Rabu, 07 Desember 2022

Breaking News

  • Bapenda Riau Pastikan Tak Ada Pemutihan Denda Pajak Tahun Ini   ●   
  • Jelang Natal dan Tahun Baru, Muflihun Sebut Harga Sembako Masih Stabil   ●   
  • Masih Jauh dari Target, Retribusi Sampah di Pekanbaru Baru Rp 3,8 Miliar   ●   
  • Kades di Meranti Berharap Perseteruan Bupati dan Gubri Tidak Berlanjut   ●   
  • Wamendes: Kemajuan Desa Mandiri di Riau Melejit   ●   
  • Riau Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor 2022 sampai Akhir Desember   ●   
  • Kasus Covid-19 Menanjak, Gubri Perintahkan Gesa Vaksinasi Booster   ●   
  • Paling Lambat 3 Desember, Pemprov Riau Ingatkan 8 Daerah segera Usulkan Draf APBD 2023   ●   
  • Kapolda Pertama yang Turun Langsung ke Lokasi Gempa Cianjur, Irjen Iqbal Bawa 9 Truk Sembako   ●   
  • Sensus Terkini, Pertumbuhan Islam di Inggris Meroket
Yamaha 27-30 November 2022

CAKAP RAKYAT
Pendidikan Ruh Pembangunan
Selasa, 30 Agustus 2022 11:48 WIB
Pendidikan Ruh Pembangunan
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

Kabar mengundang keprihatinan lagi-lagi hampiri negeri. Mengutip laporan yang dipublikasikan oleh World Population Review (27/8/2022) yang merilis peringkat negara dengan pendidikan terbaik tahun 2021.  Penetapan rangking didasarkan atas hasil survei dan kajian US News and World Report, BAV Group dan Wharton School of the University of Pennsylvania, melibatkan ribuan orang di 78 negara.

Adapun penilaian yang dilakukan dengan mengumpulkan skor dari tiga atribut yang punya bobot sama yaitu seberapa baikkah sistem pendidikan publik yang dikembangkan, seberapa banyak orang melakukan atau mempertimbangkan ingin melanjutkan pendidikan ke universitas serta bagaimana upaya dan kebijakan negara dalam rangka menyediakan pendidikan berkualitas. Capaian Indonesia sendiri di tahun 2021 berada di peringkat ke-54 dari total 78 negara dengan sistem penyelenggaraan pendidikan terbaik dunia.

Menengok laporan lembaga sama untuk tahun 2020, peringkat Indonesia di tahun 2021 naik dari sebelumnya di posisi ke-55. Walau secara peringkat naik, berita tersebut sama sekali tak cukup meredakan rasa prihatin. Apa sebab? Untuk negara di kawasan Asia Tenggara, ternyata Indonesia masih kalah. Usah dibandingkan dengan Singapura yang bertengger di peringkat 21, kualitas pendidikan Indonesia terpaut cukup jauh dari Malaysia yang berada di peringkat 38 dan Thailand di peringkat 46. Ketinggalan dari Malaysia jelas aib terbesar.

Mengingat di tahun 1967 negara jiran pernah memelas ke Indonesia agar dapat mengirim tenaga pengajar. Berikut juga belajar pengelolaan pendidikan melalui kerjasama bidang pendidikan bernama “Malay Culture”. Terlepas kebijakan Malaysia masa lalu berbau politik identitas dan primordial, faktanya waktu itu Indonesia mampu memenuhi permintaan. Seiring banyaknya anak negeri punya kompetensi di berbagai bidang yang dibutuhkan Malaysia semisal sains, teknis dan sastra.

Selain nostalgia kejayaan pendidikan, dari segi anggaran pendidikan sebenarnya mengalami peningkatan signifikan. Amanah konstitusi anggaran pendidikan 20 persen sudah terlaksana sejak periode pemerintahan Presiden SBY, yang diimplementasikan mulai APBN hingga APBD. Bicara APBN, Tahun Anggaran (TA) 2009 alokasi pendidikan Rp 224 triliun, kini TA 2022 nilainya lebih fantastis lagi yakni di atas Rp 600 triliun atau naik 120 persen lebih.

