Senin, 08 Agustus 2022

Breaking News

  • 8 Kabupaten di Riau sudah Terjangkit PMK   ●   
  • Kaca Mayang Fashion Street Bakal Digelar di Pekanbaru, Terinspirasi CFW   ●   
  • Vaksin Dosis Keempat di Riau Tunggu Arahan Pusat   ●   
  • Sri Indarti Terpilih Sebagai Rektor Unri Periode 2022-2026   ●   
  • Penduduk Miskin Riau Capai 485 Ribu Orang   ●   
  • Komnas HAM Surati Gubri Minta Selesaikan Persoalan 100 Honorer K2 Lulus CPNS 2014   ●   
  • Peresmian Tol Pekanbaru - Bangkinang Tunggu Persetujuan Presiden   ●   
  • Pembunuh Suami Istri di Rohil Terancam Hukuman Mati   ●   
  • Pakai Gelang 20 Emas Rp45 Juta saat Berkendara, Warga Pekanbaru Jadi Korban Jambret   ●   
  • Sertijab di Polda Riau, Dirreskrimum dan 6 Kapolres Resmi Berganti
Yamaha 8-10 Agustus 2022
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?


CAKAP RAKYAT:
Tun Mahathir Mohamad dan Politik Malaysia
Senin, 01 Agustus 2022 13:45 WIB
Tun Mahathir Mohamad dan Politik Malaysia

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Mahathir Mohamad telah beberapa kali membuat pernyataan yang “kontroversial”. Tercatat beberapa kali pernyataan tersebut menimbulkan pro dan kontra dalam politik Malaysia. Tulisan ini dihadirkan untuk mencatat beberapa pernyataan Tun Mahathir Mohamad yang dianggap “kontroversial” dan menjadi pemberitaan di media massa.

Pertama; Malaysia mestinya mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau sebagai wilayah Malaysia. Tun Mahathir Mohamad menyebut bahwa, Singapura pernah dimiliki oleh Johor dan negara bagian Johor harus menuntut agar Singapura dikembalikan ke Malaysia.

Seharusnya Malaysia tidak hanya menuntut agar Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh dikembalikan kepada Malaysia dan menuntut Singapura dan Kepulauan Riau, karena ke-2 wilayah tersebut adalah tanah Melayu. Kedua; Tun Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Malaysia tertinggal dari Indonesia dan Afrika. Tun Mahathir Mohamad mengatakan Malaysia cukup tertinggal dari Indonesia dan Afrika. Pernyataan Tun Mahathir Mohamad tersebut ditulis dalam twitter beliau yaitu Malaysia belakangan ini tertinggal dari Indonesia dan Vietnam.

Beliau terkejut ketika mengetahui bahwa pembangunan Malaysia berada di belakang beberapa negara Afrika. Malaysia tak siap menggunakan teknologi terkini untuk mencapai efisiensi dan membatasi korupsi. Kami menolak teknologi ini karena dapat mengungkap perbuatan salah para anggota parlemen demikian ucap Tun Mahathir Mohamad. Negara di Afrika berada maju di depan Malaysia. Tentu saja Malaysia tak perlu merasa malu karena kita tertinggal dari negara-negara Afrika.

Ketiga; Tun Mahathir Mohamad mengatakan yang mengarah ke rasialisme. Tun Mahathir Mohamad mengidentikkan etnis China dengan sumpit. "warga China makan dengan sumpit”. Mereka tak makan dengan tangan. Mereka belum mengadopsi cara makan orang Malaysia demikian Tun Mahathir Mohamad mengatakan ketika dalam kegiatan peluncuran buku pada desember 2021 seperti dikutip oleh The Straits Times. "Mereka tetap mempertahankan sumpit, yang merupakan identitas dari China, bukan Malaysia”. Akibat komentar Tun Mahathir Mohamad tersebut banyak mendapat kritikan khususnya oleh komunitas Tionghoa di Malaysia.

