Selasa, 28 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 28-29 September 2021

Warga Tanjung Berulak Kampar Komplain, RSIA BA Diduga Bangun Pagar di Atas Jalan Umum
Selasa, 24 Agustus 2021 11:58 WIB
Warga Tanjung Berulak Kampar Komplain, RSIA BA Diduga Bangun Pagar di Atas Jalan Umum
RSIA Bunda Anisyah dan pagar yang jadi perselisihan dengan warga.

AIR TIRIS (CAKAPLAH) - Sejumlah warga Desa Tanjung Berulak, Kecamatan Kampar melancarkan protes terhadap pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Anisyah (RSIA BA) karena mereka menuding pihak rumah sakit membangun pagar di atas jalan umum.

Meskipun persoalan ini masih terus bergulir dan bakal ada pertemuan lanjutan di kantor Camat Kampar, namun pihak manajemen RSIA BA tetap bersikukuh bahwa pagar yang mereka bangun di samping gedung rumah sakit berada di atas lahan milik mereka yang dibuktikan dengan dokumen yang mereka miliki.

Untuk mencari jalan penyelesaian ini, sebelumnya pihak Pemerintah Desa Tanjung Berulak telah melakukan pertemuan dengan perwakilan warga dan manajemen RSIA BA di kantor Camat Kampar, Senin (16/8/2021) lalu.

Menurut keterangan Sekretaris Desa Tanjung Berulak Engki Alatas kepada wartawan di salah satu warung kopi di Desa Tanjung Berulak, dalam rapat Senin (16/8/2021) lalu, diakuinya masyarakat menuntut pagar yang dibangun pihak rumah sakit tersebut digeser 50 centimeter ke arah rumah sakit dari posisi sekarang.

"Diberi waktu satu minggu memikirkan tentang tuntutan masyarakat. Alhamdulillah bapak camat hari ini datang ke desa mungkin ada permasalahan lain tapi langsung membahas persoalan itu, tindak lanjut laporan kemarin," beber Engki.

Selanjutnya pihak Pemdes Tanjung Berulak akan membuat rapat di kantor Camat Kampar pada Rabu (25/8/2021) besok. "Tidak semuanya kita undang tapi semua unsur mencakup," ulas Engki.

Diantara yang akan hadir dalam rapat ini adalah camat, Polsek Kampar, kades dan undangan lainnya yakni ketua BPD, LPM dan pihak RSIA BA.

Sementara itu tokoh pemuda sekaligus Ketua LPM Desa Tanjung Berulak Hanafi dalam pertemuan dengan wartawan, Senin (23/8/2021) mengungkapkan bahwa pembangunan pagar pada tahap awal pembangunan tidak ada koordinasi dengan pihak terkait termasuk kecamatan dan desa.

"Masyarakat terkejut kok pembangunan ini memakan badan jalan. Setelah ditegur oleh unsur pemdes saat itu, mereka tidak patuh dan berkoordinasi dengan baik," beber Hanafi.

"Terus diadakan rapat namun mereka tetap melanjutkan pembangunan. Maka persoalan ino makin meruncing," imbuh Hanafi.

Ia juga mengungkapkan, selama ini masyarakat tidak pernah memberi tahu terdapat dampak limbah rumah sakit yang dirasakan masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan rumah sakit.

"Setelah kita kasih tahu dan setelah kita berikan informasi tentang ini, kita pernah bertemu dan menyampaikan dalam forum yang difasilitasi oleh desa, kecamatan dan Polsek di kecamatan tak ada keterangan yang bisa memberikan solusi terhadap persoalan ini," ungkap Hanafi.

Salah seorang warga RT 001 RW 003 Dusun IV, yang berdekatan rumahnya dengan RSIA BA Mahyudin (52) mengungkapkan, jika bicara dampak dari keberadaan rumah sakit ini ia merupakan keluarga pertama yang merasakan dampak tersebut. Mereka kerap mencium bau tak biasa yang diduga bersumber dari rumah sakit.

"Kalau dampak mungkin kami korban pertama cuma kami takut apakah kami saja yang mencium macam ini. Jadi takut kami mengadu
Bisa saja orang menuduh kami orang busuk hati, rupanya Bang Zulan (Ruslad, red) yang jauh rumahnya ternyata sudah menyebut, artinya saya tidak sendiri, maka saya buka," ungkap Mahyudin dalam bahasa daerah Ocu.

Mahyudin juga mengakui bau yang diduga limbah rumah sakit tersebut tercium setiap hujan datang. Apalagi kalau sudah kemarau panjang, kemudian turun hujan maka baunya semakin menyengat.

