Jumat, 27 April 2018

Breaking News

  • Gubernur Riau Andi Rachman Serahkan Bantuan Mobil Praktik untuk SMK se-Riau   ●   
  • Besok, Bawaslu Riau Panggil Tiga ASN Pekanbaru Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas di Pilkada   ●   
  • Prabowo Subianto Berpesan Menangkan Pasangan LE-Hardianto di Pilgub Riau   ●   
  • Ketua DPRD Riau Ajak Masyarakat dan Kader Golkar Menangkan Andi Rachman-Suyatno   ●   
  • Hari Ini Cuaca di Riau Prediksi Cerah Berawan   ●   
  • Pendukung Syamsurizal Ramai-ramai Dukung Syamsuar-Edy Natar   ●   
  • Disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga RAPP Bangun Fakultas Kimia Pulp and Paper di UR   ●   
  • Gubri Targetkan Tahun Ini Jembatan Siak IV Bisa Dilalui   ●   
  • Pengedar Ekstasi Ditangkap di Depan PN Pekanbaru   ●   
  • Danlanud Roesmin Nurjadin (RsN) Pastikan Prajuritnya Netral di Pilkada Riau
MuhibbahAndi
Polling
polling gubernur riau 2018 Siapakah Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2019-2024 Pilihan Anda?


OPINI
Mencari Pemimpin dalam Sebungkus Garam
Kamis, 24 Agustus 2017 10:01 WIB
Mencari Pemimpin dalam Sebungkus Garam

PELAJARAN dan hikmah memang bisa datang dari mana saja. Tak terkecuali dari seorang perempuan tua yang ditinggal pergi suaminya dan tak punya anak keturunan, serta tengah berjuang menghadapi kangker saluran empedu.



Hingga tulisan ini diturunkan, dokter memprediksi hidupnya tinggal tiga bulan, dan siang Kamis (24/8/2017) harus kembali dibawa ke rumah sakit Swasta di Pekanbaru.

Nurzaidya, 63 tahun, mungkin bukanlah perempuan istimewa bagi kebanyakan orang. Janda yang tak punya anak ini, sejak kecil mengalami kelainan pada tulang pinggulnya. Makanya, ia pun ia tak bisa berjalan normal seperti orang kebanyakan. Namun kondisinya itu bukanlah penghalang baginya.

Perempuan yang biasa dipanggil “Mak Tuo” oleh sanak saudaranya itu, sejak dulu dikenal sebagai pekerja keras. Bagaimana tidak, dengan kondisinya yang seperti itu, ia melakoni pekerjaan yang penuh resiko. Semasa muda dulu, ia melakoni pekerjaan sebagai pedagang yang memasok barang pecah belah dan bawang putih dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru. Kala itu termasuk ilegal.

Seiring berjalannya waktu, kini perempuan yang hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SD ini hanya menghabiskan masa tuanya di kampung halamannya. Tinggal bersama ibu mertua kami, yang merupakan adik perempuannya dan memilih menginvestasikan uang dagangannya di sektor perkebunan.

Meski 'Mak Tuo' tidaklah perempuan yang berpendidikan tinggi, namun bagi penulis sosoknya merupakan salah seorang “guru” yang punya kepekaan sangat tinggi. Ia sering memberikan pelajaran tentang prinsip-prinsip hidup, dan sering jadi tempat mengadu bagi saya dan saudara-saudara lainnya tatkala mengalami kesulitan finansial. Biasanya sebelum kami berencana pinjam duit padanya, seringkali ia malah lebih dulu menyuruh kami memakai duitnya. he..he..  

Suatu ketika saat penulis berniat melanjutkan pendidikan, ia termasuk salah satu yang sangat mendukung. Sebagai bentuk dukungannnya, diam-diam ternyata ia memberikan uang ke isteri saya untuk membeli laptop yang saat itu masih tergolong mahal. Karena sering melihat saya harus meminjam laptop tetangga dan bolak-balik ke rental komputer hingga larut malam jika ada tugas kuliah yang mau di kerjakan.

Tak terbayang betapa senangnya hati saya ketika itu, meski tuk menggantinya harus menyicil hingga setahun.  

Bukan hanya itu dalam pengamatan penulis, 'Maktuo' juga sangat juga peduli dengan keadaan orang-orang yang sudah sepuh di sekitarnya. Banyak diantara orang-orang tua di sekitar tempat tinggalnya, yang lebih mempercayakan menitipkan uang padanya, ketimbang pada keluarganya sendiri.

Tak jarang pas gajian bulan baru beberapa kebun sawit miliknya ia bagi-bagikan, termasuk ke orang-orang tua di sekitar tempat tinggalnya.

Hingga minggu kedua di bulan Juli lalu, adik perempuan isteri saya begitu terperanjat ketika melihatnya keluar dari kamarnya siang itu. Sekujur badan dan mata 'Mak tuo' terlihat menguning.

