Minggu, 05 Februari 2023

Breaking News

  • Terbukti Kolusi, Mantan Rektor UIN Suska Riau Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara   ●   
  • Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Waspada!! Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Ini Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Awal 2023, Penularan HIV/AIDS di Riau Beresiko Alami Kenaikan   ●   
  • 24 Desa di Riau Masuk Kategori Desa sangat Tertinggal, Mayoritas di Kampar   ●   
  • 12.966 Wisatawan Kunjungi Siak Sepanjang Libur Nataru   ●   
  • Tiga ASN Pemprov Dipecat Tidak Hormat Sepanjang 2022   ●   
  • Proses Tahap II Mandek, Tersangka Karhutla PT BMI tak Kunjung Diadili   ●   
  • 532 Peserta Tidak Lulus Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Pemprov Riau   ●   
  • Jalan Rusak di Riau Capai 1.035 Km, Gubernur Akui Jadi 'PR' 2023
Bapenda dan NasDem

Program SMPEI di Riau Berhasil, Mampu Jaga Kebakaran Gambut dan Dorong Ekonomi Masyarakat
Kamis, 01 Desember 2022 16:56 WIB
Program SMPEI di Riau Berhasil, Mampu Jaga Kebakaran Gambut dan Dorong Ekonomi Masyarakat

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Setelah 4 tahun berjalan, program Sustainable Management Of Peatland Ecosystems In Indonesia (SMPEI) atau Manajemen Pengelolaan Ekosistem Gambut di Provinsi Riau resmi ditutup.

Program SMPEI dinilai berhasil dalam menjaga gambut dari kebakaran, dan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Program SMPEI merupakan suatu perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan dengan metode pembahasan melalui pembangunan sekat kanal, kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan lembaga Dunia Internasional Fund For Agricultural Development (IFAD).

Sedangkan IFAD sendiri merupakan organisasi internasional yang menaruh perhatian pada masalah pertanian di negara berkembang dengan memberikan soft loans dagrants untuk proyek-proyek lingkungan hidup dan pertanian.

Program SMPEI di Provinsi Riau sendiri dilaksanakan di tiga kabupaten, yakni Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), dan Indragiri Hilir (Inhil). Dimana program ini tersebar di 14 desa di tiga kebupaten tersebut.

Penutupan program tersebut ditandai dengan Closing Ceremony SMPEI Project, Kamis (1/12/2022) di Hotel The Preimere Pekanbaru.

Closing Ceremony SMPEI di Riau ditutup Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian LHK, Ir Sigit Reliantoro MSC dan dihadiri oleh Gubernur Riau Syamsuar dihadiri Staf Ahli Gubernur Fauzan Tambusai.

Dirjen Sigit Reliantoro mengatakan, program SMPEI merupakan kerjasama Indonesia dengan Global Environmental Facility (GEF) dan dilaksanakan oleh IFAD itu sudah berjalan 4 tahun di Provinsi Riau.

"Tujuan dari program ini melakukan pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan, baik mulai dari kegiatan di lapangan, sistem monitoring sampai dengan pembuatan kebijakan. Tadi sudah disampaikan kegiatan fisik ada 331 sekat kanal yang dibangun oleh masyarakat, dan ada penghidupan masyarakat. Kemudian ada juga fasilitas pompa air minum, dan pompa pemadam kebakaran yang dibangun di sana," katanya.

Lebih lanjut Sigit menjelaskan, program SMPEI bermaksud agar masyarakat bisa menyelesaikan persoalannya sendiri, dengan membentuk kelompok - kelompok masyarakat.

"Jadi mereka menyusun rencana apa yang akan dilakukan untuk pencegahan terjadinya kebakaran. Seperti tadi mereka menanam nanas, membangun budidaya perikanan dan lainnya. Itu semua tujuannya adalah menjaga tingginya permukaan air tanah agar tetap terjaga kebasahannya. Sehingga tidak terjadi kekeringan dan tidak terjadi kebakaran di lahan gambut," terangnya.

Disinggung program SMPEI dinilai berhasil dan ada permintaan dari masyarakat agar dilanjutkan, Budi menyatakan, memang program ini sangat diapresiasi di leve GEF dan internasional, bahwa program ini salah best practice restorasi lingkungan yang bisa menyelesaikan persoalan ekonomi dan juga konflik di tingkat tapak.