Meski begitu, kenapa sektor pendidikan belum memenuhi ekspektasi? Mau menyongsong persaingan global, tetapi di Asia Tenggara saja kualitas pendidikan kita cukup tertinggal. Kalau dikomparasi jumlah anggaran pendidikan Indonesia dengan negara kayak Malaysia dan Thailand jelas mereka kalah jauh. Ya, kalau ada yang bilang jumlah penduduk usia sekolah Indonesia lebih banyak kan bisa dilakukan penyesuaian. Dilihat dari sudut pandang manapun masih saja dianggap miris dan tidak masuk akal.

Klise

Tak sulit menebak apa yang keliru dengan dunia pendidikan Indonesia. Secara sederhana bisa disaksikan dan dirasakan. Pertama, paling ketara rendahnya apresiasi kepada pendidik dan dunia pendidikan. Dimulai pendapatan guru secara umum sangat memprihatinkan. Maaf cakap tanpa bermaksud merendahkan profesi lain, khusus tenaga pengajar honorer kalau dibanding upah buruh jauh dari kata layak. Perihal ini sempat memunculkan kalimat sinis bahwa di negeri ini orang yang kerjanya bercanda dan bodohi masyarakat digaji serius, yang kerjanya serius gajinya minus.

Memang banyak cerita guru digaji kecil tapi tetap berdedikasi. Tapi sulit rasanya bisa jalankan tugas secara maksimal. Begitujuga apresiasi terhadap dunia pendidikan. Makin menyayat hati, tak jarang Pemerintah malah berkontribusi. Gelar begitu mudah diberi ke sosok yang sama sekali tak berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan tanah air.

Di sini lain tenaga pengajar dan siswa berprestasi minim perhatian. Inilah barangkali penyebab dunia pendidikan kita tertinggal. Kualat, kata orang tua dulu. Akibat menempatkan pendidikan bukan di atas segala-galanya. Padahal dalam ajaran Islam kedudukan ilmu sangat mulia. Mau sesaleh apapun, sia-sia tanpa ilmu, sebagaimana perkataan Abu Bakar Ash Shiddiq “Tanpa ilmu, amal tiada guna. Sedang ilmu tanpa amal hal sia-sia.”

Kedua, kompetensi tenaga pendidik. Jamak didapati latar belakang pendidikan pengajar tak sesuai bidang mata pelajaran diampu. Akar masalah sangat kompleks. Belum terpenuhinya kebutuhan tenaga pendidikan buat benang kusut. Untuk skala Riau ambil contoh Pekanbaru. Meski statusnya ibukota masih hadapi hal serupa. Mengacu ke data Dinas Pendidikan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, total kebutuhan guru PNS sekolah negeri mencapai 5.600 orang, yang terpenuhi 4.200 guru. Artinya ada kekurangan 1.400 guru PNS. Sementara perekrutan guru mengandalkan PPPK. Belum lagi tenaga pengajar usia pensiun. Berkaca ke komposisi guru nasional yang mana 60 persen berstatus non PNS, jelas ini ancaman nyata. Bagaimana mungkin bahas kompetensi kalau jumlah tenaga pendidik kurang?

Ketiga, sarana dan prasarana pendidikan masih PR terbesar. Gap sarana sekolah perkotaan dan pedesaan; ibukota dan kabupaten/kota sangat terasa. Jangan dulu menyinggung sarana teknologi dan laboratorium atau olahraga, bangunan proses belajar mengajar saja banyak kondisinya tidak layak. Termasuk di Provinsi Riau sebagian besar didapati dalam keadaan rusak.

Selama tahun 2021 Pemprov Riau secara bertahap berupaya membangun ratusan Ruang Kelas Baru (RKB) di berbagai kabupaten/kota. Namun masih kurang dari kebutuhan. Saat penerimaan siswa didik baru berbasis zonasi masalah muncul. Kami selaku lembaga legislatif sangat mengharapkan agar Pemprov membenahi hal ini. Cukup sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan mercusuar atau belanja ke instansi yang sama sekali di luar kewenangan provinsi. Kepentingan daerah mesti lebih diutamakan. Sebab kualitas pendidikan berbanding lurus dengan kualitas sarana dan prasarana.

