Minggu, 29 Januari 2023

Breaking News

  • Terbukti Kolusi, Mantan Rektor UIN Suska Riau Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara   ●   
  • Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Waspada!! Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Ini Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Awal 2023, Penularan HIV/AIDS di Riau Beresiko Alami Kenaikan   ●   
  • 24 Desa di Riau Masuk Kategori Desa sangat Tertinggal, Mayoritas di Kampar   ●   
  • 12.966 Wisatawan Kunjungi Siak Sepanjang Libur Nataru   ●   
  • Tiga ASN Pemprov Dipecat Tidak Hormat Sepanjang 2022   ●   
  • Proses Tahap II Mandek, Tersangka Karhutla PT BMI tak Kunjung Diadili   ●   
  • 532 Peserta Tidak Lulus Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Pemprov Riau   ●   
  • Jalan Rusak di Riau Capai 1.035 Km, Gubernur Akui Jadi 'PR' 2023
Bapenda dan NasDem

Rp 330 Miliar Melayang dari Riau, Tiga Asosiasi Sawit Indonesia Angkat Bicara
Senin, 09 Januari 2023 14:36 WIB
Rp 330 Miliar Melayang dari Riau, Tiga Asosiasi Sawit Indonesia Angkat Bicara

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Untuk percepatan Program Strategis Nasional PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) Presiden Jokowi pada sektor Perkebunan, maka perbaikan dan penguatan peraturan yang memayungi operasional dari program PSR ini sudah beberapa kali direvisi, sebagaimana aturan yang terakhir diterbitkan yakni Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03 tahun 2022 (Permentan 03/2022), dimana Bab IV secara khusus membahas persyaratan PSR.

Konsep yang dirancang dalam Permentan tersebut adalah percepatan dan akselerasi, terutama akselerasi dua jalur pengajuan PSR oleh petani sawit, yakni akselerasi jalur disbun dan jalur kemitraan.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Andi Nur Alam Syah, yang mengatakan bahwa terbitnya Permentan 03 tahun 2022 untuk memperlancar dan melindungi petani, bukan untuk memberatkan atau mempersulit petani saat memproses PSR-nya.

Namun, hal tersebut mendapat kritikan dari tiga asosiasi sawit terbesar di Indonesia, antara lain Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), ASPEK-PIR (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat), dan SAMADE (Sawitku Masa Depanku).

Dr. Ir. Gulat ME Manurung, MP., C.IMA., C.APO, selaku Ketua Umum DPP Apkasindo mengaku heran dengan statemen Dirjenbun yang mengatakan bahwa Permentan 03 yang terbit Februari tahun 2022 lalu, bertujuan untuk  memperlancar realisasi PSR dan melindungi petani, bukan untuk memberatkan atau mempersulit petani saat memproses PSR-nya.

“Lho faktanya bagaimana? Realiasi PSR secara nasional di tahun 2022 lalu hanya 9,8% (17.908 ha) dari 180.000 hektar, terendah sepanjang sejarah. Harusnya Kementerian Pertanian menanggapi teriakan petani sawit dengan berjanji akan segera mengevaluasi dan mengajak semua stakeholder sawit termasuk asosiasi petani sawit untuk menerima masukan, bukan malah mencari-cari pembenaran. Lihat saja Humas Kementan yang sibuk menshare-share rilis sebagai strategi menangkis," kata Gulat, Senin (9/1/2023).

Permasalahan ini, kata Gulat sudah pihaknya sampaikan langsung ke Dirjenbun bulan Juli 2022 lalu, perihal PSR dan program Sarpras lainnya yang lambat sekali serapannya.

"Jadi bukan ujuk-ujuk sekarang ini saja kami bersuara dan wajar kami melaporkan hal ini kepada Bapak Presiden, karena kami tidak mau terulang lagi di 2023 ini," lanjutnya.

Perlu diketahui, kata Gulat, bahwa dana untuk PSR ini bukan APBN. Tapi bersumber dari dana sawit yang dikutip dari pungutan ekspor (levy). BPDPKS sebagai badan yang mengutif, mengelola dan menyalurkan dana tersebut, dan tahun 2021 lalu terkumpul Rp69,7 Triliun.

Bukan hanya Riau yang Nol Persen PSR, tapi juga di 10 Provinsi lainnya dari 22 provinsi Apkasindo, seperti provinsi Bengkulu, Banten, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Barat, Gorontalo dan Papua.