"Memang ada keinginan agar kami tetap melanjutkan, tapi tentu nanti bentuknya yang berbeda, karena level kesadaran masyarakat sudah meningkat. Yang perlu ditingkatkan mungkin bagaimana memasarkan produk-produk yang dihasilkan oleh kegiatan SMPEI ini. Karena semakin luas pemasaran, maka akan semakin mudah akses ke finansial, dan masyarakat semakin mandiri. Kalau memang program ini dilanjutkan, mungkin strateginya akan berbeda," tukasnya.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut, Ir Sri Parwati Murwani Budisusanti MSC menambahkan, jika program SMPEI di Riau yang dibiayai oleh GEF itu dilaksanakan di tiga kabupaten, dan tersebar di 14 desa.

Sri mengatakan, kegiatan SMPEI ini adalah untuk melakukan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di Riau. Setidaknya ada tiga komponen kegiatan, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat tapak, pemantauan perhitungan penurunan gas rumah kaca dari kegiatan pemulihan ekosistem gambut, dan terkahir desa mandiri peduli gambut.

"Itu adalah meningkatkan peran aktif masyarakat dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Jadi desa mandiri gambut ini terdapat beberapa kegiatan, pertama Rewetting pembasahan gambut dengan pembangunan sekat kanal, sarana pemantauan tinggi air permukaan tanah," katanya.

Kedua, rehabilitasi dan revitalisasi dengan penanaman, yang terdapat tiga sisa tanaman berdasarkan umur. Yaitu tanaman jangka pendek seperti cabai, bayar dan lainnya. Tanaman jangka menengah, seperti nanas, pisang, ubi. Sedangkan jangka panjang tanaman pohon, seperti petai, jengkol, durian dan lainnya yang pohonnya tidak ditumbang namun buahnya yang dipanen.

"Kegiatan penanaman ini digabungkan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Makanya ada tanaman jangka pendek, menengah, dan panjang. Jadi menunggu tanaman yang besar, masyarakat bisa menghasilkan cabai dan lainnya," terangnya.

Kemudian kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat dilakukan dengan budidaya ikan, ternak ayam, dan penyediaan air bersih dan air minum kemasan. Dimana ada tiga desa yang membangun instansi air minum.

"Jadi yang dulu mencair air bersih itu susah, sekarang sudah lebih dekat dan murah. Itu yang dialoh air gambut menjadi air minum yang layak konsumsi," ujarnya.

Lebih lanjut Sri menyampaikan, jika kegiatan SMPEI di Riau berjalan lancar, bahkan GEF selaku pemberi pendaan mengakui bahwa kegiatan ini project yang terbaik.

"Karena kegiatan ini banyak melibatkan pemangku kepentingan bisa dirangkul bersama, yang hasilnya bisa kita lihat seperti saat ini. Namun tantangannya bagaimana bisa menjaga keberlanjutan kedepannya. Artinya jangan ketika program selesai, terus kegiatannya tutup. Itu tantangan yang harus kita hadapi bersama," tukasnya.

Keberhasilan SMPEI Project ini juga diakui Gubernur Riau Syamsuar yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Fauzan Tambusai saat menghadiri acara Closing Ceremony SMPEI. Dia mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi Riau berterima kasih pada KLHK dan pihak terlibat dalam program tersebut selama empat tahun terakhir.

''Terima kasih atas penyelenggarakan SMPEI di Riau. Ini merupakan momen kita untuk sama-sama untuk menyelamatkan ekosistem gambut. Usaha pertanian yang berwawasan lingkungan selama ini yang telah dilaksanakan selama empat tahun terakhir sudah berhasil,'' kata Fauzan membacakan sambutan Gubernur Riau

SMPEI ini, menurut Fauzan, juga menjadi momen untuk mempersiapkan SDM mengadapi isu lingkungan. Hingga ke depannya ada sinergi untuk terus menjaga lingkungan hidup, khususnya gambut, yang dari hari ke hari semakin kompleks.

Sementara itu, Kepala DLHK Provinsi Riau Makmur Murod yang hadir kesempatan itu mengapresiasi program tersebut. Bahkan dirinya berharap program ini dapat dilanjutkan, karena memang layak.

''Kami berharap program ini dapat berlanjut. Program ini sekarang membuat gambut bukan lagi masalah seperti dulu, tapi adalah ruang hidup yang menghasilkan dan sudah dirasakan masyarakat desa. Walaupun SMPEI berakhir, program ini kami harapkan dapat terus berlanjut,'' kata Murod.

