Senin, 28 November 2022

Breaking News

  • Pemprov Riau Akui Gubri Batal ke Meranti, Erisman: Katanya Ada Penolakan Bupati Tapi Alasannya Kita Tak Tahu   ●   
  • Setubuhi Wanita Terbelakang Mental, Pria di Bengkalis Ditangkap Polisi   ●   
  • Pimpinan MPR Pastikan Pilkada 2024 Tetap Dipilih Rakyat Langsung   ●   
  • Arab Saudi Percepat Proses Visa Umrah, Hanya Perlu 24 Jam   ●   
  • Jumpai Sekdako Pekanbaru, REI Riau Keluhkan Lambatnya Penerbitan Izin
Yamaha 27-30 November 2022

CAKAP RAKYAT
Hari Pahlawan Dan Pentingnya Pendidikan Karakter
Kamis, 10 November 2022 13:13 WIB
Hari Pahlawan Dan Pentingnya Pendidikan Karakter
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara,

Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita, sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Kalimat di atas sepenggal pidato lantang Bung Tomo yang menggugah dan membakar semangat jelang pecah pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, yang disampaikan melalui Radio Pemberontakan milik Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) di Surabaya. Sekedar kilas balik, 10 November 1945 bukan kejadian tunggal. Bermula 25 Oktober 1945, perwira angkatan darat India-Inggris Mallaby dan serdadunya mendarat di Tanjung Perak dengan misi melucuti senjata pasukan Jepang. Selain itu tersebar ancaman yang memerintahkan laskar rakyat Surabaya menyerahkan senjata ke sekutu dalam waktu 2 hari. Tentu saja memantik amarah rakyat Surabaya. Tak berselang lama, pos sekutu di wilayah Surabaya diserbu. Mallaby yang terdesak lalu meminta para pemimpin republik yaitu Soekarno, Hatta dan Amir Sjariffudin datang ke Surabaya untuk bikin kesepakatan penghentian serangan terhadap tentara Sekutu. Tapi situasi tak kunjung mereda. 7 November sekutu mengultimatum Gubernur Jawa Timur (Jatim) bahwa akan menduduki Surabaya jika tak mampu kendalikan keadaan. Berikut menekan pemimpin republik, komandan laskar dan seluruh pemuda bersenjata agar menyerah selambatnya pukul 6 sore hari yang sama. Puncaknya, 10 November Gubernur Jatim melalui radio menolak ultimatum yang memicu peristiwa bersejarah dan peperangan terbesar paska kemerdekaan.

Meski secara kekuatan para pejuang kalah telak dari sekutu, satu hal yang tak bisa disangkal bangsa ini keluar dari medan pertempuran dengan kepala tegak. Berani mempertahankan kemerdekaan walau harus berkorban nyawa. Dalam mengenang momen historis, sudah sepantasnya generasi bangsa tak lupa akan sejarah dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Refleksi dan kontemplasi inilah yang diharapkan mengisi peringatan hari pahlawan. Bukan malah disibukkan dengan narasi mencari pahlawan masa kini, yang justru akan mengurangi khidmat dan hikmah hari pahlawan. Karena perjuangan para pendahulu tak tergantikan dan bisa dibanding-bandingkan. Bicara refleksi, banyak I’tibar yang bisa kita peroleh dan bernilai manfaat bagi perjalanan bangsa di masa kini dan kepentingan masa mendatang. Adapun dalam kesempatan kali ini, satu hal yang perlu ditelaah dari kejadian 10 November 1945 adalah menggali apa yang memotivasi para pejuang berani berkorban meski secara angka dan persenjataan jauh di bawah sekutu penjajah?

