Kamis, 23 Mei 2024

Breaking News

  • Catatan Banjir Terparah, Bupati Zukri: Ini Harus jadi Perhatian Pemerintah Pusat   ●   
  • Jalan Sudirman Ujung Tergenang Banjir, PUPR Riau Turunkan Ekskavator Amfibi Bersihkan Parit   ●   
  • Akibat Galian IPAL, Jalan Ahmad Dahlan dan Balam Ujung Pekanbaru Ambruk   ●   
  • Berhasrat Ikut Pilgub Riau, Syamsurizal Incar Septina jadi Wakil
Kelmi April 2024

Motor Listrik, Emisi Karbon dan Mimpi Besar RAPP Membirukan Langit
Minggu, 03 Maret 2024 21:57 WIB
Motor Listrik, Emisi Karbon dan Mimpi Besar RAPP Membirukan Langit
Ato Supriyadi bergaya di atas motor beat miliknya yang sudah dikonversi menjadi motor listrik, Foto: Unik Susanti

Dari kejauhan Ato tampak menyunggingkan senyum terbaiknya. Pria berusia 49 tahun tersebut terlihat mengendarai motor bercorak putih biru. Seperti ada kebanggaan yang ingin segera dibagikan dan diceritakannya kepada wartawan yang kala itu sedang menunggu kedatangannya di Hotel Hotel Unigraha yang berada di Kompleks PT Riau Pulp and Paper (RAPP), Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Tepatnya Selasa (16/1/2024) lalu.

Semakin mendekat, tak ada sama sekali suara terdengar dari kendaraan yang dikendarainya tersebut. Tak ada suara berisik dari kendaraan yang sudah dimilikinya sejak tahun 2017 tersebut. Hening. Tak ada suara berisik. 

"Ini sudah jadi motor listrik. Makanya tak ada suaranya," ujar Ato Supriyadi kala itu.

Siang itu pria bernama lengkap Ato Supriyadi memang khusus diundang untuk memamerkan motor miliknya yang sudah dikonversi dari motor menggunakan Bahan Bakar Minyak menjadi motor listrik. Konversi ini sebagai wujud dukungan dirinya untuk ikut berkontribusi menjaga bumi walau sekecil apapun. Itu sudah menjadi komitmennya.

Ato menjadi orang pertama yang menyerahkan motornya untuk dikonversi pada bulan November 2023 lalu dan menjadikan RAPP sebagai pionir konversi motor listrik di luar Pulau Jawa. Pria lulusan D-3 Politektik Muhammadiyah Solo ini yakin dan optimis, keputusan dirinya tersebut sudah tepat. Selain sebagai wujud dukungan untuk menjaga bumi tetap sehat, juga sekaligus untuk menghemat BBM yang dipakai untuk kendaraan miliknya tersebut. Belum lagi antrian yang selalu mengular ketika dirinya mengisi BBM.

"Pertama kali saya tahu informasi tersebut saya sangat semangat. Kenapa saya semangat? Kita semua tahu lah bensin susah, selalu antri panjang saat membeli BBM. Butuh waktu hingga 1 jam, ujung-ujungnya kalau nggak sabar ya beli minyak ketengan. Dan itu hampir setiap hari bahkan sampai sekarang," Cakapnya.

Ayah dari empat orang anak ini bercerita, saat dirinya tahu terkait program konversi yang dilakukan oleh perusahaan tempatnya bekerja tersebut, dirinya langsung mendaftar. Bahkan dirinya ingin menjadi yang pertama.

"Untuk kondisi motor saya itu dipakai setiap hari untuk antar anak sekolah, perjalanan sekitar 20 KM pulang pergi setiap harinya. Jadi setiap mau isi bensin, istri saya sering ngeluh kenapa antri terus. Saa itu saya katakan jangan khawatir lagi motor kita akan jadi motor listrik," ungkapnya.

Namun itu memang menjadi tantangan juga. Apalagi motor listrik ini baru pertama kali dikonversi. Banyak pro kontra. Banyak yang bilang mahal jika nanti rusak mahal sparepartnya, motor listriknya harganya bisa sampai 4 juta (BLDC nya), kemudian kontrolnya 1.3 jutaan dan baterainya juga bisa sampai Rp7 juta.

