Senin, 21 Oktober 2019

Breaking News

  • Pemprov Riau Bebaskan Denda Pajak Daerah   ●   
  • Riset: Buzzer di Indonesia Digerakkan oleh Agensi   ●   
  • Tim Gabungan Akan Beri Efek Jera untuk Korporasi Pembakar Lahan   ●   
  • PTPN V Remajakan 914 Hektare Sawit Rakyat di Rohil   ●   
  • Tahun Depan, KIT Pekanbaru Sudah Bisa Dijual   ●   
  • 3 Fraksi DPRD Riau Sepakat Sebut Paripurna Pembentukan AKD Cacat Prosedural   ●   
  • Pemko Pekanbaru Bentuk Tim Percepatan KIT   ●   
  • Meubelair Gedung Mapolda Riau Senilai Rp10,5 Miliar Tahap Lelang   ●   
  • LAMR akan Kumpulkan Elemen Masyarakat Bahas Blok Rokan   ●   
  • Unilak Wisuda 1.044 Mahasiswa
Iklan Yamaha
Polling
6 Bakal Calon Pilkada Pelalawan, Siapakah Pilihan Anda?


OPINI
Mencari Pemimpin dalam Sebungkus Garam
Kamis, 24 Agustus 2017 10:01 WIB
Mencari Pemimpin dalam Sebungkus Garam

PELAJARAN dan hikmah memang bisa datang dari mana saja. Tak terkecuali dari seorang perempuan tua yang ditinggal pergi suaminya dan tak punya anak keturunan, serta tengah berjuang menghadapi kangker saluran empedu.



Hingga tulisan ini diturunkan, dokter memprediksi hidupnya tinggal tiga bulan, dan siang Kamis (24/8/2017) harus kembali dibawa ke rumah sakit Swasta di Pekanbaru.

Nurzaidya, 63 tahun, mungkin bukanlah perempuan istimewa bagi kebanyakan orang. Janda yang tak punya anak ini, sejak kecil mengalami kelainan pada tulang pinggulnya. Makanya, ia pun ia tak bisa berjalan normal seperti orang kebanyakan. Namun kondisinya itu bukanlah penghalang baginya.

Perempuan yang biasa dipanggil “Mak Tuo” oleh sanak saudaranya itu, sejak dulu dikenal sebagai pekerja keras. Bagaimana tidak, dengan kondisinya yang seperti itu, ia melakoni pekerjaan yang penuh resiko. Semasa muda dulu, ia melakoni pekerjaan sebagai pedagang yang memasok barang pecah belah dan bawang putih dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru. Kala itu termasuk ilegal.

Seiring berjalannya waktu, kini perempuan yang hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SD ini hanya menghabiskan masa tuanya di kampung halamannya. Tinggal bersama ibu mertua kami, yang merupakan adik perempuannya dan memilih menginvestasikan uang dagangannya di sektor perkebunan.

Meski 'Mak Tuo' tidaklah perempuan yang berpendidikan tinggi, namun bagi penulis sosoknya merupakan salah seorang “guru” yang punya kepekaan sangat tinggi. Ia sering memberikan pelajaran tentang prinsip-prinsip hidup, dan sering jadi tempat mengadu bagi saya dan saudara-saudara lainnya tatkala mengalami kesulitan finansial. Biasanya sebelum kami berencana pinjam duit padanya, seringkali ia malah lebih dulu menyuruh kami memakai duitnya. he..he..  

Suatu ketika saat penulis berniat melanjutkan pendidikan, ia termasuk salah satu yang sangat mendukung. Sebagai bentuk dukungannnya, diam-diam ternyata ia memberikan uang ke isteri saya untuk membeli laptop yang saat itu masih tergolong mahal. Karena sering melihat saya harus meminjam laptop tetangga dan bolak-balik ke rental komputer hingga larut malam jika ada tugas kuliah yang mau di kerjakan.

Tak terbayang betapa senangnya hati saya ketika itu, meski tuk menggantinya harus menyicil hingga setahun.  

Bukan hanya itu dalam pengamatan penulis, 'Maktuo' juga sangat juga peduli dengan keadaan orang-orang yang sudah sepuh di sekitarnya. Banyak diantara orang-orang tua di sekitar tempat tinggalnya, yang lebih mempercayakan menitipkan uang padanya, ketimbang pada keluarganya sendiri.

