Minggu, 27 November 2022

Breaking News

  • Pemprov Riau Akui Gubri Batal ke Meranti, Erisman: Katanya Ada Penolakan Bupati Tapi Alasannya Kita Tak Tahu   ●   
  • Setubuhi Wanita Terbelakang Mental, Pria di Bengkalis Ditangkap Polisi   ●   
  • Pimpinan MPR Pastikan Pilkada 2024 Tetap Dipilih Rakyat Langsung   ●   
  • Arab Saudi Percepat Proses Visa Umrah, Hanya Perlu 24 Jam   ●   
  • Jumpai Sekdako Pekanbaru, REI Riau Keluhkan Lambatnya Penerbitan Izin
Yamaha 24-26 November 2022

CAKAP RAKYAT
Santri Dan Peran Bagi Negeri
Minggu, 23 Oktober 2022 17:02 WIB
Santri Dan Peran Bagi Negeri
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Sebagaimana diketahui, penetapan didasarkan atas Keputusan presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Di tahun 2022, Kementerian Agama (Kemenag) mengusung tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. Penggambaran tepat profil santri sebagai pribadi siap sedia mendarmabaktikan hidup untuk bangsa dan negara. Sejak dahulu Ponpes dan santri sudah melakoni peran krusial. Mulai fase perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia hingga mengisi kemerdekaan.

Tampak nyata dalam Perang Jawa (1825-1830) dimana Pangeran Diponegoro menggalang bantuan para kiai yang menggerakan para santri untuk angkat senjata melawan penjajah. Kita juga diingatkan sejarah Laskar Hizbullah di bawah pimpinan KH Zainul Arifin serta Laskar Sabilillah di bawah barisan KH Masjkur yang bertransformasi menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Puncaknya muncul Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Mengutip laman resmi Kemenag, momentum tadi menjadi rujukan penetapan Hari Santri. Resolusi Jihad seruan ulama-santri yang mewajibkan setiap muslim Indonesia membela tanah air dan mempertahankan NKRI. Hal ini memantik pecahnya peristiwa 10 November 1945 di Surabaya yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Sekarang bukan hanya waktu tepat guna mengenang dan meneladani peran ulama dan santri yang bela negara dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Juga menagih perhatian konkrit terhadap mereka. Secara regulasi sudah ada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren. Diikuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Secara khusus beleid mengatur dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan pesantren. Riau juga sudah menindaklanjuti aturan turunan berupa Rancangan Perda tentang Penyelenggaraan Pesantren yang pembahasannya tuntas dan telah disetujui dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Riau.

Terkait muatan Perda secara garis besar menyasar pendataan, pembinaan dan alokasi bantuan. Kendati dukungan regulasi penting dalam kerangka bernegara, tapi mesti hati-hati. Maksud Pemerintah ingin ambil hati bisa disalah arti. Perhatian diinginkan kalangan pesantren dan santri bukan terpaku pada aspek normatif dan formalitas belaka. Tapi lebih kepada pengakuan negara atas eksistensi dan kehadiran mereka. Sayangnya aspek barusan diabaikan dalam UU Pesantren. Tak sedikit rupanya pesantren menolak UU Pesantren dan aturan turunannya. Asbabnya, didapati pasal-pasal yang dapat mengebiri nilai tradisional dan prinsipil yang selama ini dipegang erat oleh kalangan pesantren dan santri.