"Tapi kebetulan saya sebagai seorang maintenance, jadi kita melihat tidak mungkin barang itu dibuat langsung rusak. Pasti ada masanya. Dari situlah saya berani dan meyakinkan istri karena yang makai itu istri. Saya yakinkan istri untuk tenang dan yakin. Insya allah aman motornya. Bahkan saya janjika kalau motor itu rusak maka beli yang baru, jadi itu salah satu cara untuk meyakinkan istri," tegasnya.

Ato menunjukkan baterai swap yang ada di jok motornya, foto: Unik Susanti

Selanjutnya berbicara setelah ganti motor listrik, ternyata istri dan anak-anak sangat senang. Terlebih istri. Karena tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk beli bensin. Tak perlu antre untuk membeli bensin. Tak perlu mengeluarkan uang untuk ganti oli, tak perlu takut lagi terkena knalpot.

"Pokoknya saya bilang rugi kalau tidak dikonversi. Ruginya secara finansial itu stiap bulan tidak perlu ganti oli mesin, atau tak perlu lagi yang namanya memperbaiki kerusakan mesin, karena kan tak ada lagi. Kita pakai baterai. Dan untuk baterai kita sistem swap, tak perlu cas sendiri. Saat baterai habis, kita tingga datang ke foodcourt, masukkan baterai yang lama dan ambil yang baru. Jadi pokoknya enaklah, lebih enjoi," sebutnya.

Ato yang telah 13 tahun menjadi karyawan RAPP juga sangat aktif mengajak karyawan lainnya untuk ikut mengonversi motor masing-masing menjadi motor listrik. Dia kerap menyebut bahwa konversi motor listrik ini adalah bentuk kepedulian karyawan terhadap lingkungan.

Dengan semangat dan kesediaannya memberi informasi kepada rekan-rekannya sesama karyawan, tak heran banyak yang melihat Ato sebagai brand ambassador konversi motor listrik di Riau Kompleks.

Sebagai sarana diskusi terkait program konversi motor listrik ini, bahkan sudah ada komunitas yang terbentuk.

"Kita sudah bikin komunitas motor listrik ini di Riau Kompleks, namanya KamiRilex. Kepanjangannya itu Komunitas Motor Listrik Riau Complex. Di komunitas ini kita sharing pengalaman, berbagi pikiran, masukan, dan kepentingan lain terkait motor listrik," jelas Ato.

Hal penting lainnya adalah, dirinyas selalu ingin berkontribusi untuk menjaga bumi ini. Berkontribusi untuk mengurangi emisi karbon yang tentunya hars dimulai dari sekarang.

"Sekecil apapun, kalau kita bisa mengurangi gas rumah kaca akan sangat berharga bagi lingkungan kita. Kalau bukan kita, siapa lagi. Jadi ini adalah sebuah gerakan yang bisa dimulai dari diri kita masing-masing untuk merawat bumi. Dengan mengonversi motor BBM ke motor listrik berarti kita ikut andil mengurangi emisi karbon. Selain melestarikan lingkungan, juga mendukung program perusahaan dan pemerintah tentunya," sebutnya.

Project Leader Konversi Sepeda Motor Listrik di RAPP Steven Anderson menjelaskan sejalan dengan program APRIL2023 yaitu iklim positif, karyawan juga dapat berkontribusi dalam penurunan emisinya. Secara garis besar APRIL mendukung komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.

"Di Indonesia sendiri ada sekitar 150 an juta kendaraan roda dua, dan itu angkanya akan bertambah setiap tahunnya dengan bertambahnya populasi. Lalu apa impact nya bagi negara? Pertama adalah emisi dan yang kedua adalah kalau produksi bahan bakarnya tidak seimbang dengan jumlah kendaraan yang bertambah maka kita akan mengimpor bahan bakar. Jadi kenapa pemerintah gencar mendorong pemerintah untuk memakasi kendaraan listrik adalah untuk menurunkan emisi dan yang kedua adalah menurunkan bahan bakar," jelasnya.