Keempat; pada Oktober 2020 lalu, Mahathir menjadi sorotan usai mengatakan bahwa Muslim berhak membunuh warga Prancis. "Muslim berhak marah dan membunuh jutaan orang Prancis sebagai balasan atas pembantaian di masa lalu," kata Mahathir di twitter. Twit itu merupakan tanggapan atas insiden serangan di Prancis yang terjadi di Prancis usai Presiden Emmanuel Macron melontarkan pernyataan menyinggung agama Islam. Kelima; Presiden Prancis tak beradab Selain mengatakan Muslim berhak marah dan membunuh, Tun Mahathir Mohamad juga menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron tak beradab. Macron tak menunjukkan bahwa dia beradab. Dia sangat primitif dalam menyalahkan agama Islam dan Muslim atas pembunuhan guru sekolah yang menghina. Itu tidak sesuai dengan ajaran Islam demikian Tun Mahathir Mohamad  mengatakan. Mahathir menilai Prancis merupakan negara yang melakukan pembantaian besar-besaran, termasuk terhadap umat Muslim.

Tun Mahathir Mohamad memerintah Malaysia sebagai Perdana Menteri lebih dari 20 tahun yaitu dari tahun 1981 hingga 2003. Ketika pilihanraya (pemilihan umum) ke-14 pada 9 Mei 2018, Tun Mahathir Mohamad kembali menjadi Perdana Menteri Malaysia setelah koalisi partainya yang menamakan diri sebagai koalisi Pakatan Harapan (PH) yang berhasil mengalahkan Barisan Nasional (BN).

Dengan kemenangan tersebut, Tun Mahathir, diangkat sebagai Perdana Menteri Malaysia untuk kedua kalinya di usia 92 tahun. Tun Mahathir Mohamad dikenal sebagai pemimpin tangguh di masanya yang mana Malaysia dikenal sebagai negara yang masyarakatnya multi-kultural, multi-ras, multi-agama, dan multi-bahasa. Tun Mahathir dikenal cukup keras dalam setiap kebijakan yang menurut beliau telah terjadi penyimpangan. Baru baru ini, Tun Mahathir Mohamad mengkritik kebijakan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Sentral Malaysia, Muhammad Ibrahim yang diduga menyalahgunakan keuangan negara selama menjabat Gubernur Bank Sentral Malaysia.

Sebelumnya, Tun Mahathir Mohamad mengkritik keras mantan Perdana Menteri Najib Razak melakukan korupsi dalam skandal 1MDB (1 Malaysia Development Berhad). 1MDB merupakan perusahaan investasi di bawah pengawasan pemerintah Malaysia. Puluhan triliun rupiah uang rakyat Malaysia diduga disalahgunakan oleh manajemen 1MDB. Nama Najib Razak disebut-sebut terlibat dalam skandal 1 MDB tersebut. Tun Mahathir Mohamad sangat keras mengkritik penyalahgunaan perusahaan tersebut. Dengan beberapa komentar dan kritikan Tun Mahathir Mohamad tersebut mengindikasikan bahwa beliau tidak meninggalkan sepenuhnya perpolitikan di Malaysia.

Politik Malaysia

Sebagaimana diketahui bahwa, Malaysia kenal memiliki berbagai macam etnis maupun agama. Keberagaman (heterogen) tersebut memperkaya sikap toleransi di antara masyarakatnya. Manakala terjadi gesekan-gesekan sesegera mungkin pihak berwenang Malaysia cepat menyelesaikannya. apa yang dikenal dengan peristiwa 13 Mei 1969 merupakan peristiwa yang membawa memori tersendiri bagi masyarakat Malaysia umumnya, khususnya dari etnis Melayu dan Cina. Peristiwa tersebut semakin mendewasakan masyarakatnya akan hidup saling bertoleransi dan saling hormat menghormati.

Pengalaman peristiwa 13 Mei 1969 lalu sempat membuat Malaysia “lumpuh”, sebagai akibat konflik horizontal yang bersifat rasis. Peristiwa yang kelam tersebut, menjadikan Malaysia semakin dewasa dan sangat berhati-hati untuk setiap saat melakukan pencegahan dini agar tidak menimbulkan ketidakstabilan politik dan ekonomi.