KUNCI

Kalau kita tarik kesimpulan dini kuncinya satu: karakter. Pribadi berkarakter kokoh dan kuat berupaya menegakkan kebenaran dalam keadaan apapun. Sifat ini jelas tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat. Butuh proses penempaan dan tekad kuat. Kisah Bung Tomo paling pas diangkat. Selaku pengobar semangat tempur dalam Peristiwa 10 November 1945, ia bukan pria cepak sebagaimana ciri khas tentara dan bukan lulusan akademi militer. Namun berani bersuara menentang penjajah. Bung Tomo pendiri dan pemimpin laskar yang beranggotakan hingga luar pulau Jawa, membuat dia ditarik ke Kementerian Pertahanan. Ia bukan satu-satunya tokoh menonjol saat itu. Di antara sekian perwira penting dalam palagan 10 November 1945, banyak punya pengalaman di bidang militer seperti Jenderal Mayor Mohammad Mangunprodjo, Kolonel Sungkono, Kolonel Djonosewojo hingga Kolonel Moestopo. Kendati begitu, Bung Tomo kesohor dan disegani. Lewat pidatonya yang lazim diawali dengan kalimah “Bismillahirahmanirahim” dan diakhiri pekik “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!”, sukses memacu andrenalin para pejuang. Bung Tomo menepis opini sesat yang kerap mendiskreditkan ajaran Islam seolah sumber perpecahan. Juga mereka yang berkata bahwa membawa agama dalam urusan publik memecah belah bangsa. Pidato Bung Tomo justru berhasil mempersatukan. Ia pernah berujar “Andai tak ada takbir, saya tidak tahu dengan cara apa membakar semangat para pemuda melawan penjajah”. Bung Tomo menyebut “Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi” sebelum menyebutkan daerah lain.

Di sini pelajaran berharga. Dulu tokoh menyuarakan narasi untuk kepentingan bangsa. Sementara sekarang, simbol dan filosofi negara seperti Pancasila dijadikan tameng guna melindungi kepentingan kelompok dan menyerang pihak berseberangan dengan tuduhan menebar kebencian, radikal, anti Pancasila dan anti NKRI. Jadi, politik identitas termasuk agama bukan sumber persoalan di negeri ini. Bencana bagi bangsa manakala kebenaran dimanipulasi biar tampak salah dan segala cara dipakai untuk memoles kezaliman biar tampak benar. Kisah Bung Tomo juga mengandung nilai pentingnya konsistensi menyuarakan kebenaran dalam bingkai amar ma’ruf nahi mungkar. Kembali ke sejarah, paska peristiwa 10 November 1945 laskar-laskar banyak dilebur masuk TNI. Kala itu Panglima Besar dijabat Soedirman dan Menteri Pertahanan dipegang Amir Sjarifuddin yang dikenal sebagai tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI). Hubungan Amir Sjarifuddin dengan Bung Tomo boleh dibilang kurang akur. Menurut cerita istrinya di buku berjudul “Bung Tomo Suamiku”, ketika tiba di Tawangmangu (meninjau RRI), Bung Tomo mendapat pemberitahuan lewat telegram dari Menteri Pertahanan. Bung Tomo diminta memilih: tetap menjadi jenderal namun tak boleh berpidato atau berhenti jadi jenderal tetapi bisa berpidato. “Aku melihat Mas Tom Merenung, lalu tiba-tiba ia membalikan badan dan dengan nada marah berkata: ‘Persetan, ora dadi jenderal ya ora patheken,’” ujar istrinya. Sikap barusan menggambarkan betapa jabatan tak membuat konsistensi Bung Tomo menyuarakan kebenaran surut. Ya, Bung Tomo termasuk anti-PKI dan tergolong kritis terhadap Presiden Sukarno di masa Orde Lama. Sikap sama berlanjut sampai era Orde Baru.