                    Peserta perdana konversi motor listrik RAPP (foto/ist)

Oleh sebab itu APRIL menyambut program dari Kementerian ESDM yaitu konversi motor listrik dengan melakukan konversi 200 unit motor. Dari ESDM memberikan subsidi, dan sisanya dicover oleh perusahaan. Ini sebagai upaya untuk membuat karyawan mau melakukan konversi kendaraan mereka. Jadi otomatis karyawan yang ingin menkonversikan kendaraannya itu gratis alias tidak bayar. Itu untuk 100 unit pertama dan 50 persen untuk 100 unit selanjutnya.

"Kita dengan bangga, kita diapresiasi oleh Kementerian ESDM bahwa kita menjadi salah satu perusahaan pioneer dalam mendukung program mereka menkonversi sepeda motor ke motor listrik di luar pulau Jawa. Dan untuk memastikan itu terjadi, untuk teknisnya kita panggil, kita undang bengkel dari Jawa ke sini dan kita minta mereka kerjasama dengan bengkel mitra yang ada di Riau," Cakapnya.

Tak sampai di situ saja, RAPP juga mengambil langkah lebih maju lagi dengan berkomitmen untuk membangun swap station guna mengcover perjalanan jauh. Swap station akan dibangun setiap 30 Km.

"Jadi kalau karyawan punya baterai habis, maka bisa ditukarkan. Ini adalah langkah awal untuk mendukung karyawan kita yang sudah melakukan konversi motor dan mendukung supaya bisa perjalanan jauh. Swap station akan dibangun setiap 30 Km," ungkapnya.

Program bantuan insentif dari pemerintah berupa potongan biaya konversi sebesar Rp 10 juta untuk setiap sepeda motor diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mengikuti program konversi motor BBM menjadi sepeda motor listrik.

Untuk setiap unit motor yang dikonversi, masyarakat akan mendapatkan manfaat penghematan biaya operasional dan BBM sampai dengan Rp6-7 juta per motor.

Sedang dari sisi pemerintah, konversi ini akan mengurangi biaya impor bahan bakar minyak dan subsidi untuk BBM. Juga membantu program pemerintah menuju target Emisi Nol Bersih (Net Zero Emission) di tahun 2060. Yang tak kalah penting, menciptakan lapangan kerja, khususnya industri komponen, bengkel konversi dan pemeliharaan motor listrik.

Jika dari total 125 juta unit kendaraan roda dua, 20 persennya atau 25 juta dilakukan konversi menjadi motor listrik, maka potensi penghematan BBM dapat mencapai 51,6 juta barel/tahun dan mampu menurunkan emisi karbon sebesar 16,8 juta ton CO2 pertahun (asumsi 1 motor menghemat BBM 354 liter/tahun dan menurunkan emisi 0,7 ton CO2/tahun).

Komitmen Mencapai Iklim Positif

Direktur RAPP, Mulia Nauli mengatakan selama ini, RAPP sebagai unit usaha dari APRIL Group dan merupakan anggota dari RGE Group yang bergerak di bidang pengolahan pulp dan kertas, telah melakukan upaya pengurangan emisi, sejalan dengan komitmen APRIL2030, yakni untuk mencapai iklim positif.

APRIL2030 adalah visi untuk memenuhi tantangan pada dekade mendatang, terangkum dalam empat komitmen dengan 18 target ambisius, yakni Climate Positive (Iklim Positif), Thriving Landscape (Lanskap yang Berkembang), Inclusive Progress (Kemajuan Inklusif) dan Sustainable Growth (Pertumbuhan yang Berkelanjutan).

Sebagai pihak swasta, produsen pulp dan kertas Asia Pacific Resources International Limited (APRIL Group) meluncurkan APRIL2030 pada tahun 2020 lalu.

Program tersebut merupakan komitmen keberlanjutan transformatif yang berisi serangkaian aksi nyata terhadap masalah iklim dan alam, serta pengembangan masyarakat dalam 10 tahun ke depan.

