Sabtu, 20 Juli 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

Passing Grade Terlalu Liberalis, PPMR Prihatin Pendidikan di Riau
Kamis, 20 Juli 2017 14:07 WIB
Passing Grade Terlalu Liberalis, PPMR Prihatin Pendidikan di Riau
Ketua Persebatian Pemuka Masyarakat Riau, Nasrun Effendi
PEKANBARU (CAKAPLAH) - Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 diwarnai beragam cerita pahit di berbagai daerah, termasuk di Riau. Anak-anak berprestasi di 12 Kabupaten/Kota di Bumi Melayu itu banyak yang harus tereliminasi ketika bersaing masuk ke sekolah-sekolah bermutu dan favorit di Pekanbaru, karena adanya pemberlakuan passing grade.


Passing grade adalah batas nilai minimal yang dipakai sebagai salah satu acuan untuk memilih jurusan di suatu sekolah atau Perguruan Tinggi.

Ketua Persebatian Pemuka Masyarakat Riau (PPMR), Nasrun Effendi saat berbincang dengan CAKAPLAH.COM mengatakan, dalam beberapa pekan belakangan ia banyak mendapat pengaduan dari masyarakat terkait sistem penerimaan siswa baru dan regulasi yang digunakan cenderung tidak adil.

"Misalnya, ada siswa berprestasi selalu juara dan nilainya 9,3 di Kabupaten, dan mereka ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah bermutu ataupun favorit di Pekanbaru. Tetapi dengan adanya pemberlakuan passing grade tadi, nilai mereka yang tinggi jadi 6,5, dan mereka pasti tersisih," ungkapnya, Kamis (20/7/2017)

Dikatakan Nasrun, penerapan passing grade penerimaan siswa baru tersebut belum layak saat ini. "Sangat tidak adil bagi siswa yang berprestasi di daerah dengan fasilitas dan infrastruktur minim, diadu dengan anak Pekanbaru yang fasilitas pendidikannya sudah sangat bagus. Passing grade fasilitas dan infrastruktur pendidikan, sama," ucapnya.

Nasrun mencontohkan kondisi yang terjadi di SMA Plus Riau dan Fakultas kedokteran Universitas Riau (UR). Kedua sarana pendidikan dulunya diharapkan bisa menampung anak-anak berprestasi dari 12 Kabupaten dan Kota di Riau melanjutkan proses pendidikan di sana.

"Sekarang filosofi itu terkikis karena passing grade tadi. Dulu SMA Plus itu dibangun dengan semangat menampung anak-anak berprestasi dari daerah untuk merasakan dan mengecap pendidikan bermutu, makanya SMA Plus itu dulu siswanya berasal dari seluruh Kabupaten dan Kota di Riau, jadi itu ada porsinya, tidak seperti sekarang," jelasnya.

Sebagai salah satu penggagas berdirinya SMA Plus dan Fakultas Kedokteran UR, Nasrun mengaku sangat prihatin melihat sistem penerimaan siswa tingkat SMA di Riau yang belakangan menuai persoalan.  

"Sebenarnya Pemda tidak perlu melulu ikut aturan pusat itu. Aturan pusat itu secara umum saja, tekhnisnya ada di daerah. Makanya saya minta Pemprov memperhatikan ini. Kalau tidak kita pikirkan nasib anak-anak terbaik kita di daerah ini, bisa berbahaya ke depannya," pungkas Nasrun.

Disamping itu, lanjut Nasrun, dunia pendidikan saat ini sudah sangat liberalis. Sehingga mengabaikan nilai-nilai dan semangat perjuangan membangun SDM handal yang berasal dari daerah.

"PPMR prihatin melihat kondisi pendidikan Riau saat ini. Pemprov jangan kaku dengan aturan pusat. Kita bisa lawan itu, asalkan semangatnya sama, untuk nasib pendidikan anak-anak kita sepuluh bahkan duapuluh tahun ke depan," pungkasnya.

Ia menyarankan, agar Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan membuat kebijakan pembagian porsi bagi anak-anak daerah untuk mengecap pendidikan bermutu di Pekanbaru.

"Pemprov bisa menerapkan pembagian porsi. Misalnya kuota untuk anak daerah bisa masih sekolah bermutu 30 persen, anak-anak kurang mampu 10 persen. Itu tinggal kita yang atur tekhnisnya, tidak mesti kaku dengan aturan yang ada. Pemda harus melawan ini, jangan jadi robot!" cetusnya.


Penulis : Hadi
Editor : Ali
Kategori : Riau, Pendidikan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Kamis, 18 Juli 2019 08:08 WIB
Titik Api di Riau Meningkat
Kamis, 18 Juli 2019 09:22 WIB
Hari Ini PSSI Umum Pelatih Tim Porwil Riau
Senin, 08 Juli 2019 14:15 WIB
Lorenzo Pertimbangkan Pensiun dari MotoGP
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 19 Juli 2019
Perwakilan IPDN Temui Walikota Pekanbaru
Jumat, 19 Juli 2019
M Amin Jabat Plt Kadiskes, Ini Harapan DPRD Pekanbaru
Jumat, 19 Juli 2019
Aturan Baru Bagi Turis Malaysia Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Riau
Jumat, 19 Juli 2019
TNI Beri Pelatihan Bela Diri dan Bela Negara kepada Anak Sekolah di Kampar Kiri

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Juni 2019
Zulkifli As Ajak Warga Tingkatkan Pendalaman, Penghayatan dan Pengamalan Alquran
Rabu, 26 Juni 2019
17 Anggota Komisi V DPR RI Berkunjung ke Kawasan Megaproyek Technopark Pelalawan
Minggu, 23 Juni 2019
DPRD Gelar Rapat Paripurna HUT ke-235 Kota Pekanbaru
Jumat, 21 Juni 2019
Pemkab Bengkalis Terus Pertahankan Tradisi Lampu Colok

Advertorial lainnya ...
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?
Kamis, 18 Juli 2019
Redmi K20 Pro Berbalut Emas Dijual Hampir Rp100 Juta!
Senin, 15 Juli 2019
Ini Bocoran Harga Galaxy Note10 Series yang Paling Murah

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 19 Juli 2019
Mahasiswa Unri Gelar Penyuluhan Narkoba dan Etika Berlalu Lintas di SMAN 2 XIII Koto Kampar
Jumat, 19 Juli 2019
Mahasiswa Abdimas UNRI Beri Penyuluhan kepada Siswa SMPN 1 Rumbio Jaya Soal Berumah Tangga
Kamis, 18 Juli 2019
Unilak-Pegadaian Teken MoU di Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM
Selasa, 16 Juli 2019
34 Mahasiswa UiTM Perlis Malaysia Ikuti Internship Programme di UIR

Kampus lainnya ...

PTPN5
Terpopuler
Foto
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www