Kokohnya sosok Bung Tomo tak bisa dipisahkan dari kedekatan dengan para kiai dan dunia santri. Pergolakan 10 November 1945 juga bukti besarnya pengaruh agama menyadarkan para pejuang terdahulu untuk hidup bermartabat dan memerangi unsur-unsur yang dapat menghinakan manusia. Peristiwa tersebut buah dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh para kiai pada tanggal 22 Oktober 1945. Diantara poin dalam resolusi dimaksud menyatakan "Berperang menolak dan melawan penjajah itu fardlu 'ain (harus dikerjakan tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempuan, anak-anak, bersendjata atau tidak) bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 km dari tempat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang-orang yang berada di luar jarak lingkaran tadi, kewajiban itu jadi fardlu kifayah (yang cukup, kalau dikerjakan sebagian saja)..." Keputusan tadi serta merta disyiarkan ke seluruh masjid hingga langgar di Surabaya dan sekitarnya. Namun, Resolusi Jihad rupanya menggema ke seluruh pelosok Jawa hingga Sumatera. Usai Resolusi Jihad bergaung, gerakan perlawanan kaum santri terhadap pasukan-pasukan sekutu semakin gencar di di pedesaan sampai kota-kota besar. Berbagai front pertempuran ikut turun termasuk laskar pejuang legendaris lainnya yaitu Hizbullah. Berangkat dari pemaparan, tergambar urgensi pelajaran sejarah untuk mengenali unsur-unsur yang membangun karakter bangsa. Sangat disayangkan tahun 2020 sempat muncul isu pelajaran sejarah akan digeser dari mata pelajaran wajib SMA sederajat dalam kebijakan penyederhanaan kurikulum yang digodok Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. Meski tak jadi, narasi menggeser pelajaran sejarah terlanjur ditafsirkan sekedar uji ombak: kalau tidak mendapat protes keras boleh jadi terwujud. Seharusnya pelajaran sejarah diperkuat. Karena melalui pembelajaran sejarah kita tahu modal utama yang mengantarkan bangsa meraih kemerdekaan, yakni pentingnya pendidikan jiwa dan karakter.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM. (Anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau).
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Senin, 21 November 2022 08:31 WIB
Anak Aset Bangsa
Rabu, 23 November 2022 12:01 WIB
Permenaker 18, PHP?
Jum'at, 25 November 2022 18:19 WIB
Guru Dan Tantangan Kekinian
Senin, 07 November 2022 10:01 WIB
Pariwisata Memperkuat Budaya
Rabu, 16 November 2022 11:43 WIB
Memupuk Sikap Toleransi
Rabu, 02 November 2022 14:13 WIB
Membentuk Mentalitas Pelayanan
Rabu, 12 Oktober 2022 08:10 WIB
Jiwa Sehat, Insan Kuat, Bangsa Hebat
Rabu, 26 Oktober 2022 22:08 WIB
BOS Optimal, SDM Handal
Kamis, 10 November 2022 18:00 WIB
Meneladani Nilai-Nilai Kepahlawanan
Kamis, 20 Oktober 2022 08:20 WIB
Pentingnya Integrasi Ke Sektor Pendidikan
Jum'at, 02 September 2022 14:49 WIB
One Command Center Solusi Kegawatdaruratan di Riau
Jum'at, 18 November 2022 08:22 WIB
G20 Dalam Angka, Riau Dimana?
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Sabtu, 08 Oktober 2022 20:34 WIB
Menjaga Warisan Nabi
Jum'at, 28 Oktober 2022 22:33 WIB
Melestarikan Warisan Sumpah Pemuda
Jum'at, 09 September 2022 14:10 WIB
Gotong Royong Perkuat Daya Saing SDM
Kamis, 20 Oktober 2022 09:59 WIB
Regsosek dan Semangat Sumpah Pemuda
Sabtu, 01 Oktober 2022 15:35 WIB
Belajar Setia Dari Sejarah
Senin, 15 Agustus 2022 19:21 WIB
Kesetaraan Kunci Bangun Bangsa
Rabu, 17 Agustus 2022 12:35 WIB
Mari Jaga Warisan Kemerdekaan
Minggu, 16 Oktober 2022 20:11 WIB
Stunting Dan Ancaman Daya Saing
Jum'at, 28 Oktober 2022 08:20 WIB
Pemuda, Tetaplah Optimis
Selasa, 30 Agustus 2022 11:48 WIB
Pendidikan Ruh Pembangunan
Kamis, 22 September 2022 08:16 WIB
Meneroka RUU Sisdiknas
Minggu, 18 September 2022 08:16 WIB
Karena Satu Nyawa Begitu Berharga
Minggu, 13 November 2022 00:36 WIB
RUU Kesehatan, Gagal Fokus?
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 28 November 2022
PHR Disarankan Lakukan Hal Ini untuk Jaga Keselamatan Para Pekerja
Minggu, 27 November 2022
Hadiri Mubes IKST Riau, Pj Sekda: Orang Tapung harus Bisa Menyatu dengan Masyarakat Heterogen
Minggu, 27 November 2022
Kapolres Bengkalis Ingatkan Personel Jaga Sinergitas TNI Polri dan Bahu-membahu Bersama Masyarakat
Minggu, 27 November 2022
Niken Khairunnisa Larasati Dinobatkan sebagai Duta Anak Kampar 2022