Mulia Nauli menyampaikan, pilar Iklim Positif menargetkan pengurangan emisi karbon secara drastis melalui solusi berlandaskan ilmu pengetahuan. Inisiatif yang akan dilakukan mencakup mewujudkan net zero emission dari pemanfaatan lahan dengan jalan mengoptimalkan penyerapan, dan penyimpanan karbon di berbagai jenis bentang alam termasuk lahan gambut, serta meminimalkan emisi melalui pengelolaan bentang alam yang berlandaskan ilmu pengetahuan.

"Kami juga akan mewujudkan penurunan hingga 25 persen kadar emisi karbon pada produk yang dihasilkan melalui investasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan sistem operasi, dan pemenuhan sebagian besar kebutuhan energi di pabrik dan kegiatan operasional hutan tanaman industri dari sumber-sumber energi yang bersih dan terbarukan," terangnya.

Dikatakan Mulya Nauli, tak hanya melalui program konversi motor listrik, PT RAPP unit operasional APRIL Group juga sudah terlebih dahulu menggunakan Bus listrik untuk moda transportasi di komplek RAPP. Penggunaan bus ini juga masih dalam rangka implementasi dari komitmen APRIL2030.

   Bus listrik sudah menjadi moda transportasi karyawan PT RAPP,Foto: Ist

"Upaya beralih ke bus listrik untuk kebutuhan operasional karyawan di lingkungan perusahaan ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan nol emisi serta pencapaian komitmen untuk mengurangi emisi karbon," ungkapnya.

Chief Operating Officer (COO) PT RAPP Edward Ginting menyampaikan dari sisi strategi, perusahaan memang sangat konsisten untuk bagaimana energi yang dipakai itu terus berubah menjadi energi yang baru dan terbarukan. Untuk operasional, pihaknya memang fokus mengurangi pemakaian bahan bakar fosil.

"Selanjutnya pemakaian listrik dan energi, kita juga optimize. Jadi fokus kita adalah pemakaian bahan bakar diturunkan dan selanjutnya adalah bagaimana menurunkan pemakaian sendiri. Itu juga salah satu yang sangat penting," ucapnya.

Lanjut Edward, langkah yang dilakukan oleh RAPP adalah untuk menekan emisi di lingkungan perusahaan sekaligus mendukung program pemerintah yang menargetkan pengurangan emisi karbon pada tahun 2030.

"APRIL berupaya mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan dalam kegiatan operasionalnya dengan beralih ke armada transportasi ramah lingkungan. Pembelian bus listrik dari MAB menjadi salah satu upaya APRIL dalam mengurangi pemakaian bahan bakar fosil," sebutnya.

Pemakaian bus listrik sejalan dengan komitmen perusahaan dalam visi APRIL2030 untuk memberikan dampak positif bagi iklim (climate positive) dengan menargetkan 50% kebutuhan energi operasional APRIL berasal sumber energi yang lebih bersih dan terbarukan pada tahun 2030.

"Saat ini kita punya 12 ribu orang lebih karyawan, dans semakin banyak orang mobilitas sangat banyak. Sehingga kita melihat kalau mobilitas itu kita Cover dengan bus ataupun semi bus itu akan sangat berimpac kepada penurunan bahan bakar fosil dan juga penurunan emisi ke udara," sebutnya.

Jadi ini adalah multiple objektif, yang dilihat supaya bagaimana apa yang sudah RAPP lakukan menjadi inspirasi bagi semua orang.

Dalam kurun 2021-2023, RAPP telah mengoperasikan sebanyak 10 unit bus listrik. Kemudian di awal tahun 2024 ini, RAPP kembali mendatangkan delapan unit bus listrik. Berbeda dari 10 unit yang telah ada sebelumnya, delapan unit bus listrik terbaru ini merupakan produksi BYD yang bekerjasama dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR – dibaca “Vektor”) selaku distributor di Indonesia. Sehingga total ada 18 unit bus listrik guna mendukung operasional perusahaan yang tak henti mewujudkan bisnis berkelanjutan ini.

