Selasa, 31 Januari 2023

Breaking News

  • Terbukti Kolusi, Mantan Rektor UIN Suska Riau Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara   ●   
  • Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Waspada!! Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Ini Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Awal 2023, Penularan HIV/AIDS di Riau Beresiko Alami Kenaikan   ●   
  • 24 Desa di Riau Masuk Kategori Desa sangat Tertinggal, Mayoritas di Kampar   ●   
  • 12.966 Wisatawan Kunjungi Siak Sepanjang Libur Nataru   ●   
  • Tiga ASN Pemprov Dipecat Tidak Hormat Sepanjang 2022   ●   
  • Proses Tahap II Mandek, Tersangka Karhutla PT BMI tak Kunjung Diadili   ●   
  • 532 Peserta Tidak Lulus Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Pemprov Riau   ●   
  • Jalan Rusak di Riau Capai 1.035 Km, Gubernur Akui Jadi 'PR' 2023
Bapenda dan NasDem

CAKAP RAKYAT
Regsosek Night dan Fenomena "Penduduk Yang Tidak Beruntung"
Selasa, 01 November 2022 08:41 WIB
Regsosek Night dan Fenomena Penduduk Yang Tidak Beruntung
Muji Basuki

29 Oktober 2022 yang lalu, menjelang tengah malam, insan Badan Pusat Statistik (BPS) seluruh Indonesia turun ke jalan-jalan untuk melakukan kegiatan Regsosek Night atau malam Regsosek. Regsosek Night adalah kegiatan pendataan yang tidak terpisahkan dari kegiatan pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) itu sendiri. Pendataan Regsosek Night ditujukan untuk memastikan bahwa tidak ada satupun penduduk Indonesia yang tidak tercakup dalam kegiatan pendataan ini, baik penduduk yang secara reguler tinggal di bangunan rumah, maupun penduduk yang karena alasan tertentu tidak tinggal di bangunan rumah.

Untuk penduduk atau keluarga yang tinggal di bangunan rumah, pendataan Regsosek dilakukan dengan metode door to door selama periode 15 Oktober 2022 sampai dengan 14 November 2022. Sedangkan untuk penduduk atau keluarga yang tinggal di luar bangunan rumah didata oleh tim task force BPS pada kegiatan Regosek Night pada tanggal 29 Oktober 2022 jelang tengah malam, sampai dengan 30 Oktober 2022 dini hari.

Secara umum, yang dimaksud dengan penduduk yang tinggal di luar bangunan rumah adalah mereka yang karena alasan tertentu tinggal di luar bangunan dalam kurun waktu yang panjang, baik karena alasan pekerjaan atau karena alasan tidak memiliki rumah, contohnya adalah penduduk yang bekerja sebagai awal kapal, para tuna wisma, gelandangan dan ODGJ yang terlantar. Pendataan atas mereka dilakukan secara khusus jelang tengah malam sampai dengan dini hari semata-mata mempertimbangkan bahwa mereka pada waktu tersebut sedang istirahat di tempat yang "biasanya" mereka gunakan untuk istirahat,  karena karakter mereka yang cenderung nomaden dan berpindah-pindah. 

Fenomena "Penduduk Yang Tidak Beruntung"

Sebagian besar target pendataan dalam kegiatan Regsosek Night bisa disebut sebagai penduduk yang tidak beruntung, atau dalam terminologi Kementerian Sosial biasa disebut dengan penduduk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Yang dimaksud dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang atau keluarga yang karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya dan karenanya tidak dapat menjalin hubungan yang serasi dan kreatif dengan lingkungannya. Tapi dengan mempertimbangkan aspek psikologis penduduk yang masuk kategori ini, Kemensos mengubah penyebutan untuk mereka dengan terminologi baru yang dinamakan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Menurut Kementerian Sosial, ada 26 jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, diantaranya seperti anak terlantar, anak jalanan, anak balita terlantar, bekas warga binaan lembaga pemasyarakatan, fakir miskin, gelandangan dan pengemis.

Selama ini, memang sangat sulit untuk mendapatkan data jumlah PMKS/PPKS yang valid. Hal ini utamanya disebabkan karena para PMKS/PPKS yang berstatus tuna wisma karakter tempat tinggalnya mobile dan cenderung nomaden atau berpindah-pindah, sehingga kondisi tersebut menyulitkan Kementerian/Dinas Sosial mendata dan menangani mereka. Bahkan tidak sedikit para PMKS/PPKS yang berstatus tuna wisma lebih suka tinggal di jalan/emperan toko dibandingkan direhabilitasi di tempat-tempat penampungan dan pembinaan yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta.