Semula kami menyangka ia terjangkit hepatitis atau 'penyakit kuning' biasa, istilah orang kampung. Setelah sempat menjalani pengobatan kampung, karena tak ada kemajuan akhirnya di bawa ke salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru. Setelah menjalani cek laboratorium, ternyata 'Mak tuo' tidaklah mengidap hepatitis, melainkan ada penyumbatan di saluran empedu- itu yang menyebabkan seluruh badannya
menguning.

"kemungkinan batu empedu, tapi penyumbatannya sudah cukup parah. Mengapa baru
sekarang dibawa kerumah sakit?" ujar sang Dokter penyakit dalam saat itu.

Kami pun menjelaskan, kalau 'Mak tuo' tak pernah mengeluh dan menceritakan hal itu pada kami karena katanya tak ingin menyusahkan. Terakhir sang dokter menyarankan untuk di cek lebih lanjut ke Dokter spesialis bedah saluran empedu.

Beberapa hari berselang, kami pun membawa 'Mak tuo' ke dokter bedah saluran empedu di rumah sakit lainnya. Namun bagaikan disambar petir di siang hari, setelah melalui proses scanning ternyata 'Maktuo' tidaklah mengalami penyakit batu empedu, melainkan mengidap kangker saluran empedu yang sudah menjalar hingga ke paru-paru bahkan hingga ke otak.

“Dioperasi pun akan percuma, karena kemungkinan berhasil sangat kecil," ujar sang dokter. Dokter hanya menyarankan agar dibawa pulang saja, sambil menjelaskan fase-fase yang akan terjadi hingga ajal menjemputnya nanti.

“Pokoknya bisa bertahan dalam jangka waktu enam bulan saja, dia sudah tergolong kuat,” ujar dokter menambahkan.

Karena takut 'Maktuo' akan mengalami drop mendengar kabar itu, kami pun sepakat merahasiakan berita ini padanya. Isteri saya yang tengah menjalani hamil muda anak ketiga, karena terus terusan menangis sejak mendengar berita itu, akhirnya memutuskan untuk tinggal dikampung saja sementara waktu, bersama 'Maktuo' dan ibu mertua kami.

Setelah hampir sepekan sepulang dari rumah sakit kami masih sepakat untuk tetap merahasiakan keadaan yang sebenarnya pada 'Maktuo'. Tak dinyana, ternyata 'Maktuo' sendiri mengaku telah mengetahui perihal kangker saluran empedu yang dideritanya.
Ternyata adik laki-lakinyalah, yang beberapa hari lalu menelpon dan menceritakan keadaan yang sebenarnya pada 'Maktuo'. Diluar dugaan kami 'Maktuo' malah terlihat biasa-biasa saja. Ia tetap beraktifitas seperti biasa, tak ada kecemasan
yang tampak dari raut wajahnya. Walau untuk berjalan ia harus ditopang tongkat, ia tetap saja beraktifitas.  

Bahkan suatu hari, karena kondisi isteri yang sedang hamil muda, hampir seharian tak mau makan melainkan hanya tiduran dikasur. Justru 'Maktuo' pula yang setiap saaat menjenguknya dan menungguinya di tempat tidur. Ia selalu menanyakan sudah makan atau belum, dan ingin makan apa?

'Maktuo' sempet cerita ke isteri saya saat itu, kalau ia dari tadi minta adik saya membelikan sebungkus garam. Namun entah karena adik saya lupa, garam yang disuruh beli pun tak kunjung datang.

Pagi-pagi ketika keluar rumah giliran saya yang di pesan isteri untuk sekalian memberikan sebungkus garam. Setelah duduk sejenak di kedai kopi, langsung saja bergegas pulang. Setelah ditanya terkait pesanan sebungkus garam, kali ini malah giliran saya yang lupa membeli pesanan sebungkus garam yang tadi dipesan 'Maktuo'.
Akhirnya, karena memang ada barang lain yang hendak dibeli, saya pun langsung
bergegas ke warung harian yang ada di depan rumah, sambil membeli pesanan sebungkus garam tadi.

Sesampai di rumah, saya telah menemukan 'Maktuo' dan isteri di dapur. Matanya yang masih menguning, terlihat berbinar melihat sebungkus garam pesanannya yang saya bawakan. Saya pun duduk dikursi meja makan, tak jauh dari mereka memasak. Terlihat 'maktuo' membubuhkan garam tadi ke secawan air yang ternyata air kelapa. Air kelapa itu pun dijadikan campuran untuk menanak nasi.

Tak lama berselang, 'Maktuo' menyuruh isteri saya menggelar tikar rotan dilantai. Ia memanggil saya dan anggota keluarga lainnya tuk makan bersama. Terlihat menu yang disajikan sangatlah sederhana. Bersama nasi putih, telihat sayur bayam, goreng ikan teri, telor dadar dan sambal lado.