Sebagai akibat konflik horizontal tersebut, Malaysia ketika itu mengalami krisis politik dan ekonomi. Sebagai negara yang berbilang kaum (berbagai macam suku dan agama), Malaysia sangat rentan untuk terjadinya konflik horizontal antar sesama masyarakatnya, karena masyarakat Malaysia sangat multi-etnis, kepercayaan dan agama. Penulis tentu dapat melihat dan merasakan kehidupan masyarakat Malaysia umumnya. Tentu selama belajar di Malaysia, penulis merasakan kehidupan masyarakatnya tenang dan cukup dewasa dalam berkehidupan sosial dan berpolitik.

Dalam Perlembagaan Persekutuan (Konstitusi Negara), Malaysia menyebutkan bahwa “agama Islam merupakan agama resmi negara”. Pasal 11 ayat (1) menyebutkan bahwa “tiap-tiap orang berhak menganut dan mengamalkan agamanya dan tidak menyebarkan kepada orang yang beragama Islam, namun sebaliknya rakyat tetap bebas menganut agama selain agama Islam.

Dalam Perlembagaan Persekutuan Malaysia juga disebutkan bahwa, kebebasan menganut agama dibebaskan dengan mempertimbangkan aspek toleransi beragama. Bagi penganut agama bukan Islam (non-muslim) dilarang menyebarkan agama dikalangan umat Islam serta setiap perayaan agama resmi di Malaysia, dinyatakan sebagai hari libur nasional.

Pengalaman sejarah yang telah dilalui oleh masyarakat Malaysia telah menyadarkan Malaysia akan harmonisasi antar etnis maupun agama yang dianut oleh rakyatnya dalam rangka pembangunan ke depan. Praktis sejak Malaya (kini : Malaysia) merdeka pada tanggal 31 Agustus 1957, tercatat hanya 1 kali konflik horizontal yang cukup besar dan berbau rasis, agama maupun sentimen budaya. Apa yang disebut dengan peristiwa 13 Mei 1969 kelabu tersebut, telah menjadi trauma (beban) untuk diingat khususnya bagi masyarakat Malaysia umumnya yang mengalami peristiwa tersebut.

Pasca peristiwa kelabu tersebut, telah menjadikan pemerintah Malaysia ketika itu melakukan kebijakan “Dasar Ekonomi Baru” yang bertujuan menjaga hubungan kesetaraan dikalangan etnis-etnis yang ada di Malaysia khususnya dari etnis Melayu dan Cina, tidak terkecuali dari etnis India.

Penulis : Hasrul Sani Siregar, MA, Widyaiswara di BPSDM Riau/Alumni Ekonomi-Politik Internasional, UKM, Malaysia
Editor : Yusni
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?

Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 08 Agustus 2022
Bertemu Investor Jepang, Bupati Rohil Sebut Tahun 2023 Internasional Fish Market akan Dibangun di Bagansiapiapi
Senin, 08 Agustus 2022
Hingga Juli 2022, Serapan APBD Pelalawan Rp 668 Miliar dari Total Rp1,5 Triliun
Minggu, 07 Agustus 2022
Pemilu 2024, Sahidin Siap Maju ke Senayan
Minggu, 07 Agustus 2022
Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih, Gubernur Riau Bagikan pada Pimpinan Paguyuban

