Minggu, 05 Februari 2023

Breaking News

  • Terbukti Kolusi, Mantan Rektor UIN Suska Riau Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara   ●   
  • Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Waspada!! Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Ini Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Awal 2023, Penularan HIV/AIDS di Riau Beresiko Alami Kenaikan   ●   
  • 24 Desa di Riau Masuk Kategori Desa sangat Tertinggal, Mayoritas di Kampar   ●   
  • 12.966 Wisatawan Kunjungi Siak Sepanjang Libur Nataru   ●   
  • Tiga ASN Pemprov Dipecat Tidak Hormat Sepanjang 2022   ●   
  • Proses Tahap II Mandek, Tersangka Karhutla PT BMI tak Kunjung Diadili   ●   
  • 532 Peserta Tidak Lulus Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Pemprov Riau   ●   
  • Jalan Rusak di Riau Capai 1.035 Km, Gubernur Akui Jadi 'PR' 2023
Bapenda dan NasDem

CAKAP RAKYAT
RUU Kesehatan, Gagal Fokus?
Minggu, 13 November 2022 00:36 WIB
RUU Kesehatan, Gagal Fokus?
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (kanan) bersama Direktur RSUD Arifin Ahmad, Drg Wan Fajriatul M, SpKG

Sejumlah Organisasi Profesi (OP) kesehatan di Indonesia ramai-ramai menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan. Beleid tersebut rencananya akan dibahas DPR-RI dalam program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2023. Riau sendiri tak luput. Teruntuk di Riau, suara sama disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Mengutip CAKAPLAH.com, pihak IDI Cabang Riau mengatakan bahwa OP kesehatan memandang RUU Kesehatan tidak jelas urgensinya dan lebih mendukung upaya memperbaiki sistem kesehatan nasional. Betapa tidak. Dari informasi yang diperoleh, RUU Kesehatan bakal menyasar sembilan UU terkait kesehatan kurun waktu 1984-2021 meliputi tentang wabah penyakit, pendidikan, kesehatan, praktik kedokteran, keperawatan hingga perihal alat kesehatan (Alkes). UU disebut tadi mengandung sekitar 900 pasal. Ini lantas akan digodok jadi UU baru dengan metode “sapu jagad” atau omnibus law, yang nantinya akan mengerucut menjadi sekitar 400 pasal. Artinya, lebih separuh pasal lenyap. OP kesehatan menilai RUU Kesehatan ancaman. Sebab, utak-atik berpotensi menghilangkan UU Profesi. Jika itu terjadi, dampak negatif bukan hanya bagi OP kesehatan tetapi turut dirasakan masyarakat.

Sebagaimana diketahui, UU profesi yang ada sekarang pedoman bagi tenaga kesehatan dalam rangka memberi layanan kesehatan. Salah satu isu mengemuka terkait Surat Izin Praktik (SIP). Menurut IDI, dalam draf RUU Kesehatan, SIP tak lagi melalui rekomendasi yang diamanahkan ke IDI. Sementara rekomendasi profesi dari OP dinilai masih relevan untuk memverifikasi seorang dokter telah memenuhi kompetensi dan etik demi optimalisasi pelayanan.

Dari sudut pandang kami di Komisi 5 dalih tersebut ada benarnya. Kalau Pemerintah mau ambil alih proses pemberian penilaian terhadap tenaga kesehatan, apa mampu mulai SDM sampai perangkat teknis untuk screening kelayakan tenaga medis atau kesehatan? Apalagi IDI tak sebatas beri rekomendasi izin praktik, melainkan juga pembinaan etik. Kami berkeyakinan kewenangan tadi ditangani Pemerintah pasti bakal kewalahan. Apabila dasar peniadaan rekomendasi karena memakan waktu yang lama, alangkah baiknya Pemerintah mengeluarkan Peraturan teknis yang mengatur penentuan waktu penerbitan rekomendasi SIP. Keberadaan OP signifikan atas asumsi mereka terdiri dari orang-orang yang ahli dan punya latar belakang di bidang kesehatan secara teori dan praktek.