"Kalau masalah bau apabila musim katakan bau ber*k tidak, kenc*ng tidak. Baunya menyengat ke muka atau musim panas sekitar tiga minggu siap tu hujan baunya sampai ke rumah," ungkap Mahyudin lagi.

Ia mengaku segan melapor karena selama ini ia mengira dia sendiri bersama kekuarganya yang merasakan. Lagipula ia masih mempertimbangkan rasa bertetangga.

"Lebih kurang tiga tahun masalah ini. Dari pagar ke limbah itu sekitar dua puluh lima meter. Bau itu tidak tahan. Tidak busuk tapi menyengat," kata Mahyudin sambil menunjuk ke arah belakang bangunan rumah sakit dari rumahnya.

Sementara Ruslan (68), warga RT 002 RW III, Dusun IV mengakui bahwa ia mulai tinggal di wilayah ini sejak tahun 1980 atau sejak jalan ke dalam kampung Tanjung Berulak belum pernah dibuat dan masih ada jalur irigasi ke sawah. Setelah itu ada pembangunan jalan dan ukurannya cukup lebar. "Jalannya memang lebar. Sekarang dibangun orang ini pagar di atas jalan," beber Ruslan.

Ia juga kesal karena sudah ada musyawarah yang difasilitasi pemerintah desa, namun seolah tidak ada respon.

Kemudian ia juga menceritakan mengenai dugaan bau limbah yang sering tercium.

"Masalah limbah, macam bau ular keluar dari quari," beber Ruslan.

Wakil Ketua BPD Tanjung Berulak Marizon Basri mengungkapkan soal sejarah jalan yang saat ini dipolemikkan warganya. Ia mengatakan, jalan yang tempat berdirinya pagar yang baru dibangun RSIA BA saat ini telah lama menjadi jalan umum. Setahu dia, jalan ini pernah mendapatkan proyek semenisasi dari anggaran Pemerintah Kabupaten Kampar. Kemudian pada tahun 2010 diperbaiki lagi dengan dana dari APBN melalui kegiatan PNPM dengan lebar jalan 3,5 meter. Namun dengan dibangunnya pagar di atas jalan tersebut lebar jalan menjadi berkurang. Pengurangan lebar jalan rata-rata 50 centimeter.

"Kita minta digeser sekitar lima puluh centi saja. Kalau macam begini susah mobil lewat kalau pas berpapasan dengan mobil. Mobil dengan sepeda motor saja tidak bisa," tegas Marizon saat meninjau lokasi pembangunan pagar bersama awak media dan beberapa orang warga.

Direktur RSIA BA Dr. Andri Setiawan ketika dikonfirmasi Senin (23/8/2021) sore menyampaikan klarifikasi terhadap segala pernyataan masyarakat.

"Perlu saya klarifikasi, pembangunan pagar ada di atas tanah rumah sakit. Kemudian Pak Camat, Kapolsek juga tahu bahwa kami membangun di atas tanah kami. Akta notaris itu semua ada, lengkap," beber Andri.

Berapa luas lahan milik RSIA BA Andri menegaskan juga jelas.

Ketika ditanya tentang adanya pernyataan warga yang berupaya mencegah pembangunan pagar di awal menurut Andri masyarakat bukan mencegah tapi mengancam.

Lebih lanjut Andri menyampaikan, sebelum mereka membangun pagar, perwakilan dari pemerintah desa, kepala desa, sekretaris desa dan jajaran, ninik mamak, sudah berkumpul bersama dengan pihak rumah sakit dan pihak rumah sakit sudah memberitahukan perihal rencana pembangunan pagar dan alasan pembangunan pagar.

"Kita rumah sakit bukan minta izin ya, tapi memberitahukan akan dibangun pagar di rumah sakit karena itu sudah ada ketentuan bahwa rumah sakit seluruhnya sudah harus dipagar dan ini PR kami terhadap Kementerian Kesehatan, terhadap undang-undang, gitu," ungkap Andri.

Ia juga menyampaikan tiga hal lainnya.

Pertama, pihak RSIA BA juga mengantongi surat rekomendasi yang ditandatangani oleh Tim Akreditasi Rumah Sakit. "Tentu rumah sakit ada kebutuhan membuat pagar ya. Jadi kita bangun pagar tersebut berada di tanah rumah sakit," tegasnya.

Kedua, pihaknya sudah mendonasikan 50 cm untuk ruas jalan desa.

"Ketiga, kalau misalkan masyarakat desa jalannya diambil, yang diambil di mana, justru kami yang donasikan. Kami sudah mengukur aslinya jalan desa itu berapa centi (meter). Itu (jalan desa) 3,36 (meter)," bebernya.