Contoh dalam hal pemberian bantuan. Pesantren dikenal sebagai sarana pendidikan yang lekat dengan nilai kesederhanaan dan berjiwa mandiri tanpa bantuan pemerintah. Niat negara alokasikan dana bagus dan patut diapresiasi. Namun perlu kecakapan supaya pesantren tidak tergantung dengan Pemerintah. Jika ketergantungan, maka sama saja menggerus mentalitas berdikari sebagai nilai unggul pesantren yang telah diakui sejak lama. Kekhawatiran lain dari UU menyoal kewajiban pesantren mendaftarkan keberadaannya ke Menteri seperti tertuang dalam pasal 6 ayat 2. Banyak Ponpes berpandangan aturan tadi bisa jadi celah menutup pesantren yang tidak mendaftar ke menteri. Padahal, menilik dari sejarah pesantren lebih dulu eksis jauh sebelum kemerdekaan diproklamirkan. Kita menghendaki aturan mewajibkan pendaftaran pesantren tanpa konsekuensi penutupan atau penghentian operasional. Sebab, keberadaan pesantren dibutuhkan masyarakat. Keistimewaan pesantren justru keterpercayaan dari masyarakat dan mudah diakses.

Terakhir, perlu menjaga substansi pendidikan pesantren. Perubahan kurikulum pendidikan jangan sampai mengorbankan materi pendidikan tradisional pesantren yang terbukti berhasil mendidik dan membentuk karakter santri. Apalagi UU mengatur terlalu jauh dan condong fatal. Misal pasal 10 ayat 4 dimana santri diminta memegang teguh toleransi, keseimbangan, moderat, cinta tanah air berdasarkan ajaran Islam. Secara bahasa hukum tampak biasa. Tapi dikaji lebih jauh, kata toleransi, keseimbangan dan moderat berpotensi bisa memecah belah dan kontroversi. Selain makna kata-kata tadi tak baku dan tak jelas, juga buat bertanya-tanya: siapa diberi hak menentukan mana toleran atau intoleran; mana moderat atau radikal? Apabila ikut logika penjajah dulu, pesantren pasti dicap intoleran dan radikal karena basis perlawanan. Begitujuga kalau pesantren mengajarkan keutamaan amar makruf nahi mungkar; menentang kebatilan dan kezaliman, lantas ketika suara mereka menyinggung pemegang kuasa bisa saja dituding intoleran dan radikal.

Penguatan

Berangkat dari pemaparan, perlu cara lebih tepat. Santri dan pesantren akan selalu memainkan peran signifikan bagi bangsa. Bukan saja menyumbang pengembangan ajaran agama tapi menempatkan diri menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Sepanjang perjalanan, pesantren tak pernah anti terhadap tuntutan perubahan sepanjang tak bertentangan dengan syariat. Contoh di masa penjajahan Belanda, pesantren pernah mengarahkan aktivitas kepada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat salah satunya di bidang pertanian.

Sehubungan pangan di bawah kendali kolonial, waktu itu banyak pesantren di Jawa memperkuat ketahanan pangan melalui pertanian skala komunitas berikut menggalang solidaritas masyarakat petani melawan penjajahan Belanda. Spirit pengabdian pesantren inilah yang harus dioptimalkan. Mengikutsertakan mereka secara aktif dalam agenda pembangunan. Melalui pola kemitraan bukan mendikte. Paradigma tadi sudah berjalan sejak pemerintahan Orde Baru. Dimulai perubahan orientasi pendidikan dari semula ilmu Islam tradisional lalu ditambah pengetahuan umum. Kemudian dekade 1970-an Pemerintah juga libatkan pesantren dalam kegiatan pembangunan mengingat sebagai lembaga pendidikan dan sosial punya basis di masyarakat.

Sekarang tinggal menyempurnakan pendekatan. Pemerintah terutama di daerah mesti bersinergi dengan pesantren menjalankan kerjasama berbagai bidang. Dari segi pendidikan, sejalan pesatnya tuntutan perubahan zaman, penting bagi santri dibekali skill dan kompetensi lain. Dalam hal ini ruang Pemda sebagai fasilitator. Ikhtiar Pemprov Riau mendorong kebijakan peningkatan kualitas SDM santri dan melengkapi pesantren dengan Balai Latihan Kerja (BLK) terobosan bagus. Begitujuga semestinya paradigma terkait perekonomian. Bukan beri bantuan pendanaan semata, tapi bagaimana memperkuat Ponpes sesuai khittahnya: mandiri secara ekonomi. Strategi mewujudkan kemandirian ekonomi Ponpes bisa dilirik diantaranya melalui Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren).