Tak jarang pas gajian bulan baru beberapa kebun sawit miliknya ia bagi-bagikan, termasuk ke orang-orang tua di sekitar tempat tinggalnya.

Hingga minggu kedua di bulan Juli lalu, adik perempuan isteri saya begitu terperanjat ketika melihatnya keluar dari kamarnya siang itu. Sekujur badan dan mata 'Mak tuo' terlihat menguning.

Semula kami menyangka ia terjangkit hepatitis atau 'penyakit kuning' biasa, istilah orang kampung. Setelah sempat menjalani pengobatan kampung, karena tak ada kemajuan akhirnya di bawa ke salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru. Setelah menjalani cek laboratorium, ternyata 'Mak tuo' tidaklah mengidap hepatitis, melainkan ada penyumbatan di saluran empedu- itu yang menyebabkan seluruh badannya
menguning.

"kemungkinan batu empedu, tapi penyumbatannya sudah cukup parah. Mengapa baru
sekarang dibawa kerumah sakit?" ujar sang Dokter penyakit dalam saat itu.

Kami pun menjelaskan, kalau 'Mak tuo' tak pernah mengeluh dan menceritakan hal itu pada kami karena katanya tak ingin menyusahkan. Terakhir sang dokter menyarankan untuk di cek lebih lanjut ke Dokter spesialis bedah saluran empedu.

Beberapa hari berselang, kami pun membawa 'Mak tuo' ke dokter bedah saluran empedu di rumah sakit lainnya. Namun bagaikan disambar petir di siang hari, setelah melalui proses scanning ternyata 'Maktuo' tidaklah mengalami penyakit batu empedu, melainkan mengidap kangker saluran empedu yang sudah menjalar hingga ke paru-paru bahkan hingga ke otak.

“Dioperasi pun akan percuma, karena kemungkinan berhasil sangat kecil," ujar sang dokter. Dokter hanya menyarankan agar dibawa pulang saja, sambil menjelaskan fase-fase yang akan terjadi hingga ajal menjemputnya nanti.

“Pokoknya bisa bertahan dalam jangka waktu enam bulan saja, dia sudah tergolong kuat,” ujar dokter menambahkan.

Karena takut 'Maktuo' akan mengalami drop mendengar kabar itu, kami pun sepakat merahasiakan berita ini padanya. Isteri saya yang tengah menjalani hamil muda anak ketiga, karena terus terusan menangis sejak mendengar berita itu, akhirnya memutuskan untuk tinggal dikampung saja sementara waktu, bersama 'Maktuo' dan ibu mertua kami.

Setelah hampir sepekan sepulang dari rumah sakit kami masih sepakat untuk tetap merahasiakan keadaan yang sebenarnya pada 'Maktuo'. Tak dinyana, ternyata 'Maktuo' sendiri mengaku telah mengetahui perihal kangker saluran empedu yang dideritanya.
Ternyata adik laki-lakinyalah, yang beberapa hari lalu menelpon dan menceritakan keadaan yang sebenarnya pada 'Maktuo'. Diluar dugaan kami 'Maktuo' malah terlihat biasa-biasa saja. Ia tetap beraktifitas seperti biasa, tak ada kecemasan
yang tampak dari raut wajahnya. Walau untuk berjalan ia harus ditopang tongkat, ia tetap saja beraktifitas.  

Bahkan suatu hari, karena kondisi isteri yang sedang hamil muda, hampir seharian tak mau makan melainkan hanya tiduran dikasur. Justru 'Maktuo' pula yang setiap saaat menjenguknya dan menungguinya di tempat tidur. Ia selalu menanyakan sudah makan atau belum, dan ingin makan apa?

'Maktuo' sempet cerita ke isteri saya saat itu, kalau ia dari tadi minta adik saya membelikan sebungkus garam. Namun entah karena adik saya lupa, garam yang disuruh beli pun tak kunjung datang.

Pagi-pagi ketika keluar rumah giliran saya yang di pesan isteri untuk sekalian memberikan sebungkus garam. Setelah duduk sejenak di kedai kopi, langsung saja bergegas pulang. Setelah ditanya terkait pesanan sebungkus garam, kali ini malah giliran saya yang lupa membeli pesanan sebungkus garam yang tadi dipesan 'Maktuo'.
Akhirnya, karena memang ada barang lain yang hendak dibeli, saya pun langsung
bergegas ke warung harian yang ada di depan rumah, sambil membeli pesanan sebungkus garam tadi.

