Minggu, 03 Maret 2024

Breaking News

  • Catatan Banjir Terparah, Bupati Zukri: Ini Harus jadi Perhatian Pemerintah Pusat   ●   
  • Jalan Sudirman Ujung Tergenang Banjir, PUPR Riau Turunkan Ekskavator Amfibi Bersihkan Parit   ●   
  • Akibat Galian IPAL, Jalan Ahmad Dahlan dan Balam Ujung Pekanbaru Ambruk   ●   
  • Berhasrat Ikut Pilgub Riau, Syamsurizal Incar Septina jadi Wakil
Pelantikan Pj Gubri - PT Riau Petroleum

Tol Riau, Potret Karya Anak Bangsa Pemangkas Jarak dengan Teknologi Tinggi, Mendorong Ekonomi Negeri
Senin, 27 Februari 2023 16:42 WIB
Tol Riau, Potret Karya Anak Bangsa Pemangkas Jarak dengan Teknologi Tinggi, Mendorong Ekonomi Negeri
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai. Foto: Hutama Karya

“Kita harapkan dengan jalan tol yang ada ini, kecepatan mobilitas orang, barang, dan jasa semakin baik.”__ Presiden Joko Widodo

TAK berlebihan harapan Presiden Joko Widodo terhadap pembangunan jalan Tol Riau, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Keberadaan JTTS memang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan barang dan jasa, sehingga daya saing Provinsi Riau di tanah air, hingga tingkat global, akan semakin meningkat.

Sejak awal, pembangunan proyek nasional itu pun mendapat dukungan yang baik dari pemerintah setempat, yakni Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah daerah yang wilayahnya dilalui ruas jalan.

Dengan keberadaan JTTS, Riau digadang-gadang pada tahun 2024 akan menjadi episentrum pergerakan ekonomi dan investasi di Sumatera yang terhubung dengan tiga provinsi sekaligus, yakni Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Ruas JTTS yang akan menghubungkan Riau dengan tiga provinsi tetangga itu sepanjang sekitar 627 kilometer (km). Uraiannya, ruas Tol Pekanbaru-Dumai 131 kilometer, lalu Tol Dumai-Rantau Prapat (Sumatera Utara) sepanjang 175 km.

Selanjutnya Tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 40 km, yang akan diteruskan ke Pangkalan (Sumatera Barat) sepanjang 24,7 km.

Lalu, ruas Tol Pekanbaru-Rengat akan dibangun sepanjang 175 km. Berlanjut ruas Rengat-Provinsi Jambi sepanjang 81,5 km.

PT Hutama Karya (Persero) adalah pengembang yang ditunjuk bertanggungjawab atas JTTS dengan total nilai kebutuhan pendanaan mencapai Rp 476 triliun, terdiri dari penyertaan ekuitas Rp 343 triliun dan pinjaman Rp 133 triliun.

Hutama Karya memang terus berupaya sebaik mungkin untuk menghubungkan kebaikan melalui pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Memangkas Jarak

Pada 25 September 2020 silam, Presiden Joko Widodo telah meresmikan JTTS ruas Pekanbaru-Dumai. Ruas Pekanbaru-Dumai, yang belakangan terkenal dengan nama ‘Tol Permai’, terdiri atas 6 seksi yang mulai dibangun sejak pertengahan 2017 silam.

Seksi 1 Tol Permai menghubungkan Kota Pekanbaru – Minas sepanjang 9,5 km dan Seksi 2 Minas – Kandis Selatan sepanjang 24,1 km, serta Seksi 3 Kandis Selatan – Kandis Utara sepanjang 16,9 km.

Selanjutnya, Seksi 4 Kandis Utara – Duri Selatan sepanjang 26,2 km, Seksi 5 Duri Selatan – Duri Utara 29,45 km, dan Seksi 6 menyambungkan Duri Utara – Dumai sepanjang 5,05 km.

Tol Permai melintasi Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, dan Kota Dumai. Jalan tol ini menjadi yang terpanjang nomor 3 di Indonesia.

Peresmian mega proyek berbiaya Rp12,18 triliun itu dilakukan Presiden secara virtual. Saat itu, Pandemi Covid-19 menjadi aral bagi orang nomor 1 di Indonesia tersebut untuk langsung berbagi kebahagiaan dan kebanggaan di Riau.

