Senin, 30 Januari 2023

Breaking News

  • Terbukti Kolusi, Mantan Rektor UIN Suska Riau Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara   ●   
  • Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Waspada!! Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Ini Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Awal 2023, Penularan HIV/AIDS di Riau Beresiko Alami Kenaikan   ●   
  • 24 Desa di Riau Masuk Kategori Desa sangat Tertinggal, Mayoritas di Kampar   ●   
  • 12.966 Wisatawan Kunjungi Siak Sepanjang Libur Nataru   ●   
  • Tiga ASN Pemprov Dipecat Tidak Hormat Sepanjang 2022   ●   
  • Proses Tahap II Mandek, Tersangka Karhutla PT BMI tak Kunjung Diadili   ●   
  • 532 Peserta Tidak Lulus Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Pemprov Riau   ●   
  • Jalan Rusak di Riau Capai 1.035 Km, Gubernur Akui Jadi 'PR' 2023
Bapenda dan NasDem

CAKAP RAKYAT
Jiwa Sehat, Insan Kuat, Bangsa Hebat
Rabu, 12 Oktober 2022 08:10 WIB
Jiwa Sehat, Insan Kuat, Bangsa Hebat
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM.

Senin (10 Oktober) diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. Sebagian kita barangkali menganggap tema kesehatan mental kurang begitu penting. Namun asumsi akan berubah kala berkaca ke fenomena. Dari sudut peristiwa hukum, tak sedikit pelaku orang mengalami gangguan jiwa. Termasuk di Riau sempat heboh tengah tahun 2022 aksi sadis di Indragiri Hillir (Inhil), dimana seorang bapak tega mutilasi anak kandung sendiri, dan potongan tubuh korban ditemukan berserakan di sekitar lokasi. Dari perkembangan pemberitaan, AR ternyata diketahui sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Namun tak semua peristiwa pelakunya ODGJ. Ada juga orang waras menyakiti ODGJ. Mulai bullying sampai tindak kekerasan. Intinya gangguan kesehatan mental perlu dapat atensi. Untuk melindungi komunitas dan kepedulian ke ODGJ sendiri. Mereka layaknya kita. Baik atau buruk pandangan ke mereka ikut menentukan seberapa sehat jiwa kita sebagai manusia.

Stigma kurang waras dan kerap disebut gila memang melekat ke ODGJ. Tapi bukan berarti sisi manusia mereka hilang. Pernah viral video di Medsos, seorang pria diduga ODGJ lakukan gerakan kayak shalat di pinggir jalan. Walau akal sehat syarat utama jalankan kewajiban agama, tapi tindakan ODGJ tadi menyentil orang untuk selalu ingat Tuhan dalam kondisi apapun. Beberapa netizen pun mengetik narasi menohok, "malu banget rasanya, ODGJ aja masih inget sholat". Ada juga komen "mungkin dia lupa siapa dirinya, tapi tidak lupa siapa Tuhan-Nya…".

Di level kebijakan, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution berulang kali tegaskan tekad Pemprov Riau memberi pelayanan ke masyarakat ODGJ. Kami di Komisi V DPRD Riau mengapresiasi pernyataan Wagub meminta ke Dinas Sosial (Dinsos) mengurus ODGJ yang berkeliaran agar mendapat pelayanan kesehatan memadai. Komitmen barusan selain bentuk pelayanan Pemda, juga upaya konkrit mewujudkan peningkatan derajat kesehatan jiwa dan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, Dinsos baik tingkat Provinsi Riau sampai kabupaten/kota dituntut terus tingkatkan koordinasi. Setakad ini, program terkait ODGJ yang berjalan di Riau termasuk progresif. Diantaranya menaja program Assertive Community Treatment. Bentuk aksi, menempatkan petugas cepat tanggap di Puskesmas guna mengidentifikasi gejala gangguan kesehatan mental.

