah hadir di Tokopedia, setelah sebelumnya eksis di Shopee, Instagram, Facebook, WhatsApp, dan TikTok.

Khodijah juga familiar dengan penjualan live di beragam media sosial itu, kecuali di TikTok.

Qolbi juga hadir di PaDi UMKM, platform besutan Telkom Indonesia untuk mempertemukan UMKM dan BUMN guna mengoptimalkan, mempercepat, dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM.

“Dari awal Qolbi lahir, basisnya memang digital, sosial media. Karena kita berada di pinggiran Kota Jambi. 95 persen transaksi kita online,” sebutnya.

Lokasi Qolbi memang berada persis di pinggir jalan lintas Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Jarak Qolbi dan gapura perbatasan Kota Jambi hanya berkisar 200 meter.

Lokasinya yang bukan berada di tengah kota memang jadi tantangan bagi Qolbi menggaet pelanggan. Salah satu alasan Go Digital sudah pilihan Qolbi sejak awal.

Khodijah dan salah satu timnya yang jadi admin semua marketplace dan sosial media itu.

Selain gencar di digital, jurus-jurus marketing yang Khodijah pelajari dari aneka seminar, bootcamp, hingga coaching WUBI juga sangat membantu untuk scale up Qolbi.

Dari WUBI misalnya, Khodijah banyak belajar terkait manajerial, pembukuan, tata keuangan, packaging, dan lainnya. Ada juga studi banding dengan WUBI terdahulu yang semakin sukses setelah coaching.

“Lama coaching 6 bulan. Kita benar-benar diajari agar berfikir besar. Menata mindset. Memahami value, membangun struktur, dan belajar finansial, hingga legalitas. Layaknya membangun perusahaan,” kata Khodijah, sembari menggambarkan betapa hebatnya materi-materi yang ia dapatkan dari para coach bersertifikat nasional.

Dari WUBI juga, Khodijah tahu tentang SIAPIK ‘Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan’, aplikasi pencatatan keuangan UMKM sederhana yang didesain oleh BI.

Kata Khodijah, setelah paham cara membuat laporan keuangan yang baik, seluruh peserta coaching diajari cara membuat proposal pembiayaan untuk diajukan ke bank.

“Beneran kita bikin dan diajukan langsung ke bank yang dituju. Tapi tidak dipaksa. Bagi yang mau saja. Intinya, kami semua belajar memahami neraca dan lainnya untuk proposal itu. Kami bahkan didampingi mahasiswa Ekonomi dari UNJA (Universitas Jambi, red) untuk membuatnya,” terang Khodijah tetap semangat.

Khodijah yang memang pemburu ilmu sejati, memadukan seluruh pengetahuan itu dengan ilmu lain yang dia dapat dari berbagai kesempatan.

Dia sudah pernah dimentori coach Wulan dan Fikri, suami istri yang bisnisnya kian hari kian gemilang di tanah air hingga luar negeri. Juga dari coach Fitrah Jaya Saleh yang berbisnis fashion dan skin care dengan omset melangit. Yang terbaru dari Pak Bi, pakar brand tanah air.

Dengan berbagai event yang berhasil diikuti, ilmu baru, dan penghargaan diraih Qolbi, Khodijah berharap langkahnya menuju Go Global semakin terbuka lebar. Terlebih dengan euforia G20 yang menggerakkan pemerintah dan swasta untuk lebih concern terhadap keberlangsungan UMKM. Terutama UMKM perempuan.

Memberdayakan Perempuan

Jumlah perempuan yang membantu Khodijah di Qolbi saat ini ada 9 orang. 8 yang merupakan anggota tim tetap. Sedang 1 lagi adalah freelance.

Kepada timnya, Khodijah selalu memberi penegasan bahwa cepat puas bukanlah pilihan hidup bagi orang yang ingin maju.

“Saya kerap bertanya kepada tim Qolbi, harapan mereka untuk Qolbi apa? Impian mereka saat ini apa? Saya selalu berpesan bahwa Qolbi bukan milik saya seorang. Tapi milik bersama,” terangnya dengan nada serius.