Namun ketika kami mendekat, seketika tercium aroma yang begitu menggoda pada nasi putih dan menu sederhana yang disajikan.

Benar saja, siang Ahad itu 'maktuo' dan kami anggota keluarga lainnya, makan dengan lahapnya, walau dengan menu sederhana. Bahkan isteri saya yang tadinya sangat sulit makan, malah terlihat beberapa kali tambah.

Saat beberapa anggota keluarga lainnya telah beranjak pergi meninggalkan ruang makan, saya bertanya pada 'Maktuo' mengapa kali ini nasinya begitu terasa enak? Dan apa rahasianya?

Sambil tersenyum, 'maktuo' menjawab singkat, “rahasianya sebungkus garam yang sering terlupakan oleh kita,” ungkapnya serius.

Saya pun termenung mendengar jawabannya, pikiran saya menerawang kemana-mana. Bahkan jawaban singkat itu seakan menjadi tamparan bagi penulis, bahkan mungkin bagi bangsa  kita saat ini. Acapkali kita melupakan sesuatu, tapi perannya sangatlah besar seperti halnya sebungkus garam.

Ketika garam dicampurkan makanan, yang jadi perhatian kita tatkala hanya pada nasi, lauk dan sayurannya yang enak. Padahal garamlah yang sangat brperan disitu. Begitu juga ketika garam dijadikan sebagai campuran kacang atau jangung rebus, pasti kita mengatakan kacang atau jangung rebus yang begitu enak. Tapi kita melupakan pentingnya peran garam di situ, sampai akhirnya sebagian kita baru tersadar ketika harga
garam tiba-tiba naik.

Intinya hingga saat ini kita dan sebagaian besar masyarakat kita hanya terlena dengan tampilan tetapi melupakan peran. Hal ini sejalan dengan pendapat Robert T. Moran (Mulyana: 2000) yang mengemukakan, budaya-budaya Timur cenderung melukiskan sesuatu dengan menggunakan visualisasi-visualisasi. Sedangkan budaya-budaya Barat cenderung lebih menggunakan konsep-konsep.

Kita lebih memeperhatikan komunikasi visual ketimbang komunikasi lainnya. Makanya tak heran, hingga saat ini masyarakat kita masih mudah terbius dengan pencitraan. Jika budaya ini terus dipertahankan, alamatlah demokrasi ke depan hanya akan melahirkan pemimpin-pemimpin karbitan. Dimana mereka hanya sibuk dengan hal-hal yang bisa seakan kelihatan, tetapi tak peduli dengan peran yang seharusnya dijalankan. Hanya peduli dengan ekonomi yang seakan mengalami peningkatan, namun menapikkan kenyataan masyarakat makin kesusahan.

Makanya sempena pemilihan gubernur Riau tahun depan, kita jangan lagi seakan hanya terbius dengan segala pencitraan yang dilakukan menjelang pemilihan. Baik melalui media-media massa yang ditampilkan, maupun lewat poster dan spanduk yang dipasang serampangan.

Lihat jugalah dari konsep yang diusung dan jejak rekam. Yang paling penting, sudah mampukah kah para calon Gubernur berperan laksana garam. Yang tidak terlalu mementingkan menunujuk-nunjukan diri dalam tampilan, namun komitmen menjalankan fungsi dan peran sesuai kedudukan dan jabatan. Wallahualam...

Penulis : Suardi, M.I.Kom (PNS Dosen Prodi Komunikasi FDK UIN Suska Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Siapakah Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2019-2024 Pilihan Anda?

Berita Lainnya
Rabu, 25 April 2018 09:19 WIB
Hari Ini Hujan Guyur Sebagian Wilayah Riau
Minggu, 15 April 2018 21:38 WIB
Newcastle Pecundangi Arsenal
Minggu, 22 April 2018 14:29 WIB
AS Ancam Kembali Bombardir Suriah
0 Komentar
Berita Pilihan
Selasa, 16 Januari 2018
Andi Rachman Balon Gubernur Terkaya, Hardianto Belum Sampaikan LHKPN ke KPK
Selasa, 16 Januari 2018
Februari, Pemprov Riau Usulkan Lagi Nama Calon Direktur BRK
Selasa, 16 Januari 2018
Andi Optimis Tahun Ini Jembatan Siak IV Bisa Dilalui
Selasa, 16 Januari 2018
Pengedar Ekstasi Ditangkap di Depan PN Pekanbaru
Selasa, 16 Januari 2018
Daihatsu Sudirman Sudah Cetak 30 SPK All New Terios, Ini Harganya
Selasa, 16 Januari 2018
Kejati Tahan Tersangka Baru Korupsi Bappeda Rohil
Selasa, 16 Januari 2018
RTRW Riau Tahap Penyelesaian KLHS di KLHK
AMSI
Topik
Selebriti Selebriti
Selasa, 24 April 2018
Usai Nikah, Istri Ngaku Belum Dijamah Daus Mini
Sabtu, 07 April 2018
Dena Eks JKT48 Minta Foto Sebelum Berhijabnya Dihapus
Sabtu, 31 Maret 2018
Wanita yang Disebut Istri Ketiga Opick Akhirnya Buka Suara
Minggu, 18 Maret 2018
Febby Rastanty Tak Sabar Ingin Jadi Pengacara