"Akibat nol persennya PSR Riau, jika tahun 2022 Riau diberi jatah 11ribu hektar (Rp30 juta/ha) maka Rp330 M melayang sia-sia. Ini bukan kesalahan Pak Gubernur Riau, tapi regulasi Permentan 03 tersebutlah sebagai penyebabnya karena memasukkan persyaratan bebas Kawasan Gambut dan sulit digapai petani Riau karena Riau didominasi (56-65%) gambut,"  tegas Gulat.

“Ada beberapa penyebab dari rendahnya realisasi PSR ini, namun yang paling fatal adalah dimunculkannya aturan wajib bebas gambut di Permentan yang baru dan hal ini menjadi biang keroknya. Sebagai asosiasi yang sudah berdiri 23 tahun lalu, Saya sudah mengutus Sekjend Dr cn Rino Afrino, ST., MM, untuk berkonsultasi ke Ditjend PPKL (Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan) Kementerian LHK, perihal kendala surat rekomendasi bebas gambut sebagai syarat PSR. Tapi justru Direktorat PPKL mengatakan tidak pernah mengusulkan perihal persyaratan bebas dari kawasan lindung gambut sebagaimana disebut dalam surat Dirjenbun Kepada Kepala Dinas yang membidangi Perkebunan se Indonesia, Nomor 1657/PL.030/E.4/10/2022 tentang Surat Keterangan Tidak Berada dalam Kawasan Lindung Gambut," papar Gulat.

Seharusnya, kata Gulat lagi, tidak perlu membuat syarat bebas Kawasan gambut ini berlaku untuk semua daerah karena tidak semua daerah ada gambutnya dan apalagi di Surat Edaran (SE) Dirjen PPKL Nomor SE-3/MENLHK-PPKL/SET/KUM/11/2019, bahwa dalam SE ini pada poin 9 huruf (b), tertulis bahwa KLHK malah tidak melarang pemanfaatan Fungsi Lindung Ekosistem Gambut (FLEG) dan Fungsi Budidaya Ekosistem Gambut (FBEG) yang sudah eksisting, sudah ada tanamannya (dimanfaatkan) dan tetap dapat dilanjutkan pemanfaatannya dengan catatan harus tetap menjaga fungsi hidrologis gambut tersebut.

“Kementerian KLHK saja tidak melarang, kok malah Permentan melarang ?," tanya Gulat dengan heran.

Lebih jauh, kata Gulat, Presiden sebagai “owner” dari program PSR yang dititip di Kementan dan BPDPKS, wajar terkejut dan mengerutkan kening ketika dirinya melaporkan kondisi yang sesungguhnya pada saat Jokowi ke Riau pekan lalu.

"Lihat saja penurunan dari tahun ke tahun capaian PSR, tahun 2019 sampai 2022 berturut-turut sebagai berikut 88.339 ha (49%), 91.994 ha (51%), 27.746 (15%)dan terakhir 17.908 ha (9,9%),” ujar Gulat.

Sementara itu, Ketua Umum ASPEK PIR (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat), Setiyono, bahwa pihaknya udah menyurati Kementan yang isinya meminta direvisi Permentan terkait PSR tersebut, supaya dipermudah dan mengusulkan persyaratan PSR seperti surat rekomendasi dari Kementerian LHK terkait Kawasan hutan, surat dari Ditjend PPKL terkait gambut dan juga dari Kementerian ATR/BPN untuk dapat di hilangkan.

"Kami sangat berterimakasih atas program PSR ini dan  sebagai bentuk keseriusan, kami akan ke Kementerian Pertanian dalam waktu dekat, untuk menyampaikan usul kami sebagaimana surat sebelumnya. Hambatan lain yang kami rasakan adalah jika kami harus bolak balok dipanggil oleh Aparat Penegak Hukum (APH) terkait PSR yang dilaksanakan oleh anggota kami. Akibat dari bolak-balik dipanggil oleh APH, teman-teman petani dibeberapa provinsi tidak mau lagi melanjutkan PSR selanjutnya, karena ketakutan dan trauma. Tentu ini akan merugikan kami sebagai petani yang sedang bersemangat untuk replanting demi masa depan ekonomi keluarga," urai Setiyono.

Sementara itu, Ketua Umum SAMADE, Tolen Ketaren, juga berpendapat sama dengan Apkasindo dan ASPEK PIR, bahwa Program PSR dari preside Jokowi ini sangat cemerlang dan harapan petani sawit. Namun dari SAMADE sudah mengevaluasi bahwa ada yang perlu ditinjau di Permentan 03/2022 tersebut, terkhusus terkait persyaratan PSR.

Faktanya capaian PSR di tahun 2022 ini terburuk sepanjang sejarah, banyak Provinsi Samade yang zonk nol persen.