Dengan demikian Ponpes dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan bidang keuangan seperti bank wakaf mikro, BMT (Baitul Maal wa Tamwil) dan bentuk usaha mikro lainnya. Dengan begitu para santri ditanamkan jiwa-jiwa berusaha dan pengusaha sejak dini. Alhamdulillah Riau punya percontohan kayak Pondok Pesantren Teknologi Riau. Di pesantren ini, para santri selain memperoleh pendidikan ilmu agama, juga diarahkan supaya memiliki keterampilan dan penguasaan bidang teknologi terapan yang bermanfaat selepas lulus nantinya. Waktu kunjungan Wakil Presiden RI Prof KH Ma'ruf Amin pertengahan tahun ini juga mengemuka inisiasi santripreneur berbasis kelapa sawit. Pesantren juga bisa mengembangkan unit usaha lain untuk kemandirian. Penguatan Ponpes sebagai sarana mendidik para santri adalah agenda besar yang urgen untuk ditempuh. Mengingat peran mereka dalam kehidupan berbangsa.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM. (Anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau).
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Senin, 21 November 2022 08:31 WIB
Anak Aset Bangsa
Rabu, 23 November 2022 12:01 WIB
Permenaker 18, PHP?
Jum'at, 25 November 2022 18:19 WIB
Guru Dan Tantangan Kekinian
Senin, 07 November 2022 10:01 WIB
Pariwisata Memperkuat Budaya
Rabu, 16 November 2022 11:43 WIB
Memupuk Sikap Toleransi
Kamis, 10 November 2022 13:13 WIB
Hari Pahlawan Dan Pentingnya Pendidikan Karakter
Rabu, 02 November 2022 14:13 WIB
Membentuk Mentalitas Pelayanan
Rabu, 12 Oktober 2022 08:10 WIB
Jiwa Sehat, Insan Kuat, Bangsa Hebat
Kamis, 10 November 2022 18:00 WIB
Meneladani Nilai-Nilai Kepahlawanan
Rabu, 26 Oktober 2022 22:08 WIB
BOS Optimal, SDM Handal
Kamis, 20 Oktober 2022 08:20 WIB
Pentingnya Integrasi Ke Sektor Pendidikan
Jum'at, 18 November 2022 08:22 WIB
G20 Dalam Angka, Riau Dimana?
Jum'at, 02 September 2022 14:49 WIB
One Command Center Solusi Kegawatdaruratan di Riau
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Sabtu, 08 Oktober 2022 20:34 WIB
Menjaga Warisan Nabi
Jum'at, 28 Oktober 2022 22:33 WIB
Melestarikan Warisan Sumpah Pemuda
Jum'at, 09 September 2022 14:10 WIB
Gotong Royong Perkuat Daya Saing SDM
Kamis, 20 Oktober 2022 09:59 WIB
Regsosek dan Semangat Sumpah Pemuda
Sabtu, 01 Oktober 2022 15:35 WIB
Belajar Setia Dari Sejarah
Senin, 15 Agustus 2022 19:21 WIB
Kesetaraan Kunci Bangun Bangsa
Rabu, 17 Agustus 2022 12:35 WIB
Mari Jaga Warisan Kemerdekaan
Minggu, 16 Oktober 2022 20:11 WIB
Stunting Dan Ancaman Daya Saing
Jum'at, 28 Oktober 2022 08:20 WIB
Pemuda, Tetaplah Optimis
Selasa, 30 Agustus 2022 11:48 WIB
Pendidikan Ruh Pembangunan
Kamis, 22 September 2022 08:16 WIB
Meneroka RUU Sisdiknas
Minggu, 18 September 2022 08:16 WIB
Karena Satu Nyawa Begitu Berharga
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 27 November 2022
Hadiri Mubes IKST Riau, Pj Sekda: Orang Tapung harus Bisa Menyatu dengan Masyarakat Heterogen
Minggu, 27 November 2022
Kapolres Bengkalis Ingatkan Personel Jaga Sinergitas TNI Polri dan Bahu-membahu Bersama Masyarakat
Minggu, 27 November 2022
Niken Khairunnisa Larasati Dinobatkan sebagai Duta Anak Kampar 2022
Minggu, 27 November 2022
Ingin Bibit Gratis? Begini Prosedurnya di BPDASHL Indragiri Rokan

