Rabu, 22 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 21-25 September 2021

Ada 72 Objek Wisata di Kampar
Sektor Pariwisata Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Kampar
Jum'at, 08 September 2017 18:37 WIB
Sektor Pariwisata Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Kampar
Masyarakat mengunjungi Sungai Kopu di Desa Tanjung

BANGKINANG (CAKAPLAH) - Dalam beberapa waktu terakhir pariwisata Kabupaten Kampar mulai menggeliat. Beberapa objek wisata baru muncul dan mampu menjadi magnet bagi wisatawan, tidak hanya dari Kabupaten Kampar namun datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.

Melihat hal ini, Pemerintah Kabupaten Kampar dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kampar H Azis Zaenal,SH,MM dan Catur Sugeng Susanto,SH langsung menangkap sinyal itu dan bergerak cepat melobi Kementerian terkait dan telah berupaya pula menemui beberapa pengusaha nasional.

Kepala daerah di Negeri Serambi Mekkah Kampar ini juga telah meninjau beberapa objek wisata diantaranya di Danau PLTA Koto Panjang, Puncak Bukit Ulu Kasok yang menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan, melihat keindahan pulau-pulau di waduk PLTA Koto Panjang yang katanya mirip dengan Raja Ampat di Papua atau sering disebut Raja Ampat Sumatera.

Untuk pariwisata ini, sesuai kampanyenya dulu, Azis Zaenal akan memberikan perhatian lebih ke sektor ini karena diyakini sektor ini akan mampu menyerap banyak tenaga kerja yang berujung meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan di sisi lain akan memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah.

Azis juga berkeinginan, pariwisata akan diurus dengan baik. Ia bahkan ingin kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar dibangun megah di pinggir jalan nasional Riau Sumbar.

Keseriusan Azis untuk mengurus pariwisata juga tampak pada upaya pembenahan sisi administrasi maupun objek wisata Stanum, Bangkinang. Objek wisata yang dulu mencapai kejayaannya pada tahun 1990-an itu kini bak telah disulap dari berwajah kusam kini mulai menampakkan perubahan. Bupati Kampar membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk membenahi Stanum yang dipimpin Asisten II Setdakab Kampar H Nurbit.

Perlahan tapi pasti, perbaikan berbagai infrastruktur dan manajemen di Stanum telah menggoda masyarakat untuk datang dan telah mampu menggenjot pendapatan dari Stanum.



Foto: Bupati Kampar H Azis Zaenal bersama istri Hj Nuraini ketika membuka acara Pacu Sampan Jembatan Kembar Danau Bingkuang

Selain itu Bupati dan Wakil Bupati Kampar juga aktif mendukung kegiatan masyarakat yang bisa mendukung Kampar sebagai daerah wisata seperti event Pacu Sampan di Jembatan Kembar Danau Bingkuang yang digelar mulai 6-14 September 2017.

Azis berharap, sektor pariwisata ini akan menjadi salah satu primadona dan menjadi salah satu sektor yang mendongkrak PAD. Seperti diketahui, antara belanja langsung dan tidak langsung APBD Kabupaten Kampar masih didominasi belanja tidak langsung.

Pada penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Kabupaten Kampar akhir Agustus 2017 lalu diketahui bahwa belanja langsung hanya Rp 697,265 miliar. Sementara, belanja tidak langsung sebesar Rp1,359 triliun lebih.

Belanja tidak langsung ini terdiri dari, belanja pegawai Rp 1,010 triliun, belanja subsidi Rp 3,177 miliar, biaya belanja hibah Rp 4,2 miliar, belanja bantuan sosial Rp 8,909 miliar, belanja bagi hasil kepada provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah desa Rp 7,666 miliar, belanja bantuan keuangan kepada provinsi, kabupaten/kota, pemerintah desa dan partai politik Rp 322,571 miliar dan belanja tidak terduga Rp 2,5 miliar.

Bupati Kampar juga menyampaikan, pendapatan daerah pada APBD tahun anggaran 2018 diproyeksi sebesar Rp 2,001 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari PAD sebesar Rp 211,235 miliar, terdiri dari hasil pajak daerah Rp 79 miliar, hasil retribusi daerah Rp 22,591 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 34,448 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp 75,195 miliar.

Pendapatan dari dana perimbangan Rp 1,520 triliun lebih, terdiri dari bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak Rp 559,017 miliar, dana alokasi umum Rp 735,072 miliar dan dana alokasi khusus Rp 226,206 miliar.

Pendapatan dari lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 269,871 miliar. Ini terdiri dari dana bagi hasil pajak provinsi pemerintah lainnya Rp 77,462 miliar dan dana penyesuaian dan otonomi khusus Rp 192,408 miliar.

