Senin, 30 Januari 2023

Breaking News

  • Terbukti Kolusi, Mantan Rektor UIN Suska Riau Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara   ●   
  • Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Waspada!! Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Ini Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Awal 2023, Penularan HIV/AIDS di Riau Beresiko Alami Kenaikan   ●   
  • 24 Desa di Riau Masuk Kategori Desa sangat Tertinggal, Mayoritas di Kampar   ●   
  • 12.966 Wisatawan Kunjungi Siak Sepanjang Libur Nataru   ●   
  • Tiga ASN Pemprov Dipecat Tidak Hormat Sepanjang 2022   ●   
  • Proses Tahap II Mandek, Tersangka Karhutla PT BMI tak Kunjung Diadili   ●   
  • 532 Peserta Tidak Lulus Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Pemprov Riau   ●   
  • Jalan Rusak di Riau Capai 1.035 Km, Gubernur Akui Jadi 'PR' 2023
Bapenda dan NasDem

CAKAP RAKYAT
Kesetiakawanan Butuh Keteladanan
Selasa, 20 Desember 2022 17:48 WIB
Kesetiakawanan Butuh Keteladanan
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

Tanggal 20 Desember memiliki arti istimewa dalam perjalanan bangsa. Berakar dari sejarah perjuangan membebaskan tanah air dari cengkraman penjajah, dimana rencana Belanda ingin menguasai kembali NKRI pada 20 Desember 1949 gagal total karena pendudukan Yogyakarta tidak berhasil. Kala itu di benak segenap putra-putri bangsa tiada lebih penting daripada kemerdekaan hakiki. Semua perbedaan melebur dan berpadu jadi satu tujuan yakni kemerdekaan negeri. Singkat cerita, nilai solidaritas tadi dipakai sebagai dasar pencanangan Hari Sosial Nasional pertama pada 20 Desember 1958 oleh Menteri Sosial Moeljadi Djojomartono.

Seiring berjalan waktu, peringatan diubah menjadi Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang dikenal sampai kini. Maksud dibalik ide HKSN sangat baik. Memelihara modal sosial dan ciri khas bangsa yakni kebersamaan supaya tak lekang oleh masa. Momentum HKSN pengingat bagi kita yang hidup sekarang. Bahwa NKRI lahir dari kebersamaan tekad, solidaritas dan kesetiakawanan sosial. Meski kala itu ada juga pribumi cari aman menghindari konfrontasi dengan penjajah atau paling dilaknat yang bersekongkol dengan penjajah, tapi sebagian memilih jalan mulia mengorbankan jiwa raga. Mereka tak sekedar mengidamkan kemerdekaan bagi generasi bangsa. Tapi perjuangan mereka demi masa depan lebih baik, sejahtera, damai serta mendapat keadilan dan terpenuhinya hak sebagai manusia merdeka.

Peringatan HKSN semakin bermakna berhubung berdekatan dengan Hari Bela Negara Nasional yang jatuh pada tanggal 19 Desember. Walau beda tema, tapi keduanya punya semangat sama: mendorong rasa cinta tanah air serta menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa. Indonesia negara besar lahir dari kemajemukan dan beragam budaya. Kesetiakawanan dan solidaritas sosial ibarat perekat sekaligus senjata menangkal semua ancaman terhadap bangsa dan negara. Mengkaji sejarah, solidaritas terbentuk lewat proses panjang. Ditempa bermacam tantangan dan rintangan. Lalu memunculkan rasa senasib sepenanggungan membela dan mempertahankan kedaulatan.

Kini bangsa butuh narasi sama untuk menghadapi segudang persoalan dan tantangan. Peringatan HKSN akan sia-sia bila sebatas seremonial tanpa implementasi sesuai kondisi aktual bangsa. Mengacu ke situs Pusat Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial, peringatan HKSN terdiri dari tujuh poin yaitu: Mewujudkan masyarakat saling peduli, berbagi dan bertoleransi; Menyadarkan masyarakat pentingnya kepedulian terhadap sesama; Menguatkan nilai-nilai budaya sebagai wujud jati diri bangsa, mulai budaya tolong menolong, pertemuan sosial, gotong royong, dan keswadayaan sosial; Meningkatkan kesadaran warga untuk berkontribusi di segala aktivitas kesejahteraan sosial; Menumbuhkan kesadaran serta memperkuat empati terhadap masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti orang terlantar, Lansia, penyandang disabilitas, anak putus sekolah, fakir miskin, dan lain-lain; Membangkitkan PSKS (Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial) dengan melibatkan dan menggerakkan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial; dan menumbuhkan kesadaran dunia usaha, instansi, dan swasta supaya terlibat dan membantu pelaksanaan kesejahteraan sosial.