Dia meyakinkan mereka, bahwa Qolbi adalah sarana bersama untuk mewujudkan impian bersama. Inilah alasan ia menyebut mereka ‘tim’, bukan karyawan. Karena mereka bekerja bersama sebagai tim. Sama-sama memiliki Qolbi. Bahu-membahu membesarkannya.

“Jadi saat bersama Qolbi, lakukanlah yang terbaik yang bisa dilakukan. Saat nanti sudah pisah dari Qolbi, pastikan sudah berkembang dan bisa membuka usaha sendiri,” ungkap Khodijah terkait harapannya kepada tim Qolbi.

Salah satu tim Qolbi, Wulan, mengatakan, budaya kerja di Qolbi telah membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik.

Tim Qolbi di ruang produksi menjalankan tugas masing-masing. Khodijah selalu berpesan kepada mereka agar terus menjaga impian yang ingin mereka wujudkan. Foto: Istimewa

“Kita di Qolbi membaur semua, budaya kerja positif. Diajari untuk bermimpi tinggi. Ownernya sangat baik. Betah di Qolbi sejak lama,” ungkapnya dengan senyum namun bernada serius.

Selain selalu mendorong tim Qolbi untuk stay positif, Khodijah juga mendorong kaum perempuan, terdiri dari ibu-ibu, dan remaja di sekitar Qolbi beroperasi. Tepatnya di Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam.

Khodijah membantu perempuan-perempuan itu agar memiliki kemampuan yang bernilai ekonomis.

Mereka telah beberapa kali mendapat kursus menjahit gratis dari Khodijah.

Dia juga memberi pelatihan Kelas Bisnis Online (digital marketing) gratis kepada mereka.

Para ibu rumah tangga diberi pelatihan mengasah keterampilan dan peluang bisnis dengan cara mengolah kain sisa produksi atau perca menjadi barang bernilai jual, seperti souvenir, keset, dan lainnya.

"Kita ajari ibu-ibu sekitar membuat souvenir atau barang lain dari kain sisa produksi. Misalnya keset. Lalu mereka pasarkan juga. Ada yang dijajakan langsung ke relasi mereka, ada yang lewat Facebook. Kita ajari itu juga," terang Khodijah semangat.

Sejurus kemudian, katanya, anak-anak putus sekolah dan yang tak melanjutkan kuliah di sekitar Qolbi, tak luput dari uluran tangannya. Mereka juga bisa mengikuti kursus menjahit hijab gratis.

Lulus kursus, mereka ada yang buka usaha menjahit sendiri, ada juga yang akhirnya bergabung dengan tim Qolbi.

Dia mengaku menikmati membantu warga sekitar Qolbi. Katanya, ada kebahagiaan bisa terus membantu orang-orang.

Ia juga berusaha membantu pelaku UMKM lainnya agar bisa mengikuti jejaknya. Ia bahkan pernah didapuk sebagai fasilitator UMKM terpilih oleh Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) tahun 2021. Bertugas memberi bimbingan ke pelaku UMKM lainnya.

Jelas sekali, bahwa membantu orang lain tumbuh dan memperbaiki ekonomi mereka adalah salah satu passion Khodijah.

"Untuk tahun 2022 ini, 1 Agustus besok saya ikut lagi seleksi untuk sertifikasi pendamping UMKM dari KemenKopUKM. Yang terpilih nantinya hanya 20 orang se-Indonesia,” jelasnya kemudian.

Ini salah satu langkah Khodijah memberdayakan orang-orang di sekitarnya. Terlebih kaum perempuan.

G20 Dorong Pertumbuhan UMKM Perempuan, Dorong Pemulihan Ekonomi

Sebuah studi dari beberapa negara di Asia Tenggara mengungkapkan bahwa pengusaha perempuan cenderung mempekerjakan lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Wanita sukses di UMKM dan di dunia kerja, khususnya pada posisi pemimpin, cenderung menginspirasi dan memotivasi wanita lain untuk menjadi self-starter dan pemimpin.