Dengan keberadaan Tol Permai, rute perjalanan dari Kota Pekanbaru menuju Kota Dumai menjadi jauh lebih ringkas, yakni hanya butuh 1,5 jam-2 jam. Padahal sebelumnya butuh waktu 4-5 jam bila melewati jalan nasional. Yang sebelumnya harus menempuk 200 km, menjadi hanya 131 km jika ditempuh melalui jalan Tol Permai.

Jumlah kendaraan melintasi ruas Tol Permai rata-rata 9.500 kendaraan per hari. Angka ini akan melonjak drastis saat hari-hari tertentu, sebut saja saat musim mudik Lebaran atau Natal dan Tahun Baru. Bisa mencapai 22.000 lebih mobil per hari!

Hadirnya tol Permai telah meningkatkan konektivitas antara ibukota Provinsi Riau dengan Kota Dumai sebagai Kota Pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju, serta Kawasan Industri Perkebunan lainnya.

Selanjutnya, pada Rabu (4/1/2023) lalu, Presiden kembali meresmikan Jalan Tol Pekanbaru- Bangkinang sepanjang 30,9 km. Ruas tol yang total panjang jalan utamanya 40 km ini, merupakan bagian dari koridor pendukung (sirip) JTTS yang akan menghubungkan daerah yang berada di Provinsi Riau dan Sumatera Barat.

Presiden Jokowi saat momen peresmian Tol Pekanbaru-Bangkinang. Foto: Hutama Karya

"Dulu Pekanbaru-Bangkinang 1,5-2 jam, tadi saya coba sendiri 23 menit. Artinya ada kecepatan. Kalau ada kecepatan mobilitas tinggi, daya saing akan lebih meningkat produk di Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau, kemudian muncul titik-titik perekonomian," kata Presiden Jokowi saat peresmian.

Diresmikannya jalan tol dengan nilai investasi Rp4,8 triliun ini diharap akan mendorong tumbuhnya industri perkebunan, pertambangan, dan industri turunannya di Kabupaten Kampar, Riau, serta mendongkrak kawasan pariwisata di daerah yang dilalui.

Tercatat rata-rata harian lalu lintas kendaraan yang lewat di tol ini mencapai 7.507 kendaraan per hari. Jumlahnya akan melonjak drastis saat libur hari-hari besar. Seperti pada musim mudik Lebaran tahun 2022 lalu, ada 12.000 lebih kendaraan melintas di ruas tol ini.

Terapkan Teknologi Tinggi

Di tangan Hutama Karya, bentang alam Riau hingga provinsi tetangga sepanjang sekitar 627 kilometer (km) diubah menjadi jalan bebas hambatan pemersatu dan penggerak perekonomian daerah dan nasional.

Pembagunan Tol Riau, bagian dari JTTS, masuk dalam Master Plan ASEAN Connectivity (MPAC), sehingga ruas jalan tol ini memiliki standar internasional.

Berbekal instruksi Orang Nomor Satu di Indonesia, yang tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 131 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 Tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatra, Hutama Karya membuktikan determinasinya.

Melalui anak usahanya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Hutama Karya terus berkarya membangun negeri melalui infrastruktur terbaiknya. Penyelesaian JTTS dikebut dengan dedikasi tinggi.

Dalam Perpres Nomor 131 itu, Presiden meminta 14 ruas Tol Trans Sumatera, termasuk Tol Riau, sudah tuntas paling lambat tahun 2024 mendatang.

Proyek jalan Tol Riau yang digarap oleh HKI, diakui oleh Presiden, memang lebih sulit dibandingkan jalan tol lain. Penyebabnya karena mayoritas kontur tanah di sepanjang jalan tol adalah jenis gambut dan rawa yang lembek dan butuh penanganan khusus.

Namun, dalam melaksanakan tugas berat nan mulia itu, HKI bukannya tidak menemukan hambatan. Salah satunya adalah medan dan kontur tanah yang lunak, kawasan rawa, dan gambut. Belum lagi tantangan cuaca yang menghambat proses pengerjaan.

Karena kondisi alam yang ekstrem ini, desain yang tepat dan akurat menjadi kunci keberhasilan konstruksi Tol Riau. Untuk menghasilkan jalan tol yang berkualitas prima, maka teknologi yang canggih sangat diperlukan.