Keempat, arah kebijakan. Paling simpel soal kurikulum pendidikan yang sering gonta-ganti. Ini kerap dikeluhkan guru dan siswa. Penerapan kurikulum tentunya perlu waktu untuk persiapan, pemahaman dan penerapan. Namun beberapa tahun belakangan, saat para guru dan siswa masih dalam tahap memahami kurikulum baru, eh berubah lagi. Begitu juga kebijakan anggaran pendidikan. Walaupun di APBN dan APBD sudah memenuhi angka 20 persen, namun belum sepenuhnya sejalan amanat UU Sisdiknas yang menyebut dana pendidikan 20 persen adalah di luar gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan.

Setakad ini alokasi pendidikan baik pusat dan daerah masih memasukkan gaji dan pendidikan kedinasan. Sehingga tidak fokus untuk belanja murni sektor pendidikan. Disamping kebijakan pendidikan, aspek lain yang menentukan adalah status ekonomi yang turut menyumbang kesenjangan pendidikan. Mengacu ke data BPS, rumah tangga berstatus ekonomi rendah umumnya akan berpikir dua kali menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Indikator lain yang dapat menggambarkan pembangunan pendidikan di Indonesia adalah Angka Partisipasi Kasar (APK). Hasil Susenas menunjukkan terdapat kesenjangan pendidikan antar penduduk untuk mengenyam pendidikan. Semakin tinggi status ekonomi rumah tangga, semakin tinggi APK di setiap jenjang pendidikan. Kesenjangan dengan gap paling besar terjadi di jenjang pendidikan perguruan tinggi. APK rumah tangga status ekonomi terendah hanya sebesar 13,38 persen. Sementara APK pada rumah tangga status ekonomi tertinggi mencapai 46,89 persen.

Pemaparan di atas tentu bukan untuk umbar permasalahan. Tapi keinginan dibalik itu semua agar menjadi perhatian kita bersama. Karena pendidikan tanggungjawab kolektif. Terutama di pemangku kebijakan perlu pembenahan demi terwujudnya pendidikan nasional lebih baik lagi dan berdayasaing. Sebab faktor keberhasilan suatu negara di awali dari sektor pendidikan. Berbekal sistem pendidikan berkualitas akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas pula. SDM inilah yang akan menggerakkan pembangunan dan memajukan semua sektor dan lini suatu negara untuk menghadapi kompetisi di lingkup dunia. Seperti kata Nelson Mandela, jika ada alat paling ampuh menaklukan dan mengubah dunia itu adalah pendidikan.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM. (Anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau).
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Selasa, 06 Desember 2022 11:00 WIB
Riau Dan Misi Pariwisata Medis
Senin, 21 November 2022 08:31 WIB
Anak Aset Bangsa
Selasa, 29 November 2022 11:31 WIB
Korpri Dan Misi Mulia Bagi Negeri
Rabu, 23 November 2022 12:01 WIB
Permenaker 18, PHP?
Senin, 07 November 2022 10:01 WIB
Pariwisata Memperkuat Budaya
Jum'at, 25 November 2022 18:19 WIB
Guru Dan Tantangan Kekinian
Rabu, 16 November 2022 11:43 WIB
Memupuk Sikap Toleransi
Kamis, 01 Desember 2022 08:16 WIB
Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Keuangan Desa
Rabu, 02 November 2022 14:13 WIB
Membentuk Mentalitas Pelayanan
Rabu, 12 Oktober 2022 08:10 WIB
Jiwa Sehat, Insan Kuat, Bangsa Hebat
Rabu, 26 Oktober 2022 22:08 WIB
BOS Optimal, SDM Handal
Kamis, 20 Oktober 2022 08:20 WIB
Pentingnya Integrasi Ke Sektor Pendidikan
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Jum'at, 02 September 2022 14:49 WIB
One Command Center Solusi Kegawatdaruratan di Riau
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Kamis, 10 November 2022 18:00 WIB
Meneladani Nilai-Nilai Kepahlawanan
Jum'at, 18 November 2022 08:22 WIB
G20 Dalam Angka, Riau Dimana?
Sabtu, 08 Oktober 2022 20:34 WIB
Menjaga Warisan Nabi
Jum'at, 28 Oktober 2022 22:33 WIB
Melestarikan Warisan Sumpah Pemuda
Jum'at, 09 September 2022 14:10 WIB
Gotong Royong Perkuat Daya Saing SDM
Kamis, 20 Oktober 2022 09:59 WIB
Regsosek dan Semangat Sumpah Pemuda
Senin, 15 Agustus 2022 19:21 WIB
Kesetaraan Kunci Bangun Bangsa
Sabtu, 01 Oktober 2022 15:35 WIB
Belajar Setia Dari Sejarah
Rabu, 17 Agustus 2022 12:35 WIB
Mari Jaga Warisan Kemerdekaan
Minggu, 16 Oktober 2022 20:11 WIB
Stunting Dan Ancaman Daya Saing
Jum'at, 28 Oktober 2022 08:20 WIB
Pemuda, Tetaplah Optimis
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Cerita Petugas Padat Karya di Pelalawan Berhenti Bekerja Lantaran Temukan Sarang Ular
Selasa, 06 Desember 2022
Bupati Rohil Pimpin Rakor Forkopimda tentang Antisipasi Banjir dan Persiapan Nataru
Selasa, 06 Desember 2022
Jajaran Polres Bengkalis dan TNI Bersinergi Bantu Masyarakat Kurang Mampu
Selasa, 06 Desember 2022
Sambut Hari HAM se-Dunia, Imigrasi Siak Buka Pekan Layanan Ramah Hak Asasi Manusia

