Jumat, 30 Juli 2021

Breaking News

  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!   ●   
  • Israel Tawarkan Vaksin yang Nyaris Kedaluwarsa ke Negara Lain   ●   
  • Singkirkan Spanyol Lewat Adu Penalti, Italia Lolos ke Final   ●   
  • Sindikat Vaksin Covid Palsu Ditangkap setelah Suntikkan Air Garam ke 2.000 Warga
Yamaha 26 Juli 2021
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


Budidaya Perikanan Air Payau Semakin Menggeliat di Bengkalis
Senin, 23 April 2018 11:24 WIB
Budidaya Perikanan Air Payau Semakin Menggeliat di Bengkalis
Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, panen udang vanname di kolam percontohan milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis, beberapa waktu lalu.

(CAKAPLAH) - Budidaya perikanan air payau merupakan budidaya dengan perpaduan antara air tawar dengan air laut. Budidaya sejenis ini, biasanya berlokasi tidak jauh dari pantai atau berada di kuala sungai (muara). Hal itu guna mempermudah penambahan dan pergantian air kolam, jika diperlukan. Lokasi sangat menentukan keberhasilan budidaya perikanan air payau. 

Belakangan ini, budidaya perikanan air payau sangat menjanjikan bagi sebagian kalangan di pulau Bengkalis. Salah satunya budidaya udang vanname. Kendati permintaan pasar Bengkalis tidak dominan terhadap udang jenis ini, pembudidaya diuntungkan dengan permintaan pasar luar dalam jumlah besar.

Apalagi, udang vanname lebih cepat masa panennya dibanding udang lain. tingkat keberhasilan (hasil panen) yang cukup tinggi membuat para petani petambak udang mengisi kembali kolam-kolam mereka.

Frengky satu dari beberapa pembudidaya perikanan air payau jenis udang vanname mengakui bisnis udang vanname di pulau Bengkalis semakin menggiurkan. Ia yang kini mengoperasi kolam di lahan sekitar seluas 2.78 hektar di Desa Tameran. Frengky mengaku saat ini terus mengembangkan bisnis yang ditekuninya.

Menurutnya, para pengusaha yang terjun di dunia ‘tambak menambak’ semakin ramai. Tidak hanya dari dalam, investor luar juga ikutserta berbisnis vanname di Bengkalis.

“Harus kita akui, beberapa tahun terakhir usaha tambak udang ini sangat booming. Tak hanya warga Bengkalis banyak juga investor dari luar yang membangun tambak di tempat kita," katanya.

Berbicara panen, pria keturunan Tionghoa ini sangat bersemangat sekali. Dikatakan ia, untuk panen udang vanname hanya membutuhkan waktu 100 hari atau lebih. Hasil panen dijual ke penampung asal Medan. Penampung itu datang ke lokasi tambak dan melakukan soteran dari udang yang dipanenkan.

"Semangatnya ketika melihat loncatan udang ketika panen berlangsung," katanya.

Frengky menuturkan salah satu support yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah agar para investor tertarik dan berminat berinvestasi di Bengkalis adalah dengan menyiapkan infrastruktur yang lebih refresentatif, termasuk ketesediaan listrik.

Pengusaha tambak udang di bawah bendera Koperasi Bantan Kartika ini mengatakan, pasaran udang di belahan Eropa dan Amerika sangat menjanjikan. Saat ini negara pengekspor terbesar udang ke Eropa dan Amerika masih dipegang oleh India, Thailand dan beberapa negara lainnya.

“Di pulau Bengkalis ini sangat potensial untuk dibangun tambak udang dan masih bisa dibangun lebih banyak tambak lagi di pulau ini. Multiplier effect-nya luar biasa, selain peningkatan PAD juga bisa menampung tenaga kerja yang tidak sedikit,” kata pengusaha asal Desa Temeran ini.

Ke depan kata Frengky, juga sedang direncanakan membangun Cold Storight di pulau Bengkalis. Hal itu katanya tergantung hasil panen para petani tambak di Bengkalis.

”Kalau sudah ada ada cold storight, penyerapan tenaga kerja pasti ribuan dan tentunya tambaknya juga ribuan,” imbuh Frengky seraya berharap ke depan dibentuk semacam asosiasi petambak udang, demi keberlangsungan para pengusaha tambak

Pemkab Siap Mendukung

Kabid Budidaya Perikanan, Susi Feniyanti.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengakui pembudidaya tambak udang vanname menjamur. Setidaknya, 29 pelaku usaha budidaya udang vanname tercatat di Pulau Bengkalis dengan luas lahan tergarap 43 hektar, Enam diantara dalam tahap persiapan lahan. 

Sebagian besar tambak udang berada di Kecamatan Bantan, Bengkalis dan pulau Rupat. Menjamurnya pembudidaya ini, dikarenakan pulau Bengkalis sangat strategis dijadikan lokasi pengembangan udang vanname.