Untuk itu, HKI berupaya untuk terus mengedepankan inovasi dan terobosan terbaru dalam setiap proses pengerjaan.

Dalam pembangunan ruas Tol Permai, HKI menggunakan teknologi Corrugated Steel Plate (CSP) & Mortar Busa sepanjang 159 meter.

CSP adalah inovasi struktur baja plat yang dimodifikasi dengan bentuk bergelombang. Dengan desain ini, kekuatan struktur Tol Permai akan meningkat hingga 50 kali lipat.

Sedang Mortar Busa merupakan bahan pengganti/agregat di atas CSP untuk yang memiliki keunggulan yakni berat jenisnya yang hanya 0,9 ton/m3 atau kurang lebih setara dengan setengah dari berat timbunan tanah, namun memiliki daya tahan (strength) tinggi.

Dibandingkan menggunakan timbunan, penggunaan CSP & Mortar Busa pada jalur utama jalan tol lebih ringan secara bobot, sehingga pondasi struktur menjadi lebih hemat.

Penggunaan CSP & Mortar Busa ini menjadikan Tol Permai sebagai jalan tol pertama di Indonesia yang menggunakan CSP & Mortar Busa di jalur utamanya.

Selain lebih cepat, penggunaan CSP membuat pengerjaan di proyek lebih mudah karena tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca.

Penggunaan CSP & Mortar Busa juga membuat masa konstruksi lebih efisien 60-70% dan menghemat waktu pekerjaan hingga 50% dibandingkan konstruksi konvensional.

Walau demikian, penggunaan CSP & Mortar Busa di Tol Permai memang memiliki tantangan tersendiri. Seperti diutarakan Direktur Operasi II HKI I Wayan Mandia, diperlukan perhatian khusus dalam penerapan tekonologi ini.

“HKI baru pertama kali menggunakan CSP & Mortar Busa di jalur utama jalan tol. Diperlukan perhatian khusus. Mulai dari konsep desain, gambar pelaksanaan, dan ketelitian yang dituangkan dalam metode pelaksanaan lapangan, serta intens melakukan pengawasan dan evaluasi berkala pelaksanaan juga improvement untuk mempercepat setiap tahapan pekerjaan, sehingga dapat menghasilkan karya terbaik,” ungkap Wayan.

Pada konstruksi Tol Permai, HKI juga memasang tiang pancang pile on slab yang memudahkan mobilisasi alat dan material.

Metode konstruksi ini dipilih karena tanah yang digunakan untuk jalan tol berupa lahan gambut dan rawa. Dengan memakai pile slab, air yang ada di rawa-rawa, di bawah jalan tol, bisa mengalir.

Sebagian lokasi Tol Pekanbaru-Dumai adalah tanah gambut dan rawa. Foto: Hutama Karya

Di samping itu, penggunaan tiang pancang menghemat waktu ketimbang metode lainnya, semisal metode vacuum consolidation method (VCM) yang memakan waktu cukup lama karena perlu waktu agar tanah menjadi padat.

Pemasangan ketinggian tiang pancang dari permukaan tanah bervariasi, mulai dari 6 meter hingga 13 meter.

Sementara dalam proses pembangunan ruas Tol Pekanbaru-Bangkinang, HKI menggunakan inovasi teknologi berupa konstruksi digital dan Building Information Modelling (BIM) dalam tahapan perencanaan hingga konstruksi proyek.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan pengerjaan ruas Tol Pekanbaru-Bangkinang merupakan bukti adaptasi perusahaan terhadap teknologi digital.

"Implementasi teknologi BIM pada manajemen proyek ini juga dapat digunakan dalam memperhitungkan segi volume pekerjaan, biaya, maupun jadwal pelaksanaan agar proyek dapat rampung tepat waktu sehingga lebih efisien," ujar Tjahjo.

Pemeliharaan dan beautifikasi juga rutin dilakukan di Tol Riau demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol.

Pemeliharaan dan pengaspalan rutin dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik, tergantung dengan jenis perkerasan jalan. Bisa dengan menggunakan teknik Scrapping, Filling, & Overlay dengan memberikan perambuan agar tidak mengganggu lalu lintas.

Beautifikasi juga dilakukan untuk mempertahankan unsur estetis, seperti pengecatan ulang median concrete barrier dan kanstin serta penanaman pohon juga rutin dilakukan guna menciptakan jalan tol hijau ramah lingkungan yang indah dan asri.

