Selasa, 05 Maret 2024

Breaking News

  • Catatan Banjir Terparah, Bupati Zukri: Ini Harus jadi Perhatian Pemerintah Pusat   ●   
  • Jalan Sudirman Ujung Tergenang Banjir, PUPR Riau Turunkan Ekskavator Amfibi Bersihkan Parit   ●   
  • Akibat Galian IPAL, Jalan Ahmad Dahlan dan Balam Ujung Pekanbaru Ambruk   ●   
  • Berhasrat Ikut Pilgub Riau, Syamsurizal Incar Septina jadi Wakil
Pelantikan Pj Gubri - PT Riau Petroleum

Populasi Korea Selatan Terancam, Warganya Enggan Punya Anak
Sabtu, 27 Agustus 2022 06:20 WIB
Populasi Korea Selatan Terancam, Warganya Enggan Punya Anak
Ilustrasi Korea Selatan (iStock)

(CAKAPLAH) - Korea Selatan kembali mencatat fertility rate atau tingkat kesuburan terendah di dunia, dengan jumlah yang turun ke titik terendah baru.

Angka kesuburan di Korea Selatan pertama kali turun lebih rendah dari satu anak per wanita pada 2018.

Namun pada hari Rabu 24 Agustus 2022, mengutip BBC, angka yang dikeluarkan oleh pemerintah menunjukkan angka tersebut turun menjadi 0,81 - turun tiga poin dari tahun sebelumnya, dan penurunan keenam berturut-turut.

Sebagai perbandingan, angka rata-rata di negara-negara paling maju di dunia adalah 1,6 anak.

Negara membutuhkan setidaknya dua anak per pasangan - tingkat 2,1 - untuk menjaga populasi mereka pada ukuran yang sama, tanpa migrasi.

Tingkat kesuburan telah "menurun tajam" dalam enam dekade terakhir, kata OECD - Organization for Economic Co-operation and Development.

Namun tren tersebut sangat menonjol di Korea Selatan, di mana jumlah keluarga telah berkurang dalam rentang beberapa generasi. Pada awal tahun 1970-an, wanita rata-rata memiliki empat anak.

Populasi yang menurun dapat menempatkan suatu negara di bawah tekanan besar. Terlepas dari peningkatan tekanan pada pengeluaran publik karena permintaan untuk sistem perawatan kesehatan dan pensiun meningkat, populasi kaum muda yang menurun juga menyebabkan kekurangan tenaga kerja yang berdampak pada perekonomian.

Pada tahun 2020, ada kekhawatiran yang meluas di Korea Selatan, ketika mencatat lebih banyak kematian daripada kelahiran untuk pertama kalinya.

"Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan ekonomi dan faktor karir telah menjadi pertimbangan utama bagi orang-orang yang memutuskan untuk memiliki anak," kata para ahli.

Untuk angka tahun 2021, para ahli menyebutkan biaya hidup yang lebih tinggi, lonjakan harga rumah dan dampak pandemi COVID-19 sebagai faktor yang membuat mereka enggan memiliki anak.

Menyibak Alasan Populasi Korea Selatan Menyusut dari Kacamata Ahli

Korea Selatan (Korsel) dilaporkan tengah berjuang keras menghadapi penyusutan populasinya. Negara dengan ekonomi terbesar ke-empat di Asia ini belum berhasil meredam tren penurunan itu, yang dikhawatirkan akan menjadi beban sosial di masa depan.

Laporan DW Indonesia yang dikutip Rabu (29/12/2021) menyebut bahwa menurut statistik terbaru pemerintah yang dirilis awal Desember, total populasi negara itu yang berjumlah hampir 52 juta orang akan turun 0,18% pada akhir tahun 2021 dibanding tahun sebelumnya. Inilah untuk pertama kalinya sejak Korea Selatan melakukan sensus jumlah populasinya menyusut. Namun, ini perkembangan yang sudah lama diprediksi para pakar kependudukan.

Lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas statistik dan data sensus juga memetakan skenario terburuk, di mana populasi saat ini akan turun menjadi hanya sekitar 12 juta orang pada tahun 2120 — sekitar seperlima populasi saat ini.

Lembaga statistik dan kependudukan Korsel juga memperkirakan bahwa usia rata-rata penduduknya akan terus meningkat, dari rata-rata 43 tahun pada tahun 2021 menjadi 62 tahun pada tahun 2070. Kombinasi populasi yang menua dan penurunan angka kelahiran menimbulkan masalah besar untuk negara industri yang perlu tenaga kerja baru. Pada saat yang sama, negara harus menanggung beban pengeluaran yang lebih besar untuk pelayanan dan perawatan kesehatan warga, sementara jumlah pembayar pajak aktif makin sedikit.

Pemerintah Korea itu sejak lama berusaha mengantisipasi situasi ini. Dalam kurun waktu 2010-2020 dianggarkan total 225 triliun won atau senilai 188 miliar dolar AS untuk berbagai program insentif bagi pasangan yang memiliki anak. Namun sejauh ini, berbagai langkah itu tidak tidak banyak berpengaruh dalam meningkatkan angka kelahiran.