RAPP memilih delapan unit bus listrik dari VKTR karena kualitas dan portofolio yang dimiliki VKTR sebagai pionir kendaraan komersil, termasuk bus listrik di Indonesia.
Dengan tambahan armada dari VKTR, akan semakin memperjelas komitmen APRIL Group dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission 2060.

“Penggunaan bus listrik ini merupakan satu dari sekian banyak upaya kami dalam memenuhi komitmen untuk mengurangi emisi karbon dalam proses operasional kami, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan APRIL2030, yang diluncurkan pada tahun 2020 lalu," ungkap Chief Operating Officer (COO) PT RAPP Eduward Ginting, Kamis (25/1/2024) lalu.

Katanya lagi, sebagai perusahaan, RAPP sangat berorientasi terhadap keberlanjutan. Selagi atas nama bisnis keberlanjutan, APRIL Group tidak ragu dan akan terus melanjutkan upaya terbaik.

"Kami berterimakasih telah berkesempatan bermitra dengan VKTR, kita yakin akan terus menjadi partner dalam perjalanan transisi menuju green energy, sesuai APRIL2030," jelas Eduward lagi.

Chief Executive Officer (CEO) VKTR, Gilarsi W Setijono mengungkapkan, sebagai pionir dalam kategori kendaraan listrik komersil di Indonesia, VKTR berbahagia atas kepercayaan yang diberikan RAPP untuk penambahan unit bus listrik.

"Terlebih lagi, kami bangga dapat mengambil peran dalam mendukung pengurangan emisi karbon di komitmen berkelanjutan APRIL2030. VKTR mengapresiasi dan siap mendukung perusahaan yang merealisasikan komitmennya untuk mencapai, baik target keberlanjutan perusahaan maupun target Net Zero Emission 2060 pemerintah," ungkap Gilarsi W. Setijono.

Dia juga mengungkapkan rasa bangga bisa hadir ke Riau Kompleks, karena bisa melihat langsung bahwa semua yang dilakukan APRIL Group sangat baik bagi lingkungan.

"Saya bangga hari ini hadir di tengah-tengah perusahaan yang benar-benar berkomitmen mengurangi ketergantungan pada fossil fuel. Datang ke komplek RAPP ini saya merasa menemukan teman dalam berjuang untuk lingkungan," tambahnya.

Dengan penggunaan bus listrik, RAPP bisa membantu memperlambat kenaikan pemanasan global dan menghilangkan keluaran limbah bahan berbahaya dan beracun berupa oli bekas. Selain itu penggunaan bus listrik juga terbukti dapat menghemat biaya pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Selain beralih ke bus listrik, komitmen RAPP dalam mengoptimalkan penggunaan sumber energi terbarukan juga dilakukan dengan membangun panel surya untuk menggerakkan pabrik pulp dan kertas. Saat ini, pembangunan baru mencapai total 11 megawatt (MW) dari target 50 MW pada 2030.

Upaya ini tak lepas dari komitmen APRIL2030, yakni visi APRIL Group untuk memenuhi tantangan pada dekade mendatang, terangkum dalam empat komitmen berupa Climate Positive (Iklim Positif), Thriving Landscape (Lanskap yang Berkembang), Inclusive Progress (Kemajuan Inklusif), dan Sustainable Growth (Pertumbuhan yang Berkelanjutan).

Direktur Royal Golden Eagle (RGE) Anderson Tanoto mengatakan program APRIL2030 menegaskan dukungan APRIL Group yang merupakan unit usaha RGE terhadap bisnis berkelanjutan sekaligus mendorong tercapainya TPB di Indonesia.

“Kami berkomitmen menjalankan aksi nyata dan bertransformasi lebih lanjut dalam satu dekade mendatang. Ini mengingat kami memiliki peranan untuk mendukung tercapainya ekonomi rendah karbon dan berkontribusi positif untuk iklim, alam, dan masyarakat,” kata Anderson.

Anderson mengatakan sektor swasta memiliki peran yang sangat signifikan dan berkontribusi secara strategis untuk mengurangi tingkat emisi karbon global lewat nature-based solution.