Disamping itu, dalam konteks berbangsa dan bernegara, orientasi omnibus law seolah tersentralisasi. Ini tak sehat bagi otonomi dan kemandirian serta prinsip sinergisitas. Pemerintah dan pemangku kepentingan idealnya berkolaborasi. Bukan kayak tukang parkir rebutan lahan. Lagipula UU profesi sudah berjalan setakat ini tidak ada masalah berarti di daerah. Termasuk di Riau. Pemda justru terbantu kehadiran OP medis dan kesehatan. Alih-alih menghapus, semestinya Pemerintah memperkuat UU Profesi.

UU bidang kesehatan yang ada sudah berjalan selaras, baik UU tentang Praktik Kedokteran, UU tentang Tenaga Kesehatan, UU tentang Keperawatan, UU tentang Kebidanan dan tentang Kefarmasian. Semua UU juga telah mengakomodir perlindungan pasien, perlindungan pelayanan kepada masyarakat, peningkatan mutu pelayanan serta kepastian hukum terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan. Teristimewa profesi perawat, penolakan disampaikan PPNI di daerah dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta beberapa waktu lalu dihadiri perwakilan dari 34 provinsi. RUU Kesehatan akan mengganggu UU 38/2014 tentang Keperawatan yang telah berperan banyak sekaligus landasan kuat pengembangan profesi perawat untuk mewujudkan kualitas dan profesionalitas layanan kesehatan.

Bila UU 38/2014 ditiadakan, praktis tak ada pedoman khusus. Padahal UU Keperawatan sudah mengatur aspek hulu hingga hilir. Berikut pelayanan perawat berupa perlindungan klien atau masyarakat maupun perawat itu sendiri. Lebih menyesakkan lagi, penghapusan UU Keperawatan oleh Pemerintah Pusat seakan mengkhianati dan tak menghargai perjuangan tenaga kesehatan yang berjibaku dan banyak kehilangan nyawa selama penanganan Covid-19. UU Keperawatan seumpama medali dari negara dan kebanggaan bagi perawat Indonesia yang telah diperjuangkan lebih dari 25 tahun. Jangan sampai digerus RUU Kesehatan.

Fokus

Keinginan Pemerintah Pusat dan DPR-RI menyederhanakan berbagai peraturan tentang kesehatan lewat RUU Kesehatan juga tak menjamin kualitas aturan ke depan lebih baik. Keraguan muncul mengingat rapor merah UU Cipta Kerja yang telah diputus melanggar konstitusi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) akibat abai terhadap banyak aspek. Paling fatal minimnya partisipasi dan keterbukaan. Sinyal serupa juga tampak pada proses pengajuan draf RUU Kesehatan. Pengurus besar IDI mengaku belum mendapat draf RUU Kesehatan. Wajar saja berbagai profesi kesehatan merasa terancam. Kami mendukung protes dan kritik terhadap Omnibus Law RUU Kesehatan dan meminta Pemerintah dan DPR lebih aktif melibatkan OP kesehatan dan unsur masyarakat dalam ikhtiar membenahi sistem kesehatan.

Bertindak sebagai DPRD Riau khususnya Komisi 5 yang membidangi urusan kesehatan, kami sangat terbuka dan menyambut baik serta siap menjembatani aspirasi OP medis dan kesehatan di Riau. Secara pribadi juga sepakat prioritas ke pembenahan sistem kesehatan. Semisal praktik tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya harus dipastikan kompetensi demi keselamatan pasien; menyiasati tantangan kesehatan seperti gizi buruk dan stunting, menekan kematian ibu-anak serta penyakit yang memerlukan pembiayaan besar; sistem pembiayaan kesehatan dan pengelolaan data kesehatan; pemerataan sarana dan prasarana serta tenaga kesehatan di daerah.