Dengan detail canggih dalam pembangunan Tol Riau, HKI tidak mengabaikan hal paling penting lainnya. Yakni berharmonisasi dengan alam.

Proyek jalan Tol Riau memang harus menjaga lingkungan hutan maupun kawasan konservasi di area yang dilintasi.

Seperti dipesankan Presiden, pembangunan infrastruktur di tanah air harus tetap mempertahankan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup satwa liar. Maka, dibangunlah terowongan atau lintas bawah (underpass) untuk perlintasan Gajah.

Dikutip dari laman bpjt.pu.go.id, lokasi underpass Gajah ini ada di enam titik. Satu berada di KM 12 Seksi 2 Minas-Petapahan. Tidak jauh dari Pusat Latihan Gajah Minas di Kabupaten Siak.

Kemudian lima underpass lainnya dibangun di Seksi 4 Kandis Utara-Duri Selatan yang berdekatan dengan Suaka Margasatwa Balai Raja, tepatnya di KM 61, KM 69, KM 71, KM 73, dan KM 76 Tol Pekanbaru-Dumai.

Underpass Gajah sebanyak ini dimaksudkan agar habitat gajah yang ada di sana tidak terganggu dan tetap terpelihara sekaligus memberikan keamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan.

Keberadaan underpass ini menjadikan Tol Riau memiliki karakter khusus keanekaragaman hayati tanpa mengabaikan nilai estiteka infrastruktur dan jadi satu-satunya di Indonesia.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau Genman S. Hasibuan juga mengungkapkan, underpass gajah ini merupakan langkah adaptasi atas pembangunan ruas jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang telah membelah habitat gajah di dua kota dan dua kabupaten. Saat ini, total populasi Gajah di wilayah tersebut sebanyak 76 ekor.

"Sebagai adaptasi dari pembangunan jalan tol ini terhadap keberadaan gajah di lokasi ini, maka kami dari Balai Besar KSDA Riau bekerja sama bersama Hutama Karya untuk membuat terowongan gajah sehingga gajah itu pergerakannya tidak terganggu," ungkapnya.

BKSDA juga merekomendasikan jenis tanaman yang harus ditanam di sekitar underpass agar Gajah tidak masuk ke jalan tol.

Dengan berbagai inovasi yang dihadirkan Hutama Karya, mulai dari kualitas jalan tol hingga menjaga habitat satwa yang dilindungi, jalan Tol Permai ini telah dinobatkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai salah satu yang terbaik dari berbagai ruas JTTS.

Mendorong Ekonomi Negeri

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan JTTS berpotensi mendongkrak kontribusi Sumatera terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang saat ini menempati urutan kedua, yakni mencapai 22-24%.

"Sesuai dengan diskusi-diskusi, kami memastikan keseimbangan sosial dan ekonomi Jawa dan Sumatera, karena itu tol Sumatera terus dilaksanakan, HK (Hutama Karya) dapat dukungannya," ujar Erick.

Dalam kesempatan terpisah, sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan multiplier effect dari pembangunan JTTS jauh lebih besar dibanding dengan nilai investasi tol tersebut yang sebesar Rp538 triliun.

“Jumlah manfaat dari sisi keseluruhan permanen impact jalan Tol Trans Sumatera bisa mencapai Rp769,5 triliun jauh lebih besar dari nilai proyeknya sendiri,” kata Sri Mulyani.

Apa yang diutarakan dua menteri ini tidak jauh berbeda dengan hasil riset yang diungkap Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan.

Riset dilakukan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) soal dampak ekonomi JTTS, bisa menghasilkan output hingga Rp768 triliun. Nilai ini dihitung dari masa selesai konstruksi JTTS hingga tahun 2033.

PT SMI adalah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur dan terlibat aktif dalam pembiayaan pembangunan 5 ruas JTTS.

Potensi Dampak Ekonomi dari Pembangunan Ruas Jalan Tol Trans Sumatera terhadap Perekonomian Nasional. Sumber: Riset PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)

"Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera memberikan dampak multiplier terhadap output dalam perekonomian sebesar 1,70 kali dari total pengeluaran pada masa konstruksi dan juga proyeksi pendapatan pada masa operasional proyek. Dampak output per tahun atas adanya pembangunan jalan tol ini setara dengan 2,2 persen Produk Domestik Regional Bruto di Pulau Sumatera," ungkap Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi J. Gani dalam Media Briefing DJKN Kementerian Keuangan pada Agustus 2021 lalu.