Serantau lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Kotak Baca Gairahkan Lagi Literasi di Pekanbaru
Rabu, 30 November 2022
Resep Martabak Telur Roti Tawar, Simpel dan Enak ala Chef Devina Hermawan
Rabu, 30 November 2022
Forum Maxi Pekanbaru Peduli Gempa Cianjur
Selasa, 29 November 2022
Rinaldi dan Chandra Resmi Pimpin Nmax Owner Communitas Periode 2022 - 2024

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Siak sudah Mulai Transformasi Keuangan ke Sistem Digital
Kamis, 01 Desember 2022
Kuau Raja, Si Burung Bermata Seratus dari Sumbar yang Terancam Punah
Rabu, 30 November 2022
Mengenal Ubur-ubur Kotak, Makhluk Laut Paling Berbisa di Dunia
Rabu, 23 November 2022
Walau Bersayap, 7 Burung Ini Tidak Bisa Terbang

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 30 November 2022
Sambiloto: Si Raja Pahit yang Kaya Manfaat bagi Kesehatan
Senin, 28 November 2022
Dinas P3AP2-KB Riau Luncurkan Aplikasi Perlindungan Perempuan dan Anak
Senin, 21 November 2022
Aksesoris Travelling Yang Wajib Anda Bawa Saat Hujan
Jumat, 18 November 2022
Cegah Sakit di Musim Hujan dengan Mengonsumsi 7 Makanan Mengandung Vitamin B6

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Rektor Unri Resmikan Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus Fakultas Pertanian
Senin, 05 Desember 2022
Pererat Silaturahmi Antar Mahasiswa Kampar di Yogyakarta, IPRY-KK Gelar Malam Keakraban
Jumat, 02 Desember 2022
5 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali setelah Lulus, Kamu Bagaimana?
Kamis, 01 Desember 2022
Penggunaan Gedung SMK Revolusi 4.0 SMK Abdurrab Pekanbaru Diresmikan

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

Pegadaian Oktober 2022
Terpopuler

04

Khas Hotel November 2022
Foto
DPRD Riau 2022 1
Diskes Rohul Agustus 2022
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan
Senin, 21 November 2022
Blak-blakan Nia Ramadhani kepada Merry Riana; Terjerat Kasus Narkoba Jadi Mukjizat Bagi Pernikahanku
Sabtu, 19 November 2022
DDV dan Aksa Bumi Langit Gelar Nonton Bersama untuk Anak-anak Kurang Beruntung

Selebriti lainnya ...
DPRD Riau 2022 2
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
BSP - HUT Siak 12 Oktober 2022
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
DPRD Riau Hari Kesehatan Nasional 2022
Indeks Berita
DPRD Riau HUT BRIMOB 2022DPRD Riau HGN 2022HUT RI 77 - APRIL RAPPPertaminaHUT Riau 2022 - PT SPR
www www