Masih besarnya porsi belanja tak langsung membuat Bupati Kampar memberi perhatian terhadap hal ini. Bahkan pada pidato dalam rapat paripurna DPRD Kampar tentang penyampaian KUA PPAS APBD Kampar tahun 2018, Azis sempat mengulang kalimat yang disampaikan mengenai jumlah belanja tidak langsung APBD Kampar.

Azis berharap, dengan adanya peningkatan DAK dari pusat, maka bertambah pula struktur APBD Kampar. Sehingga, belanja langsung dengan belanja langsung seimbang. Untuk saat ini, dalam kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) APBD Kampar 2018, antara belanja langsung dan tak langsung tidak seimbang. Dengan adanya peningkatan belanja langsung, maka pembangunan bisa dipacu secepatnya karena banyak sekali aspirasi masyarakat yang telah diterima Bupati dan Wakil Bupati Kampar serta DPRD Kampar.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Drs H Syamsul Bahri,MM ketika ditemui baru-baru ini di Bangkinang menyebutkan, bukan tidak mungkin, sektor pariwisata akan menjadi salah satu andalan sebagai sumber pendapatan masyarakat maupun pendapatan asli daerah (PAD).

Dikatakan Syamsul, saat ini, berdasarkan inventarisir dinas yang dipimpinnya, terdapat 72 objek wisata di Kabupaten Kampar, termasuk beberapa objek wisata yang baru muncul.

Objek wisata ini tersebar di berbagai kecamatan. Objek wisata yang terbaru diantaranya Puncak Bukit Ulu Kasok yang terdapat di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Air Terjun Panisan dan Sungai Kopu di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Air Terjun Bukit Osang di Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar, Air Terjun Batu Dinding di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Air Terjun Lubuk Bigau, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Danau Bukit Naang di Kecamatan Bangkinang, Jembatan Water Front City yang menghubungkan Kecamatan Bangkinang Kota dengan Kecamatan Bangkinang, Hutan Pinus di Kecamatan Kampar dan lainnya.

Objek wisata yang tergolong baru ini telah memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat seperti di Ulu Kasok. Ribuan pengunjung datang setiap pekan di lokasi ini. Banyak masyarakat bisa hidup dari sini seperti berdagang, mengojek, menyewakan sampan dan sumber pendapatan lainnya.

Lebih lanjut Syamsul Bahri mengatakan, berkaitan pariwisata ada tiga aspek yang perlu diperhatikan yaitu aksesibilitas, atraksi dan amenitas.

Berkaitan aksesibilitas, sektor infrastruktur terutama aksesibilitas menjadi unsur penting dalam membangun potensi wisata. Syamsul mengatakan, perlu adanya pembenahan infrastruktur agar potensi wisata di Kabupaten Kampar semakin tergali. Masih banyak objek wisata yang terkendala hal ini karena masih mengandalkan swadaya masyarakat untuk membuka jalan menuju lokasi.

"Kalau infrastruktur yang kita butuhkan di Kampar banyak ke arah infrastruktur jalan. Untuk menuju objek menuju jalan bagus, tidak macet dan bersih," beber Syamsul.

Dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memiliki peran yang sangat besar untuk meningkatkan infrastruktur di lokasi wisata atau menuju lokasi wisata.

Seperti dalam dua tahun terakhir, jalan menuju Candi Muara Takus telah mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Riau dan Pemkab Kampar. Jalan yang dulu mengalami kerusakan parah telah diperbaiki dan diaspal ulang. Hal ini akan membuat para wisatawan nyaman bila berkunjung ke daerah ini.

Sementara ada beberapa daerah yang masih terkendala aturan dan regulasi untuk dibangun karena masuk dalam kawasan hutan dan dilindungi. Seperti Air Terjun Lubuk Bigau dan Air Terjun Batu Dinding di Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Untuk memecahkan persoalan ini dibutuhkan
komitmen dari pimpinan, mulai dari pusat, gubernur sampai bupati.

Kemudian berkaitan atraksi. Atraksi sifatnya muncul dari masyarakat itu sendiri. Atraksi kesenian misalnya. Untuk di Indonesia, Bali merupakan salah satu daerah yang paling menonjol dalam hal ini. "Kalau aksesibilitas dan amenitas sudah oke, tanpa atraksi maka objek wisata itu belum layak untuk dikunjungi, belumlah menarik," beber pria yang juga menjadi Ddsen di salah satu perguruan tinggi di Bangkinang itu.

Menurutnya, Kampar memiliki potensi luar biasa untuk menunjukkan atraksi seni. Hal itu ditandai dengan berdirinya beberapa grup musik bernafaskan musik tradisional modern, munculnya grup teater dan aneka pertunjukan seni lainnya seperti pencak silat tradisional. Apabila ini dimunculkan di objek wisata atau pada saat acara-acara maka pariwisata Kabupaten Kampar semakin menarik.