Maka, dengan terus membantu para perempuan di dunia UMKM, tentunya akan membantu meningkatkan ekonomi negara-negara G20.

Data dari IFC Finance menyebutkan bahwa UMKM di negara berkembang ada 6-55 persen pelakunya adalah perempuan. Sedang di Indonesia, 56 persen dari 195 pelaku usaha kecil adalah perempuan. Sedang untuk usaha menengah perempuan ada pada angka 34 persen dari total 44,7 ribu pelakunya.

Hal ini membuktikan bahwa UMKM yang digerakkan wanita sangat berperan menopang perekonomian bangsa. Terlebih, UMKM berkontribusi 60 persen dari total ekonomi nasional dan 97 persen dari segi penciptaan lapangan kerja.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengajak seluruh anggota G20 untuk berkomitmen berkerjasama mendukung pemulihan ekonomi global agar perekonomian dunia dapat tumbuh secara berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

Hal itu diutarakan Perry pada pembukaan hari kedua Pertemuan Ketiga Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (3rd FMCBG) G20 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (16/7/2022) kemarin.

Dengan komitmen itu maka komunitas global akan menerima pesan positif terkait upaya dan peran G20 dalam pemulihan global.

Sebelumnya, Perry juga menekankan peran penting UMKM dalam pemulihan ekonomi, terlebih yang dimiliki perempuan dan pemuda. Semua pihak harus memberi dukungan penuh. Hal itu juga lah yang menjadi salah satu fokus G20.

“Negara G20 terus mendorong pemanfaatan digitalisasi untuk mencapai inklusi keuangan,” kata Perry.

Masih kata Perry, saat ini BI membina hampir 2 ribu UMKM di seluruh Indonesia dengan memberikan pelatihan untuk pengembangan sekaligus akses ke pasar luar negeri.

“UMKM mudah berkembang karena bersedia beradaptasi dengan meningkatkan kapasitas usaha mereka,” terangnya lagi.

Termasuk mulai menggunakan platform digital untuk memasarkan produk dan mengelola transaksi keuangan mereka.

“QRIS sudah tersambung dengan sekitar 17,2 juta UMKM, dan ada juga UMKM yang memiliki kemampuan menggunakan BI-Fast,” sebutnya lagi menguraikan.

Dia juga memuji pelaku UMKM perempuan yang mau berinovasi dalam produksi.

“Misalnya dengan mencari motif baru untuk pakaian yang mereka produksi,” sebutnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Dokumentasi Bank Indonesia

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI Yunita Resmi Sari juga mengatakan, peningkatan literasi keuangan UMKM perempuan sekaligus meningkatkan kapasitas dan membuka akses untuk ekspor.

"Ini luar biasa. Hal ini yang kita perlukan untuk membuka berbagai kesempatan guna menandai kebangkitan kembali pasca pandemi," kata dia dalam peluncuran Program Literasi Keuangan #IbuBerbagiBijak 2022, Kamis (23/6/2022) lalu.

Hal tersebut berguna untuk meningkatkan produktifitas dan inklusifitas ekonomi yang berkelanjutan, khususnya untuk UMKM yang dimiliki kaum perempuan dan kaum muda.

Apa yang diutarakan pihak BI sejalan dengan yang diungkapkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga.

Dia menegaskan perempuan mempunyai potensi sangat besar dalam mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa, sehingga kesempatan dan potensi tersebut harus diperluas dan didukung oleh semua pihak melalui kerjasama di tingkat global yaitu G20.

“Keterlibatan peran perempuan dan kelompok marjinal menjadi perhatian utama dalam kepemimpinan Indonesia dalam G20. Kami percaya melalui kerjasama global ini, tantangan yang dihadapi perempuan terutama dalam menghadapi dampak di masa pemulihan pasca Covid-19, dapat terfasilitasi melalui kolaborasi antara banyak pihak,” ungkap Menteri Bintang dalam Kick-Off Ceremonial G20 Empower dan Women20 (W20) yang dilaksanakan secara vitual Desember 2021 lalu.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mendorong wirausaha perempuan agar meningkatkan kontribusinya dalam upaya pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki saat memberikan opening remarks dalam acara G20 Empower 2nd Plenary Meeting: Women In SMEs As Drivers of Economic Growth, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (18/5/2022) lalu.