Itulah barangkali yang menyebabkan penulis kesulitan untuk mencari referensi data dan jumlah PMKS/PPKS yang terlantar di jalan, baik yang dicari dalam bentuk e-book pdf maupun dalam bentuk link berita. Penulis hanya mendapatkan beberapa gambaran data penduduk terlantar melalui beberapa pemberitaan/rilis berikut.  Pada tanggal 4 April 2022, dalam sebuah berita online diinformasikan bahwa Dinas Sosial Kota Pekanbaru melaksanakan program penanganan terhadap 38 orang terlantar di Pekanbaru. Pada platform berita yang lain diinformasikan bahwa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2021 ada 47 anak jalanan, 111 orang pengemis, 123 orang gelandangan dan 441 anak balita terlantar. Sedangkan menurut situs jakarta.bps.go.id, mengacu kepada data dari Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta,  jumlah PMKS pada tahun 2020 sebanyak 2.169 orang, kemudian naik menjadi 2.659 orang pada tahun 2021, atau mengalami kenaikan sebesar 22,59 persen. Apa yang terjadi di DKI Jakarta sangat boleh jadi juga dialami oleh daerah-daerah yang lain di Indonesia, yaitu terjadi kenaikan jumlah PMKS akibat dari berlarutnya Pandemi COVID-19 yang memukul berbagai sektor kehidupan masyarakat. 

Ketidakberdayaan yang dihadapi oleh para PMKS/PPKS disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor internal mereka sendiri maupun faktor-faktor eksternal yang makin menyulitkan mereka keluar dari situasi tersebut, seperti social care terhadap mereka, sistem ekonomi dan sosial yang berlaku di tempat mereka tinggal, dan sebagainya. Tapi apapun, sebagai "penduduk yang tidak beruntung" dibandingkan kelompok penduduk yang lain, mereka hakikatnya adalah tanggung jawab sosial masyarakat secara kolektif, khususnya keberadaan mereka menjadi tanggung jawab negara untuk melindungi dan membimbing mereka keluar dari situasi itu. Hal ini karena pemberdayaan atas mereka menjadi amanat konstitusi negara, seperti termuat dengan tegas dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal  34 yang berbunyi :"Fakir Miskin dan Anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara".

Regsosek Night, Menunaikan Hak PMKS/PPKS Terlantar Sebagai Warga Negara

Kembali kepada kegiatan pendataan Regsosek Night, dimana dijelaskan diawal tulisan ini bahwa Regsosek Night adalah satu kegiatan dalam rangkaian pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi tahun 2022, yang ditujukan untuk memastikan tidak ada satupun penduduk Indonesia yang terlewat dalam sensus ini. Selain ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh penduduk tercatat dan terdata dalam sensus ini, Regsosek Night juga secara filosofis bertujuan untuk membangun baseline data perlindungan , sebagai dasar penunaian kewajiban negara terhadap penduduknya yang terlantar, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.  Memang nantinya akan sulit mendiseminasikan data PMKS/PPKS terlantar hasil Regsosek Night ini menurut wilayah administrasi tempat tinggalnya, karena karakteristik mereka yang cenderung berpindah-pindah dan nomaden. Akan tetapi minimal hasil pendataan PMKS/PPKS terlantar melalui Regsosek Night ini  bisa menjadi referensi awal bagi pemerintah dan stakeholder lainnya untuk mengentaskan permasalahan sosial ini.

Harapan Terhadap "Penduduk Yang Tidak Beruntung"

Penulis sendiri ikut serta di dalam task force pendataan Regsosek Night di Provinsi Riau ini. Bersama dengan yang lain penulis menelusuri tempat-tempat yang kuat diduga menjadi tempat yang "biasanya" digunakan pada tuna wisma untuk beristirahat di malam hari. Dengan salah satunya menggunakan metode snow ball berdasarkan informasi mulut ke mulut dari pemuka masyarakat di lokasi yang dikunjungi, tim task force bergerak pada tengah malam 29 Oktober 2022 sampai dengan dini hari di tanggal 30 Oktober 2022, menyisir satu tempat ke tempat yang lain. Penulis bersama tim sendiri bertemu beberapa kali dengan target dimaksud, diantaranya dengan seorang pemuda yang sedang duduk sendirian di tengah los pasar yang gelap, yang setelah diwawancarai diketahui kalau pemuda ini mengalami gangguan kejiwaan yang menyebabkan dia tidak fokus berkomunikasi dengan orang lain. 