Hal tersebut disampaikan Anderson Tanoto dalam gelaran B20 Summit, yang digelar sebagai bagian dari KTT G20 di Bali tahun 2022 lalu saat berbicara dalam sesi plenary bertajuk “Creating a Sustainable Resilient Economy Through Innovation”, Anderson memaparkan upaya inovasi unit usaha RGE Group, yakni APRIL yang fokus mengoptimalisasi penggunaan sumber energi terbarukan dalam operasionalnya sebagai salah satu upaya menekan emisi.

Inovasi berbasis alam yang telah dilakukan APRIL adalah dengan meluncurkan komitmen 1 for 1 pada penyelenggaran COP 21 di Paris lalu, yakni mengkonservasi atau merestorasi 1 hektar lahan dari setiap 1 hektar lahan hutan tanaman industri (HTI) yang dikelola.

Salah satu bentuk konkret dalam komitmen ini adalah inisiasi Program Restorasi Ekosistem Riau (RER) seluas 150.000 hektar atau seluas kota London yang berlokasi di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Provinsi Riau. Lewat program ini, RER melindungi dan menjaga ekosistem hutan rawa gambut utuh terbesar di Sumatra, termasuk keanekaragaman hayati dan potensi karbon di dalamnya.

"Sektor swasta memiliki peran yang sangat besar dalam menyediakan solusi berbasis alam untuk mendukung target pengurangan emisi karbon. Poin saya adalah untuk menciptakan inovasi, ambil teknologi dan framework yang sudah ada. Jika tidak sempurna, itu tetap lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa," ujarnya.

Seperti diketahui, APRIL merupakan produsen serat, pulp dan kertas yang terintegrasi dengan konsesi hutan tanaman industri yang dikelola secara berkelanjutan. Salah satu produk unggulan APRIL adalah kertas PaperOne yang telah terjual hingga ke 70 negara.

APRIL Group sendiri dikenal sebagai perusahaan yang aktif melakukan upaya mitigasi iklim, utamanya dalam mendukung pemerintah untuk mencapai net sink pada 2030 dari industri kehutanan atau FOLU (Forest and Other Land Uses) Net Sink.

Di hulu, komitmen tersebut dilakukan dengan melakukan konservasi kawasan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan menerapkan kebijakan zero tolerance pada deforestasi. Di hilir, APRIL Group beralih pada penggunaan bahan bakar yang terbarukan serta berinvestasi pada teknologi sirkular.

Sebagai salah satu produsen produk bio-based berkelanjutan di dunia, APRIL Group punya visi keberlanjutan APRIL2030, yang salah satu targetnya adalah mencapai Iklim Positif yang salah satunya menargetkan penggunaan 90% energi terbarukan untuk kebutuhan pabrik, yang mana saat ini telah mencapai 87% berdasarkan audit terakhir yang dilakukan.

APRIL juga bekerjasama dengan KPMG PRI untuk memberikan assurance atas tata Kelola pengelolaan lahan dan komitmen keberlanjutannya (Sustainability)

Diapresiasi oleh Kementerian ESDM

Apa yang telah dilakukan oleh RAPP ini mendapatkan apresasi dari Kementerian ESDM. Seperti disampaikan Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Gigih Udi Atmo yang mengungkapkan, RAPP telah melakukan 'excellent work' dalam pengurangan emisi, termasuk dengan digelarnya konversi motor listrik.

            Kementerian ESDM menghadiri konversi motor listrik di PT RAPP

"Acara gelar konversi sepeda motor listrik ini merupakan penanda bahwa program pemerintah terkait dengan insentif untuk konversi motor listrik sudah terlaksana di Riau. Saya berharap dengan adanya inisiasi konversi motor BBM menjadi motor listrik di RAPP ini dapat meningkatkan animo masyarakat untuk mengonversi sepeda motor BBM-nya menjadi sepeda motor listrik dan dapat memberikan manfaat besar bagi pengguna, serta menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menerapkan teknologi yang lebih ramah lingkungan," sebut Gigih Udi Atmo.