"Secara teknis lokasi pengembangan itu berada strategisnya dari Desa Perapat Tunggal, Air Putih sampai Sekodi. Belakangan memang perkembangan budidaya udang vanname semakin berkembang, ini selain faktor keuntungan berbisnis vanname dengan permintaan pasar besar, perairan di pulau Bengkalis masih belum tercemar. Artinya masih sangat aman untuk bisnis ini, "ujar Kepala Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis Herliawan melalui Kepala Bidang Budidaya Perikanan Susi Feniyanti.

Dinas Perikanan sendiri, katanya sangat siap memberikan dukungan demi perkembangan investasi sektor perikanan di Bengkalis, apalagi investasi yang berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dukungan itu sebut Susi Feniyanti, berupa pendampingan teknis mulai dari penebaran benih hingga panen. Pemerintah siap mendampingi memberikan tunjuk ajar cara berbudidaya yang baik sesuai SOP.

"Kita dari dinas punya SOPnya berbudidaya itu, kita tidak memaksa pembudidaya mengikuti itu. Tapi bilamana mereka meminta dinas mendampingi dengan SOP yang kami punya, maka kami siap,"tegasnya.

Investasi berbisnis udang diakui Susi Feniyanti memang memerlukan modal sangat besar. Pendampingan dari ahli teknis sangat penting demi keberlangsungan usaha agar tetap berjalan baik.

"Contoh di Desa Senggoro, itu dari awal sampai panen kita dampingi. Pendampingan itu penting termasuk dengan pengelolaan limbah, apabila kolam terkena penyakit maka akan menjalar ke kolam kawan yang lain,"tandasnya.

Berhasil Tambah Pundi PAD

Panen udang di Bengkalis

Dinas Kelautan dan Perikanan tidak hanya asal bicara pentingnya pendampingan teknis budidaya udang vanname dari pihaknya. Pasalnya, keberhasilan budidaya udang vanname sudah dirasakan betul oleh Dinas Kelautan dan Perikanan.

Dinas ini memiliki tambak udang percontohan pengembangan udang vanname terletak Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Desa Penebal, Kecamatan Bengkalis. Tambak udang ini seluas 3.22 hektar dengan 8 kolam.

Dua tahun terakhirnya, keberhasilan budidaya udang vanname menunjukan peningkatan signifikan. Keberhasilan pengembangan udang vanname itu tentunya tidak terlepas dari SOP yang mereka punya.

Menurut Susi Feniyanti, tahun 2016 lalu Dinas Kelautan dan Perikanan menarget Rp300 juta dari pengembangan budidaya perikanan di tiga UPT salah satunya tambak udang vanname Desa Penebal. Namun hasilnya melebihi target yakni Rp400 juta lebih, pasca panen. Udang mendominasi pencapaian target.

Karena dinilai menjanjikan, Dinas Kelautan dan Perikanan menggenjot target pada tahun 2017. Alhasil, target itu tercapai dan kembali melebihi target.

"Sedangkan perdesember 2017 ini, tiga UPT menghasilan PAD untuk Bengkalis mencapai Rp900 juta dari target kita Rp708 juta," ungkap Susi Feniyanti.

keberhasilan budidaya yang dijalankan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis memang diiringi dengan sarana yang memadai. Selain itu, penampungan pasar udang budidaya jenis vanname sudah tersedia.

Dikatakan Kabid Budidaya Perikanan, hasil panen udang sudah ada pihak yang siap menampungnya. Pihak itu disebut berasal dari Sumatera Utara yang menjadi langganan jual hasil panen.

"Dua tahun ini kita hanya sekali dalam setahun panen. Hasil panen kita jual ke Sumut, ada penampungan kita di sana,"sebutnya.

Pada tahun 2018 ini, tambah Susi Feniyanti, Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Bengkalis menarget 2 kali lipat dari target sebelumnya. Bilamana 2016 target budidaya di tiga UPT Rp300 juta menghasilkan Rp400 juta dan 2017 target Rp708 juta menghasil Rp900 juta, pada tahun 2018 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis menarget Rp1,5 miliar dari budidaya perikanan tersebut.

Target itu bukan tanpa alasan, dukungan Bupati dan DPRD Kabupaten Bengkalis menjadi motivasi Dinas Kelautan dan Perikanan dan UPT sebagai pengelola di lapangan.

Dukungan itu dibuktikan tidak dirasionalisasinya anggaran budidaya perikanan di OPD tersebut. Alasan lain dari target 2018 ini adalah ketersedian pasar yang menampung hasil panen. Penampung hasil panen siap menerima kapan saja hasil budidaya itu dijual.

"Alhamdulillah, kita didukung rekan-rekan di DPRD Kabupaten Bengkalis. Anggaran kita Diperuntuk budidaya tidak di kurangi," imbuh Susi Feniyanti Kepala Bidang Budidaya Perikanan.

Rencananya ungkap Susi, guna mengenjot PAD dan mencapai target Rp1,5 miliar pada tahun 2018 pihaknya akan melengkapi sarana dan prasarana operasional baik budidaya tambak udang dan dua budidaya perikanan lainnya.

Kemudian, siklus panen akan ditingkatkan yang semula satu kali dalam setahun menjadi dua kali dalam satu tahun.