Andri menambahkan, setelah pertemuan di kantor Camat Kampar, Rabu (25/8/2021) besok, ia mengusulkan kepada Camat Kampar bahwa setelah pertemuan dengan masyarakat ia mengajak seluruh pihak atau perserta rapat mengukur bersama tanah rumah sakit. "Kitakan sama-sama ketahui keadaan di lapangan, seperti kebutuhan di lapangan seperti apa," ungkapnya.

"Kita mengetahui di rumah sakit ada berkas, ada akte notaris bahwa kami bangun (pagar) juga di atas tanah kami," ulasnya.

Ukuran jalan yang ada di samping pagar kami lebih luas dibandingkan luas jalan desa yang sesungguhnya dan itu sudah kami ukur dan itu sudah kami sampaikan di pertemuan sebelumnya.

Berkaitan pendapat warga yang mengatakan bahwa badan jalan desa telah ada dan sebelumnya telah disemenisasi dengan luas 3,5 meter menurut dr Andri bahwa semenisasi yang pernah dilaksanakan tanpa seizin pihaknya.

"Jadi dia udah disemen baru bilang ke kami. Pak udah dicor. Nah Inikan tanah kami. Nanti suatu waktu-waktu dipagar silakan," bebernya.

Ia mengaku juga pernah menggunakan GPS untuk memastikan kondisi jalan di sekitar rumah sakit. "Jujur saya orang pendatang. Dulu jalan ini luas pak. Akhirnya saya melihat GPS. GPS secara satelit. Saya arahkan ke Jalan Tanjung Berulak, sudah nampak jelas dari belakang, dari sawah sampai rumah sakit, itu jalannya kecil, tak ada pembesaran jalan," katanya.

Dikatakan, ada juga anggapan itu tanah RSIA BA hanya 18 meter. "Mana ada, kami membeli 24 meter itu, ini ada surat legalnya," katanya.

Mengenai adanya pernyataan bau limbah yang dipersoalkan masyarakat di sekitar rumah sakit, Andri mengatakan, tuduhan masyarakat itu tidak benar.

"Ini sudah saya sampaikan di pertemuan dengan masyarakat, ada Kapolsek, ada camat ada perwakilan desa, ninik mamak. Saya sudah sampaikan, rumah sakit ini berdiri berdasarkan izin-izin yang ada ada. Salah Satu ada izin IPAL dan Amdal, semua ada izin-izin ya," tegasnya lagi.

Ia mengklaim bisa membuktikan seluruh surat-surat tersebut. "Kita tahu loh, rumah sakit itu perizinannya sangat panjang. Kalau ada bau-bau sampah-sampah, bau sampah dari mana? Bisa jadi itu sampah masyarakat. Karena kami rutin buang sampah, sampah medis dan smapah umum. Di sini kami cekat sekali, kalau rumah sakit itu. Karena rumah sakit itu dipantau langsung provinsi dan pemda, setiap rumah sakit," pungkasnya.

Penulis : Akhir Yani
Editor : Yusni
Kategori : Pemerintahan, Kabupaten Kampar
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 28 September 2021
Letjen TNI Mar (Purn) Nono Sampono Sebut Indonesia Negara Maritim yang Kekuatan Lautnya Lemah
Senin, 20 September 2021
Wakil Ketua MPR Ingatkan Publik Tak Mengklaim Diri sebagai Kelompok Pancasilais
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 28 September 2021
Berdampingan dengan Covid-19 dan Taat Prokes, Cara Ampuh Hidup di Tengah Pandemi
Senin, 27 September 2021
Dihari Libur Hingga Tengah Malam, DPRD Pelalawan Gesa Bahas APBD-P 2021
Senin, 27 September 2021
Giat Penling, Polsek Pangkalan Kuras Ajak Warga Tingkatkan Prokes
Senin, 27 September 2021
Lagi, Tujuh Motif Batik Kuansing Didaftarkan ke Kemenkumham

Serantau lainnya ...
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi
Jumat, 17 September 2021
Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Masuk Bioskop
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 26 September 2021
Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui, Demi Menjaga Buah Hati dan Kesehatan Keluarga
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 27 September 2021
Pastikan Prokes, PCR Sudah Gelar Perkuliahan Tatap Muka Terbatas
Minggu, 26 September 2021
SEF Sukses Gelar Webinar Riset Komunikasi Jilid 2
Jumat, 24 September 2021
Direktur Pascasarjana UIR Yudisium 150 Calon Wisudawan
Kamis, 23 September 2021
Dosen FT UIR Dr Evizal Penelitian Bersama di Harvard University Amerika

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

01

HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www