Terlebih, mengacu ke dokumen Global Strategy on Human Resources for Health Workforce 2030 yang diterbitkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih banyak permasalahan mendasar kesehatan tanah air. Mirisnya, bicara sarana Puskesmas justru kurang mendapat atensi dalam UU Cipta Kerja.

Saat ini, Puskesmas fasilitas kesehatan paling vital. Terdekat dan paling mudah diakses warga. Layanan preventif memungkinkan masyarakat lakukan upaya pencegahan dan pengobatan. Lanjut, hal genting lain SDM tenaga medis dan kesehatan. Semakin mahalnya biaya pendidikan profesi kesehatan bikin sulit dijangkau oleh insan yang berasal dari keluarga terbatas secara ekonomi.

Di sisi lain negara dihadapkan kekurangan SDM tenaga kesehatan. Jangankan untuk memenuhi daerah terpencil, tak sedikit wilayah cukup layak secara aksesibilitas namun masih alami hal serupa. Belum lagi urusan jenjang karier tenaga medis dan kesehatan sesuai pendidikan, pengalaman dan keterampilan, belum sepenuhnya diimplementasikan dalam praktik pelayanan kesehatan di banyak daerah.

Kemudian tantangan lain, makin kompleksnya kebutuhan pasien. Kondisi tersebut secara langsung berdampak pada tekanan kerja bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang sedikit-banyak turut mempengaruhi layanan dan perawatan pasien serta hasil keseluruhan. Sederetan problematika barusan lebih penting dicari solusi ketimbang misi bombastis penyederhanaan regulasi ujungnya malah menghapus aturan yang masih diperlukan.

Rintangan di atas hanya bisa diurai dengan kerja kolektif. Melibatkan pemangku kepentingan, swasta, asosiasi profesi, institusi pendidikan hingga masyarakat sipil. Di sinilah sisi positif sinergitas dan kolaborasi. Mustahil semua diambilalih Pemerintah.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau).
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Jum'at, 03 Februari 2023 08:16 WIB
Riau Dan Cita Destinasi Medis
Kamis, 02 Februari 2023 13:04 WIB
Tahun Politik dan Siklus Perubahan Bangsa
Senin, 30 Januari 2023 08:04 WIB
Kearifan Lokal Solusi Persoalan Gizi
Rabu, 25 Januari 2023 08:01 WIB
Tekad Ekstrem Atasi Kemiskinan
Senin, 16 Januari 2023 08:02 WIB
Pentingnya Pengawasan
Selasa, 20 Desember 2022 17:48 WIB
Kesetiakawanan Butuh Keteladanan
Senin, 09 Januari 2023 08:03 WIB
Pelayanan Adalah Pondasi
Kamis, 12 Januari 2023 08:38 WIB
Nasibmu Wahai Buruh Dan Pekerja
Jum'at, 20 Januari 2023 08:02 WIB
Budaya Sarana Memajukan Bangsa
Rabu, 28 Desember 2022 10:22 WIB
Regulasi Mengatasi Penyimpangan
Selasa, 29 November 2022 11:31 WIB
Korpri Dan Misi Mulia Bagi Negeri
Jum'at, 13 Januari 2023 08:59 WIB
Sensus Pertanian di Tengah Ancaman Krisis
Senin, 21 November 2022 08:31 WIB
Anak Aset Bangsa
Senin, 07 November 2022 10:01 WIB
Pariwisata Memperkuat Budaya
Sabtu, 24 Desember 2022 08:01 WIB
Walau Anomali, Selamat Argentina! Indonesia?
Sabtu, 31 Desember 2022 15:07 WIB
2023 dan Asa Lebih Baik
Rabu, 23 November 2022 12:01 WIB
Permenaker 18, PHP?
Jum'at, 25 November 2022 18:19 WIB
Guru Dan Tantangan Kekinian
Selasa, 06 Desember 2022 11:00 WIB
Riau Dan Misi Pariwisata Medis
Sabtu, 10 Desember 2022 08:59 WIB
HAM Dan Masa Depan Bangsa
Rabu, 04 Januari 2023 08:02 WIB
Ketika Tongkat Membawa Rebah
Rabu, 02 November 2022 14:13 WIB
Membentuk Mentalitas Pelayanan
Rabu, 14 Desember 2022 13:18 WIB
Keselamatan Pekerja Prioritas Utama!
Rabu, 12 Oktober 2022 08:10 WIB
Jiwa Sehat, Insan Kuat, Bangsa Hebat
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Sabtu, 17 Desember 2022 15:49 WIB
Menanti Kehadiran Negara
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 05 Februari 2023
Panwaslu Kelurahan untuk Pemilu 2024 di Kecamatan Binawidya Dilantik
Minggu, 05 Februari 2023
Bravo 5 Salurkan Bantuan Sembako ke Masyarakat, Penerima Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi
Minggu, 05 Februari 2023
FBCB Menguatkan Pendidikan Pemilih untuk Partisipasi dan Representasi Perempuan serta Kelompok Minoritas di Pemilu 2024
Sabtu, 04 Februari 2023
Pengurus Ikasmanda 87 Resmi Dilantik, Fokus Bergerak di Bidang Sosial