"Tentunya upaya kita untuk mencapai target Rp1,5 itu, kita akan melengkapi sarana dan prasarana operasionalnya serta meningkatkan siklus panen dari 1 kali dalam satu tahun menjadi 2 kali dalam satu tahun," terangnya.

Harus Jadi Sentral Produksi Udang

Anggota DPRD Bengkalis Azmi Rozali

Pemerintah Kabupaten Bengkalis diminta terus memberikan dukungan terhadap pengembangan investasi di bidang budidaya tambak udang. Menurut anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Azmi Rozali, investasi semacam itu berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Didorong masyarakat itu untuk berinvestasi di bidang itu (budidaya perikanan). karena apa? karena pembeli itu sudah nampak, tinggal komunikasi tersedia sekian ton bulan sekian panen. Mereka datang," ungkapnya.

Azmi Rozali menyebutkan di beberapa desa seperti Desa Tameran saat ini merupakan sentral produksi udang. Desa seperti ini atau desa lainnya, kata Azmi harus didorong, ditawarkan menjadi sentral produksi udang tentunya dengan cara memperbanyak kolam bagi desa yang siap menerima investasi.

"Ini tujuannya mensejahterakan masyarakat. Pengusaha bisa hidup, masyarakat juga bisa hidup," terang Azmi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengakui keberhasilan kolam udang vanname percontohan milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis yang berhasil menambah pundi PAD.
"Saya sangat respek karena itu menghasilakn PAD. Kita sangat mendukungnya, tetapi jika Pemkab Bengkalis bisa menghasilan pengusaha baru di Bengkalis ini, itu lebih dahsyat lagi," tantang Azmi Rozali.

Tidak hanya berpengaruh terhadap jumlah pengangguran bilamana budidaya perikanan air payau terus dikembangkan, angka kemiskinan juga diyakini berkurang.

"Bengkalis dengan potensi yang ada saat ini harus di dorong menjadi daerah sentral produksi udang, dimana? di Sumatera. Saya menyambut baik bahkan menghimbau agar program perikanan air payau digalakkan lebih masif lagi karena ini nyata," tandasnya. (ADVERTORIAL)

Penulis : Agus Setiawan
Editor : Ali
Kategori : Advertorial
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?

Artikel Lainnya
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Kamis, 22 Juli 2021
MPR Desak Vaksin Dosis Ketiga untuk Nakes Dilakukan Secepatnya
Rabu, 14 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemerintah Telah Tetapkan PPKM Darurat MPR Minta Semua Harus Berdoa
Senin, 12 Juli 2021
MPR: Koperasi Sebagai Panglima Menjaga Ketahanan Ekonomi Nasional
Jumat, 09 Juli 2021
MPR: Penting untuk Hadirkan Kolaborasi dalam Hadapi Covid-19

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 29 Juli 2021
Lahan Sawit di Mengkapan Siak Terbakar
Kamis, 29 Juli 2021
Kampar Raih Predikat Madya pada Anugerah Kabupaten Layak Anak
Kamis, 29 Juli 2021
Bersama LAZ MKU, BMT dan Dompet Dhuafa Hadirkan Ambulans Bagi Rakyat Palestina
Kamis, 29 Juli 2021
Cegah Covid-19, Polsek Bandar Sei Kijang Gelar Operasi Yustisi Prokes di Pos Pantau

Serantau lainnya ...
Rabu, 21 Juli 2021
Anak Didik AMS Juarai Pemilihan Bujang Dara Pekanbaru 2021
Selasa, 13 Juli 2021
Famys Hijab, Pilihan Tepat untuk Tampil Cantik Saat Idul Adha
Jumat, 09 Juli 2021
Berkembang Pesat, Irvan Asmara Sukses Dirikan AMS Modelling School
Kamis, 08 Juli 2021
DRV Beauty Store Jadi Ikon Kosmetik di Sungai Penuh, Produknya Lengkap dan Original

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas

Advertorial lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?
Jumat, 02 Juli 2021
Heboh Bill Gates dan Istrinya Sebenarnya sudah Meninggal Tahun 2013 Lalu
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 27 Juli 2021
Tingkatkan Inovasi Teknologi Terapan Bidang MKG, PCR dan BMKG Jalin Kerja Sama
Selasa, 27 Juli 2021
Tim Kukerta Balek Kampung Unri Sialang Sakti Berikan Spanduk dan Logo
Selasa, 27 Juli 2021
Kukerta Unri Desa Ujung Batu Timur Serahkan 1.000 Batang Bibit Tanaman Buah kepada Masyarakat
Senin, 26 Juli 2021
Mahasiswa Kukerta Unri di Desa Pulau Terap Kampar Lakukan Penyemprot Disinfektan

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


PCR 15 Juli 2021
Terpopuler
Permata
Foto
Unilak 1 Juni 2021
Pelantikan Bupati Siak - Pemkab Siak
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 01 Juli 2021
Peramal Mbak You Meninggal Dunia
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit

Selebriti lainnya ...
Bhayangkara 2021 CAKAPLAH
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
UIR 2021
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban
Jumat, 02 Juli 2021
Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Seperti Apa yang Bisa Disebut Syahid?
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Indeks Berita
Idul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www