Riset itu juga menunjukkan, penyerapan tenaga kerja yang setara dengan 2,4 persen tenaga kerja di Pulau Sumatera atau total 671 ribu orang per tahun. Pendapatan rumah tangga juga melejit hingga mencapai Rp119 triliun.

Hal ini membuktikan bahwa pembangunan jalan tol ini telah membangkitkan stimulus terhadap perekonomian Indonesia dan memberikan dampak positif berupa penciptaan nilai tambah, pendapatan masyarakat dan kesempatan kerja di sektor-sektor ekonomi, seperti konstruksi yang tumbuh sebesar 54 persen.

Termasuk menciptakan nilai tambah pada industri pengolahan sebesar 22 persen, pertambangan sebesar 8 persen, perdagangan sebesar 6 persen dan sektor-sektor lainnya.

Berkat keberadaan tol ini, Riau yang bakal terkoneksi dengan lebih ringkas dengan tiga provinsi sekaligus, diyakini akan menjadi episentrum pergerakan ekonomi dan investasi di Sumatera. Bahkan tak berlebihan bila menyebut Riau akan menjadi Hub ekonomi Sumatera-ASEAN.

Adanya Tol Riau tak hanya mengefisiensikan arus logistik dan menciptakan pusat ekonomi baru di Negeri Lancang Kuning, atau di Pulau Sumatera, namun juga di Indonesia.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, keberadaan Tol Riau, ruas Pekanbaru-Dumai (Permai) tak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian namun juga memberikan kemudahan akses transportasi dalam melakukan koordinasi antar provinsi. 

“Jalan tol ini mempermudah akses transportasi yang menghubungkan Kota Pekanbaru-Kota Dumai yang selanjutnya terhubung ke Rantau Prapat (Sumatera Utara). Juga akan mempermudah koordinasi Pemerintah Provinsi Riau dengan provinsi lainnya,” ungkap Syamsuar.

Pembangunan Tol Permai oleh Hutama Karya, yang merupakan bagian dari JTTS, bukan saja untuk konektivitas lintas daerah dan provinsi, tapi juga mendukung keterhubungan di kawasan Asia Tenggara sesuai Master Plan ASEAN Connectivity (MPAC).

MPAC merupakan kompilasi proyek-proyek dari ketiga pilar ASEAN Community yang dianggap esensial untuk menghubungkan negara-negara anggota ASEAN menjadi suatu komunitas tunggal.

Tol Permai meningkatkan akses Pekanbaru sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi Provinsi Riau. Di sisi lain, Dumai sebagai kota pelabuhan, dengan industri perminyakan dan agribisnis, serta keberadaan akses pelabuhan internasional, menjadikan keterhubungan negara-negara ASEAN semakin nyata dengan meningkatnya arus ekspor dan impor.

“Pelabuhan Dumai juga dikembangkan sebagai pelabuhan penyeberangan antar negara yaitu dengan akan dioperasionalkannya Roll-on/Roll-off  (RoRo) Dumai-Malaka sebagai hasil kesepakatan kerjasama Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei. Melalui pelabuhan ini, pastinya akan meningkatkan arus ekspor dan impor,” jelas Syamsuar lagi.

Tol Permai juga merangsang pergerakan barang dan membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebab melalui pelabuhan Dumai, akan dapat mempermudah pergerakan area kendaraan pribadi dan kendaraan komersial lainnya.

Belum lagi, para pelaku UMKM yang bisa memanfaatkan rest area sepanjang jalan tol untuk berjualan. Juga pelaku UMKM di area-area wisata yang ikut terdongkrak penjualannya setelah akses ke lokasi wisata semakin ringkas bila dilalui dengan jalan Tol Riau.

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto mengatakan, setelah hadirnya JTTS di Sumatera, termasuk Tol Riau, telah tercipta pusat ekonomi baru. Salah satunya yaitu melalui proporsi prioritas UMKM lokal yang ada di rest area dan pemaksimalan penyerapan tenaga kerja lokal selama masa pembangunan proyek.