Menteri Teten menuturkan, kontribusi dan peran perempuan dalam kewirausahaan termasuk UMKM sampai saat ini tercatat sangat besar.

“Sekitar 64 persen dari 64 juta UMKM digerakkan oleh perempuan. Bahkan di Indonesia, UMKM berkontribusi terhadap 60 persen pendapatan nasional,” kata MenKopUKM Teten Masduki saat memberikan opening remarks dalam acara G20 Empower 2nd Plenary Meeting: Women In SMEs As Drivers of Economic Growth, Kamis (19/5/2022).

Oleh karena itu, kata Menteri Teten, Kemenkop UKM memberikan dukungan penuh agar pelaku usaha perempuan ini terus meningkatkan kontribusinya. Terutama pascapandemi Covid-19, peran pelaku usaha perempuan juga mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

"Perempuan juga merupakan tulang punggung banyak ekonomi di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Di mana bisnis yang dimiliki oleh perempuan memiliki peran kunci dalam pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan diversifikasi ekonomi. Kemenkop UKM mendukung UKM perempuan terus berinvestasi dalam percepatan pemulihan ekonomi yang inklusif," kata Menteri Teten.

Selaras dengan target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) dan deklarasi G20, G20 Empower sebagai aliansi antara swasta dan pemerintah dimaksudkan untuk membangun kesadaran yang lebih kuat, tentang produktivitas perempuan pascapandemi.

Menkop Teten juga menyadari pentingnya peran pemberdayaan ekonomi perempuan terhadap masyarakat, keluarga dan perekonomian secara luas. Untuk itu, alasan ekonomi untuk mendukung UMKM perempuan sangatlah kuat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengutarakan hal senada terkait kontribusi UMKM perempuan bagi perekonomian Indonesia.

“Pandemi menyebabkan banyak pelaku UMKM menderita karena usahanya tutup. Terutama UMKM perempuan. Pemerintah harus memberi perhatian besar, karena perannya yang sangat penting dalam pemulihan dan pengembangan ekonomi,” katanya pada seminar Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, and MSMEs to Promote Inclusive Growth. Bagian dari rangkaian pertemuan G20 yang berlangsung Rabu (11/5/2022) lalu.

Katanya lagi, pemerintah dan pihak swasta harus fokus meningkatkan akses terhadap perempuan, sebagai salah satu upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Penulis : Yusni Fatimah Lubis
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Nasional, Ekonomi, Jambi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 29 September 2022
DPR Setujui RUU APBN 2023 Disahkan Jadi Undang-undang
Kamis, 29 September 2022
Bupati Siak Resmikan Rumah Sakit Kelas D Kandis Senilai Rp7,7 Miliar
Kamis, 29 September 2022
Komit Dukung Pendidikan Riau, SPR Langgak Kenalkan Industri Hulu Migas Bagi Pelajar
Kamis, 29 September 2022
UAS Dorong Forbis Riau Kembangkan Ekonomi Keumatan

Serantau lainnya ...
Selasa, 20 September 2022
Buka Rekening bank bjb Bisa Dapat Tiket Nonton Solo Batik Music Festival
Selasa, 20 September 2022
Terobosan Baru AsmaraNur Modeling School Terbukti Antarkan Naomy Angelica Raih 4th Runer Up Miss Indonesia 2022
Senin, 19 September 2022
Wakili Riau, Naomy Angelica Dari AsmaraNur Modeling School Raih 4th Runner Up Miss Indonesia 2022
Kamis, 15 September 2022
Hadirkan Artis Nicky Tirta, MamaSuka dan LOTTE Grosir Ungkap Rahasia Bisnis Cuan Horeka di Pekanbaru