Sesampai di rumah, saya telah menemukan 'Maktuo' dan isteri di dapur. Matanya yang masih menguning, terlihat berbinar melihat sebungkus garam pesanannya yang saya bawakan. Saya pun duduk dikursi meja makan, tak jauh dari mereka memasak. Terlihat 'maktuo' membubuhkan garam tadi ke secawan air yang ternyata air kelapa. Air kelapa itu pun dijadikan campuran untuk menanak nasi.

Tak lama berselang, 'Maktuo' menyuruh isteri saya menggelar tikar rotan dilantai. Ia memanggil saya dan anggota keluarga lainnya tuk makan bersama. Terlihat menu yang disajikan sangatlah sederhana. Bersama nasi putih, telihat sayur bayam, goreng ikan teri, telor dadar dan sambal lado.

Namun ketika kami mendekat, seketika tercium aroma yang begitu menggoda pada nasi putih dan menu sederhana yang disajikan.

Benar saja, siang Ahad itu 'maktuo' dan kami anggota keluarga lainnya, makan dengan lahapnya, walau dengan menu sederhana. Bahkan isteri saya yang tadinya sangat sulit makan, malah terlihat beberapa kali tambah.

Saat beberapa anggota keluarga lainnya telah beranjak pergi meninggalkan ruang makan, saya bertanya pada 'Maktuo' mengapa kali ini nasinya begitu terasa enak? Dan apa rahasianya?

Sambil tersenyum, 'maktuo' menjawab singkat, “rahasianya sebungkus garam yang sering terlupakan oleh kita,” ungkapnya serius.

Saya pun termenung mendengar jawabannya, pikiran saya menerawang kemana-mana. Bahkan jawaban singkat itu seakan menjadi tamparan bagi penulis, bahkan mungkin bagi bangsa  kita saat ini. Acapkali kita melupakan sesuatu, tapi perannya sangatlah besar seperti halnya sebungkus garam.

Ketika garam dicampurkan makanan, yang jadi perhatian kita tatkala hanya pada nasi, lauk dan sayurannya yang enak. Padahal garamlah yang sangat brperan disitu. Begitu juga ketika garam dijadikan sebagai campuran kacang atau jangung rebus, pasti kita mengatakan kacang atau jangung rebus yang begitu enak. Tapi kita melupakan pentingnya peran garam di situ, sampai akhirnya sebagian kita baru tersadar ketika harga
garam tiba-tiba naik.

Intinya hingga saat ini kita dan sebagaian besar masyarakat kita hanya terlena dengan tampilan tetapi melupakan peran. Hal ini sejalan dengan pendapat Robert T. Moran (Mulyana: 2000) yang mengemukakan, budaya-budaya Timur cenderung melukiskan sesuatu dengan menggunakan visualisasi-visualisasi. Sedangkan budaya-budaya Barat cenderung lebih menggunakan konsep-konsep.

Kita lebih memeperhatikan komunikasi visual ketimbang komunikasi lainnya. Makanya tak heran, hingga saat ini masyarakat kita masih mudah terbius dengan pencitraan. Jika budaya ini terus dipertahankan, alamatlah demokrasi ke depan hanya akan melahirkan pemimpin-pemimpin karbitan. Dimana mereka hanya sibuk dengan hal-hal yang bisa seakan kelihatan, tetapi tak peduli dengan peran yang seharusnya dijalankan. Hanya peduli dengan ekonomi yang seakan mengalami peningkatan, namun menapikkan kenyataan masyarakat makin kesusahan.

Makanya sempena pemilihan gubernur Riau tahun depan, kita jangan lagi seakan hanya terbius dengan segala pencitraan yang dilakukan menjelang pemilihan. Baik melalui media-media massa yang ditampilkan, maupun lewat poster dan spanduk yang dipasang serampangan.

Lihat jugalah dari konsep yang diusung dan jejak rekam. Yang paling penting, sudah mampukah kah para calon Gubernur berperan laksana garam. Yang tidak terlalu mementingkan menunujuk-nunjukan diri dalam tampilan, namun komitmen menjalankan fungsi dan peran sesuai kedudukan dan jabatan. Wallahualam...