"Kami memprioritaskan minimal 30 persen space lahan untuk UMKM lokal di masing-masing rest area yang dikelola dengan harga sewa yang lebih rendah dari harga komersil, sehingga masyarakat sekitar dapat tetap mengembangkan usahanya," kata Budi, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, Tol Riau pada ruas Pekanbaru-Bangkinang-Pangkalan (Sumatera Barat) akan mendorong tumbuhnya industri perkebunan, pertambangan, dan industri turunannya di Kabupaten Kampar serta mendongkrak kawasan pariwisata, seperti yang paling terkenal di daerah ini, Candi Muara Takus, yang biasa digunakan oleh umat Buddha dari penjuru Provinsi Riau untuk melaksanakan perayaan Tri Suci Waisak.

Arus barang kebutuhan pangan di Provinsi Riau juga akan lebih cepat masuk dari Sumatera Barat yang memiliki potensi pertanian besar untuk membantu pemenuhan ketahanan pangan di Riau.

Dampak ekonomi Tol Pekanbaru-Bangkinang sangat tinggi terutama bagi para pengusaha lokal dan warga setempat, ekonomi pun tumbuh signifikan.

Ruas tol ini juga diprediksi menjadi kontributor trafik dan pendapatan terbesar dari JTTS. Hal ini dapat dilihat dari ramainya Volume Lalu Lintas (VLL). Dalam kondisi normal, ruas ini dilintasi 4.727 kendaraan per hari.

Keberadaan jalan tol ini sudah mengundang minat investasi untuk mengembangan usaha di sekitar tol ini seperti kawasan industri, perumahan, dan pariwisata.

Seperti disebutkan di awal, pembangunan Tol Riau oleh Hutama Karya tidak hanya sebatas menggerakan sektor riil yang bermuara pada peningkatan ekonomi daerah hingga global, yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, pembangunan jalan yang dibangun oleh anak negeri ini juga akan menguatkan rasa persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. Juga sebagai perwujudan sila kelima Pancasila, sebagai perwujudan rasa keadilan sosial atas akses infrastruktur yang merata di berbagai wilayah di Indonesia.

Dikatakan Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan, bahwa infrastruktur adalah pondasi bangsa untuk meningkatkan daya saing.

Upaya peningkatan daya saing dilakukan dengan membangun infrastruktur konektivitas, seperti bandara, pelabuhan, pembangkit listrik, hingga jalan tol.

"Kalau ingin bersaing dengan negara lain, stok infrastruktur kita rendah, mana bisa bersaing?" kata Presiden Jokowi.

Penulis : Yusni Fatimah Lubis
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Ekonomi, Pemerintahan, Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Jumat, 29 September 2023
Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah
Jumat, 29 September 2023
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan Melalui P3S
Kamis, 28 September 2023
TikTok Shop Cs Dilarang, Ketua DPR Berharap Aturan Baru Ciptakan Keseimbangan Pasar Digital dan Konvensional
Kamis, 21 September 2023
Ancaman DBD Meningkat, Puan Dorong Sosialisasi Masif Tekan Risiko Kematian

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 07 November 2023
Riau Terima Penghargaan Bhumandala Award 2023
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 02 Maret 2024
Terpilih Aklamasi, Yose Saputra Jabat Ketua DPW PEKAT IB Riau
Jumat, 01 Maret 2024
Sambut Ramadan, Advokat Ladies Riau Bagikan Ratusan Sembako ke Warga Kurang Mampu
Jumat, 01 Maret 2024
Bawaslu Tak Punya Kewenangan Rekomendasikan PSU saat Rekapitulasi Tingkat Kabupaten
Jumat, 01 Maret 2024
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Pekanbaru Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat

Serantau lainnya ...
Kamis, 04 Januari 2024
FoodPedia Tanjung Datuk Berubah Menjadi "Aurora 86 Caffee and Resto", Suasana Nongkrong Jadi Lebih Seru!
Minggu, 17 Desember 2023
7 Fashion Item wanita populer Dari 9 to 12
Selasa, 12 Desember 2023
7 Tips Memilih Stroller Bayi yang Tepat, Beli Pakai Promo Year End Sale Blibli Biar Makin Hemat!
Jumat, 24 November 2023
Modena Luncurkan Purifier Hood Series, Gabungan Cooker Hood dan Air Purifier Pertama di Indonesia