Di tempat yang lain, penulis bersama tim juga bertemu dengan seorang  laki-laki paruh baya yang sedang tidur di dekat lokasi pemakaman dekat mesjid. Dengan perlahan penulis bersama tim membangunkan lelaki itu. Dengan wajah yang mengekspresikan beban hidup yang berat seraya menjawab pertanyaan kami dengan malas dan tetap berbaring, penulis dan tim akhirnya mengetahui jika lelaki ini tidak punya rumah dan keluarga, hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dengan mengandalkan belas kasihan orang lain untuk menyambung hidup.

Di bagian tempat lainnya, tepatnya di sebuah mini market yang berada di kawasan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), penulis bersama tim bertemu dengan sekelompok anak-anak punk sedang tertidur di teras mini market. Dengan perlahan penulis bersama tim membangunkan anak-anak muda yang sejatinya mereka adalah harapan bangsa itu. Jujur penulis bersama tim diliputi kekhawatiran pada saat membangunkan mereka, karena ada mindset yang relatif negatif pada benak penulis dan tim atas diri anak-anak muda punk itu.

Tapi akhirnya terbangunlah 2 orang diantara mereka, yang selanjutnya memperkenalkan dirinya. Dilatari dengan pemandangan kawan-kawannya yang masih berbaring dan umumnya menggunakan anting tindih di telinga, hidung dan bibir mereka, juga dengan kendaraan vespa butut yang menjadi ciri khas dari komunitas ini, penulis bersama tim berdialog dengan 2 orang anak punk yang mewakili komunitas ini. Dia perkenalkan dirinya dan anggota kelompoknya dengan ramah dan sopan, juga menginformasikan asal usul mereka yang ternyata berasal dari daerah yang saling berjauhan, ada yang dari Sumatera, tapi juga ada yang berasal dari Pulau Jawa.

Bahkan mereka juga menceritakan jika mereka baru saja mengunjungi ujung utara pulau Sumatera dengan vespa butut mereka. Mereka juga bercerita tentang latar belakang mereka menjadi anak punk, yang umumnya disebabkan oleh situasi keluarga yang broken, atau bahkan masalah pekerjaan seperti yang diceritakan oleh salah seorang dari mereka, bahwa dirinya adalah lulusan SMA disuatu daerah tapi tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, akhirnya dirinya bergabung dengan komunitas ini. 