Sebagai contoh Puskesmas Sidomulyo Timur Pekanbaru didaulat menjadi Puskesmas Siaga Sehat Jiwa. Sarana disiapkan sedemikian rupa. Dokter, perawat dan kader Puskesmas mendapat pelatihan dan penyuluhan rutin tentang kesehatan jiwa. Juga kunjungan ke rumah untuk mengecek dan memantau perkembangan kondisi pasien. Semoga terobosan diterapkan merata ke kabupaten/kota lain.

Disamping itu, Riau juga punya Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Walau kami di lembaga legislatif menganggap RSJ masih dalam keterbatasan dan berharap perhatian lebih ke depan, setidaknya dari segi sarana dan prasarana saat ini sudah lebih baik dan dinilai cukup representatif, begitujuga SDMnya termasuk handal melayani pasien. Tinggal bagaimana bisa lebih dioptimalkan.

Berjemaah

Isu kesehatan mental bukan semata menyasar ODGJ. Kesehatan mental mencakup semua kalangan; multidimensi; nasional dan global. Setiap kita berpotensi dalam kadar berbeda. Apabila tidak ditindak secara baik dan benar, bisa berujung fatal. Pemicunya beragam. Akibat persoalan ekonomi, beban kehidupan dan seterusnya ditambah kurangnya penguatan sisi spiritual atau keagamaan sebagai pondasi hidup. Gangguan kesehatan mental tak hanya menyasar kelompok ekonomi menengah ke bawah, tapi juga banyak menengah ke atas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 300 juta orang se-dunia mengidap depresi atau gangguan kesehatan mental. WHO juga menyebut jumlahnya meningkat dramatis 25 tahun terakhir dan penyakit paling banyak diderita masyarakat jelang tahun 2030. Dampak gangguan kesehatan mental tak bisa dipandang sebelah mata.

Menurut laporan The Lancet Comission, rentang tahun 2010-2030 mampu timbulkan kerugian US$16 triliun secara global. 28 spesialis berbagai negara meliputi psikiatri, kesehatan masyarakat, ilmu saraf, pasien kesehatan jiwa, serta kelompok advokasi sepakat bahwa krisis kesehatan mental layaknya kanker: membahayakan individu, komunitas dan ekonomi. Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2013 melaporkan, prevalensi gangguan jiwa berat mencapai 400 ribu atau sebanyak 1,7 per seribu penduduk. Sedangkan prevalensi gangguan mental emosional usia 15 tahun ke atas sebesar 6 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Jika sebelum pandemi begitu, apalagi sekarang. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam diskusi online bahas kesehatan mental (10/10/2021) menyampaikan bahwa banyak rakyat Indonesia terkena gangguan jiwa. PHK, kesulitan dapat pekerjaan, pemotongan upah, WFH, melonjaknya harga kebutuhan pokok dan ketidakpastian hidup, semua membebani psikologi warga. Pernyataan Menkes didukung data Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, yang bahkan mendapati kecenderungan pasien gejala depresi disertai keinginan bunuh diri.

Sementara organisasi Federation of Asian Oceanian Neuroscience Societies (FAONS) di Indonesia menyebut tekanan selama pandemi dapat memicu “tsunami” gangguan jiwa 2-3 tahun ke depan. Berkaca ke pemaparan, sangat disayangkan apabila tak ada investasi sepadan dari negara (Pemerintah) untuk menyiasati problem. Di luar peran negara, ini juga tanggungjawab bersama. Pendekatan manusiawi obat manjur. Ibarat orang idap penyakit, ODGJ dan gangguan kesehatan mental bisa sembuh seperti sedia kala. Tak bisa andalkan tempat rehabilitasi saja. Dukungan keluarga dan kepedulian lingkungan serta komunitas masyarakat sudah teruji bantu penyembuhan.