Penulis : Suardi, M.I.Kom (PNS Dosen Prodi Komunikasi FDK UIN Suska Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
6 Bakal Calon Pilkada Pelalawan, Siapakah Pilihan Anda?

Berita Lainnya
Jum'at, 04 Oktober 2019 22:05 WIB
Pogba Cedera, Krisis Pemain MU Makin Parah
Senin, 02 September 2019 00:37 WIB
Sengit, Arsenal vs Tottenham Tanpa Pemenang
Senin, 12 Agustus 2019 07:00 WIB
Bali Diguncang Gempa Magnitudo 4,9
0 Komentar
Berita Pilihan
Kamis, 03 Oktober 2019
Tokoh Masyarakat Ingin Sekda Riau dari Indragiri, Ini Alasannya
Kamis, 03 Oktober 2019
Sayonara KPK
Jumat, 04 Oktober 2019
Sebelum Ditemukan Meninggal di Mobil, Korban Sempat Senang-senang di Karaoke
Minggu, 06 Oktober 2019
Heboh Penemuan Potongan Mirip Tangan Manusia di Kampar, Ini Penjelasan Polisi
Minggu, 06 Oktober 2019
Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2019
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 20 Oktober 2019
Dibuka Wagubri, Rakernas Ikasmansa Pekanbaru Berjalan Sukses
Jumat, 18 Oktober 2019
Manfaatkan Limbah Daun Nanas untuk Tanjak dan Songket, Riau Juara Project Proposal Terbaik
Jumat, 18 Oktober 2019
Baznas Riau Support Program Unggulan Baznas Bengkalis Rp225 Juta
Jumat, 18 Oktober 2019
ACT Riau dan SD As Shofa Giatkan Kepedulian Sosial

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
45 Anggota DPRD Pekanbaru Ikuti Orientasi
Selasa, 08 Oktober 2019
Riau Terima Penghargaan Innovative Goverment Award 2019 dari Mendagri RI
Jumat, 04 Oktober 2019
Galeri Foto: Pimpinan Definitif DPRD Kampar Ucapkan Sumpah Janji
Selasa, 01 Oktober 2019
Pimpinan DPRD Dilantik, Walikota Pekanbaru Harap Segera Jalankan Fungsinya

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 06 Oktober 2019
5 Cara Sederhana Turunkan Kolesterol Jahat Dalam
Selasa, 10 September 2019
Hasil Penelitian, Tingkat Stres Mahasiswi Lebih Tinggi dari Mahasiswa
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 18 Oktober 2019
BI Riau Resmikan Pojok Baca ke 16 di PCR
Senin, 07 Oktober 2019
Pascasarjana Unilak Yudisium 53 Orang, Pemuncak Diberi Penghargaan
Selasa, 01 Oktober 2019
Rektor UIR Minta Digelar Liga Mahasiswa Antar ASEAN
Senin, 30 September 2019
Dies Natalis ke-57 UIR Bertabur Rewards untuk Dosen, Pegawai dan Mahasiswa

Kampus lainnya ...
Polling
6 Bakal Calon Pilkada Pelalawan, Siapakah Pilihan Anda?


Iklan Mitsubishi Xpander
Terpopuler

02

Iklan Nasarudin Pelalawan 1
Foto
April HUT 3 Kabupaten
Iklan Pelantikan Wahid
Selasa, 08 Oktober 2019
Kini Warga Bisa Lakukan Setoran Haji di Kantor Kas BRK Syariah Kemenag Rohul
Minggu, 15 September 2019
PT PSPI Bagikan 2.500 Masker ke Masyarakat Kampar Kiri
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas

CSR lainnya ...
Iklan IRMI SYAKIP
Kamis, 03 Oktober 2019
Mengenal Sosok Lora Fadil, Anggota DPR Boyong Tiga Istri Saat Pelantikan hingga Tidur Diruang Paripurna
Minggu, 29 September 2019
Mikha Tambayong: Sehat Itu Murah dan Menyenangkan
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah

Selebriti lainnya ...
Iklan Pelantikan Andi Rachman
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Iklan PLN Pelantikan Kapolres
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Pangeran Hotel
Indeks Berita
Germas
www www