Minggu, 17 Oktober 2021

Breaking News

  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19   ●   
  • Pansus Bisa Jadi Dasar Ketegasan Pemerintah Atasi Konflik Perusahaan Vs Masyarakat Riau   ●   
  • Pekanbaru Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik   ●   
  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen
Yamaha 16 Oktober 2021

CAKAP RAKYAT: Gunakan Akal Budi dengan Patuh Prokes, Jurus Jitu Hindari Bahaya Covid-19
Selasa, 06 Juli 2021 11:50 WIB
CAKAP RAKYAT: Gunakan Akal Budi dengan Patuh Prokes, Jurus Jitu Hindari Bahaya Covid-19

(CAKAPLAH)-Ancaman penularan Covid-19 terus tereskalasi karena virus Corona SARS-CoV-2 terus bermutasi. Durasi krisis kesehatan sekarang ini pun makin sulit untuk dihitung. Mewujudkan kekebalan komunal (herd immunity) pun masih menjadi tantangan, karena vaksin Corona yang tersedia saat ini belum sepenuhnya efektif dan jumlahnya pun masih sangat terbatas. Maka, demi keselamatan bersama, semua orang didorong menggunakan akal budi dengan patuh pada protokol kesehatan (prokes) guna menghindari ancaman penularan Covid-19.

Sejumlah orang, termasuk figur publik, tetap saja terpapar Covid-19 kendati sudah dua kali menerima suntikan vaksin virus corona. Bagi masyarakat yang awam, fakta ini tentu membingungkan, karena sebelumnya sudah dibangun keyakinan bahwa mereka yang sudah dua kali disuntik vaksin Corona akan kebal dari potensi penularan.

Berkembanglah pemahaman di sejumlah kalangan bahwa dalam konteks kekebalan atau imunitas, vaksin Corona yang tersedia saat ini belum tentu efektif untuk semua orang. Apalagi, SARS-CoV-2 terus bermutasi. Maka, agar bisa terhindar dari penularan Covid-19, setiap orang harus tetap waspada kendati sudah dua kali disuntik vaksin. Kewaspadaan itu harus diaktualisasikan dengan kepatuhan tanpa syarat pada prokes.

Selain karena faktor efektivitas vaksin yang relatif belum maksimal itu, kewaspadaan semua orang harus tetap terjaga karena ancaman Covid-19 terus tereskalasi. Proses eskalasi ancaman ditandai dengan mutasi virus SARS-CoV-2 menjadi sejumlah varian. Ada yang digambarkan begitu mudah menular. Misalnya varian Delta yang memicu lonjakan kasus baru di sejumlah negara. Apalagi, varian Delta tidak hanya menyasar orang dewasa, melainkan juga mengintai anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.

Virus SARS-CoV-2 yang terus bermutasi bisa saja menyebabkan alat diagnosa yang digunakan sejak awal pandemi tidak efektif lagi untuk mendeteksi varian baru. Bahkan, bukan tidak mungkin juga vaksin Corona yang sudah dibuat sekarang pun tidak cukup manjur untuk mewujudkan kekebalan personal ketika seseorang terpapar SARS-CoV-2 varian terbaru. Maka, sampai pada tahap sekarang ini, layak untuk dikatakan bahwa belum ada vaksin atau obat yang manjur untuk benar-benar melumpuhkan atau memutus rantai penularan Covid-19.

Oleh karena itu, satu-satunya pilihan yang tersedia bagi setiap orang agar terhindar dari penularan Covid-19 adalah melindungi diri dan keluarga. Perlindungan itu akan efektif jika setiap orang dengan kesadaran penuh mematuhi prokes. Perlindungan itu tidak bisa didapatkan dari kekuatan lain, pun tak bisa dibeli dengan uang. Virus Corona adalah musuh bersama yang wujudnya tidak jelas benar. Virus ini tak bisa dilumpuhkan atau dieliminasi dengan kekuatan senjata tercanggih atau teknologi terkini sekali pun. Hanya dengan akal budi setiap orang dalam melaksanakan prokes, potensi penularan Covid-19 bisa dihindari.

Patut untuk disadari bersama bahwa faktor mutasi virus SARS-CoV-2 dengan ragam ancamannya itu menyebabkan durasi pandemi Covid-19 menjadi semakin sulit untuk diperkirakan. Bahkan, oleh karena keterbatasan vaksin serta masih adanya kelompok masyarakat yang tidak percaya akan adanya pandemi, hampir bisa dipastikan bahwa virus Corona masih akan berada di sela-sela kehidupan semua orang untuk waktu yang lama.

Sebelumnya, sempat diasumsikan bahwa berkat perkembangan ilmu farmasi dan ilmu kedokteran era terkini, durasi Pandemi Covid-19 bisa lebih pendek dibanding pandemi global di masa lalu. Ternyata, krisis kesehatan global sekarang ini sudah memasuki tahun kedua. Bandingkan dengan pandemi Flu Spanyol yang berdurasi dua tahun lebih (Februari 1918-April 1920). Digambarkan sebagai pandemi paling mematikan dalam sejarah umat manusia, para sejarawan mencatat bahwa flu Spanyol mewabah ketika ilmu farmasi dan kedokteran belum memiliki alat atau infrastruktur untuk mengembangkan vaksin. Mikroskop pada era itu bahkan belum dapat mendeteksi virus.

Pada krisis kesehatan global sekarang ini, mutasi virus SARS-CoV-2 terbukti tak bisa dicegah oleh teknologi terkini di bidang farmasi dan kedokteran. Untuk menghentikan penularan dan mutasi virus, kekuatan dan andalan utamanya masih tetap pada kesadaran semua orang untuk menggunakan akal budi masing-masing, utamanya dengan mematuhi prokes di masa pandemi. Karena itu, siapa pun jangan pernah berperilaku tidak peduli prokes.