Serantau lainnya ...
Rabu, 23 November 2022
Kenali PHA: Kandungan Skincare untuk Kulit Sensitif
Rabu, 23 November 2022
Lima Tempat Suci di Dunia, Salah Satunya Jadi Kota Suci Tiga Agama
Selasa, 22 November 2022
Gubri "Pamer" Jaket Bomber Tenun Riau Hasil Desain M Abyan Syah Pelajar Kelas 12 SMA Darma Yudha
Selasa, 15 November 2022
Ada Noda Membandel di Pakaian? Atasi dengan 5 Bahan Dapur Ini

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Rabu, 23 November 2022
Walau Bersayap, 7 Burung Ini Tidak Bisa Terbang
Senin, 21 November 2022
Kemenkominfo Gelar Literasi Digital, "Tips Digital: WhatsApp For Business"
Jumat, 18 November 2022
PDS Mudahkan Konsumen Lakukan Transaksi, hanya Lewat Genggaman
Senin, 07 November 2022
Fenomena Gerhana Bulan Total Terjadi Besok, Ini Daftar Wilayah yang Bisa Melihatnya

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 21 November 2022
Aksesoris Travelling Yang Wajib Anda Bawa Saat Hujan
Jumat, 18 November 2022
Cegah Sakit di Musim Hujan dengan Mengonsumsi 7 Makanan Mengandung Vitamin B6
Kamis, 17 November 2022
Eka Hospital Pekanbaru Gelar Seminar Awam Kendali Komplikasi pada Diabetes
Jumat, 11 November 2022
Peringati Hari Kesehatan Nasional, Pertagas Gelar Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Bengkalis

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 28 November 2022
Hendriko Dikukuhkan sebagai Guru Besar Pertama di Politeknik Caltex Riau
Jumat, 25 November 2022
Pemko Pekanbaru Ajak Hima Persis Beri Kontribusi Nyata Bangun Pekanbaru
Rabu, 23 November 2022
Gelaran Puncak Acara Big Event Predatech 2022 Sukses Dilaksanakan Predatech dan LPI
Selasa, 22 November 2022
Diperkuat Unilak, Riau Tambah Medali dari Sepak Takraw di Pomnas 17 Padang

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

Pegadaian Oktober 2022
Terpopuler

04

Khas Hotel November 2022
Foto
DPRD Riau 2022 1
Diskes Rohul Agustus 2022
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan
Senin, 21 November 2022
Blak-blakan Nia Ramadhani kepada Merry Riana; Terjerat Kasus Narkoba Jadi Mukjizat Bagi Pernikahanku
Sabtu, 19 November 2022
DDV dan Aksa Bumi Langit Gelar Nonton Bersama untuk Anak-anak Kurang Beruntung
Sabtu, 19 November 2022
Nia Ramadhani Ungkap Terjerat Narkoba Bukan Akhir Dunia

Selebriti lainnya ...
DPRD Riau 2022 2
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
BSP - HUT Siak 12 Oktober 2022
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi
Jumat, 28 Oktober 2022
Niat Awal untuk Pendidikan, Alina Kini Mencintai Islam
Selasa, 25 Oktober 2022
Ustaz Yurnalis di Hadapan Warga Binaan: Jika Ingin Jadi Insan Hebat, Lapangkan Hati

Religi lainnya ...
DPRD Riau Hari Kesehatan Nasional 2022
Indeks Berita
DPRD Riau HUT BRIMOB 2022DPRD Riau HGN 2022HUT RI 77 - APRIL RAPPPertaminaHUT Riau 2022 - PT SPR
www www