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Ketenagalistrikan Sripeni Inten Cahyani mengungkapkan bahwa konversi sepeda motor listrik di RAPP ini dalam rangka percepatan layanan bantuan pemerintah untuk program konversi sepeda motor listrik berbasis baterai sehingga dapat mencapai target 150 ribu unit sepeda motor BBM konversi pada tahun 2024.

"Gelar konversi hari ini menjadikan RAPP pioneer konversi sepeda motor listrik di luar Pulau Jawa. Yang pertama di Pulau Sumatera. Saya salut, RAPP sebagai perusahaan multinasional, memiliki konsen utama terhadap sustainability (keberlanjutan). Memiliki program-program nyata dalam mengurangi emisi," urainya.

Dia juga mengapresiasi RAPP yang telah menggerakkan karyawannya untuk mengonversi sepeda motor milik masing-masing.

"Ini adalah contoh bahwa setiap individu bisa dengan mudah melakukan konversi energi. RAPP telah menunjukkan komitmen untuk lebih membirukan langit, sebuah komitmen perusahaan untuk energi bersih," sambungnya.

Katanya lagi, penerapan kendaraan listrik di sektor transportasi menjadi salah satu prinsip utama yang diupayakan pemerintah untuk mencapai target Emisi Nol Bersih dan pengurangan konsumsi BBM di sektor energi.

"Transisi menuju energi bersih tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah sendiri, dibutuhkan kolaborasi dan kemitraan dalam mewujudkan komitmen pemerintah untuk percepatan layanan bantuan pemerintah untuk program konversi sepeda motor listrik berbasis baterai," ungkapnya lagi.

 

Penulis : Unik Susanti
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Kabupaten Pelalawan, Riau, Serba Serbi, Lingkungan
Idulfitri 1445 Riau Petroleum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Jumat, 29 September 2023
Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah
Jumat, 29 September 2023
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan Melalui P3S
Kamis, 28 September 2023
TikTok Shop Cs Dilarang, Ketua DPR Berharap Aturan Baru Ciptakan Keseimbangan Pasar Digital dan Konvensional
Kamis, 21 September 2023
Ancaman DBD Meningkat, Puan Dorong Sosialisasi Masif Tekan Risiko Kematian

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 07 November 2023
Riau Terima Penghargaan Bhumandala Award 2023
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 23 Mei 2024
Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi Bedah Rumah Warga, Program Zakat Bersama BAZNAS
Kamis, 23 Mei 2024
Terobosan PD Muhammadiyah, Subsidi Rumah untuk Guru dan Karyawan di Kota Pekanbaru
Rabu, 22 Mei 2024
Mudahkan Masyarakat Buat Paspor, Imigrasi Selatpanjang Gelar Layanan Ketupat
Rabu, 22 Mei 2024
Hadiri Wisuda ke-16 Pondok Pesantren Syahruddiniyah Kampar, dr Rahmansyah Titip Pesan Ini ke Santri

Serantau lainnya ...
Rabu, 22 Mei 2024
Budaya 'Tumpuk Tengah', Kebiasaan Baik yang Viral di Media Sosial
Rabu, 22 Mei 2024
Sejarah Vape Pertama di Indonesia dan Perkembangannya
Minggu, 07 April 2024
Pererat Silaturahmi, Siwo PWI Riau Gelar Buka Bersama BJB dan PSSI
Kamis, 04 April 2024
5 Ide Resep Masakan Pakai Rice Cooker, Cocok untuk Anak Kos!

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 02 Maret 2023
Wadah Menyalurkan Bakat, Ketua DPRD Riau Yulisman Hadiri Festival Musik Akustik di SMA Negeri 1 Pasir Penyu Inhu
Rabu, 01 Maret 2023
Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Riau Umumkan Reses Masa Persidangan I Tahun 2023
Selasa, 28 Februari 2023
Kunjungi Kemendikbud, Komisi V DPRD Riau Bahas Persoalan PPDB
Kamis, 23 Februari 2023
Disdik Gelar Pelatihan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru SD Se-Kota Pekanbaru