Akhirnya setelah proses pendataan selesai, seraya berharap dan berdoa agar negara ini diberi kekuatan untuk memberdayakan orang-orang seperti mereka, juga mendoakan agar orang-orang terlantar ini kelak diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa kehidupan yang lebih baik di dunia, penulis pun bergumam di dalam hati :"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Penulis : Muji Basuki (Statistisi di BPS Provinsi Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Senin, 30 Januari 2023 08:04 WIB
Kearifan Lokal Solusi Persoalan Gizi
Rabu, 25 Januari 2023 08:01 WIB
Tekad Ekstrem Atasi Kemiskinan
Senin, 16 Januari 2023 08:02 WIB
Pentingnya Pengawasan
Selasa, 20 Desember 2022 17:48 WIB
Kesetiakawanan Butuh Keteladanan
Senin, 09 Januari 2023 08:03 WIB
Pelayanan Adalah Pondasi
Kamis, 12 Januari 2023 08:38 WIB
Nasibmu Wahai Buruh Dan Pekerja
Jum'at, 20 Januari 2023 08:02 WIB
Budaya Sarana Memajukan Bangsa
Rabu, 28 Desember 2022 10:22 WIB
Regulasi Mengatasi Penyimpangan
Selasa, 29 November 2022 11:31 WIB
Korpri Dan Misi Mulia Bagi Negeri
Jum'at, 13 Januari 2023 08:59 WIB
Sensus Pertanian di Tengah Ancaman Krisis
Senin, 21 November 2022 08:31 WIB
Anak Aset Bangsa
Sabtu, 24 Desember 2022 08:01 WIB
Walau Anomali, Selamat Argentina! Indonesia?
Senin, 07 November 2022 10:01 WIB
Pariwisata Memperkuat Budaya
Sabtu, 31 Desember 2022 15:07 WIB
2023 dan Asa Lebih Baik
Rabu, 23 November 2022 12:01 WIB
Permenaker 18, PHP?
Selasa, 06 Desember 2022 11:00 WIB
Riau Dan Misi Pariwisata Medis
Jum'at, 25 November 2022 18:19 WIB
Guru Dan Tantangan Kekinian
Sabtu, 10 Desember 2022 08:59 WIB
HAM Dan Masa Depan Bangsa
Rabu, 04 Januari 2023 08:02 WIB
Ketika Tongkat Membawa Rebah
Rabu, 02 November 2022 14:13 WIB
Membentuk Mentalitas Pelayanan
Rabu, 14 Desember 2022 13:18 WIB
Keselamatan Pekerja Prioritas Utama!
Rabu, 12 Oktober 2022 08:10 WIB
Jiwa Sehat, Insan Kuat, Bangsa Hebat
Sabtu, 17 Desember 2022 15:49 WIB
Menanti Kehadiran Negara
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Kamis, 10 November 2022 13:13 WIB
Hari Pahlawan Dan Pentingnya Pendidikan Karakter
Rabu, 16 November 2022 11:43 WIB
Memupuk Sikap Toleransi
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Gubri Minta UNRI Siapkan SDM untuk RS Jantung dan Otak
Selasa, 31 Januari 2023
Gubernur Syamsuar dan Saleh Djasit Komitmen Bangun Pendidikan di Riau
Selasa, 31 Januari 2023
Silahturrahmi dengan Gubernur Syamsuar, IKBR Dukung Program Pemprov Riau
Selasa, 31 Januari 2023
Gubernur Syamsuar Didaulat Jadi Ketua Dewan Pertimbangan Universitas Riau

Serantau lainnya ...
Senin, 30 Januari 2023
Berdesain Unik, Pojok Baca RSUD Tengku Rafian Siak Juara 1 Lomba Perpustakaan
Selasa, 24 Januari 2023
Si Kembar Atlet Sepatu Roda Rohul Raih Gelar Perdana 2023
Jumat, 20 Januari 2023
Masakan Dapur Lapas Pekanbaru Resmi Bersertifikasi Halal dari MUI
Rabu, 18 Januari 2023
Royal Century Purwodadi Menjawab Hunian Impian Setiap Orang

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Senin, 16 Januari 2023
Asyik, Layar Samsung Galaxy Z Fold 5 Bakal Minim Kerutan
Sabtu, 14 Januari 2023
30 Anggota API BPD Riau Ikuti Kelas Digital Marketing
Rabu, 04 Januari 2023
Setahun Pasca Merger, IOH dan Twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023
Senin, 02 Januari 2023
Pemkab Meranti Kini Miliki Command Center yang Himpun Semua Data

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 30 Januari 2023
Prevalensi Stunting di Siak Naik 3 Persen, Wabup: Perlu Perhatian Serius
Senin, 30 Januari 2023
Sederhanakan Birokrasi, BKKBN Riau Terbitkan Surat Tugas Tim Kerja
Senin, 23 Januari 2023
Direktur Kemenkes Minta Layanan Kanker dan Jantung di RSUD Arifin Achmad Riau Ditingkatkan
Minggu, 01 Januari 2023
Gubri Ajak Orang Tua Awasi Anak dari Bahaya Narkoba

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 20 Januari 2023
Waka DPRD Riau Hardianto Raih Gelar Magister Manajemen dari Sekolah Pascasarjana Unilak
Rabu, 18 Januari 2023
Syamsuar, Ganjar hingga Risma Hadiri Pelantikan Rektor IPB
Selasa, 17 Januari 2023
Mahasiswa IPB Goes to School ke 80 Sekolah di Riau
Sabtu, 14 Januari 2023
Sekolah Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional, Angkat Tema Hukum, Manajemen dan Lingkungan

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

APRIl - Imlek 2023
Terpopuler
BUMD 2023
Foto
PCR 2023
Khas Hotel November 2022
Senin, 30 Januari 2023
Sosialisasi Upaya Konservasi Gajah, Komedian Komeng dan Djarwo Kwat Kunjungi PLG Minas
Selasa, 10 Januari 2023
Luna Maya Buka Suara Soal Kabar Menikah dengan Gading Marten
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan

Selebriti lainnya ...
Nataru 2022 April.RAPP
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www