Indonesia saat ini sedang mengalami lonjakan kasus baru Covid-19 karena banyak orang lengah dan tidak peduli Prokes. Masih banyak orang yang tidak menggunakan akal budinya untuk bersungguh-sungguh menghindar dari ancaman penularan Covid-19. Tak hanya Indonesia, sejumlah negara di Eropa pun akan mengalami lonjakan kasus baru, karena kerumunan puluhan ribu orang dalam setiap pertandingan sepak bola Euro 2020. Usai pertandingan Inggris melawan Skotlandia misalnya, ditemukan lebih dari 2.000 orang terpapar Covid-19.

Seperti juga durasi pandemi global di masa lalu, durasi pandemi Covid-19 sekarang pun ditentukan oleh perilaku masyarakat. Semakin patuh masyarakat melindungi diri dengan kepatuhan pada prokes, pandemi Covid-19 akan lebih cepat berakhir. Sebaliknya, ketika semua orang yang berakal budi tidak realistis menyikapi krisis kesehatan sekarang ini, durasi pandemi Covid-19 akan berlarut-larut. Akibat lalai pada prokes dalam pelaksanaan Euro 2020 misalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai cemas karena ada potensi Eropa akan mengalami gelombang III pandemi Covid-19.

Pada Jumat (2/7) kemarin, sejumlah media melaporkan adanya penumpukan jenazah di RSUD dr Sutomo, Surabaya. Sangat memilukan. Berita foto yang viral itu pun dibenarkan oleh Direktur RSUD Sutomo. Dijelaskan bahwa pada Kamis (1/7), terdata 27 pasien Covid-19 meninggal dunia di rumah sakit itu. Berita foto ini menjelaskan banyak aspek tentang beragam akibat dari krisis kesehatan sekarang ini.

Mari, gunakan akal budi kita untuk mematuhi prokes agar tidak tertular Covid-19.**

Penulis : Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI
Editor : Yusni
Kategori : MPR RI
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Rabu, 13 Oktober 2021
Semua Orang Sama Dimuka Hukum, Junimart : Penegak Hukum Mosok Dibiarkan Melanggar Hukum
Rabu, 06 Oktober 2021
Banyak Permasalahan di DKI Jakarta, Alasan Baleg DPR Dukung Pemindahan Ibukota Baru
Senin, 04 Oktober 2021
Ketua MPR: PPHN Keniscayaan Diamanatkan Oleh Konstitusi
Selasa, 28 September 2021
Letjen TNI Mar (Purn) Nono Sampono Sebut Indonesia Negara Maritim yang Kekuatan Lautnya Lemah

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 16 Oktober 2021
Antisipasi Karhutla di Pelalawan, Polsek Teluk Meranti Gelar Patroli Gabungan
Sabtu, 16 Oktober 2021
Polsek Kuala Kampar Gelar KRYD Menyasar Perbankan di Wilayah Binaan
Sabtu, 16 Oktober 2021
Antisipasi Kriminalitas, Polsek Ukui Gelar Patroli C3
Sabtu, 16 Oktober 2021
Lindungi Hak Masyarakat Adat Rohul, AMA Riau Dorong Literasi kepada Ninik Mamak

Serantau lainnya ...
Kamis, 14 Oktober 2021
Kini Semakin Mudah Miliki Rumah di D'Village Regency 3, Ada Promo Bunga Hanya 2,3% Fixed 3 Tahun
Senin, 04 Oktober 2021
Memukau, Model AMS Sukses Peragakan Rancangan Busana Siswa SMKN 3 Pekanbaru
Senin, 04 Oktober 2021
Dea Gita Ningsih, Penulis Asal Pekanbaru yang Merangkum Senja dalam Sebuah Buku
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Senin, 04 Oktober 2021
Trump Minta Hakim Paksa Twitter Kembalikan Akunnya
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 04 Oktober 2021
Gaya Hidup Tak Sehat Biang Banyak Anak Muda Derita Penyakit Jantung
Minggu, 26 September 2021
Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui, Demi Menjaga Buah Hati dan Kesehatan Keluarga
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 15 Oktober 2021
Tim Pengabdian Masyarakat Program Pascasarjana UNRI Adakan Pembinaan Manajemen Life Skill Gula Merah Nira Sawit
Senin, 11 Oktober 2021
Dosen Kedokteran Unri Ingatkan Warga Soal Penyakit Tanpa Gejala Tapi Berbahaya
Jumat, 08 Oktober 2021
Rutin Adakan Fun Bike, Rektor Harap UIN Suska Riau Menjadi Zona Green
Rabu, 06 Oktober 2021
Kepala BPKAD Riau Jadi Pemuncak Yudisium Pascasarjana Unilak dengan IPK 4

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

April HUT 3 Kabupaten 12 Oktober 2021
Terpopuler
DPRD Riau
Foto
HUT SIAK - 12 Oktober 2021 - Kabag
DPRD Riau
Senin, 04 Oktober 2021
Pernah Dimiliki Aktor Terkenal, Ini Penampakan Jam Tangan Termahal di Dunia yang Dihargai Rp243 Miliar
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...

Selebriti lainnya ...
DPRD Riau
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Senin, 04 Oktober 2021
Kepengurusan Amphuri Riau-Kepri Resmi Dilantik, Berkhidmat untuk Umat
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos

Religi lainnya ...
Bhayangkara 2021 CAKAPLAH
Indeks Berita
HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www