Beban Besar dan Tekanan Kuat pada Keluarga

"Ini telah menjadi masalah untuk waktu yang lama, dan saya khawatir keadaan menjadi lebih buruk dalam beberapa tahun terakhir, apalagi ada pandemi," kata Ohe Hye-gyeong, peneliti di Universitas Kristen Internasional di Tokyo.

"Tapi ini adalah masalah struktural yang telah memengaruhi masyarakat Korea selama bertahun-tahun, dan ada beberapa faktor pendorongnya. Saya sendiri yakin bahwa apa yang digambarkan sebagai "beban dorongan pendidikan" pada orang tua yang menuntut agar anak-anak mereka berhasil dalam pendidikan menjadi alasan utamanya," kata Ohe Hye-gyeong kepada DW.

Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang pesat telah menciptakan peluang yang memang tidak terpikirkan generasi tua dulu, yang harus membangun kembali negaranya setelah Perang Korea 1950-53, katanya. Kemajuan pesat itu telah memupuk keyakinan pada masyarakat bahwa pendidikan formal sangat penting untuk peluang kerja dan kebahagiaan anak-anak mereka di masa depan.

"Semua orang tua ingin memberikan 'pendidikan elit' kepada anak-anak mereka, bahkan jika itu berarti mereka harus menghabiskan 50% pendapatan mereka untuk pendidikan," kata Ohe Hye-gyeong. "Itu adalah beban besar bagi keluarga, dan berarti bahwa sebagian besar pasangan hanya mampu membiayai satu anak."

Setelah sang anak menyelesaikan pendidikan sekolah atau universitas, mereka masih punya masalah besar, yaitu harus mendapat pekerjaan dengan gaji memadai.

"Generasi muda saat ini merasa sangat sulit menemukan pekerjaan yang aman dan bergaji tinggi. Bahkan jika mereka mendapatkan posisi aman di perusahaan papan atas, umumnya mereka hanya bekerja di sana sampai mereka berusia pertengahan 50-an, dan mereka diharapkan untuk pindah dari perusahaan itu atau berhenti lalu menjadi wiraswasta," kata Park Saing-in, ekonom di Seoul National University.

Tekanan Berat Bagi Kalangan Pria Muda

Terutama pria muda pada usia 20-an dan 30-an yang tidak mampu mendapatkan pekerjaan yang aman dan bergaji tinggi terpaksa menerima pekerjaan paruh waktu. Situasi ini menumbuhkan rasa tidak aman dan ketidakpastian untuk perencanaan masa depan mereka, termasuk untuk mulai berkeluarga.

Faktor lain yang berkontribusi pada penyusutan populasi adalah kenyataan bahwa banyak perempuan ingin menunggu lebih lama sebelum menikah dan memiliki anak. Sebagian memilih untuk mengejar karir dan pendidikan mereka. Pemerintah Korea Selatan mungkin terpaksa akan menaikkan batas usia pensiun untuk mengantisipasi penyusutan populasi, kata Paerk Saing-in.

Angka yang dirilis Pemerintah Kota Seoul bulan Desember misalnya menunjukkan bahwa jumlah pernikahan di kota itu turun 43% dalam 20 tahun terakhir. Usia rata-rata pernikahan pertama juga naik dari 29 tahun 20 tahun lalu menjadi 33 tahun pada 2020. Secara statistik, tingkat kesuburan Korea Selatan adalah yang terendah di dunia, dengan 0,8 anak per perempuan. Sedangkan para pakar demografi menganggap tingkat kesuburan 2,1 adalah ambang batas yang diperlukan untuk meredam tren penyusutan populasi.

Ohe Hye-gyeong mengingatkan, perkembangan ini juga menyimpan risiko konflik sosial karena di masa depan ada "masyarakat yang lebih terpolarisasi", di mana makin banyak orang punya lebih sedikit uang "untuk pendidikan dan masa depan anak-anak mereka."

Editor : Ali
Sumber : Liputan6.com
Kategori : Nasional, Serba Serbi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Jumat, 29 September 2023
Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah
Jumat, 29 September 2023
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan Melalui P3S
Kamis, 28 September 2023
TikTok Shop Cs Dilarang, Ketua DPR Berharap Aturan Baru Ciptakan Keseimbangan Pasar Digital dan Konvensional
Kamis, 21 September 2023
Ancaman DBD Meningkat, Puan Dorong Sosialisasi Masif Tekan Risiko Kematian

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 07 November 2023
Riau Terima Penghargaan Bhumandala Award 2023
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 04 Maret 2024
Danlanud hingga Kapolresta Pekanbaru Apresiasi Donor Darah yang Digelar PBBDD Riau
Senin, 04 Maret 2024
Kepala BKKBN RI Apresiasi Penurunan Stunting di Riau
Senin, 04 Maret 2024
Polresta Ajak Komunitas Motor Deklarasi Anti Balap Liar
Senin, 04 Maret 2024
Mal Pekanbaru Xchange Kembali Gelar Warrior Run for Fun, Diikuti 750 Peserta