"Terus terang, mau saja petani sawit ikut PSR, sudah bersyukur kita semua. Karena selama 3 tahun ini petani sawit harus kehilangan mata pencaharian utama dan PSR itu tidak gratis karena si petani harus menutupi kekurangan dari dana BPDPKS. Kini beranak cucu pulak persyaratan dan bertambah-tambah”, ujarnya Heran.

Yang penting, sambungnya, PSR itu wajib dari sawit ke sawit, jangan dari tanaman lain ke sawit atau bukan berasal bukaan baru (hutan).

"Saran kami, Kementan dan BPDPKS segera ke APH sosialisasi tentang PSR ini dan perlu ditegaskan bahwa dana sawit BPDPKS bukan berasal dari APBN, tapi berasal dari Pungutan Ekspor (levy) yang saat ini USD 90/ton CPO dan levy ini dibebankan ke hulu (TBS), paling tidak harga TBS tertekan Rp270/kg TBS. Hambatan-hambatan ini, termasuk dari APH, dalam waktu dekat akan kami surati Presiden Jokowi. Meskipun Pak Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang kebetulan Ketua Dewan Pembina DPP SAMADE, sudah pernah menyurati Kapolri dan Jaksa Agung, nomor 157/2021, Perihal dukungan percepatan PSR ini," tukas Tolen.

Penulis : Satria Yonela
Editor : Yusni
Kategori : Ekonomi, Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 29 Januari 2023
Diikuti 50 Peserta, Ini Dia Pemenang Lomba Hias Gapura Teh Gelas di PekanbaruĀ 
Sabtu, 28 Januari 2023
BMKG Ungkap Sebab Banjir Rob di Pesisir Riau, Warga Diimbau Tetap Waspada
Sabtu, 28 Januari 2023
Pimpin Pordasi, Alfedri Optimis Majukan Olahraga Berkuda di Riau
Sabtu, 28 Januari 2023
Lantik Pengurus Lembaga Laskar Pagar Negeri, Gubri Ingatkan Jaga Marwah dan Persatuan

Serantau lainnya ...
Selasa, 24 Januari 2023
Si Kembar Atlet Sepatu Roda Rohul Raih Gelar Perdana 2023
Jumat, 20 Januari 2023
Masakan Dapur Lapas Pekanbaru Resmi Bersertifikasi Halal dari MUI
Rabu, 18 Januari 2023
Royal Century Purwodadi Menjawab Hunian Impian Setiap Orang
Selasa, 06 Desember 2022
Kotak Baca Gairahkan Lagi Literasi di Pekanbaru

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Senin, 16 Januari 2023
Asyik, Layar Samsung Galaxy Z Fold 5 Bakal Minim Kerutan
Sabtu, 14 Januari 2023
30 Anggota API BPD Riau Ikuti Kelas Digital Marketing
Rabu, 04 Januari 2023
Setahun Pasca Merger, IOH dan Twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023
Senin, 02 Januari 2023
Pemkab Meranti Kini Miliki Command Center yang Himpun Semua Data

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 23 Januari 2023
Direktur Kemenkes Minta Layanan Kanker dan Jantung di RSUD Arifin Achmad Riau Ditingkatkan
Minggu, 01 Januari 2023
Gubri Ajak Orang Tua Awasi Anak dari Bahaya Narkoba
Selasa, 20 Desember 2022
RSJ Tampan Raih Akreditasi paripurna Bintang 5
Minggu, 11 Desember 2022
Gelar Seminar Hari Disabilitas, RSIA Zainab Berkomitmen Jadi Pusat Layanan Anak Penyandang Disabilitas

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 20 Januari 2023
Waka DPRD Riau Hardianto Raih Gelar Magister Manajemen dari Sekolah Pascasarjana Unilak
Rabu, 18 Januari 2023
Syamsuar, Ganjar hingga Risma Hadiri Pelantikan Rektor IPB
Selasa, 17 Januari 2023
Mahasiswa IPB Goes to School ke 80 Sekolah di Riau
Sabtu, 14 Januari 2023
Sekolah Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional, Angkat Tema Hukum, Manajemen dan Lingkungan

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

APRIl - Imlek 2023
Terpopuler
PCR 2023
Foto
Khas Hotel November 2022
Nataru 2022 April.RAPP
Selasa, 10 Januari 2023
Luna Maya Buka Suara Soal Kabar Menikah dengan Gading Marten
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan
Senin, 21 November 2022
Blak-blakan Nia Ramadhani kepada Merry Riana; Terjerat Kasus Narkoba Jadi Mukjizat Bagi Pernikahanku

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www