Keteladanan

Ada beberapa anasir pesimis yang dihembuskan berkaca pada kondisi bangsa dekade belakangan. Diantaranya menyebut bahwa secara sosial Indonesia diambang perpecahan. Katanya, pangkal perkara akibat menguatnya sikap intoleran dan politik identitas di masyarakat. Namun kami menganggap asumsi tadi keliru. Konflik dan perseteruan yang muncul bukan disebabkan masyarakat tak bisa menerima perbedaan. Namun dalam banyak kasus dipicu minimnya keteladanan dari sektor pengambil kebijakan.

Adapun solidaritas dan kesetiakawanan sosial boleh dibilang masih menguat di tengah masyarakat. Bisa dilihat betapa antusiasnya sesama warga memberi bantuan ketika saudara sebangsa tertimpa bencana. Bahkan Indonesia berturut-turut dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia oleh Charities Aid Foundation alias CAF. Berdasarkan World Giving Index 2022 yang disusun dan diterbitkan oleh CAF, Indonesia mendapat nilai sebesar 68 dari 100 persen dan menduduki peringkat 1 dari 119 Negara. Saking dermawannya, mungkin Indonesia satu-satunya negara yang memiliki kebijakan dimana negara meminta masyarakat bergotong-royong membantu warga yang butuh jaminan kesehatan (BPJS).

Beda di negara lain, pemerintah menanggung sepenuhnya jaminan kesehatan. Kurang solid apalagi masyarakat kita. Sudahlah bayar pajak, rakyat juga bantu negara menunaikan kewajiban mendasarnya. Hal disinggung barusan sebuah kebanggaan sekaligus ironi. Bangga atas tingginya solidaritas sesama warga. Ironinya, negara (baca: pemerintah) gagal beri keteladanan. Kami selaku pihak diberi amanah di lembaga legislatif menilai, negara seharusnya banyak berkorban untuk rakyat. Bukan sebaliknya, rakyat ditagih untuk berkorban.

Kesetiakawanan sosial berkaitan erat dengan keadilan sosial. Fungsi negara menggunakan kekuasaan untuk mewujudkannya. Dalam konteks SDA misalnya, dikembalikan supaya kesejahteraan rakyat secara adil. Begitujuga kebijakan lain. Mirisnya yang ada malah paradoks. Dari perspektif Riau saja misalnya. Sumber Daya Alam (SDA) diperas, tapi lebih separoh duitnya lari ke pusat. Adapun daerah mendapat bagian tak sepadan. Iya kalau duit yang mengalir ke pusat dikelola secara transparan dan berkeadilan.

Sekarang kan tidak begitu. Alokasi pembangunan infrastruktur terbesar dalam belanja kementerian atau APBN sebagian besar diperuntukan membangun daerah di Jawa. Provinsi luar Jawa terpaksa gigit jari mengandalkan bagi hasil. Wajar kenapa Bupati Meranti Muhammad Adil memberi pernyataan menohok dan keras yang viral se nasional, meski ada perkataan kami rasa kurang berkenan. Selain itu, terdapat ketidakadilan kebijakan lainnya yang bisa bisa berefek negatif.

Contoh baru-baru ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan akan memblokir rekening bank yang mangkir bayar pajak. Herannya dulu Pemerintah pernah mengeluarkan kebijakan pengampunan pajak/Tax Amnesty bagi para pengemplang pajak kelas kakap. Bagi masyarakat wajib pajak yang taat, kebijakan tersebut dipandang sebagai bentuk ketidakadilan. Terlebih masyarakat ekonomi ke bawah menganggap negara terkesan berpihak ke kalangan elit dan kaya.