Sebaliknya, absennya hal barusan turut memperparah kondisi. Sayangnya, mengutip pengakuan pihak Dinsos Pemprov Riau dan RSJ Tampan, sering misalnya pasien ODGJ ditolak keluarga meski telah direhab dan dinyatakan sembuh. Selain tak mau menerima, ada pihak keluarga malah minta Dinsos membawa ke panti. Stigma negatif dan pengucilan bisa berdampak buruk. Padahal pihak RSJ dan Dinsos tak sekedar merehab dan menyiapkan mental pasien dapat kembali bersosialisasi di masyarakat, tapi juga ajarkan pasien lebih mandiri dan produktif. Semisal RSJ Tampan kembangkan potensi pasien ODGJ sesuai minat dan bakat. Pelayanan diberi setelah pasien dinyatakan dalam kondisi normal atau tidak membahayakan.

Stigma negatif dan sikap apatis ancaman sesungguhnya dalam agenda mengatasi gangguan kesehatan mental. Apatis dimaksud sikap tak acuh atau tak peduli atas apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Entah kepada keluarga, tetangga, teman dan orang dikenal. Sikap abai terhadap orang terdekat dan sekitar saat hadapi kesulitan atau memendam masalah, contoh sederhana yang dapat berakibat fatal: depresi sampai kasus bunuh diri. Sikap apatis juga berimplikasi negatif bagi pribadi bersangkutan.

Jadi jangan sangka cuek dan tak peduli bikin diri bebas dari masalah. Ternyata sikap apatis juga mengarah ke gejala gangguan kesehatan mental dan menggiring pribadi ke sosok yang tak tertarik melakukan aktivitas sosial dan berinteraksi dengan sesama. Perlu ditegaskan lagi, kesehatan mental bukan hanya tentang ODGJ. Semua bisa terkena. Lingkup masalah juga bukan perorangan. Sehatnya jiwa insan bangsa penentu majunya bangsa. Berangkat dari urgensi, perlu kepedulian bersama.

Sebagai penutup dan penekanan pentingnya kolektivitas, ambil hikmah sabda Nabi Muhammad SAW berikut: “Sesungguhnya setan seumpama serigala bagi kambing. Serigala menerkam kambing yang memisahkan diri dari kawannya dan menyendiri. Janganlah kalian memisahkan diri dari jamaah dan hendaklah kalian berjamaah” (HR. Ahmad).

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau).
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Senin, 30 Januari 2023 08:04 WIB
Kearifan Lokal Solusi Persoalan Gizi
Rabu, 25 Januari 2023 08:01 WIB
Tekad Ekstrem Atasi Kemiskinan
Senin, 16 Januari 2023 08:02 WIB
Pentingnya Pengawasan
Selasa, 20 Desember 2022 17:48 WIB
Kesetiakawanan Butuh Keteladanan
Senin, 09 Januari 2023 08:03 WIB
Pelayanan Adalah Pondasi
Kamis, 12 Januari 2023 08:38 WIB
Nasibmu Wahai Buruh Dan Pekerja
Jum'at, 20 Januari 2023 08:02 WIB
Budaya Sarana Memajukan Bangsa
Rabu, 28 Desember 2022 10:22 WIB
Regulasi Mengatasi Penyimpangan
Selasa, 29 November 2022 11:31 WIB
Korpri Dan Misi Mulia Bagi Negeri
Jum'at, 13 Januari 2023 08:59 WIB
Sensus Pertanian di Tengah Ancaman Krisis
Senin, 21 November 2022 08:31 WIB
Anak Aset Bangsa
Sabtu, 24 Desember 2022 08:01 WIB
Walau Anomali, Selamat Argentina! Indonesia?
Senin, 07 November 2022 10:01 WIB
Pariwisata Memperkuat Budaya
Sabtu, 31 Desember 2022 15:07 WIB
2023 dan Asa Lebih Baik
Rabu, 23 November 2022 12:01 WIB
Permenaker 18, PHP?
Jum'at, 25 November 2022 18:19 WIB
Guru Dan Tantangan Kekinian
Selasa, 06 Desember 2022 11:00 WIB
Riau Dan Misi Pariwisata Medis
Sabtu, 10 Desember 2022 08:59 WIB
HAM Dan Masa Depan Bangsa
Rabu, 04 Januari 2023 08:02 WIB
Ketika Tongkat Membawa Rebah
Rabu, 02 November 2022 14:13 WIB
Membentuk Mentalitas Pelayanan
Rabu, 14 Desember 2022 13:18 WIB
Keselamatan Pekerja Prioritas Utama!
Sabtu, 17 Desember 2022 15:49 WIB
Menanti Kehadiran Negara
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Kamis, 10 November 2022 13:13 WIB
Hari Pahlawan Dan Pentingnya Pendidikan Karakter
Rabu, 16 November 2022 11:43 WIB
Memupuk Sikap Toleransi
Kamis, 20 Oktober 2022 08:20 WIB
Pentingnya Integrasi Ke Sektor Pendidikan
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 30 Januari 2023
Inspeksi Umum 2023, Aswas Kejati Riau Kunker ke Kejari Rokan Hilir
Senin, 30 Januari 2023
Buntut Napi Kendalikan Narkoba, Petugas Lapas Pekanbaru harus lebih Waspada
Senin, 30 Januari 2023
BPBJ Pelalawan Nyatakan Siap Lelang Proyek TA 2023
Senin, 30 Januari 2023
Bupati Siap Bantu Sukseskan Kegiatan HPN dan HUT ke-77 PWI di Bengkalis