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif
Sabtu, 13 Agustus 2022
Momen HUT Riau dan HUT RI, Hj Misnarni Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan

Advertorial lainnya ...
Rabu, 28 September 2022
PKM Penangan Limbah Ternak Sapi dan Psikoedukasi Pasca Covid-19
Senin, 19 September 2022
Anak Muda Riau Didukung Melek Dunia Digital, LAM: Peluang Kerja Masa Depan Bukan Lagi di Kantor Camat
Jumat, 16 September 2022
Peneliti Sadar ternyata Simpanse Pukul Akar Pohon untuk Kirim Pesan Jarak Jauh
Jumat, 19 Agustus 2022
Kesiapan Isuzu Menyambut Era Elektrifikasi Kendaraan Bermotor di Indonesia

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 26 September 2022
Yayasan SIKLUS Melayani Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Napza
Rabu, 21 September 2022
Peringati Milad ke-42 Tahun RSI Ibnu Sina, 40 Peserta Ikuti Seminar Awam Kesehatan Ibu dan Anak
Selasa, 20 September 2022
Anak Kejang-kejang Hendak Dibawa ke Rumah Sakit tapi Jalanan Macet, Untung Polisi Turun Tangan
Rabu, 14 September 2022
Jangan Lewatkan! RSI Ibnu Sina Gelar Seminar Awam Gratis 'Ibu Cerdas Anak Sehat'

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 29 September 2022
Umri Puncaki Ranking LL DIKTI Wilayah X Versi UniRank Edisi 2022
Rabu, 28 September 2022
Unilak Masih Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru hingga 1 Oktober 2022
Selasa, 27 September 2022
Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UMRI Kampung Rantau Panjang 2022 Tanam 100 Bibit Pohon Buah
Senin, 26 September 2022
Kolaborasi dengan DAAD Jerman, UIR Laksanakan Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Kampar

Kampus lainnya ...
Selasa, 13 September 2022
PHE Kampar Sosialisasi Kegiatan Hulu Migas dan Serahkan Beasiswa di Kerumutan
Selasa, 07 Juni 2022
7 Perusahaan Keroyokan Bersihkan Sungai Kerumutan Sepanjang 30 Kilometer
Rabu, 01 Juni 2022
MTSN 2 Pangkalan Lesung Dapat Bangunan Baru dari PT Musim Mas
Selasa, 24 Mei 2022
Pentingnya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Asian Agri Gelar Pelatihan Bagi UMKM Riau, Sumut, dan Jambi

CSR lainnya ...

LAMR Rohul
Terpopuler
Ketua Bawaslu Riau
Foto
Pertamina
Khas 1 September 2022
Selasa, 20 September 2022
KODEgroup Sukses Gelar DO Music Festival 2022 di Alam Mayang
Selasa, 13 September 2022
Ribut-ribut Wudu Nagita Slavina Disebut Salah Semua, Ini Kata Ustadz Adi Hidayat
Minggu, 15 Mei 2022
Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima, Burjobar dan Roti Cha Milik Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Hadir di Pekanbaru
Jumat, 13 Mei 2022
Beredar Foto Menag Yaqut Rangkul 'Ragil Mahardika', Ansor: 1000% Editan!

Selebriti lainnya ...
Diskes Rohul Agustus 2022
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
HUT Riau 2022 - PT SPR
Rabu, 21 September 2022
Sambangi Muslim World League, Gubri Bahas Pengembangan Quran Center
Sabtu, 20 Agustus 2022
Meriahkan HUT RI, Ribuan Warga Desa Suka Mulya Kampar Ikuti Salawat Akbar Kebangsaan
Senin, 04 Juli 2022
FPKB Kembali Salurkan Alquran Untuk Anak - Anak Mengaji di Pekanbaru
Minggu, 26 Juni 2022
Tinjau Kelayakan Pendidikan, Gubri Sambangi Pondok Tahfidz Quran Bengkalis

Religi lainnya ...
HUT Riau 2022 - April RAPP
Indeks Berita
www www