Disamping keadilan sosial, keteladanan berikut yang diharapkan adalah saling terbuka. Membangun budaya dialog penting untuk mengatasi persoalan yang dihadapi. Ancaman disintegrasi selalu ada. Toh manusia berasal dari beragam latar belakang. Rambut boleh sama hitam tapi “isi” kepala beda. Akar masalah bukan pada perbedaan tetapi bagaimana membuka komunikasi untuk mencari kesamaan. Konflik terjadi ketika perbedaan coba dileburkan. Fenomena inilah sedang terjadi. Berbeda pendapat dalam urusan kebangsaan dituduh mengujar kebencian dan anti NKRI, bahkan tak sedikit dikriminalisasi. Dalam hal toleransi beragama lahir konsep sesat yang mengajarkan toleransi salah kaprah yakni ikut-ikutan menjalani ritual agama lain.

Perbuatan menyimpang kayak LGBT terang-terangan mendapat pembelaan dari sejumlah pihak atas nama HAM dan kemanusiaan, herannya negara tak berkutik. Ormas aktif kegiatan kemanusiaan dibubarkan tanpa prosedur yang jelas, tapi ada Ormas sudah terbukti sering anarkis tak kunjung dibubarkan karena kedekatan dengan pihak berkuasa. Negara juga lemah mengelola informasi.

Di tengah gempuran hoaks yang bisa meruntuhkan keutuhan NKRI, seharusnya negara di garda terdepan. Sekarang ini, banyak Informasi menyesatkan tentang suatu peristiwa dan begitu mudah viral. Ini ancaman. Namun sayangnya negara ikut terjebak. Bukannya memberi contoh ke masyarakat mendefinisikan informasi yang benar, para elit negara juga memproduksi hoak. Entah itu memoles sebuah informasi biar dianggap benar atau demi tujuan lain.

Ketidakadilan dan miskinnya teladan dari kebijakan dan pendekatan negara jelas menciderai rasa keadilan, memicu apatisme dan sedikit banyak turut mendegradasi solidaritas warga. Selagi negara belum bisa sepenuhnya beri keteladanan melalui kebijakan lebih baik, mustahil berharap banyak. Kesetiakawanan sosial bukan sebatas pidato di bibir saja. Butuh keteladanan negara untuk mempraktikan lebih dulu seperti apa kesetiakawanan dimaksud. Jika sudah terwujud, akan sangat mudah bagi masyarakat mempraktikkan.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM. (Anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau).
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Senin, 30 Januari 2023 08:04 WIB
Kearifan Lokal Solusi Persoalan Gizi
Rabu, 25 Januari 2023 08:01 WIB
Tekad Ekstrem Atasi Kemiskinan
Senin, 16 Januari 2023 08:02 WIB
Pentingnya Pengawasan
Senin, 09 Januari 2023 08:03 WIB
Pelayanan Adalah Pondasi
Kamis, 12 Januari 2023 08:38 WIB
Nasibmu Wahai Buruh Dan Pekerja
Jum'at, 20 Januari 2023 08:02 WIB
Budaya Sarana Memajukan Bangsa
Rabu, 28 Desember 2022 10:22 WIB
Regulasi Mengatasi Penyimpangan
Selasa, 29 November 2022 11:31 WIB
Korpri Dan Misi Mulia Bagi Negeri
Jum'at, 13 Januari 2023 08:59 WIB
Sensus Pertanian di Tengah Ancaman Krisis
Senin, 21 November 2022 08:31 WIB
Anak Aset Bangsa
Sabtu, 24 Desember 2022 08:01 WIB
Walau Anomali, Selamat Argentina! Indonesia?
Senin, 07 November 2022 10:01 WIB
Pariwisata Memperkuat Budaya
Sabtu, 31 Desember 2022 15:07 WIB
2023 dan Asa Lebih Baik
Rabu, 23 November 2022 12:01 WIB
Permenaker 18, PHP?
Jum'at, 25 November 2022 18:19 WIB
Guru Dan Tantangan Kekinian
Selasa, 06 Desember 2022 11:00 WIB
Riau Dan Misi Pariwisata Medis
Sabtu, 10 Desember 2022 08:59 WIB
HAM Dan Masa Depan Bangsa
Rabu, 04 Januari 2023 08:02 WIB
Ketika Tongkat Membawa Rebah
Rabu, 02 November 2022 14:13 WIB
Membentuk Mentalitas Pelayanan
Rabu, 14 Desember 2022 13:18 WIB
Keselamatan Pekerja Prioritas Utama!
Rabu, 12 Oktober 2022 08:10 WIB
Jiwa Sehat, Insan Kuat, Bangsa Hebat
Sabtu, 17 Desember 2022 15:49 WIB
Menanti Kehadiran Negara
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Kamis, 10 November 2022 13:13 WIB
Hari Pahlawan Dan Pentingnya Pendidikan Karakter
Rabu, 16 November 2022 11:43 WIB
Memupuk Sikap Toleransi
Kamis, 20 Oktober 2022 08:20 WIB
Pentingnya Integrasi Ke Sektor Pendidikan
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 30 Januari 2023
Inspeksi Umum 2023, Aswas Kejati Riau Kunker ke Kejari Rokan Hilir
Senin, 30 Januari 2023
Buntut Napi Kendalikan Narkoba, Petugas Lapas Pekanbaru harus lebih Waspada
Senin, 30 Januari 2023
BPBJ Pelalawan Nyatakan Siap Lelang Proyek TA 2023
Senin, 30 Januari 2023
Bupati Siap Bantu Sukseskan Kegiatan HPN dan HUT ke-77 PWI di Bengkalis