Serantau lainnya ...
Selasa, 24 Januari 2023
Si Kembar Atlet Sepatu Roda Rohul Raih Gelar Perdana 2023
Jumat, 20 Januari 2023
Masakan Dapur Lapas Pekanbaru Resmi Bersertifikasi Halal dari MUI
Rabu, 18 Januari 2023
Royal Century Purwodadi Menjawab Hunian Impian Setiap Orang
Selasa, 06 Desember 2022
Kotak Baca Gairahkan Lagi Literasi di Pekanbaru

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Senin, 16 Januari 2023
Asyik, Layar Samsung Galaxy Z Fold 5 Bakal Minim Kerutan
Sabtu, 14 Januari 2023
30 Anggota API BPD Riau Ikuti Kelas Digital Marketing
Rabu, 04 Januari 2023
Setahun Pasca Merger, IOH dan Twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023
Senin, 02 Januari 2023
Pemkab Meranti Kini Miliki Command Center yang Himpun Semua Data

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 30 Januari 2023
Prevalensi Stunting di Siak Naik 3 Persen, Wabup: Perlu Perhatian Serius
Senin, 30 Januari 2023
Sederhanakan Birokrasi, BKKBN Riau Terbitkan Surat Tugas Tim Kerja
Senin, 23 Januari 2023
Direktur Kemenkes Minta Layanan Kanker dan Jantung di RSUD Arifin Achmad Riau Ditingkatkan
Minggu, 01 Januari 2023
Gubri Ajak Orang Tua Awasi Anak dari Bahaya Narkoba

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 20 Januari 2023
Waka DPRD Riau Hardianto Raih Gelar Magister Manajemen dari Sekolah Pascasarjana Unilak
Rabu, 18 Januari 2023
Syamsuar, Ganjar hingga Risma Hadiri Pelantikan Rektor IPB
Selasa, 17 Januari 2023
Mahasiswa IPB Goes to School ke 80 Sekolah di Riau
Sabtu, 14 Januari 2023
Sekolah Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional, Angkat Tema Hukum, Manajemen dan Lingkungan

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

APRIl - Imlek 2023
Terpopuler
BUMD 2023
Foto
PCR 2023
Khas Hotel November 2022
Senin, 30 Januari 2023
Sosialisasi Upaya Konservasi Gajah, Komedian Komeng dan Djarwo Kwat Kunjungi PLG Minas
Selasa, 10 Januari 2023
Luna Maya Buka Suara Soal Kabar Menikah dengan Gading Marten
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan

Selebriti lainnya ...
Nataru 2022 April.RAPP
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www