Selanjutnya amenitas. Amenitas adalah semua bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan untuk segala kebutuhan selama tinggal atau berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata, seperti hotel, motel, restaurant, bar, discotheques, café, shopping center, souvenir shop.

Amenitas adalah faktor sarana penunjang. Ini sangat  menentukan bagi kenyamanan pengunjung. Pengunjung akan mau berlama-lama di suatu daerah apabila semua ini terlayani dengan baik. Karena merasa tertarik maka pengunjung akan kembali datang berulang-ulang ke Objek Wisata tersebut. Di Kabupaten Kampar sendiri, amenitas ini diakui masih minim. Maka kedepan diperlukan adanya kebijakan yang akan memudahkan investasi dan membuka peluang bagi pengusaha untuk mengembalikan modalnya dan mendapatkan keuntungan dari investasinya.

Lebih lanjut Syamsul Bahri mengatakan, program terbaru dari Pemkab Kampar adalah menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPDA). Program ini bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). "Dulu ada forum discusion group bulan Mei. Masih ada discusion group berikutnya di bulan September.  Harus dipersiapkan berbagai hal karena untuk suatu objek wisata perlu ada payung hukum, Diperdakan," terang Syamsul.

Untuk 2017 dan 2018, Pemkab Kampar juga menyusun master plan beberapa objek wisata seperti Danau Rusa PLTA Koto Panjang dan Lubang Kolam. "Beberapa prioritas kita letakkan di master plan," katanya.

Sementara itu, dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata akan dialokasikan untuk Danau Rusa dan turap Lubang Kolam yang saat ini kedua objek wisata ini masih alami dan belum ada sentuhan pembangunan.

Pemkab Kampar pada tahun ini mengusulkan DAK ke Pemerintah Pusat sebesar Rp 11 miliar untuk objek wisata Lubang Kolam dan Danau Rusa. "Mudah-mudahan tahun ini kita dapat," ulasnya.

Di samping itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar juga mendorong serta membina terbentuknya kelompok safar wisata (Pok Darwis). Baru-baru ini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar menghadiri peresmian Objek Wisata dan pelantikan pengurus Pok Darwis di Desa Tanjung Belit Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Melalui Pok Darwis ada peranan masyarakat dalam mengembangkan objek wisata sekaligus menjaga kelestarian alam serta merawat dan menjaga kebersihannya.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar H Azwan menyampaikan, pada prinsipnya Bisa Bappeda Kabupaten Kampar mendukung program dari Dinas Kebudayaan Pariwisata termasuk dukungan dalam pengajuan proposal dana alokasi khusus (DAK) ke Kementerian beberapa hari lalu.

"Ini bentuk dukungan Bappeda kepada seluruh OPD agar mendapatkan dana di Kementerian. Itu disampaikan kepada Kementrian terkait. Doakan usulan kita masuk di pusat," ucap Azwan.

Dikatakan Azwan, Bupati Kampar H Azis Zaenal sangat berkomitmen untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Kampar karena ini merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat. Pariwisata memiliki dampak ekonomi dari masyarakat.

Penulis : A. Yani / Advertorial
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Pemerintahan, Kabupaten Kampar
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 20 September 2021
Wakil Ketua MPR Ingatkan Publik Tak Mengklaim Diri sebagai Kelompok Pancasilais
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria
Selasa, 17 Agustus 2021
Ajak Rakyat Merdeka Dari Pandemi, Aboebakar: Selalu Ada yang Berkhianat Seperti Korupsi Bansos

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 22 September 2021
Puluhan Petani di Rohil Ikuti Bimtek Gratieks Komoditas Pertanian
Rabu, 22 September 2021
Polsek Ukui Rutin Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
Rabu, 22 September 2021
Putus Penyebaran Covid-19, Polsek Pangkalan Kuras Semprot Disinfektan di Objek Vital
Rabu, 22 September 2021
PPKM Berbasis Mikro, Polsek Kuala Kampar Tingkatkan Penanganan Covid-19 dengan Operasi Yustisi

Serantau lainnya ...
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi
Jumat, 17 September 2021
Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Masuk Bioskop
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 20 September 2021
Dosen Unri Beri Pelatihan Warga Desa Sungai Masjid Membuat Kain Motif Ecoprint dari Tumbuhan dan Gulma
Sabtu, 18 September 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan Fekon Unilak
Rabu, 15 September 2021
Inovatif, Mahasiswa KKN Unri Buat Handsanitizer Touchless untuk Masyarakat
Selasa, 14 September 2021
Tim PTDM UMRI Diseminasikan Dehydrator Betel Nut kepada Petani Desa Tanjung Alai Kampar

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

03

05

Kamis, 16 September 2021 23:38 WIB
PSPS Riau Tunjuk Jafri Sastra Sebagai Pelatih
HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www