Serantau lainnya ...
Selasa, 24 Januari 2023
Si Kembar Atlet Sepatu Roda Rohul Raih Gelar Perdana 2023
Jumat, 20 Januari 2023
Masakan Dapur Lapas Pekanbaru Resmi Bersertifikasi Halal dari MUI
Rabu, 18 Januari 2023
Royal Century Purwodadi Menjawab Hunian Impian Setiap Orang
Selasa, 06 Desember 2022
Kotak Baca Gairahkan Lagi Literasi di Pekanbaru

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Senin, 16 Januari 2023
Asyik, Layar Samsung Galaxy Z Fold 5 Bakal Minim Kerutan
Sabtu, 14 Januari 2023
30 Anggota API BPD Riau Ikuti Kelas Digital Marketing
Rabu, 04 Januari 2023
Setahun Pasca Merger, IOH dan Twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023
Senin, 02 Januari 2023
Pemkab Meranti Kini Miliki Command Center yang Himpun Semua Data

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 30 Januari 2023
Prevalensi Stunting di Siak Naik 3 Persen, Wabup: Perlu Perhatian Serius
Senin, 30 Januari 2023
Sederhanakan Birokrasi, BKKBN Riau Terbitkan Surat Tugas Tim Kerja
Senin, 23 Januari 2023
Direktur Kemenkes Minta Layanan Kanker dan Jantung di RSUD Arifin Achmad Riau Ditingkatkan
Minggu, 01 Januari 2023
Gubri Ajak Orang Tua Awasi Anak dari Bahaya Narkoba

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 20 Januari 2023
Waka DPRD Riau Hardianto Raih Gelar Magister Manajemen dari Sekolah Pascasarjana Unilak
Rabu, 18 Januari 2023
Syamsuar, Ganjar hingga Risma Hadiri Pelantikan Rektor IPB
Selasa, 17 Januari 2023
Mahasiswa IPB Goes to School ke 80 Sekolah di Riau
Sabtu, 14 Januari 2023
Sekolah Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional, Angkat Tema Hukum, Manajemen dan Lingkungan

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

APRIl - Imlek 2023
Terpopuler
BUMD 2023
Foto
PCR 2023
Khas Hotel November 2022
Senin, 30 Januari 2023
Sosialisasi Upaya Konservasi Gajah, Komedian Komeng dan Djarwo Kwat Kunjungi PLG Minas
Selasa, 10 Januari 2023
Luna Maya Buka Suara Soal Kabar Menikah dengan Gading Marten
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan

Selebriti lainnya ...
Nataru 2022 April.RAPP
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www