Serantau lainnya ...
Kamis, 04 Januari 2024
FoodPedia Tanjung Datuk Berubah Menjadi "Aurora 86 Caffee and Resto", Suasana Nongkrong Jadi Lebih Seru!
Minggu, 17 Desember 2023
7 Fashion Item wanita populer Dari 9 to 12
Selasa, 12 Desember 2023
7 Tips Memilih Stroller Bayi yang Tepat, Beli Pakai Promo Year End Sale Blibli Biar Makin Hemat!
Jumat, 24 November 2023
Modena Luncurkan Purifier Hood Series, Gabungan Cooker Hood dan Air Purifier Pertama di Indonesia

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 02 Maret 2023
Wadah Menyalurkan Bakat, Ketua DPRD Riau Yulisman Hadiri Festival Musik Akustik di SMA Negeri 1 Pasir Penyu Inhu
Rabu, 01 Maret 2023
Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Riau Umumkan Reses Masa Persidangan I Tahun 2023
Selasa, 28 Februari 2023
Kunjungi Kemendikbud, Komisi V DPRD Riau Bahas Persoalan PPDB
Kamis, 23 Februari 2023
Disdik Gelar Pelatihan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru SD Se-Kota Pekanbaru

Advertorial lainnya ...
Kamis, 29 Februari 2024
Telkomsel dan ZTE Wujudkan Pengalaman Gigabit yang Andal dan Efisien
Selasa, 20 Februari 2024
Samsung Hadirkan Galaxy S24 Series dengan Kecerdasan Software Canggih
Jumat, 09 Februari 2024
Apple Kembangkan 2 Prototipe iPhone Lipat Bergaya Flip
Kamis, 01 Februari 2024
Samsung Buka-bukaan Soal Keunggulan Exynos 2400 di Galaxy S24 dan S24+

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 22 Februari 2024
Pemula di Dunia Yoga? Inilah Panduan Cara Memilih Matras Yoga yang Tepat
Sabtu, 27 Januari 2024
Cegah Resistensi, Gunakan Obat Antibiotik dengan Bijak
Senin, 15 Januari 2024
14 Persiapan Penting Awal Kehamilan untuk Calon Ibunda dan Buah Hati
Minggu, 17 Desember 2023
Liburan Sekolah Makin Meriah, Ratusan Peserta Ikuti Khitanan Massal

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 04 Maret 2024
Pengurus IKA Prodi Administrasi Negara/Publik Periode Unri 2023-2027 Dilantik
Jumat, 01 Maret 2024
Tim Evaluasi Lapangan Visitasi Usulan Pembukaan Prodi Kebidanan Umri
Jumat, 01 Maret 2024
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Abdurrab Juara 1 Tingkat Nasional Seminar Hasil Kosabangsa Kemenristek Dikti 2023
Rabu, 28 Februari 2024
Keren, Universitas Abdurrab Kini Punya Alat High Performance Liquid Chromatography

Kampus lainnya ...
Rabu, 03 Mei 2023
Kompilasi Semarak Silaturahmi Satu HATI, CDN Bangkinang Santuni Anak Yatim
Rabu, 05 April 2023
Safari Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin
Selasa, 04 April 2023
Telkomsel Siaga Rafi Sumbagteng Salurkan CSR untuk Panti Jompo bersama Dompet Dhuafa Riau
Jumat, 03 Maret 2023
Tingkatkan Kesehatan dan Budaya Lokal, Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Posyandu dan Grup Rebana

CSR lainnya ...

Iklan CAKAPLAH
Terpopuler
Foto
Jumat, 09 Februari 2024
Lika-liku 7 Perjalanan Asmara Ayu Ting Ting hingga Tunangan dengan Anggota TNI
Minggu, 28 Januari 2024
Huh Yunjin Bak Sehati Dengan Han So Hee Kala Cuma Pakai Dalaman Di Trailer LE SSERAFIM
Sabtu, 27 Januari 2024
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Tak Sungkan Perlihatkan Kemesraan
Rabu, 24 Januari 2024
Park Ji-hyun Ungkap Persiapan Membinangi Drama Terbarunya

Selebriti lainnya ...
Senin, 28 Agustus 2023
Ketua DPRD Siak Ikut Gerakan Tanam Ribuan Bibit Pohon bersama Polri
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 14 Agustus 2023
Pengurus Masjid Nurul Ikhlas Kubang Minta Tunjuk Ajar ke Wagubri
Sabtu, 12 Agustus 2023
Gebyar Kandis Bersholawat Bakal Dihadiri Ribuan Jemaah NU
Senin, 31 Juli 2023
Mualaf Riau Butuh Pembinaan, Begini Caranya...
Sabtu, 29 Juli 2023
Mantan Wawako Pekanbaru, Ayat Cahyadi Turut Saksikan Pengukuhan Pengurus Masjid Al-Hamidah Rejosari

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www