Advertorial lainnya ...
Jumat, 17 Mei 2024
Topup Diamond FF Murah Solusi Hemat untuk Gamer Free Fire
Jumat, 17 Mei 2024
Top Up PUBG untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Langkah-Langkah Mudah
Kamis, 25 April 2024
Rekomendasi HP Samsung Terbaik di Harga 2 Jutaan, Apa Saja?
Sabtu, 20 April 2024
7 Keunggulan Samsung Galaxy S23 Ultra, Dapatkan di Blibli

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 21 Mei 2024
Tips Memilih Klinik Gigi yang Tepat untuk Anda dan Keluarga
Kamis, 18 April 2024
Ini Dia Manfaat Merawat Gigi, Yuk, Kunjungi Klinik Gigi Terdekat Sekarang!
Kamis, 22 Februari 2024
Pemula di Dunia Yoga? Inilah Panduan Cara Memilih Matras Yoga yang Tepat
Sabtu, 27 Januari 2024
Cegah Resistensi, Gunakan Obat Antibiotik dengan Bijak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 17 Mei 2024
UIR Terima Bantuan Dana Pendidikan Sebesar Rp70 Juta dari BSI
Kamis, 16 Mei 2024
Mahasiswa PMI UIN Suska Juara 1 Lomba Presenter Fordakom 2024
Selasa, 07 Mei 2024
Seleksi Ketat Beasiswa Pendidikan di Kota Dumai, 49 Peserta Bersaing dalam Ujian Tertulis dan Wawancara
Selasa, 07 Mei 2024
Wisuda ke-68, Rektor: Unilak Semakin Dipercaya Masyarakat Riau dan Indonesia

Kampus lainnya ...
Rabu, 03 Mei 2023
Kompilasi Semarak Silaturahmi Satu HATI, CDN Bangkinang Santuni Anak Yatim
Rabu, 05 April 2023
Safari Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin
Selasa, 04 April 2023
Telkomsel Siaga Rafi Sumbagteng Salurkan CSR untuk Panti Jompo bersama Dompet Dhuafa Riau
Jumat, 03 Maret 2023
Tingkatkan Kesehatan dan Budaya Lokal, Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Posyandu dan Grup Rebana

CSR lainnya ...
Jumat, 09 Februari 2024
Lika-liku 7 Perjalanan Asmara Ayu Ting Ting hingga Tunangan dengan Anggota TNI
Minggu, 28 Januari 2024
Huh Yunjin Bak Sehati Dengan Han So Hee Kala Cuma Pakai Dalaman Di Trailer LE SSERAFIM
Sabtu, 27 Januari 2024
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Tak Sungkan Perlihatkan Kemesraan
Rabu, 24 Januari 2024
Park Ji-hyun Ungkap Persiapan Membinangi Drama Terbarunya

Selebriti lainnya ...

LW
Terpopuler
Iklan CAKAPLAH
Foto
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 14 Agustus 2023
Pengurus Masjid Nurul Ikhlas Kubang Minta Tunjuk Ajar ke Wagubri
Sabtu, 12 Agustus 2023
Gebyar Kandis Bersholawat Bakal Dihadiri Ribuan Jemaah NU
Senin, 31 Juli 2023
Mualaf Riau Butuh Pembinaan, Begini Caranya...
Sabtu, 29 Juli 2023
Mantan Wawako Pekanbaru, Ayat Cahyadi Turut Saksikan Pengukuhan Pengurus Masjid Al-Hamidah Rejosari

Religi lainnya ...
Selasa, 30 April 2024
Kepala BKPSDM Pekanbaru Ucapkan Selamat Atas Penabalan Gelar Adat Kepada Kajati Riau
Senin, 29 April 2024
Kepala BKPSDM Pekanbaru Apresiasi Pekanbaru Juara Umum Gelaran MTQ Tingkat Provinsi Riau
Senin, 29 April 2024
Sekretaris Dinas LHK Kota Pekanbaru Hadiri Rapat SABER Pungli 2024
Jumat, 26 April 2024
Penerimaan CPNS dan PPPK Pekanbaru Dapat Persetujuan Prinsip dari Kemenpan RB

Galeri Foto lainnya ...
Indeks Berita
www www