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 02 Maret 2023
Wadah Menyalurkan Bakat, Ketua DPRD Riau Yulisman Hadiri Festival Musik Akustik di SMA Negeri 1 Pasir Penyu Inhu
Rabu, 01 Maret 2023
Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Riau Umumkan Reses Masa Persidangan I Tahun 2023
Selasa, 28 Februari 2023
Kunjungi Kemendikbud, Komisi V DPRD Riau Bahas Persoalan PPDB
Kamis, 23 Februari 2023
Disdik Gelar Pelatihan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru SD Se-Kota Pekanbaru

Advertorial lainnya ...
Kamis, 29 Februari 2024
Telkomsel dan ZTE Wujudkan Pengalaman Gigabit yang Andal dan Efisien
Selasa, 20 Februari 2024
Samsung Hadirkan Galaxy S24 Series dengan Kecerdasan Software Canggih
Jumat, 09 Februari 2024
Apple Kembangkan 2 Prototipe iPhone Lipat Bergaya Flip
Kamis, 01 Februari 2024
Samsung Buka-bukaan Soal Keunggulan Exynos 2400 di Galaxy S24 dan S24+

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 22 Februari 2024
Pemula di Dunia Yoga? Inilah Panduan Cara Memilih Matras Yoga yang Tepat
Sabtu, 27 Januari 2024
Cegah Resistensi, Gunakan Obat Antibiotik dengan Bijak
Senin, 15 Januari 2024
14 Persiapan Penting Awal Kehamilan untuk Calon Ibunda dan Buah Hati
Minggu, 17 Desember 2023
Liburan Sekolah Makin Meriah, Ratusan Peserta Ikuti Khitanan Massal

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 01 Maret 2024
Tim Evaluasi Lapangan Visitasi Usulan Pembukaan Prodi Kebidanan Umri
Jumat, 01 Maret 2024
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Abdurrab Juara 1 Tingkat Nasional Seminar Hasil Kosabangsa Kemenristek Dikti 2023
Rabu, 28 Februari 2024
Keren, Universitas Abdurrab Kini Punya Alat High Performance Liquid Chromatography
Rabu, 28 Februari 2024
Buka Fakultas Kedokteran, Tim Evaluasi Lapangan Visitasi ke Kampus Universitas Muhammadiyah Riau

Kampus lainnya ...
Rabu, 03 Mei 2023
Kompilasi Semarak Silaturahmi Satu HATI, CDN Bangkinang Santuni Anak Yatim
Rabu, 05 April 2023
Safari Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin
Selasa, 04 April 2023
Telkomsel Siaga Rafi Sumbagteng Salurkan CSR untuk Panti Jompo bersama Dompet Dhuafa Riau
Jumat, 03 Maret 2023
Tingkatkan Kesehatan dan Budaya Lokal, Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Posyandu dan Grup Rebana

CSR lainnya ...

Iklan CAKAPLAH
Terpopuler

01

Foto
Jumat, 09 Februari 2024
Lika-liku 7 Perjalanan Asmara Ayu Ting Ting hingga Tunangan dengan Anggota TNI
Minggu, 28 Januari 2024
Huh Yunjin Bak Sehati Dengan Han So Hee Kala Cuma Pakai Dalaman Di Trailer LE SSERAFIM
Sabtu, 27 Januari 2024
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Tak Sungkan Perlihatkan Kemesraan
Rabu, 24 Januari 2024
Park Ji-hyun Ungkap Persiapan Membinangi Drama Terbarunya

Selebriti lainnya ...
Senin, 28 Agustus 2023
Ketua DPRD Siak Ikut Gerakan Tanam Ribuan Bibit Pohon bersama Polri
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 14 Agustus 2023
Pengurus Masjid Nurul Ikhlas Kubang Minta Tunjuk Ajar ke Wagubri
Sabtu, 12 Agustus 2023
Gebyar Kandis Bersholawat Bakal Dihadiri Ribuan Jemaah NU
Senin, 31 Juli 2023
Mualaf Riau Butuh Pembinaan, Begini Caranya...
Sabtu, 29 Juli 2023
Mantan Wawako Pekanbaru, Ayat Cahyadi Turut Saksikan Pengukuhan Pengurus Masjid Al-Hamidah Rejosari

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www