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Februari 2023
Melalui Sampoerna Mobile Banking, Warga Riau Berkesempatan Jadi Sultan Dadakan
Jumat, 03 Februari 2023
Cara Memotong Ayam yang Benar
Kamis, 02 Februari 2023
Diresmikan Istri Pj Walikota, Vinia Butik Marpoyan Tawarkan Produk Berkualitas Harga Terjangkau
Selasa, 31 Januari 2023
3 Zodiak Jalani Hidup Paling Beruntung Bulan Februari 2023

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Oppo Find X6 Series Akan Punya Tiga Varian, Ini Bocorannya
Senin, 16 Januari 2023
Asyik, Layar Samsung Galaxy Z Fold 5 Bakal Minim Kerutan
Sabtu, 14 Januari 2023
30 Anggota API BPD Riau Ikuti Kelas Digital Marketing
Rabu, 04 Januari 2023
Setahun Pasca Merger, IOH dan Twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Februari 2023
Bahagianya Adinda, Penyintas yang Menari "Yamko Rambe Yamko" di Acara Peringatan Hari Kanker
Selasa, 31 Januari 2023
Peringati Hari Kanker Dunia, IDI Pekanbaru akan Gelar Berbagai Kegiatan
Senin, 30 Januari 2023
Prevalensi Stunting di Siak Naik 3 Persen, Wabup: Perlu Perhatian Serius
Senin, 30 Januari 2023
Sederhanakan Birokrasi, BKKBN Riau Terbitkan Surat Tugas Tim Kerja

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 02 Februari 2023
Tahun 2022 Santuni Rp 2 Triliun, Jasa Raharja Sambangi Unri untuk Tekan Lakalantas di Riau
Rabu, 01 Februari 2023
UIR Penjajakan Potensi Kerjasama dengan UTP Malaysia
Selasa, 31 Januari 2023
Gubernur Syamsuar Bangga Anak Riau Diterima Magang di Thailand dan Filipina
Jumat, 20 Januari 2023
Waka DPRD Riau Hardianto Raih Gelar Magister Manajemen dari Sekolah Pascasarjana Unilak

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

HUT Kampar 2023 - APRIL RAPP
Terpopuler
PCR 2023
Foto
Khas Hotel November 2022
Nataru 2022 April.RAPP
Selasa, 31 Januari 2023
7 Drakor Terbaru Februari 2023, Ada The Heavenly Idol dan Taxi Driver 2
Senin, 30 Januari 2023
Sosialisasi Upaya Konservasi Gajah, Komedian Komeng dan Djarwo Kwat Kunjungi PLG Minas
Selasa, 10 Januari 2023
Luna Maya Buka Suara Soal Kabar Menikah dengan Gading Marten
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www