Serantau lainnya ...
Rabu, 23 November 2022
Kenali PHA: Kandungan Skincare untuk Kulit Sensitif
Rabu, 23 November 2022
Lima Tempat Suci di Dunia, Salah Satunya Jadi Kota Suci Tiga Agama
Selasa, 22 November 2022
Gubri "Pamer" Jaket Bomber Tenun Riau Hasil Desain M Abyan Syah Pelajar Kelas 12 SMA Darma Yudha
Selasa, 15 November 2022
Ada Noda Membandel di Pakaian? Atasi dengan 5 Bahan Dapur Ini

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Rabu, 23 November 2022
Walau Bersayap, 7 Burung Ini Tidak Bisa Terbang
Senin, 21 November 2022
Kemenkominfo Gelar Literasi Digital, "Tips Digital: WhatsApp For Business"
Jumat, 18 November 2022
PDS Mudahkan Konsumen Lakukan Transaksi, hanya Lewat Genggaman
Senin, 07 November 2022
Fenomena Gerhana Bulan Total Terjadi Besok, Ini Daftar Wilayah yang Bisa Melihatnya

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 21 November 2022
Aksesoris Travelling Yang Wajib Anda Bawa Saat Hujan
Jumat, 18 November 2022
Cegah Sakit di Musim Hujan dengan Mengonsumsi 7 Makanan Mengandung Vitamin B6
Kamis, 17 November 2022
Eka Hospital Pekanbaru Gelar Seminar Awam Kendali Komplikasi pada Diabetes
Jumat, 11 November 2022
Peringati Hari Kesehatan Nasional, Pertagas Gelar Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Bengkalis

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 25 November 2022
Pemko Pekanbaru Ajak Hima Persis Beri Kontribusi Nyata Bangun Pekanbaru
Rabu, 23 November 2022
Gelaran Puncak Acara Big Event Predatech 2022 Sukses Dilaksanakan Predatech dan LPI
Selasa, 22 November 2022
Diperkuat Unilak, Riau Tambah Medali dari Sepak Takraw di Pomnas 17 Padang
Jumat, 18 November 2022
Prodik Teknik Mekatronika Resmi Berdiri di Unilak

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

Pegadaian Oktober 2022
Terpopuler

04

Khas Hotel November 2022
Foto
DPRD Riau 2022 1
Diskes Rohul Agustus 2022
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan
Senin, 21 November 2022
Blak-blakan Nia Ramadhani kepada Merry Riana; Terjerat Kasus Narkoba Jadi Mukjizat Bagi Pernikahanku
Sabtu, 19 November 2022
DDV dan Aksa Bumi Langit Gelar Nonton Bersama untuk Anak-anak Kurang Beruntung
Sabtu, 19 November 2022
Nia Ramadhani Ungkap Terjerat Narkoba Bukan Akhir Dunia

Selebriti lainnya ...
DPRD Riau 2022 2
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
BSP - HUT Siak 12 Oktober 2022
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi
Jumat, 28 Oktober 2022
Niat Awal untuk Pendidikan, Alina Kini Mencintai Islam
Selasa, 25 Oktober 2022
Ustaz Yurnalis di Hadapan Warga Binaan: Jika Ingin Jadi Insan Hebat, Lapangkan Hati

Religi lainnya ...
DPRD Riau Hari Kesehatan Nasional 2022
Indeks Berita
DPRD Riau HUT BRIMOB 2022DPRD Riau HGN 2022HUT RI 77 - APRIL RAPPPertaminaHUT Riau 2022 - PT SPR
www www