Selebriti lainnya ...
Gaya Hidup Gaya Hidup
Rabu, 14 Maret 2018
Ini Dia 6 Fashion Item untuk Mendukung Penampilan Perempuan
Rabu, 31 Januari 2018
6 Zodiak Berikut Paling Merasakan Dampak Fenomena Gerhana Bulan Malam Ini
Rabu, 20 Desember 2017
Bagaimana Cara Cetak Foto di Atas Cappucino?
Minggu, 17 Desember 2017
Tips Memperbaiki Hubungan Ibu dan Anak Perempuan

Gaya Hidup lainnya ...
Kesehatan dan Keluarga Kesehatan dan Keluarga
Sabtu, 31 Maret 2018
Turunkan Kolesterol Jahat dengan Rajin Makan Bawang Putih
Minggu, 18 Maret 2018
Waspada, Sering Merokok Berisiko Tuli
Sabtu, 10 Februari 2018
Setop Pakai Bra, 5 Efek Buruk Ini Akan Terjadi pada Tubuh
Jumat, 02 Februari 2018
Wajib Makan, 5 Karbohidrat yang Justru Bisa Menurunkan Berat Badan!

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kampus Kampus
Jumat, 05 Januari 2018
UIR Bertekad Jadi Perguruan Tertinggi Terkemuka di Asia Tenggara
Rabu, 29 November 2017
Mubarak Bertekad Jadikan UMRI sebagai Kampus Wisata
Rabu, 25 Oktober 2017
Prodi Ilmu Pemerintahan UIR Tuan Rumah ICODAG dan Kongres Kapsipi
Selasa, 24 Oktober 2017
Bahas Penyeragaman Gelar Akademik, FHS UIN Suska Adakan Seminar

Kampus lainnya ...
Advertorial Advertorial
Kamis, 26 April 2018
Permudah Pelayanan Publik, Walikota Dumai Rilis Command Center
Senin, 23 April 2018
Walikota Dumai Jadi Irup pada HUT Satpol PP dan HUT Linmas
Senin, 23 April 2018
Budidaya Perikanan Air Payau Semakin Menggeliat di Bengkalis
Jumat, 13 April 2018
Walikota Dumai Pembina K3, Dua Perusahaan Dumai Terima Zero Accident

Advertorial lainnya ...
Polling
polling gubernur riau 2018 Siapakah Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2019-2024 Pilihan Anda?



Get the Flash Player to see this player.


Dengarkan di WINAMP a

Streaming Provider by :
KLIKHOST.com

Andi Rachman
Terpopuler
Iklan HUT Dumai dari PGN 21 April 2018
Foto
Kominfo Dian
Video
Dhapu Koffie
Tekno dan Sains Tekno dan Sains
Selasa, 24 April 2018
Advan i6 Diluncurkan, Andalkan Layar Luas
Minggu, 22 April 2018
Whatsapp Bakal Hadirkan Fitur Bisa Copot Admin Grup
Sabtu, 31 Maret 2018
90 Persen Anak Muda di Indonesia Gunakan Internet untuk Medsos
Rabu, 14 Maret 2018
Kembangkan Pasar di Australia, Pertamina Buka Kantor di Sydney

Tekno dan Sains lainnya ...
Iklan GrandZury
CSR CSR
Rabu, 07 Februari 2018
Perempuan Siak Jadi Pengrajin Batik
Kamis, 18 Januari 2018
Gubernur Riau Wajibkan Semua Perusahaan Terapkan K3
Selasa, 16 Januari 2018
Sebagai Atasan, Perempuan Ini Selalu Tempatkan Diri Sebagai Teman dan Ibu
Selasa, 16 Januari 2018
Langka di Pasar, Erajaya Janji Tambah Pasokan Xiaomi Redmi 5A

CSR lainnya ...
Religi Religi
Rabu, 27 Desember 2017
Haji dan Umrah Salah Satu Faktor Dimudahkannya Rezeki
Jumat, 08 Desember 2017
6 Keutamaan Shalat Berjamaah
Jumat, 03 November 2017
Jejak Kajian Islam Soal Luar Angkasa
Senin, 10 Juli 2017
Tak Mudah Jadi Penghafal Alquran

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www