Sementara itu Kepala Desa Rambaian Hasbiardi yang desanya masuk program ini menyebutkan, sekat kanal tersebut ternyata mampu meningkatan hasil produksi perkebunan warga. Awalnya, kata dia, sebelum sekat kanal dibangun, kebun kepala warga di Indragiri Hilir (Inhil) sudah sangat tidak produktif.

''Sebelum project ini turun, ada perkebunan warga yang berdekatan dengan sekat kanal. Alhamdulillah kebun kelapa itu meningkat produktivitasnya, karena tanah kembali basah karena kanal membuat ketinggian air di lahan gambut naik,'' kata Hasbiardi.

"Tidak hanya itu, kebakaran hebat yang biasa sering terjadi sulit dipadamkan. Namun sejak ada sekat kanal, api besar yang sempat terjadi di kawasan gambut tebal tersebut dapat dengan mudah dipadamkan," tukasnya.

Penulis : Amin
Editor : Yusni
Kategori : Pemerintahan, Lingkungan, Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 04 Februari 2023
Pengurus Ikasmanda 87 Resmi Dilantik, Fokus Bergerak di Bidang Sosial
Sabtu, 04 Februari 2023
Gelar KPM Auto Show Pekanbaru, Bank Panin dan Clipan Tawarkan Promo Menarik
Sabtu, 04 Februari 2023
Asisten Operasi Kapolri Irjen Agung Setya Imam Effendi Sambangi Rumah Toleransi Ansor Riau
Sabtu, 04 Februari 2023
Peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional 2023 di Kampar Direncanakan Dihadiri Presiden/Wapres

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Februari 2023
Melalui Sampoerna Mobile Banking, Warga Riau Berkesempatan Jadi Sultan Dadakan
Jumat, 03 Februari 2023
Cara Memotong Ayam yang Benar
Kamis, 02 Februari 2023
Diresmikan Istri Pj Walikota, Vinia Butik Marpoyan Tawarkan Produk Berkualitas Harga Terjangkau
Selasa, 31 Januari 2023
3 Zodiak Jalani Hidup Paling Beruntung Bulan Februari 2023

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Oppo Find X6 Series Akan Punya Tiga Varian, Ini Bocorannya
Senin, 16 Januari 2023
Asyik, Layar Samsung Galaxy Z Fold 5 Bakal Minim Kerutan
Sabtu, 14 Januari 2023
30 Anggota API BPD Riau Ikuti Kelas Digital Marketing
Rabu, 04 Januari 2023
Setahun Pasca Merger, IOH dan Twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Februari 2023
Bahagianya Adinda, Penyintas yang Menari "Yamko Rambe Yamko" di Acara Peringatan Hari Kanker
Selasa, 31 Januari 2023
Peringati Hari Kanker Dunia, IDI Pekanbaru akan Gelar Berbagai Kegiatan
Senin, 30 Januari 2023
Prevalensi Stunting di Siak Naik 3 Persen, Wabup: Perlu Perhatian Serius
Senin, 30 Januari 2023
Sederhanakan Birokrasi, BKKBN Riau Terbitkan Surat Tugas Tim Kerja

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 02 Februari 2023
Tahun 2022 Santuni Rp 2 Triliun, Jasa Raharja Sambangi Unri untuk Tekan Lakalantas di Riau
Rabu, 01 Februari 2023
UIR Penjajakan Potensi Kerjasama dengan UTP Malaysia
Selasa, 31 Januari 2023
Gubernur Syamsuar Bangga Anak Riau Diterima Magang di Thailand dan Filipina
Jumat, 20 Januari 2023
Waka DPRD Riau Hardianto Raih Gelar Magister Manajemen dari Sekolah Pascasarjana Unilak

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

APRIl - Imlek 2023
Terpopuler
PCR 2023
Foto
Khas Hotel November 2022
Nataru 2022 April.RAPP
Selasa, 31 Januari 2023
7 Drakor Terbaru Februari 2023, Ada The Heavenly Idol dan Taxi Driver 2
Senin, 30 Januari 2023
Sosialisasi Upaya Konservasi Gajah, Komedian Komeng dan Djarwo Kwat Kunjungi PLG Minas
Selasa, 10 Januari 2023
Luna Maya Buka Suara Soal Kabar Menikah dengan Gading Marten
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www