Serantau lainnya ...
Kamis, 04 Agustus 2022
Nasabah Unit Imambonjol Dapat Honda Brio pada Pengundian PHS BRI
Minggu, 31 Juli 2022
Hadir di Pekanbaru, HijabChic Sambut Antusiasme Fashion Kaum Hawa dengan Tema Romantis
Sabtu, 30 Juli 2022
Ingin Make Over Gaya Rambut Ala Korea atau Jepang? Yuk.. Ke Haoon Hair Dressing
Kamis, 21 Juli 2022
Armada Band akan Meriahkan Hiburan Rakyat Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 26 Juli 2022
Hari Mangrove Sedunia, Gubri Tanam 200.000 Bibit Mangrove di Bengkalis
Senin, 25 Juli 2022
GALERI FOTO: Buka MTQ XL Provinsi Riau di Rohil, Gubri: Mari Syiarkan Alquran di Bumi Melayu
Jumat, 10 Juni 2022
Tutorial Mengubah Alamat Warga di Kecamatan Pemekaran, Disdukcapil Pekanbaru Beri Kemudahan
Kamis, 09 Juni 2022
Disdukcapil Pekanbaru Gencar Sosialisasikan Perubahan Adminduk

Advertorial lainnya ...
Minggu, 07 Agustus 2022
iPhone 14 Pro Ucapkan Selamat Tinggal Notch
Kamis, 04 Agustus 2022
Sukses Dihelat di Pekanbaru, STEAM Cup Sumatera Direncanakan Digelar Setiap Tahun
Selasa, 19 Juli 2022
Bengkalis Creative Network MoU dengan Meet Up Co-Working dan Founders Live
Senin, 27 Juni 2022
Fenomena Planet Sejajar Akan Terjadi Lagi 28 Juni 2022!

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 07 Juli 2022
Permudah Pasien, Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Buka Layanan Poliklinik Sore
Rabu, 06 Juli 2022
Pemko Pekanbaru Kejar Target Angka Stunting 6 Persen di 2024, Optimis Tercapai
Minggu, 03 Juli 2022
Penyebab Keputihan Darah yang Perlu Anda Ketahui
Selasa, 28 Juni 2022
Sosialisasi Layanan Kaki Palsu RS Awal Bros, Gubri Serahkan Kaki Palsu ke Pasien

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Minggu, 07 Agustus 2022
Gandeng RRI Pekanbaru, HIMA Humas UMRI Gelar Pelatihan Penyiaran
Sabtu, 06 Agustus 2022
Mahasiwa Kukerta Unri Edukasi Warga Pekanbaru Tentang Stunting
Rabu, 03 Agustus 2022
Paska Kunjungan KKN, Bupati Pelalawan Ingin Kerjasama dengan IPB University
Selasa, 02 Agustus 2022
Rektor Unilak Studi Banding ke UNP Bahas Program MBKM

Kampus lainnya ...
Selasa, 07 Juni 2022
7 Perusahaan Keroyokan Bersihkan Sungai Kerumutan Sepanjang 30 Kilometer
Rabu, 01 Juni 2022
MTSN 2 Pangkalan Lesung Dapat Bangunan Baru dari PT Musim Mas
Selasa, 24 Mei 2022
Pentingnya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Asian Agri Gelar Pelatihan Bagi UMKM Riau, Sumut, dan Jambi
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat

CSR lainnya ...
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?


PCR 2022
Terpopuler
Khas Agustus 2022
Foto
Diskes Rohul Agustus 2022
Minggu, 15 Mei 2022
Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima, Burjobar dan Roti Cha Milik Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Hadir di Pekanbaru
Jumat, 13 Mei 2022
Beredar Foto Menag Yaqut Rangkul 'Ragil Mahardika', Ansor: 1000% Editan!
Jumat, 06 Mei 2022
Cantiknya Sophia Latjuba saat Lebaran, Tetap Stylish Walau Pakai Sarung
Rabu, 27 April 2022
Dikira Mualaf, Ternyata Ini Alasan Celine Evangelista Sering Pakai Baju Muslim

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 04 Juli 2022
FPKB Kembali Salurkan Alquran Untuk Anak - Anak Mengaji di Pekanbaru
Minggu, 26 Juni 2022
Tinjau Kelayakan Pendidikan, Gubri Sambangi Pondok Tahfidz Quran Bengkalis
Jumat, 24 Juni 2022
Peduli Masyarakat Kurang Mampu, LAZISMu Riau Launching Warung Makan 2000
Rabu, 27 April 2022
Dompet Dhuafa Volunteer Riau Gelar Puncak Serambi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www